
Xinyi yang berada di kamarnya,dia mengingat semua ucapan yang di katakan nya terhadap Damian.Xinyi benar-benar jujur dengan perasaannya,bahkan dia tidak mempertimbangkan perasaan Damian sama sekali.Xinyi sudah membuat Damian merasakan sakit di hatinya,menurutnya ini belum seberapa dari rasa sakit yang dia terima dulu.
Xinyi berjalan ke arah jendela,dia menghirup udara saat ini.Xinyi merilekskan pikirannya,dia benar-benar merasa tenang saat ini.Xinyi merasa senang sudah jujur di hadapan mereka berdua,entahlah dia tidak memperdulikan mereka berdua saat ini.Xinyi malah membawa Jansen ke dalam balas dendamnya,dia merasa bersalah terhadap Jansen saat ini.
"Maaf,aku menyeret kamu ke dalam rencana balas dendamku.Padahal,kamu begitu tulus mencintai aku."Gumam Xinyi,dia merasa bersalah terhadap Jansen.
Xinyi melihat kupu-kupu yang hinggap di bunga,dia tersenyum melihat kupu-kupu cantik di hadapannya.Xinyi jadi memikirkan Jansen saat ini,dia teringat saat bersama Jansen dulu.Bisa-bisanya,dia pergi berduaan bersama Jansen.Bahkan,mereka pernah tidur di satu ranjang yang sama saat itu.Xinyi tersenyum saat ini,mengingat kebersamaan dia bersama Jansen.
"Kamu sedang melamunkan apa?"Tanya Jansen,dia menghampiri Xinyi di dekat jendela.
Xinyi menatap Jansen yang tiba-tiba berada di hadapannya,Xinyi tersenyum ke arah Jansen.Dia melihat luka yang ada di tangan Jansen,tangannya masih di balut perban saat ini.
"Apakah masih sakit?"Tanya Xinyi,dia melihat ke arah Jansen.
Jansen mengangguk di hadapan Xinyi,dia melihat wajah Xinyi yang khawatir.Jansen tersenyum ke arah Xinyi,agar Xinyi tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Bagaimana dengan kamu?"Tanya Jansen,dia duduk di jendela Xinyi.
"Aku sudah baikan,kamu jangan duduk di situ.Masuklah."Perintah Xinyi,karena takut Jansen terjatuh.
"Nanti Damian mengetahuinya."Ucap Jansen,dia menggoda Xinyi saat ini.
"Baiklah,aku mengerti.Kalau gitu,ayo kita ke labirin.Aku ingin berdua sama kamu,aku ingin berbicara dengan kamu."Balas Xinyi,dia menatap Jansen saat ini.
"Baiklah,aku tunggu kamu di sana."Ucap Jansen,dia langsung pergi dari hadapan Xinyi.
Xinyi tersenyum melihat Jansen yang pergi,dia merapikan pakaiannya saat ini.Xinyi merias wajahnya sedikit,agar dirinya tidak pucat.Setelah itu,Xinyi keluar dari kamarnya dan dia menyusul Jansen ke labirin.
__ADS_1
...****************...
Jansen yang bersandar pada dinding,dia tersenyum ke arah Xinyi yang sudah datang.Jansen tiba-tiba menerima pelukan dari Xinyi,Jansen benar-benar heran dengan sikap Xinyi yang seperti ini.
"Aku mengkhawatirkan kamu,aku bilang hati-hati.Kamu malah terluka."Ucap Xinyi,dia tiba-tiba menangis di pelukan Jansen.
"Hey,jangan menangis.Aku sudah tidak apa-apa kok,kamu jangan memikirkannya lagi."Balas Jansen,dia melepaskan pelukan Xinyi.
Jansen menghapus air mata Xinyi yang turun,dia senang dengan sikap Xinyi yang khawatir terhadap dirinya.Jansen benar-benar senang saat ini,karena Xinyi lebih terbuka terhadap dirinya.
"Kamu jangan mengambil resiko yang terlalu tinggi,aku takut kamu kenapa-kenapa."Ucap Xinyi,dia memandang Jansen saat ini.
"Iya,maaf aku sudah membuat kamu khawatir."Balas Jansen,dia mengelus rambut Xinyi dengan lembut.
Xinyi benar-benar merasakan kelembutan dalam diri Jansen,Xinyi benar-benar merasa bersalah saat ini.Xinyi mencintai Jansen,namun dia tidak bisa bersama Jansen saat ini.
"Aku tidak apa-apa,lagi pula aku senang mendengar kamu begitu mencintaiku saat ini."Balas Jansen,dia menatap Xinyi dengan lembut.
"Aku takut,jika Damian menyuruh raja untuk mengusir kalian dari istana.Pasti,aku akan berpisah dengan kamu."Ucap Xinyi,dia menunduk saat ini.
"Hey,kamu tidak usah sedih.Aku akan menyelinap untuk menemui kamu,lagi pula aku akan berusaha bertemu dengan kamu."Balas Jansen,agar Xinyi tidak sedih.
Xinyi yang mendengarnya begitu senang saat ini,Xinyi merasa tersentuh dengan ucapan Jansen.Xinyi tersenyum ke arah Jansen,dia sudah merasa lega saat ini.
"Nah,jika seperti itu kamu semakin cantik."Puji Jansen,karena dia melihat Xinyi tersenyum.
"Terimakasih."Balas Xinyi,dia tersipu malu saat ini.
__ADS_1
"Kamu tidak kembali,aku takut Damian mencari kamu."Ucap Jansen,dia menatap Xinyi saat ini.
"Aku tidak perduli sama sekali,aku hanya ingin bersama kamu sekarang."Balas Xinyi,dia memeluk Jansen kembali saat ini.
"Kamu tau Xin,saat aku bercinta dengan kamu saat itu.Aku selalu terbayang dengan diri kamu,aku begitu ingin memiliki kamu seutuhnya."Ucap Jansen,dia jujur di hadapan Xinyi.
"Benarkah? Aku juga sama seperti kamu,jika aku mengingatnya.Aku pasti selalu merasa malu,aku tidak percaya sampai saat ini.Karena aku benar-benar bercinta dengan kamu,semuanya terasa mimpi bagiku."Balas Xinyi,dia berbicara dalam pelukan Jansen.
Xinyi menghirup aroma tubuh Jansen,menurutnya tubuh Jansen selalu membuatnya merasa nyaman.Bahkan,Xinyi merasa di lindungi oleh Jansen.Xinyi benar-benar tidak ingin melepaskan pelukannya,dia benar-benar membutuhkan Jansen saat ini.
"Bagaimana kalau kita melakukannya lagi?"Ajak Jansen,dia bercanda terhadap Xinyi.
"Mana mungkin,aku akan menolaknya.Lagi pula,aku takut ketahuan oleh Damian."Balas Xinyi,dia melepaskan pelukannya saat ini.
"Kamu benar,aku tidak mungkin melakukannya saat ini.Bisa-bisa,aku di hajar habis-habisan oleh dia."Ucap Jansen,dia tertawa di hadapan Xinyi.
Jansen melihat Xinyi yang ikut tertawa,menurutnya Xinyi begitu cantik saat tertawa.Jansen merangkul pinggang Xinyi,dia mencium bibir Xinyi dengan lembut.Jansen tidak ingin melepaskan Xinyi saat ini,mereka memperdalam ciumannya.
Xinyi menyeimbangi ciuman yang di berikan Jansen,dia menerima ciuman Jansen terhadap dirinya.Xinyi merasakan Jansen memperlakukannya dengan lembut,membuat dia enggan melepaskan ciumannya.Xinyi melingkarkan tangannya di leher Jansen,dia menikmati ciumannya saat ini.
"Hah,hah.Kita harus kembali,aku akan datang nanti malam ke kamar kamu.Aku harap,kamu menolak kehadiran Damian di kamar kamu."Ucap Jansen,mencium bibir Xinyi sekilas.
"Baiklah,aku akan menunggu kamu."Balas Xinyi,dia tersenyum senang saat ini.
Jansen melihat kepergian Xinyi,karena mereka harus kembali.Jansen merasa hatinya sedang berbunga-bunga sekarang,karena Xinyi membalas perasaannya.
Sedangkan Xinyi,dia mengingat ciuman mereka.Xinyi mengingat dengan jelas ciuman mereka yang begitu dalam,dia sudah tidak sabar ingin bertemu Jansen lagi.Xinyi merubah ekspresi wajahnya dengan cepat,dia kembali ke kamarnya.Karena takut dirinya bertemu dengan Damian,dia tidak ingin mendengar ocehan Damian di telinganya.
__ADS_1