
Xinyi bangun dari tidurnya,dia sekarang berada dalam pelukan Damian.Dia melihat sekeliling ruangannya,dia berada di tempat Damian dan tidak berada di istana.Dia heran,mengapa dirinya di bawa ke kediaman Damian yang pernah di kunjunginya.
Dia mencoba melepaskan pelukan Damian,dia tidak ingin berada di sini.Dia lebih baik pergi ke istana,dia berhasil keluar dari kamar Damian.Dia menghampiri pengawal untuk menyiapkan kereta secepatnya,dia tidak ingin tinggal berduaan dengan Damian di kediaman ini.
"Putri kereta sudah siap."Ucap pengawal,dia menuruti perintah Xinyi.
"Baiklah,jika pangeran bangun nanti.Aku sudah duluan pergi ke istana,karena ada urusan penting yang harus aku urus."Perintah Xinyi,menyuruh pengawal menyampaikan pesannya.
"Baik putri."Jawab Pelayan menunduk.
Xinyi langsung menaiki kereta,dia meninggalkan kediaman Damian.Dia tidak perduli Damian semarah apa terhadapnya,lagi pula dia hanya ingin pergi ke istana.
Kereta tiba-tiba berhenti,Xinyi merasa heran dengan kereta yang berhenti.Dia membuka tirai untuk menanyakan apa yang terjadi,apalagi dia khawatir hari semakin gelap.
"Apa yang terjadi pak kusir?"Tanya Xinyi,menatap ke arah kusir.
"Tidak tau putri,kudanya tiba-tiba berhenti."Jawab kusir yang kebingungan.
"Coba lihat dulu,hari sudah hampir gelap.Kita harus segera pergi ke istana."Perintahnya,karena dia ingin segera beristirahat.
"Baik putri."Jawab kusir.
Xinyi melihat kusir yang sedang memeriksa kudanya,namun tidak kenapa-kenapa.Dia mencoba melajukan kudanya dan kudanya mau bergerak lagi.
"Syukurlah."Ucap Xinyi,karena kudanya sudah mau berjalan lagi.
"Maaf ya putri,kita mungkin sampai ke istana malam hari."Ujar pak kusir.
"Tidak apa-apa,semoga tidak terjadi apa-apa lagi."Balas Xinyi,dia kembali lagi dengan duduk yang tenang sambil menutup tirainya kembali.
Xinyi kaget,saat melihat seorang laki-laki di dalam keretanya.Bahkan sekarang,mulutnya di bekap oleh laki-laki di hadapannya.Xinyi mencoba tenang,dia mencoba tidak panik.
"Jangan berteriak."Ucapnya,sambil menatap Xinyi dengan intens.
__ADS_1
Xinyi mengangguk dengan tenang,dia menatap laki-laki di hadapannya ini.Dia heran laki-laki di hadapannya memakai pakaian kerajaan,namun entah dari kerjaan mana.Dia sudah lepas dari tangan laki-laki di hadapannya,dia menatap dengan intens laki-laki di hadapannya.
"Maaf,aku lancang masuk ke dalam kereta kamu putri.Namun,hanya ini satu-satunya cara aku bersembunyi."Ucapnya,sambil menatap Xinyi yang begitu cantik menurutnya.Dia begitu terpesona dengan kecantikan Xinyi saat ini.
"Kamu siapa?"Tanya Xinyi begitu pelan,takut kusir mendengar percakapan mereka.
"Perkenalkan aku Jansen,aku pangeran negara Xing."Balasnya,menatap manik mata Xinyi yang begitu cantik.
"Kenapa kamu naik ke kereta ku?"Tanya Xinyi,masih menatap laku-laki di hadapannya.
"Ini keadaan darurat,aku di kejar pengawalku sendiri.Aku tidak ingin di ikuti pengawal,aku hanya ingin pergi tanpa pengawal yang mengikuti aku."Balasnya,menjelaskan apa yang terjadi.
"Tapi,kenapa harus naik ke dalam kereta ku?"Tanya Xinyi,dia masih menatap Jansen.
"Karena ini kereta kerajaan,jadi aku yakin pengawal tidak akan dengan lancang menghentikan kereta kamu."Balasnya tersenyum,
"Pengawal tidak akan lancang,namun kamu yang lancang memasuki kereta ini."Ucap Xinyi ketus,dia berpaling dari tatapan Jansen.Dia merasa risih di tatap oleh Jansen seperti itu,apalagi dia tidak pernah berada dalam satu kereta dengan orang asing.
"Siapa nama kamu?"Tanya Jansen.
"Aku tidak perlu memberitahukan namaku bukan,lagi pula kamu hanya orang yang menumpang di dalam kereta ini."Balas Xinyi,tidak ingin menghiraukan laki-laki di hadapannya.
...****************...
Mereka sampai di gerbang istana,kereta berhenti dan membuat Xinyi panik.Apalagi dia lupa dengan pemeriksan di gerbang istana,dia mengeluarkan kepalanya dari jendela.
"Pengawal bisakah aku langsung masuk,aku begitu lelah."Ucapnya,agar pengawal tidak memeriksa keretanya.
"Bukannya putri ikut berperang?"Tanya pengawal,membalas ucapan Xinyi.
"Aku pulang duluan,karena aku sudah lelah.Apalagi,tugas kerajaan masih menumpuk.Aku ingin segera beristirahat secepatnya."Balas Juli,menatap pengawal dengan meyakinkan.
"Baik putri,silahkan putri masuk saja."Perintah pengawal,memberi jalan untuk kereta Xinyi.
__ADS_1
"Terima kasih."Balas Xinyi,dia menutup tirai keretanya.
Xinyi memejamkan matanya dan bernafas lega,karena dia takut ketauan membawa Jansen ke dalam istana.Apalagi Jansen pangeran negara Xing,dia takut di tuduh mengkhianati negaranya sendiri.Xinyi membuka matanya,dia kaget saat wajah Jansen begitu dekat dengan wajahnya.
"Kamu begitu cantik."Ucap Jansen,dia sudah terpesona dengan kecantikan Xinyi.
Xinyi merasa jantungnya berdegup kencang,apalagi wajahnya begitu dekat dengan Jansen.Dia tanpa sadar memegang dadanya yang sedang berdegup kencang,benar saja degup jantungnya saat ini benar-benar tidak normal.
Jansen begitu sangat tertarik dengan wanita di hadapannya,menurutnya wanita di hadapannya begitu cantik dan gemas.Dia semakin mendekatkan wajahnya,ingin mencium bibir wanita di hadapannya.
Xinyi melotot,karena Jansen semakin mendekat ke arahnya.Dia langsung mendorong Jansen dari hadapannya,sekarang jantungnya semakin tidak karuan di buat Jansen.Dia salah telah membiarkan serigala masuk ke dalam keretanya,dia melihat Jansen tersenyum ke arahnya.
"Kamu sangat lancang."Ucap Xinyi marah,apalagi dia sudah bersuami.
"Maaf,aku hanya terpesona dengan kamu."Balasnya dan membenarkan posisi duduknya.
Xinyi tidak membalas ucapannya,dia merasa kesal dengan dirinya sekarang.Dia merasakan kereta sudah berhenti,dia memilih untuk turun dari keretanya.Namun,saat dirinya ingin turun dan melewati Jansen.Xinyi di tarik Jansen dan duduk di pangkuan Jansen.
"Putri sudah sampai."Ucap Kusir dari luar.
"Baik pak,nanti aku turun dari kereta.Bapak pergi saja duluan."Perintah Xinyi,dia begitu gugup sekarang.
"Baik putri."Jawabnya dan meninggalkan Xinyi di dalam kereta.
Xinyi beralih menatap Jansen,dia begitu heran saat ini dengan lelaki asing di hadapannya.Menurutnya begitu lancang,setelah hampir menciumnya dan sekarang malah menarik dirinya ke dalam pangkuannya.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Xinyi,dia begitu gugup sekarang.
"Aku harus kemana sekarang,aku tidak tau tata letak istana."Balasnya,menatap Xinyi yang ada di dalam pangkuannya.
"Aku tidak menyuruh kamu ikut kesini,lagi pula itu kesalahan kamu."Ucap Xinyi,dia melepaskan tangan Jansen yang memegang pinggangnya.
Xinyi turun dari kereta,dia membiarkan Jansen berada di dalam kereta.Dia tidak menghiraukan Jansen sama sekali,dia begitu ingin istirahat saat ini.Apalagi,tubuhnya saat ini begitu lelah.Bahkan,dirinya saja meninggalkan Damian di kediamannya.Dia tidak perduli,bagaimana marahnya Damian terhadap dirinya.
__ADS_1