AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 42


__ADS_3

"Pangeran,sebenarnya apa yang telah di lakukan putri Jane?"Tanya Aria,dia penasaran dengan Jane yang mendapatkan hukuman.


"Memangnya,orang tua kamu tidak bercerita apapun kepadamu?"Balas Damian,menatap Aria sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Aish,mana mungkin mereka bercerita kepadaku."Ucap Aria,dia menundukkan kepalanya.Dia sekarang merasa berkecil hati,orang tuanya tidak pernah memperlakukannya dengan baik.


Damian menatap Aria begitu heran,dia merasa Aria wanita yang mudah di tebak isi pikirannya.Dia mencoba mendekati Aria,agar tahu sebenarnya bagaimana hubungan Aria dengan orang tuanya.


"Kenapa kamu sedih?"Tanya Damian,dia menyentuh dagu Aria agar menatap ke arahnya.


Damian kaget,karena Aria malah berkaca-kaca.Dia memeluk Aria,agar Aria mengungkapkan perasaannya.Damian berpikir,mungkin kehidupan Aria sangat sulit.


"Ceritakan apa yang terjadi."Ucap Damian,sambil mengelus punggung Aria dengan lembut.


"Aku tidak pernah di anggap anak,mereka memperlakukan aku dengan buruk.Aku hanya alat pertukaran di mata mereka,aku tidak bahagia sama sekali dengan mereka.Mereka selalu menuntut aku,agar aku mau mengikuti semua perintah mereka."Cerita Aria,dia merasakan kesedihan dalam hatinya.Bahkan dia begitu iri dengan keluarga lain,karena mereka begitu di perdulikan oleh orang tua mereka.


"Kamu tidak usah bersedih,karena kamu sekarang istriku.Bahkan istri-istriku yang lain,anggap saja saudara kamu sendiri."Balas Damian,mencoba menenangkan Aria.


"Baik pangeran,aku akan mengikuti semua perkataan pangeran."Ucap Aria,dia merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari keluarga kerajaan.


"Sini,kamu duduklah di pangkuanku."Pinta Damian,agar Aria duduk di pangkuannya.


Damian melihat Aria yang beranjak dari duduknya,dia menarik Aria agar duduk di pangkuannya dan berhadapan dengan dirinya.Damian memberikan senyuman terhadap Aria,dia melihat wajah Aria yang menurutnya begitu manis.

__ADS_1


"Pangeran,apakah malam ini pangeran akan tidur denganku?"Tanya Aria,dia menatap suaminya dengan lekat.


"Tentu saja,hari ini aku akan tidur dengan kamu."Balas Damian,dia mulai memasukkan tangannya dan mengelus punggung Aria.


"Pangeran."Panggil Aria,dia merasa tangan suaminya begitu dingin saat menyentuh punggungnya dan Aria mencium bibir suaminya.


Damian membalas ciuman Aria,tangannya mulai melepaskan apa yang di kenakan Aria.Dia menikmati ciuman yang di berikan Aria,Damian turun mempermainkan dada Aria.


"Ah,pangeran."Racau Aria,dia baru kali ini bersentuhan dengan seorang laki-laki.Aria merasa tubuhnya sangat panas,apalagi suaminya bermain di dadanya begitu kasar.


Damian menghentikan tindakannya,dia membawa Aria ke ranjang.Damian melakukan percintaan di ranjang,dia memberikan sensasi baru untuk Aria.Damian saat bercinta dengan selir-selirnya,dia hanya memikirkan bercinta dengan Xinyi.Dia tidak perduli dengan selir-selirnya,dia hanya ingin menikmati tubuh mereka dan membayangkan bahwa dirinya bercinta dengan Xinyi orang yang di cintainya.


...****************...


Xinyi memilih berjalan di taman kerajaan,dia ingin menenangkan amarahnya.Dia bersyukur,karena melihat Damian yang pergi bersama Aria.Dia tidak ingin berdebat sama sekali dengan Damian,dia merasa ingin terbebas dari belenggu di hatinya tentang Damian.Dia tidak akan mendengarkan omongan orang-orang di kerajaan,tentang dirinya yang tidak di hampiri Damian.Dia malah senang bisa terbebas dari Damian,dia merasa ingin pergi dari kerajaan dan mengembara ke negara lain.


"Kenapa malam-malam di sini."Ucap Jiwei,karena melihat Xinyi yang sedang duduk di taman.


"Kakak mengagetkan aku saja,aku sedang mencari udara segar kak.Kakak ngapain masih di sini?"Tanya Xinyi,dia menatap Jiwei seperti sedang kelelahan.


"Kakak baru selesai bekerja,apalagi setelah pertemuan dengan raja.Kakak biasanya setelah bekerja ke sini,menghilangkan rasa penat kakak.Membiarkan angin mengenai wajah kakak dan berharap rasa lelah kakak menghilang begitu saja di terpa angin yang berhembus."Balas Jiwei,sambil menghirup udara malam di sekitarnya.


"Memang kakak habis membahas apa?"Tanya Xinyi,dia ingin tau pembahasan apa yang di bahas oleh mereka.

__ADS_1


"Mengenai urusan kerajaan saja."Balas Jiwei,dia menatap luruh ke arah taman.


"Kamu tidak menemani pangeran?"Tanya Jiwei,dia menatap ke arah Xinyi.


"Dia sedang menemani putri Aria,dia tidak mungkin mencariku.Biarkan saja,siapa tau mereka hamil anak pangeran."Balas Xinyi,dia tidak perduli sama sekali.


"Kamu tidak iri,jika mereka hamil?"Tanya Jiwei,begitu heran dengan apa yang di katakan Xinyi.


"Aku tidak iri sama sekali,malah aku ingin bebas dan meninggalkan kerajaan ini.Namun semuanya aku urungkan,karena aku tidak ingin mencoreng nama baik keluargaku."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah Jiwei.


"Maaf,kakak tidak bisa membantu kamu sama sekali."Ucap Jiwei,dia tau jika Xinyi merasa tertekan dengan dirinya yang berada di istana ini.


"Kakak tidak perlu minta maaf,ini bukan kesalahan kakak sama sekali."Balas Xinyi,dia tersenyum mendengar ucapan Jiwei.


"Hiduplah dengan baik Xin,jangan terbayang-bayang dengan masa lalu.Waktu begitu berharga,nikmati selagi kamu bisa menikmatinya.Takdir tidak ada yang tau,mungkin di kehidupan ini kamu harus menjadi lebih baik lagi."Ucap Jiwei,dia menasehati Xinyi,karena dia tidak ingin Xinyi terbelenggu dengan kehidupannya di masa lalu.


Jiwei langsung pergi dari hadapan Xinyi,dia membiarkan Xinyi mencerna ucapannya.Apalagi kehidupan ini sangat berharga,tidak pantas jika Xinyi membuang waktunya dengan menyangkut pautkan hidupnya yang sekarang dan masa lalunya.


Xinyi menatap kepergian Jiwei,dia mencoba mencerna kata-kata yang di ucapkan Jiwei.Dia tersenyum dan merasa bersyukur bercerita dengan Jiwei,dia mengerti kehidupannya saat ini sangat berharga.Dia akan mencoba menjalani kehidupan ini dengan baik,dia tidak akan membandingkan kehidupannya yang sekarang dengan kehidupan masa lalunya.


"Menjalani hidup dengan baik dan jangan membuang waktu yang berharga saat ini."Gumam Xinyi,dia tersenyum pada dirinya sendiri.


Xinyi langsung beranjak dari duduknya,dia memutuskan untuk kembali ke dalam istana.Dia merasa sudah cukup dengan ketenangan malam ini,dia merasa perasaannya begitu tenang sekarang.Apalagi setelah berbicara dengan Jiwei,dia merasa hidupnya sekarang lebih bermakna.Dia tidak boleh menyia-nyiakan kehidupannya sekarang,dia langsung masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Xinyi menatap langit-langit kamarnya dan tersenyum,dia langsung memejamkan matanya.Dia sudah siap menyambut esok pagi dengan kehidupannya yang baru dan tidak akan mencampurkan kehidupan masa lalu dengan kehidupannya yang sekarang.


__ADS_2