
"Apa yang kamu katakan? Kamu berani melawan perkataan aku? Aku memerintahkan kamu,karena aku percaya dengan kamu."Ucap Xinyi,dia tidak menerima penolakan sama sekali.
"Aku tidak mau,suruh saja yang lain.Aku tidak ingin cape-cape."Tolak Jane,karena dia tidak ingin melakukan tugas yang di berikan Xinyi.
"Kamu yakin ingin menolak tugas yang di berikan oleh aku?"Tanya Xinyi,menatap Jane saat ini.
"Iya,aku menolak kamu.Lagi pula,aku hanya ingin bersantai.Aku begitu lelah hari ini."Balas Jane,mengeluh terhadap Xinyi.
"Sudahlah,aku tidak ingin berdebat dengan kamu.Kamu mau terima atau tidak,kamu sendiri yang akan menanggung konsekuensinya nanti."Ucap Xinyi,dia langsung pergi dari hadapan Jane
Xinyi hanya memberikan tugas yang mudah untuk Jane,namun dia malah menolaknya begitu saja.Padahal,dia memberikan jalan untuk Jane.Agar dia lebih unggul dari selir-selir yang lain,tapi dia melepaskan kesempatan itu.
"Sayang,habis dari mana kamu?"Tanya Damian,berlari ke hadapan Xinyi.
"Sayang apaan,aku tidak suka mendengar kata sayang keluar dari mulut kamu.Kenapa kamu kesini,kamu harusnya membantu raja sekarang.Lihat raja,dia begitu sibuk hari ini.Kamu sebagai putra satu-satunya,malah tidak membantunya sama sekali."Balas Xinyi,dia begitu dingin terhadap Damian.
"Memangnya ada apa? Kenapa semua orang begitu sibuk hari ini?"Tanya Damian,karena dia tidak tau apa-apa.
"Semuanya,gara-gara kamu.Sekarang,kita begitu kerepotan harus menyambut keluarga kerjaan negara Song.Jangan membuat kerja kerasku sia-sia lagi!!"Tegas Xinyi,agar Damian tidak bertindak sembrono lagi.
"Maaf,jika aku membuat kerja keras kamu jadi sia-sia."Ucap Damian,dia merasa bersalah.
"Tidak perlu minta maaf terhadapku,lagi pula tidak sepantasnya kamu meminta maaf terhadapku bukan?? Bukannya kamu yang seorang pangeran,tidak pantas meminta maafku."Ujar Xinyi,tersenyum kecut di hadapan Damian.
"Aku tidak bermaksud seperti itu."Ucap Damian,merasa bingung saat ini.
"Sudahlah,jangan mengganggu aku."Balas Xinyi,dia langsung berjalan meninggalkan Damian.
Xinyi merasa Damian terlalu kekanak-kanakan,dia tidak suka dengan Damian yang seperti ini.Xinyi lebih memilih membantu yang lain bekerja,apalagi dia ingin menyambut tamu dengan meriah.
__ADS_1
...****************...
"Kak Wei,ada yang bisa aku bantu?"Tanya Xinyi,ikut bergabung dengan Jiwei.
"Bukannya,pekerjaan kamu banyak?"Tanya Jiwei,menatap Xinyi yang ada di hadapannya sekarang.
"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku."Balas Xinyi,sambil menatap Jiwei yang entah melakukan apa.
"Oh,iya Xin.Jika kamu senggang,bisakah kamu membantu pangeran Jansen memilihkan hadiah di luar istana.Aku sudah memesan sebagian hadiah di toko kamu,sekalian kamu ambil pesanan kakak."Perintah Jiwei,dia menatap Xinyi.
"Baiklah,aku akan menghampiri dia."Balas Xinyi,dia setuju dengan ucapan Jiwei.
Xinyi dan Jansen,dia langsung pergi ke luar istana.Mereka di kereta saling terdiam,tidak ada pembicaraan di antara mereka saat ini.Mereka sibuk dengan pikiran mereka sendiri,membuat mereka merasa enggan untuk berbicara.
Jansen menatap Xinyi,dia tidak ingin suasana di antara mereka seperti ini.Jansen langsung menggenggam tangan Xinyi,agar Xinyi menatap ke arahnya.
"Ada apa?"Tanya Xinyi,dia melepaskan tangan Jansen.
"Aku juga sama."Ujar Xinyi,membalas tatapan Jansen saat ini.
"Xinyi,bolehkah aku memeluk kamu?"Tanya Jansen hati-hati.
"Sepertinya tidak pantas,aku takut orang lain melihatnya."Balas Xinyi,menatap Jansen dengan lekat.
"Perjalanan masih jauh,mereka tidak akan tau.Lagi pula,kereta tertutup."Ucap Jansen,menyelipkan rambut Xinyi di telinganya.
"Hanya sebentar."Peringat Xinyi,karena dia takut di lihat orang lain.
Jansen yang mendengarnya senang,dia begitu merindukan Xinyi saat ini.Jansen membawa Xinyi duduk di pangkuannya,dia memeluk Xinyi dengan erat.
__ADS_1
"Aku merindukan kamu Xinyi."Ucap Jansen,dia bersandar di dada Xinyi.
Xinyi hanya terdiam,dia tidak bisa membalas ucapan Jansen.Karena dia tidak ingin memberikan harapan apapun terhadap Jansen,Xinyi hanya diam saja.
Jansen menatap Xinyi,dia melihat Xinyi yang melamun.Jansen begitu gemas terhadap Xinyi,Jansen langsung menarik kepala Xinyi dan mencium bibir Xinyi dengan lembut.
Xinyi kaget,karena tindakan Jansen terlalu tiba-tiba.Dia mendorong Jansen,Xinyi mengatur nafasnya saat ini.Karena merasa kehabisan nafas saat ini,apalagi Jansen terlalu berani terhadap dirinya.
"Apa yang kamu lakukan?"Bisik Xinyi,karena takut pengawal mendengarnya.
"Aku merindukan kamu,aku hanya ingin mencium bibir kamu."Balas Jansen,membalasnya dengan pelan.
Xinyi mengerti dengan ucapan Jansen,jika Jansen sekarang benar-benar mencintainya.Xinyi merasa bersalah saat ini,dia tidak tau harus berbuat apa sekarang.
"Bolehkah aku mencium kamu kembali?"Tanya Jansen,menatap Xinyi dengan lembut.
Xinyi hanya diam saja,ada perasaan hangat dalam dirinya saat ini.Karena Jansen meminta izin darinya,dia langsung berpindah duduk di sebelah Jansen.
"Aku tidak ingin mengambil resiko."Balas Xinyi,dia takut tidak bisa membalas perasaan Jansen sama sekali.
Jansen merasa kecewa dengan ucapan Xinyi,namun dia menepis rasa kecewanya ini.Jansen tau,jika Xinyi takut di lihat oleh orang lain.Jadi dia mengalah untuk saat ini,lagi pula dia sangat yakin saat ini.Jika Xinyi juga mencintai dirinya,Jansen begitu bahagia saat ini.
Setelah sampai,mereka bergegas mengambil apa yang di katakan Jiwei.Mereka juga menambahkan hadiah-hadiah untuk menyambut raja negara lain yang akan datang nanti,setelah selesai mereka kembali ke istana.
Mereka sama-sama terdiam saat ini,karena mereka begitu lelah telah memilih tambahan hadiah untuk raja negara lain.Mereka begitu antusias saat membeli barang tadi,tanpa sadar mereka seperti sepasang kekasih yang membeli barang untuk menyambut mertuanya masing-masing.
Bahkan saat memilih hadiah,mereka memiliki selera yang sama.Membuat mereka tertawa saat berbelanja tadi dan mereka merasakan kebahagiaan yang selama ini hilang di dalam diri mereka.Mereka kali ini,hanya menikmati perjalanan mereka untuk kembali ke istana.
Mereka sama-sama mengingat kejadian mereka tadi,ada perasaan hangat di dalam hati mereka.Bahkan,mereka merasa menjadi diri mereka sendiri saat tadi.Tidak ada beban sama sekali di dalam diri mereka,benar-benar merasakan kebebasan saat itu.
__ADS_1
Karena mereka begitu sangat lelah,mereka sama-sama tertidur.Kerena merasa begitu mengantuk dan bahkan merasa tubuh mereka begitu lelah saat ini.Mereka tidur dengan nyenyak di dalam kereta dan seakan lupa dengan kebahagiaan sesaat yang mereka alami saat tadi.