
Semua penghuni istana di evakuasi,sedangkan Jane dan Juan.Mereka tidak memperdulikan teriakan sama sekali,mereka saat ini berada di dalam kamar Jane.Setelah Juan berhasil menyelinap ke kamar Jane,mereka malah bersenang-senang saat ini.Mereka sama-sama melampiaskan kerinduan mereka dengan bercinta,bahkan mereka sama-sama menikmatinya.
Mereka berdua tidak menghiraukan teriakan sama sekali,mereka tidak perduli sama sekali.Mereka hanya ingin melepaskan kerinduan satu sama lain,apalagi mereka sudah terbawa suasana dengan perasaan mereka sekarang.
"Ah,ah.Sayang aku senang kamu sudah bebas."Ucap Jane,dia menatap Juan saat ini.
"Iya sayang,aku akan tinggal di kamar kamu untuk bersembunyi."Balas Juan,dia mengunci tatapan Jane.
"Aku senang mendengarnya sayang,kita bisa bebas melakukan apapun di kamarku."Ucap Jane,dia begitu senang saat ini.
"Aku bisa tidur dan memuaskan kamu sayang,kamu begitu nikmat sayang."Ujar Juan,dia menggerakkan pinggulnya saat ini.
"Ah,ah."Lenguh Jane,karena Juan bergerak dengan cepat.
Juan senang mendengar lenguhan Jane,dia mempercepat gerakannya.Juan sudah berada di puncak kenikmatannya,dia langsung menyemburkan benih cintanya di dalam tubuh Jane.Juan benar-benar belum puas saat ini,dia melakukan percintaan lagi bersama Jane.
Jane menikmati tindakan Juan,dia tidak protes sama sekali.Karena dia juga memang tidak ingin berhenti bercinta dengan Juan,dia akan melakukan percintaan satu kali lagi.Setelah itu,dia akan keluar dari kamarnya.Karena dia takut di curigai oleh penghuni istana,jika dirinya tidak ikut evakuasi bersama mereka.
...****************...
"Ratu hati-hati."Ucap Chelsea,dia membantu Xinyi yang di pegang Jansen.
Xinyi tidak bisa berlari sama sekali,dia benar-benar merasakan pusing yang hebat di kepalanya.Dia bersyukur ada Jansen di sampingnya,Jansen membantunya berjalan dengan sabar.Xinyi benar-benar menolak untuk di bopong Jansen,dia tidak enak dengan Jansen dan lagi dia tidak ingin di gosipkan oleh seluruh penghuni istana.Bahkan,tamu kerajaan saja belum meninggalkan istananya saat ini.
"Terimakasih."Balas Xinyi,dia langsung duduk di kursi.
"Ada yang sakit ratu?"Tanya Aria,dia mengkhawatirkan kondisi Xinyi.
__ADS_1
"Kepalaku pusing saat ini,aku ingin istirahat sebentar."Jawab Xinyi,dia memijat kepalanya.
"Tolong jaga ratu baik-baik,aku akan membantu yang lain."Ucap Jansen,dia akan membantu yang lain memadamkan api.
"Hati-hati."Balas Xinyi,dia khawatir dengan Jansen.
Jansen mengangguk mengerti,dia langsung berlari dan membantu yang lain.Jansen sudah tenang sekarang,karena Xinyi sudah di evakuasi saat ini.Jansen merasa bersyukur,meski Xinyi sedang sakit.Namun Xinyi masih mengkhawatirkan dirinya,dia semakin semangat sekarang.
Xinyi melihat kepergian Jansen,dia mengkhawatirkan Jansen saat ini.Xinyi tidak ingin Jansen kenapa-kenapa,walau bagaimanapun dia memiliki perasaan untuk Jansen.Xinyi berharap,Jansen baik-baik saja dalam memadamkan api yang besar seperti itu.
"Pangeran Jansen sangat perhatian terhadap ratu,apalagi aku lihat pangeran Jansen benar-benar perduli dengan ratu."Ucap Aria,dia blak-blakan berbicara di hadapan Xinyi.
Xinyi hanya diam saja,dia lupa dengan posisi dirinya saat ini.Xinyi mengalihkan tatapannya,dia mencoba mencari posisi yang nyaman untuk tubuhnya.Xinyi benar-benar pusing sekarang,dia memejamkan matanya saat ini.
"Kamu iri dengan perhatian pangeran Jansen terhadap ratu,menurutku sih wajar.Jika pangeran Jansen perhatian terhadap ratu,lagi pula ratu dan pangeran Jansen begitu dekat.Andai ratu belum menikah dengan pangeran Damian,menurutku pangeran Jansen cocok dengan ratu."Ucap Chelsea,dia merasa Jansen dan Xinyi cocok.
Xinyi yang mendengarnya,dia tersenyum mendengar perdebatan antara Chelsea dan Aria.Xinyi merasa terhibur dengan ocehan mereka,namun Xinyi menyadari Jane yang tidak ada di antara mereka.Xinyi membuka ke dua matanya,dia melihat ke arah Chelsea dan Aria.
"Putri Jane,masih di kamarnya apa?"Tanya Xinyi,menatap mereka.
"Sepertinya begitu,bagaimana jika aku susul."Usul Aria,agar putri Jane bergabung dengan mereka.
"Tidak usah,tuh putri Jane sudah datang."Tunjuk Chelsea,dia melihat Jane yang baru datang.
Xinyi yang mendengar Jane sudah datang,dia memejamkan matanya kembali.Xinyi benar-benar merasa sakit di kepalanya,Xinyi tiba-tiba mendengar pelayan yang meminta tabib mengobati Jansen.Xinyi refleks membuka ke dua matanya,dia langsung berjalan ke arah Jansen.
"Kamu ceroboh,kenapa bisa sampai terluka seperti ini."Ucap Xinyi,dia khawatir terhadap Jansen.
__ADS_1
Xinyi melihat luka di tangan Jansen,dia benar-benar panik saat ini.Xinyi membiarkan tabib mengobati Jansen,setelah Jansen di obati tabib.Xinyi membawa Jansen untuk duduk di kursinya tadi,dia begitu khawatir saat ini.
"Masih sakit tidak?"Tanya Xinyi,menatap Jansen dengan rasa khawatir.
Tindakan Xinyi tidak luput dari pandangan mereka,baru kali ini mereka melihat Xinyi yang begitu panik.Bahkan,menurut mereka Xinyi tidak pantas panik seperti itu terhadap Jansen.Karena Jansen bukan siapa-siapa Xinyi,Damian juga melihat wajah Xinyi yang begitu khawatir terhadap Jansen.
Damian merasakan hatinya begitu sakit,melihat Xinyi yang begitu khawatir terhadap Jansen.Damian jadi berandai-andai,jika dirinya terluka.Apakah Xinyi juga akan khawatir terhadap dirinya,Damian menepis perasaan sakitnya saat ini.
"Syukurlah,api sudah padam saat ini.Kalian bisa kembali ke kamar kalian dengan tenang sekarang."Perintah Jiwei,agar Damian teralihkan.
"Akhirnya,bisa tidur lagi."Ucap Aria,dia merasa lega saat ini.
Mereka kembali ke kamar masing-masing,di sana tersisa empat orang.Damian duduk di depan Xinyi,dia menatap Xinyi saat ini.
"Apa kamu menyukainya?"Tanya Damian,dia menunjuk Jansen di hadapan Xinyi.
"Maksud kamu?"Tanya Xinyi,dia tidak mengerti dengan pembicaraan Damian.
"Sudahlah,besok saja aku membahasnya.Kamu istirahat saja,kamu belum pulih sepenuhnya."Ucap Damian,dia tidak ingin membuat Xinyi drop lagi.
Jansen mengerti ucapan Damian,dia tidak ingin banyak bicara saat ini.Jansen masih merasakan sakit di tangannya,dia hanya bisa diam saja.
"Sudahlah,kalian beristirahat saja.Kalau ada yang ingin di bahas,besok saja kalian membahasnya."Ucap Jiwei,agar mereka beristirahat.
"Baiklah,ayo aku antarkan kamu ke kamar."Ucap Damian,dia langsung membopong Xinyi begitu saja dan menghiraukan protes Xinyi terhadap dirinya.
Jansen tersenyum kecut ke arah mereka,namun Jansen tidak menghiraukannya sama sekali.Jansen sudah cukup mengerti dengan Xinyi yang mencintainya,dia langsung pergi begitu saja untuk kembali ke kamarnya.
__ADS_1
Jiwei tersenyum ke arah mereka,benar saja apa yang di lihatnya terjadi saat ini.Jiwei akan melihat,pertempuran sengit di antara mereka untuk mendapatkan hati Xinyi.Jiwei meninggalkan tempat evakuasi,dia butuh istirahat saat ini.