AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 93


__ADS_3

Jansen tau Xinyi pergi begitu cepat,karena dia merasa bersalah dengan dirinya.Jansen menyusul Xinyi saat ini,dia masuk ke dalam kamar Xinyi dengan pelan.Jansen melihat Xinyi yang berbaring di ranjangnya,dia mendekat ke arah Xinyi.Dia akan meminta penjelasan terhadap Xinyi,lagi pula dia tidak akan menyalahkan Xinyi sama sekali.


"Hey cantik,kamu tidur begitu nyenyak."Ucap Jansen,dia mengelus pipi Xinyi saat ini.


Xinyi yang merasakan elusan di pipinya,dia membuka ke dua matanya.Xinyi kaget,dia melihat Jansen yang berada di kamarnya.Xinyi bergegas bangun,dia menatap Jansen dengan tajam.


"Apa yang kamu lakukan di sini?"Tanya Xinyi,menatap ke arah Jansen.


"Kamu punya hutang penjelasan terhadap ku."Balas Jansen,dia melipatkan ke dua tangannya di hadapan Xinyi.


"Sepertinya tidak perlu,bukankah di pertemuan sudah sangat jelas dengan apa yang aku katakan."Ucap Xinyi,dia tidak ingin menjelaskan apapun sekarang.


"Bukankah kamu kemarin memohon terhadap diriku? Kenapa sekarang kamu mengacuhkan aku?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi dengan intens.


"Bukan seperti itu,maaf aku tidak bermaksud mengacuhkan kamu.Aku benar-benar merasa tidak enak saat ini."Sanggah Xinyi,karena dia benar-benar merasakan tubuhnya tidak enak.


"Kamu benar-benar tidak akan menjelaskannya terhadap diriku?"Tanya Jansen,dia memelas terhadap Xinyi.


"Bisakah,kau tinggalkan aku sekarang.Aku butuh istirahat saat ini,aku benar-benar sangat lelah.Bahkan,sekarang aku takut pangeran datang ke kamarku.Lagi pula,aku sudah menyuruh pengawal bayangannya untuk membawa dia ke istana lagi.Aku tidak ingin ada ke salah pahaman saat ini,aku mohon kamu mengerti."Ucap Xinyi,dia memijat kepalanya saat ini.


Xinyi benar-benar merasakan pusing saat ini,bahkan dia merasakan tenggorokannya begitu kering.Xinyi sadar,dia kurang istirahat akhir-akhir ini.Apalagi,begitu banyak sekali beban dalam pikirannya.Xinyi tiba-tiba batuk di hadapan Jansen,dia merasa tenggorokannya begitu sakit.


"Kamu sakit?"Tanya Jansen,dia khawatir terhadap Xinyi.


"Aku cuma sakit tenggorokan,nanti juga sembuh."Balas Xinyi,dia merasa tenggorokannya begitu gatal.

__ADS_1


"Jangan di biarkan,aku akan memanggil tabib.Aku takut kamu kenapa-kenapa,maaf aku sudah mengganggu istirahat kamu."Ucap Jansen,dia merasa bersalah saat ini.


"Tidak apa-apa,pergilah sekarang.Aku takut kita ketahuan,aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah Jansen.


Jansen mengangguk mengerti,dia mencium kening Xinyi dengan penuh perasaan.Jansen akan menuruti keinginan Xinyi,dia tidak ingin mengganggu istirahat Xinyi.


"Tidurlah,aku pergi sekarang."Ucap Jansen,dia langsung pergi meninggalkan Xinyi.


Xinyi hanya menatap kepergian Jansen,dia benar-benar merasa bersalah terhadap Jansen.Xinyi kembali berbaring,dia benar-benar merasa tidak enak saat ini.Xinyi mulai memejamkan matanya,dia berharap saat bangun dirinya sudah tidak merasakan sakit lagi dan Xinyi akhirnya tidur dengan pulas.


...****************...


Damian kembali lagi ke istana,dia bergegas ingin bertemu Xinyi.Dia akan meminta maaf terhadap Xinyi,karena sudah memberikan beban yang berat untuk Xinyi.Damian masuk ke dalam kamar Xinyi,dia di ikuti Chelsea dari belakang.Mereka mendekat ke arah Xinyi,Damian melihat gelagat Xinyi yang aneh.


Damian refleks menyimpan tangannya di kening Xinyi,Damian melotot saat ini.Karena tubuh Xinyi begitu panas,dia merasa panik saat ini.Damian merasa benar-benar semakin bersalah terhadap Xinyi,dia tidak ingin melihat Xinyi yang sakit seperti ini.


Chelsea bergegas keluar,dia langsung mencari tabib.Chelsea ikut panik,karena dia melihat wajah Damian yang begitu panik saat melihat ke arahnya.


"Kamu jangan sakit sayang,maafkan aku yang selalu membuat masalah untuk kamu."Ucap Damian,dia memegang tangan Xinyi saat ini.


Damian merasakan tubuh Xinyi yang begitu panas saat ini,dia benar-benar membuat Xinyi menderita.Damian berharap Xinyi tidak kenapa-kenapa,dia akan semakin bersalah jika Xinyi sakit saat ini.


Tabib masuk bersama Chelsea,tabib meminta Damian untuk menyingkir.Setelah itu,tabib memeriksa kondisi Xinyi saat ini.


"Maaf pangeran,ratu harus beristirahat.Ratu kelelahan,bahkan ratu kurang istirahat saat ini."Ucap tabib,dia memberitahu kondisi Xinyi.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan membiarkannya untuk istirahat.Kamu siapkan obatnya,agar ratu cepat sembuh."Perintah Damian,dia benar-benar khawatir dengan kondisi Xinyi.


"Baik pangeran."Balasnya,dia langsung pergi untuk merebus obat Xinyi.


Damian menatap Xinyi dengan wajah sedih,Damian akan menjaga Xinyi sampai sembuh.Damian berpikir,Xinyi seperti ini karena dirinya.Damian menatap Chelsea yang masih setia berada di sampingnya,dia menghela nafas dengan kasar.


"Kamu kembali ke kamar kamu,beristirahatlah dengan baik."Perintah Damian,dia menyuruh Chelsea untuk ke kamarnya.


"Tapi pangeran,biar aku saja yang menemani ratu di sini."Ucapnya,karena merasa tidak enak dengan Damian.


"Jangan membantah aku,cepat pergi!"Usir Damian,dia tidak suka perintahnya di bantah.


Chelsea terpaksa menyetujui permintaan Damian,dia tidak ingin Damian marah.Lagi pula,dia sudah merasa tenang saat ini.Karena ketuanya sudah di hukum,dia merasa senang bebas dari tugasnya.


Damian menunggu obat yang di rebus tabib,dia selalu mengecek kondisi tubuh Xinyi saat ini.Dia takut Xinyi demam tinggi,apalagi Xinyi belum meminum obatnya sama sekali.Damian menatap ke arah pintu,dia bernafas dengan lega saat ini.


"Lama sekali,kamu merebus kan obatnya."Protes Damian,mengambil obat dari tabib.


"Maaf pangeran,hamba mengambil bahan obat di gudang.Karena persediaannya sudah habis saat ini."Ucap tabib,dia menjelaskan terhadap Damian.


"Yasudah,kamu bisa pergi sekarang."Perintah Damian,dia mengusir tabib.


Tabib langsung pergi,karena dia sudah menyelesaikan tugasnya.Dia kembali ke gudang,dia harus melengkapi bahan-bahan obat yang tinggal sedikit.


Damian meminumkan obat terhadap Xinyi dengan perlahan,dia meminumkan obat sedikit-sedikit.Karena Xinyi tidak bangun sama sekali,dia tau kondisi Xinyi tidak memungkin dirinya untuk bangun.Damian dengan telaten memberikan obat terhadap Xinyi,dia ingin Xinyi cepat sembuh saat ini.

__ADS_1


"Semoga kamu cepat sembuh sayang,agar aku tidak mengkhawatirkan kamu."Ucap Damian,sambil menyuapi Xinyi obat.


Setelah selesai memberikan obat terhadap Xinyi,Damian ikut berbaring di sebelah Xinyi.Damian menyelimuti Xinyi saat ini,dia takut Xinyi kedinginan.Damian menatap wajah pucat Xinyi saat ini,dia merasa bersalah pada istrinya saat ini.Damian merasa tubuhnya begitu lelah saat ini,dia menarik Xinyi ke dalam pelukannya.Damian memejamkan matanya,dia ingin tidur bersama istrinya saat ini.


__ADS_2