
Damian di hajar habis-habisan oleh adipati Zayn,karena tidak terima anaknya di tusuk oleh Damian.Dia begitu sangat marah saat ini,karena pelakunya menantunya sendiri.Adipati Zayn begitu gelap mata,dia tidak memperdulikan lagi soal Damian yang seorang pangeran.Karena putri tercintanya kehilangan nyawa gara-gara Damian sendiri,meski dia tau alasannya kenapa Damian melakukan hal itu.Namun tidak sepantasnya Damian menusuknya,harusnya Damian lebih baik berpisah dengan anaknya daripada menghilangkan nyawanya.
"Adipati sudah hentikan."Ucap paman Damian,dia melerai mereka saat ini.
Paman Damian merasa iba melihat Damian yang babak belur saat ini,dia menyuruh orang membawa Damian pergi.Apalagi Damian begitu terkulai lemas saat ini,paman Damian langsung memberikan air untuk adipati Zayn agar dia merasa tenang.
"Putri kamu sudah tidak ada,percuma kamu melampiaskan amarah kamu terhadapnya.Apapun yang kamu lakukan,kamu tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi."Ucapnya,menasehati Adipati Zayn.
"Kamu tidak akan tau rasanya kehilangan putri satu-satunya di hidup kamu,dia dengan berani menghilangkan nyawa putriku."Balas adipati Zayn,dia menyalahkan Damian saat ini.
"Pangeran mungkin khilaf dan dia tersulut emosi,apalagi situasinya sangat genting dengan peperangan.Kamu harus memaafkannya,dia sudah menerima pukulan dari kamu.Dia sudah menjadi seorang laki-laki yang bertanggung jawab dengan tindakannya,aku mohon kamu maafkan dia."Ucap paman Damian,agar adipati Zayn memaafkan keponakannya.
"Sudahlah,aku ingin menenangkan diriku saat ini."Balas adipati Zayn,dia langsung pergi begitu saja.
Adipati Zayn masih tersulut emosi saat ini,dia lebih baik pergi dari istana dan kembali ke rumahnya.Adipati Zayn merasa begitu terpukul saat ini,apalagi mendengar penjelasan Damian terhadap kelakuan anaknya.
...****************...
Damian di obati tabib saat ini,apalagi luka yang belum sembuh terbuka kembali.Damian merasakan perih di dalam tubuhnya,dia sudah bisa mengontrol emosinya saat ini.Damian tidak ingin kehilangan kepercayaan ayahnya terhadap dirinya,dia membiarkan adipati Zayn melukainya untuk melatih emosinya yang sering berkobar-kobar dalam dirinya.
"Pelan-pelan."Rintih Damian,karena merasakan perih terhadap lukanya.
__ADS_1
"Ini sudah pelan pangeran."Balas tabib,karena dia sangat hati-hati mengobati Damian.
Damian menahan rasa perihnya saat ini,dia benar-benar merasa lukanya begitu menyakitkan saat ini.Damian menghela nafasnya dengan kasar,dia melihat istrinya datang saat ini.
"Bagaimana dengan luka pangeran?"Tanya Chelsea terhadap tabib.
"Baik-baik saja,hamba sudah menjahit lukanya dengan baik."Jawab tabib,dia langsung kembali dan meninggalkan Chelsea dan Damian.
"Kenapa bisa seperti ini?"Tanya Chelsea,begitu iba melihat kondisi Damian saat ini.
"Sudahlah,aku tidak ingin membahasnya sama sekali."Jawab Damian cuek,karena tidak bisa mengubah apapun untuk saat ini.
"Aku begitu ngeri melihat wajah pangeran yang seperti ini,lihatlah wajah pangeran begitu lebam-lebam saat ini."Ucap Chelsea,merasa tidak tega menatap Damian.
Mereka menengok ke arah pintu,karena pintu kamar terbuka.Mereka melihat Xinyi yang masuk dan Chelsea bergegas memberi hormat,dia langsung memberikan ruang untuk Xinyi saat ini.
"Wah,wah.Wajah pangeran sungguh tidak enak di pandang saat ini,bagaimana dengan hasil kecerobohan pangeran saat ini? Makannya emosi boleh,tapi jangan lupa otak juga di pake ya pangeran.Agar kejadian ini tidak terulang lagi,apalagi beban aku saat ini sungguh banyak."Ucap Xinyi dengan sarkas terhadap Damian.
Chelsea yang mendengarnya kaget,dia kira Xinyi akan ikut iba melihat Damian yang seperti ini.Namun yang ada,Xinyi malah berbicara seperti itu.Padahal,Damian suaminya juga saat ini.
"Menurutku,ratu tidak pantas berbicara seperti itu terhadap pangeran."Ucap Chelsea,karena dia tidak tau apa yang terjadi saat ini.
__ADS_1
Xinyi tersenyum mendengar ucapan Chelsea,dia menatap Chelsea dan duduk di ranjang yang sama dengan Damian.
"Kamu tidak tau apa yang terjadi,wajar jika kamu berbicara seperti itu.Tapi tidak apa-apa,kalian lebih baik tidak tau sama sekali.Biarkan aku dan pangeran saja yang tau,bagaimanapun kamu tidak berhak tau."Ujar Xinyi,dia tersenyum samar terhadap Chelsea.
Xinyi mendekat ke arah Damian,dia berbisik di telinga Damian.Xinyi ingin melihat reaksi Chelsea saat ini,Xinyi merasa Chelsea sudah jatuh cinta terhadap Damian.Jadi,dia merasa lega untuk menyakiti Damian kalau hati Damian juga sudah hilang terhadap dirinya.
Damian merasa jantungnya berdegup kencang saat ini,karena Xinyi tiba-tiba begitu dekat dengan dirinya.Damian menghirup aroma tubuh Xinyi yang masuk ke indra penciumannya,Damian memeluk Xinyi di hadapan Chelsea.
"Aku merindukan kamu."Ucap Damian,dia bersikap lembut terhadap Xinyi.
Xinyi yang ingin melihat reaksi Chelsea,malah dia yang terkena jebakannya sendiri.Xinyi mematung mendengar ucapan Damian,dia tidak boleh luluh dengan perkataan Damian.Xinyi langsung membalas ucapan Damian,dia akan membuat Damian semakin luluh dan dia akan meninggalkan Damian saat seluruh hati Damian di berikan kepadanya.
"Terimakasih,karena kamu sudah merindukanku.Namun aku tidak perlu itu semua,aku hanya ingin kamu menunjukkan padaku dengan jelas.Bahwa kamu bisa menjadi seorang raja dan tidak jadi beban untukku."Bisik Xinyi,dia menjauh dari Damian dan melepaskan pelukan Damian.
"Aku akan berusaha mewujudkan keinginan kamu."Balas Damian,dia bersungguh-sungguh di hadapan Xinyi.
Xinyi menatap Chelsea yang sudah kesal,dia tersenyum melihat Chelsea yang sedang kesal saat ini.Xinyi bangun dari duduk,dia langsung menghampiri Chelsea dan membuat Chelsea duduk di samping Damian saat ini.
"Kamu layani pangeran dengan baik,aku tidak punya banyak waktu untuk melayaninya dengan baik.Aku percaya kamu bisa melayani pangeran dengan baik,tolong jaga dia ya."Ucap Xinyi,dia tersenyum ke arah Chelsea penuh arti.
"Baik,aku akan menuruti perintah ratu."Jawab Chelsea,dia menatap Xinyi dengan intens.
__ADS_1
"Baiklah,aku tidak bisa lama-lama di sini.Kalian bersenang-senanglah,aku tidak akan mengganggu kalian sama sekali."Ucap Xinyi,dia langsung pergi begitu saja di hadapan Chelsea dan Damian.
Xinyi keluar dari kamar Damian,dia berbicara seperti itu.Namun ada hatinya yang berdenyut sakit saat ini,Xinyi menepisnya dengan kuat.Xinyi akan menghapus rasa cinta yang ada untuk Damian,dia hanya ingin membalas dendam terhadap Damian dan melihat kesakitan Damian di matanya nanti.Xinyi langsung pergi dari kamar Damian,dia berjalan ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda gara-gara melihat kondisi Damian saat ini.