
Jansen merasakan tubuh Xinyi yang memepet ke tubuhnya,membuat dia terusik dari tidurnya.Dia membuka matanya,Xinyi masih terus masuk ke dalam pelukannya.Jansen merasakan tindakan Xinyi yang seperti ini,malah membuat adiknya bangun dan terasa tidak nyaman sama sekali.
"Xin."Panggil Jansen.
Xinyi yang terlelap tidur dia tidak mendengar ucapan Jansen sama sekali,dia malah asik bergelut dengan mimpinya.Bahkan Jansen yang memanggilnya saja,Xinyi tidak mendengarnya sama sekali.
Jansen jadi bingung sekarang,karena Xinyi tidak mendengar ucapannya sama sekali.Dia juga merasa pegal di tangannya,apalagi tangannya menjadi bantalan kepala Xinyi.Namun sekarang,Xinyi malah semakin mepet masuk ke dalam pelukannya.Jansen tidak bisa terus menahannya,salahkan Xinyi yang tidak tau situasinya sama sekali.
Xinyi yang asik dengan mimpinya,dia seakan merasa mimpi itu nyata.Dia merasakan bibirnya yang basah,dia merasakan lidah yang masuk ke dalam mulutnya dan menjelajah di dalam mulutnya.
Sebenarnya itu bukan mimpi,Sekarang Jansen memang sedang mencium bibir Xinyi.Dia merasa tersiksa dengan tindakan Xinyi terhadapnya,dia merasa ini sepadan dengan apa yang dilakukan Xinyi terhadapnya.
Xinyi sekarang merasa terusik,dia merasa ini bukan mimpinya.Dia merasakan tindakan seseorang yang begitu jelas mencium bibirnya,dia membuka matanya dan melihat wajah Jansen yang begitu rakus mencium bibirnya.Dia tidak tau apa yang terjadi dengan Jansen,sehingga Jansen mencium bibirnya seperti ini.
"Heung."Lenguhan Xinyi,dia merasakan tangan Jansen yang masuk menyentuh dadanya.
Jansen yang tau Xinyi melenguh,dia sadar jika Xinyi sudah bangun dari tidurnya.Dia menatap ke arah wajah Xinyi,dia melihat tatapan Xinyi yang sedang menatap dirinya.Tatapan Xinyi jelas berbeda,dia seperti menikmati tindakan yang dilakukan oleh dirinya.
Xinyi menatap Jansen yang sedang menatap dirinya,dia merasakan tubuhnya yang panas saat ini.Bahkan dia merasa,jika tindakan Jansen membuat dia menginginkannya saat ini.Apalagi dia akui,dirinya sudah lama tidak pernah di sentuh oleh suaminya sendiri.Membuat tubuhnya begitu sensitif,setelah apa yang di lakukan Jansen.
Mereka berciuman saat ini,mereka saling membalas ciuman mereka.Mereka seolah-olah menumpahkan perasaan pada diri mereka sendiri,mereka begitu asik dengan permainan mereka saat ini.
"Bolehkah,aku memiliki kamu?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi dengan lekat.
"Jangan,aku tidak siap sama sekali.Apalagi aku masih berstatus istri seorang pangeran,aku tidak mungkin bercinta dengan kamu."Balas Xinyi,dia menatap sorot mata Jansen yang tidak biasa.
__ADS_1
"Baiklah,aku menghargai keputusan kamu.Aku tidak akan bercinta dengan kamu."Ucap Jansen,dia mencium kening Xinyi.Dia selalu menghargai wanita yang ada di depannya ini,dia sangat mencintai Xinyi dan tidak mungkin membuat Xinyi menjauh darinya.
"Terimakasih,karena kamu sudah menghargai keputusan aku."Balas Xinyi,dia mencium bibir Jansen.Dia merasa bahagia saat ini,karena bertemu dengan Jansen yang begitu mengerti dirinya.
Jansen membalas ciuman Xinyi,dia merasakan kebahagiaan Xinyi yang begitu kentara terhadapnya.Membuat dirinya begitu sangat senang,dia langsung melepaskan ciumannya dan berbaring di samping Xinyi.
"Jansen."Panggil Xinyi,dia bangun dari tidurnya.
"Apa?"Tanya Jansen,dia menatap Xinyi.
"Aku rasa,hatiku sekarang goyah oleh kamu.Aku tidak tau harus bagaimana sekarang."Balas Xinyi,merasa hatinya merespon rasa cinta Jansen terhadapnya.
"Benarkah?"Tanya Jansen,dia senang mendengarnya dan bangun dari tidurannya.
"Iya,bagaimana ini? Aku begitu takut menyakiti kamu,lagi pula aku sudah bersuami sekarang."Balas Xinyi,dia merasa takut menyakiti Jansen dan suaminya.Meski dia sadar,awalnya dia pernah mencintai suaminya.Namun di hatinya,tersimpan dendam di kehidupan yang lalu.Membuat dirinya sekarang begitu membenci Damian,bahkan di sentuh Damian saja dia merasa benci.
"Terimakasih,karena kamu sudah mengerti aku."Balas Xinyi,dia langsung memeluk Jansen.
"Sudah jangan bersedih,ayo kita bersiap.Aku yakin kakek dan kakak kamu,pasti akan datang ke sini."Ucap Jansen,dia tidak ingin melihat Xinyi bersedih.
"Baiklah."Balas Xinyi,dia melepaskan pelukannya terhadap Jansen.
Mereka memilih bergantian untuk membersihkan diri mereka,bahkan mereka begitu senang untuk menyambut kedatangan Xintian dan kakek Jansen.Mereka begitu sibuk di dapur saat ini,mereka memasak sambil bercanda satu sama lain.
Sedangkan di sisi lain,Xintian dan kakek Jansen.Setelah menerima pesan dari merpati yang di kirim Xinyi dan Jansen,mereka langsung bergegas untuk menemui mereka.Mereka sudah sampai di depan gerbang kediaman milik Jansen,mereka masuk ke dalam kediaman.
__ADS_1
Mereka tertegun dengan apa yang di lihatnya,mereka melihat Xinyi dan Jansen sedang kejar-kejaran sambil tertawa.Membuat mereka terharu,karena baru kali ini melihat Xinyi atau Jansen tertawa begitu bahagia di dalam pikiran masing-masing.
Xinyi yang di kejar Jansen,dia berhenti berlari.Dia melihat kakaknya yang sedang menatap dirinya,dia langsung menghambur ke pelukan kakaknya.
"Aku merindukan kamu kak."Ucap Xinyi,dia memeluk erat sang kakak.
"Kamu menghilang membuat aku khawatir,kenapa tidak mengabari aku sama sekali."Protes Xintian,karena tidak habis pikir dengan adiknya.
"Maafkan aku kak,tapi kakak sekarang sudah menemukan aku bukan?"Tanya Xinyi,dia melepaskan pelukannya.
"Kamu membuat kami khawatir Xin,bahkan ibu menangisi kamu."Balas sang kakak,menceritakan kondisi ibunya.
"Maaf kak,aku hanya ingin menenangkan diri."Ucap Xinyi,dia merasa bersalah sekarang.
"Ayo masuk ke dalam,kami sudah menyiapkan hidangan untuk kalian.Mari kita berbincang di dalam."Ucap Jansen,agar mereka masuk ke dalam.
Mereka mengikuti ucapan Jansen untuk masuk ke dalam,saat ini Xintian masih memikirkan laki-laki di hadapannya ini.Karena dia tidak tau,ada niat apa laki-laki di hadapannya ini terhadap adiknya.
"Silahkan,makan hidangan ini."Perintah Jansen,dia menyuruh mereka makan dahulu.
"Terimakasih."Ucap Xintian,merasa sungkan.Karena sudah ada hidangan di depan matanya,bahkan menurutnya lelaki di hadapannya begitu baik.
"Kak jangan memandang Jansen seperti itu,jika Jansen tidak membawa aku pergi daru istana.Mungkin saat ini,aku masih terbelenggu dengan luka yang di berikan pangeran terhadapku."Ujar Xinyi,agar kakaknya menurunkan kewaspadaannya terhadap Jansen.
"Terimakasih,sudah membawa adikku pergi.Meski aku harus repot mencari keberadaannya."Ucap Xintian,terus terang di depan semua orang.
__ADS_1
"Sudah-sudah,ayo kita makan dulu."Balas Xinyi,agar suasana tidak tegang.
Akhirnya mereka memilih mendengarkan Xinyi,mereka makan begitu tenang saat ini.Bahkan,mereka makan begitu khusu dan tidak ada yang berbicara sama sekali.