AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 59


__ADS_3

Mereka saat ini hanya fokus dengan pemandangan di depan mereka,entah sudah berapa lama mereka menatap danau.Namun mereka tidak ingin pulang,mereka sangat senang berada di tempat persembunyian Jansen.


"Xinyi."Panggil Jansen,dia menyimpan dagunya di bahu Xinyi.


"Kamu yakin tidak akan kembali ke istana?"Tanya Jansen,dia berharap Xinyi tidak ingin kembali.


"Untuk saat ini,aku tidak ingin kembali.Aku begitu senang berada di sini."Balas Xinyi,dia mengusap tangan Jansen yang melingkar di perutnya.


Jansen senang mendengar ucapan Xinyi,setidaknya dia ingin membuat Xinyi melupakan istananya.Dia ingin membuat Xinyi jatuh cinta terhadapnya dan Xinyi rela meninggalkan Damian untuk bersama dengan dirinya.


"Aku senang mendengarnya."Ucap Jansen,dia memeluk erat Xinyi.


"Sebenarnya,kita tidak pantas seperti ini.Bahkan,aku sudah memiliki suami Jansen."Balas Xinyi,ada rasa bersalah dalam dirinya sekarang.


"Aku tau,tapi aku begitu menyukai kamu dan begitu mencintai kamu.Tinggalkan Damian dan menikahlah dengan aku."Ucap Jansen,karena ingin Xinyi menjadi istrinya.


"Aku tidak bisa berpisah dengan Damian,bagaimana dengan keluargaku?"Tanya Xinyi,dia tidak bisa mengambil keputusan secara gegabah.


"Mereka ikut dengan kita,mari kita tinggal disini."Ajak Jansen,dia melepaskan pelukannya dari Xinyi.


"Entahlah,aku bingung harus menjawab apa."Balas Xinyi,dia tidak tau harus menjawab apa.


Jansen membawa tubuh Xinyi,agar menghadap ke arahnya.Dia tidak ingin Xinyi kebingungan,dia akan menghargai keputusan Xinyi.


"Kamu tidak usah bingung,aku akan menghargai semua keputusan kamu."Ucap Jansen,dia menyelipkan anak rambut Xinyi.


"Terima kasih,karena kamu selalu menghargai keputusan aku dan bahkan kamu begitu tulus terhadapku."Balas Xinyi,dia merasa tersentuh dengan tindakan Jansen.


"Sama-sama."Ucap Jansen,dia menyentuh pipi Xinyi dengan lembut.


"Kita harus kembali,aku takut kakek dan nenek kamu mencari aku."Ujar Xinyi,dia merasa tidak enak dengan kakek dan nenek Jansen.


"Sebentar lagi,aku begitu merindukan kamu saat ini."Balas Jansen,dia mengangkat dagu Xinyi dengan lembut dan mencium bibir Xinyi dengan lembut.

__ADS_1


Xinyi membalas ciuman Jansen terhadapnya,dia tidak tau tubuhnya begitu bereaksi terhadap Jansen.Xinyi merasa Jansen begitu tulus mencintainya dan bahkan begitu menghargai pilihannya.


Jansen senang Xinyi membalas ciumannya,menurutnya bibir Xinyi begitu manis.Jansen seakan tidak ingin melepaskan ciuman mereka saat ini,apalagi ciuman mereka begitu lembut.


Mereka seakan terbawa suasana,saling menikmati ciuman yang diberikan.Mereka tidak ingin menghentikan ciuman mereka saat ini,karena ada perasaan yang membuat mereka tidak ingin berhenti berciuman.


"Hah,aku kehabisan nafas."Ucap Xinyi,mengatur deru nafasnya.


"Kamu begitu gemas."Ujar Jansen,menatap Xinyi dan tersenyum.


"Sudahlah,ayo kita kembali."Ajak Xinyi,dia merasakan debaran jantungnya saat ini.


"Baiklah,ayo kita berpamitan dengan kakek dan nenek."Ucap Jansen,menatap Xinyi.


"Kita mau pergi kemana lagi?"Tanya Xinyi,dia menatap ke arah Jansen.


"Nanti juga kamu tau,kita akan pergi kemana."Balasnya,memeluk Xinyi yang ada di hadapannya.


"Sebentar saja."Balasnya,karena dia begitu merindukan Xinyi saat ini.


"Ayolah,aku takut nenek dan kakek mencari kita."Ucap Xinyi,karena tidak ingin membuat mereka khawatir.


"Baiklah,ayo kita pergi."Balas Jansen,dia melepaskan pelukannya.


Mereka langsung pergi meninggalkan tempat persembunyian Jansen,mereka memutuskan kembali ke kediaman kakek dan nenek Jansen.


...****************...


Di keluarga Xinjiang,mereka begitu panik saat ini.Apalagi Xintian begitu khawatir dengan adiknya,mereka mengkhawatirkan Xinyi saat ini.Mereka mendengar kabar Xinyi yang hilang dari istana dan bahkan saat itu,menurut penjaga tidak ada orang yang keluar masuk lewat gerbang istana.


"Kita harus mencari Xinyi kemana?"Tanya Xintian,bahkan kehilangan Xinyi tidak ada petunjuk sama sekali.


"Bisa kacau,jika Xinyi tidak ada."Balas sang ayah,dia mengkhawatirkan putrinya yang hilang.

__ADS_1


"Andai ayah tidak gila kehormatan,mungkin Xinyi masih ada di sini bersama kita.Sekarang kita harus kemana mencari keberadaan Xinyi."Ucap Xintian,dia menyalahkan sang ayah.


"Sudah,kalian jangan bertengkar seperti ini.Kita berharap Xinyi baik-baik saja,kalau perlu kita mencari Xinyi saat ini."Perintah sang ibu,agar suami dan anaknya tidak bertengkar.


"Baiklah,aku setuju dengan ucapan ibu."Balas Xintian,dia harus mencari adiknya sekarang.


Mereka langsung menaiki kereta,setelah itu mereka meninggalkan kediaman.Mereka mencari Xinyi di seluruh penjuru negara Wei,bahkan mereka mencari dengan menggerakkan seluruh pengawal kediaman Xinjiang.Tapi mereka tidak menemukan keberadaan Xinyi sama sekali,mereka tidak tau bagaimana kondisi Xinyi saat ini.


"Dimana Xinyi saat ini."Cemas ibu Xinyi,dia begitu mengkhawatirkan putrinya.


"Aku begitu heran dengan pangeran,jelas-jelas Xinyi istirnya.Namun dia begitu acuh terhadap Xinyi,bahkan tidak memperdulikan dan mencari Xinyi bersama kita."Protes Xintian,dia begitu kesal dengan suami adiknya.


"Sudahlah,mungkin pangeran sibuk."Ucap sang ayah,apalagi tugas kerajaan tidak gampang.


"Terus saja bela dia,aku begitu heran dengan ayah.Sebenarnya,siapa anak ayah Xinyi atau dia?"Tanya Xintian,dia begitu tidak suka dengan ucapan ayahnya.


"Sudah jelas,bahwa Xinyi adik kamu.Ayah tidak membelanya sama sekali,ayah berbicara sesuai dengan kondisi yang ada."Balas sang ayah,dia begitu heran dengan pikiran anaknya.


"Terserah ayah saja,aku ingin pulang saja.Nanti aku pergi dari negara Wei,aku akan mencoba mencari keberadaan Xinyi di negara lain."Ucap Xintian,dia sudah bertekad bulat akan mencari adiknya di negara lain.


"Ibu ikut,ibu sungguh khawatir dengan Xinyi."Ujar sang ibu,dia ingin ikut bersama Xintian.


"Ibu tinggal saja di kediaman,takut Xinyi nanti pulang ke kediaman kita."Balas Xintian,agar ibunya tidak ikut dengannya.


"Ada ayah kamu,lagian ibu benar-benar ingin mencari putri ibu sendiri.Ibu sungguh takut Xinyi kenapa-kenapa,ibu tidak ingin kehilangan putri ibu satu-satunya."Ucap sang ibu,dia merasa harus ikut dengan anaknya.


"Sudah hentikan,kamu di rumah saja.Jika Xinyi pulang dan tidak melihat kamu,dia pasti akan mencari kamu juga."Ujar sang suami,karena istrinya begitu ingin ikut dengan anaknya.


"Sudahlah,hentikan percakapan ini.Nanti kita bahas di kediaman,tidak enak jika percakapan kita di dengar oleh orang lain."Protes Xintian,karena ayah dan ibunya mulai saling adu mulut.


"Baiklah,lebih baik kita bicarakan di rumah saja."Balas sang ibu,dia setuju dengan ucapan anaknya.


Mereka langsung memilih kembali ke kediaman,karena tidak ada hasil dengan pencarian mereka saat ini.Mereka lebih memilih pulang dan membicarakan kelanjutan pencarian Xinyi saat di kediaman nanti.

__ADS_1


__ADS_2