AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 7


__ADS_3

Paginya,Naomi membangunkan Xinyi.Agar segera bersiap-siap untuk mengantarkan pesanan terhadap tuannya,supaya Xinyi pulangnya tidak kesorean.


"Putri bangun."Panggil Naomi,membangunkan Xinyi.


Xinyi yang sedang tidur nyenyak,dia terusik dengan panggilan Naomi.Dia sebenarnya mengantuk,tapi Naomi memanggil dirinya.


"Hmm."Balas Xinyi,membuka kedua matanya


"Cepat putri bersiap-siap,bukannya kita akan mengantarkan pesanan ke istana."Ucap Naomi,menarik Xinyi dari tidurnya.


"Baiklah,aku akan bersiap-siap.Kamu siapkan saja kereta yang akan kita tumpangi."Balas Xinyi langsung beranjak dari kasurnya.


"Baik Putri."Ucap Naomi dan meninggalkan Xinyi di kamarnya.


Setelah Xinyi bersiap,dia langsung ke halaman rumahnya dan menaiki kereta yang sudah di siapkan Naomi.Mereka pergi meninggalkan kediaman Xinjiang,saat sampai gerbang istana mereka di berhentikan penjaga.


"Berhenti."Perintah penjaga,menghentikan kereta yang di tumpangi Xinyi dan Naomi.


"Silahkan turun nyonya,kami bertugas untuk pemeriksaan."Ucap penjaga,menjalankan tugasnya.


Xinyi dan Naomi turun dari kereta,para penjaga melakukan tugasnya untuk memeriksa kereta.


"Tidak ada apa-apa,silahkan lanjutkan perjalanan anda nyonya."Perintah penjaga tersebut,karena tidak menemukan benda berbahaya yang bisa mengancam penghuni Istana.


Xinyi dan Naomi mulai memasuki halaman kerajaan,Xinyi masih mengingat semua lingkungan istana di pikirannya.


"Putri,silahkan turun."Perintah Naomi,karena sudah sampai di halaman istana.


Xinyi turun dari kereta,sambil membawa pesanan Damian di tangannya.Kepala pelayan melihat Xinyi yang turun dari kereta,dia langsung menghampiri mereka.


"Ada keperluan apa nyonya kesini?"Tanya kepala pelayan,melihat Xinyi.


"Aku ingin bertemu pangeran Damian."Jawab Xinyi,karena ingin segera menyelesaikan tugasnya.


"Maaf,dengan nyonya siapa?"Tanya pelayan,memastikan orang yang di tunggu majikannya.


"Saya Xinyi."Jawab Xinyi,sambil melihat sekeliling istana yang suasananya masih sama.


"Kalau begitu,mari ikuti saya."Perintah kepala pelayan.


Kepala pelayan mengantarkan Xinyi ke ruang kerja Damian,Xinyi di suruh duduk untuk menunggu kedatangan Damian.Sedangkan Naomi,dia menunggu di halaman istana.


Xinyi yang menunggu Damian di ruang kerjanya,dia melihat-lihat ruang kerja Damian yang tata letaknya persis seperti di kehidupannya yang dulu.Namun yang berubah,hanya tidak ada lukisan mereka berdua di ruangan ini.


"Ada apa,putri mencari saya?"Tanya Damian,melihat Xinyi di ruangannya.


"Saya kesini,ingin mengantarkan pesanan anda."Jawab Xinyi,sambil meletakkan Kotak dan nota di meja.


"Mari kita lihat,seperti apa hasilnya."Perintah Damian,menghampiri Xinyi.


Xinyi membuka kotak perhiasan,dia memperlihatkan hasilnya ke arah Damian.Dia kagum dengan hasil kerja keras pegawainya,dia sangat senang pegawainya benar-benar berbakat.


"Cantik,sangat cantik."Ujar Damian,sambil menatap Xinyi yang semakin cantik.


"Kalau begitu,ini nota nya pangeran."Ucap Xinyi,menyerahkan nota pembelian terhadap Damian.

__ADS_1


"Simpan,saja di situ."Perintah Damian,karena dia masih menatap Xinyi dengan intens.


"Kalau begitu,saya undur diri dulu pangeran."Pamit Xinyi berdiri,karena merasa urusannya sudah selesai.


"Tunggu!"Perintah Damian,sambil mendekati Xinyi.


"Apalagi pangeran?"Tanya Xinyi,karema Damian menghentikannya.


"Kalungnya bawa kembali."Perintah Damian,karena ingin memberikan kalungnya terhadap Xinyi.


"Anda bercanda?"Tanya Xinyi marah,karena merasa tidak di hargai kedatangannya ke istana.


"Saya tidak bercanda."Balas Damian tegas,karena dia memberikan ini untuk Xinyi.


"Anda jangan mempermainkan saya,kalung ini susah payah di buat oleh pegawai saya.Mereka sampai lembur membuatnya dan sekarang dengan seenaknya anda menyuruh saya membawa kembali kalung ini."Protes Xinyi,penuh emosi terhadap Damian.


Damian hanya membalas dengan senyuman,dia menarik Xinyi untuk duduk kembali.Dia begitu gemas,melihat Xinyi yang marah di hadapannya.


"Maksud anda apa?"Tanya Xinyi,dia mencoba menahan amarahnya terhadap Damian.


Damian tidak menghiraukan ucapan Xinyi,melainkan membawa kalung tersebut dan memasangkannya di leher Xinyi.


Xinyi kaget dengan tindakan Damian yang seperti itu,dia kaget dengan Damian yang memasangkan kalung di lehernya.Apalagi,menurutnya Damian terlalu lancang terhadap dirinya.


"Cantik,sangat cantik."Gumam Damian tersenyum puas,karena kalungnya sangat cocok dengan Xinyi.


"Kenapa anda sangat lancang,memasangkan kalung ini di leher saya?"Tanya Xinyi tak suka,jika Damian memperlakukannya seperti ini.


"Itu buat kamu,hadiah sepesial dariku untuk acara kemarin."Ucap Damian dengan tulus,karena dia sangat menyukai Xinyi.


"Jangan pernah mencoba melepaskannya,itu tanda dariku bahwa kamu hanya milikku."Ucap Damian,berbisik di telinga Xinyi dan mencium telinganya.


"Anda jangan macam-macam dengan saya,Saya bukan milik anda! Apa anda ingin saya laporkan terhadap raja? atas tindakan lancang anda terhadap saya?"Ucap Xinyi marah,karena Damian memperlakukan dirinya dengan seenaknya.


"Silahkan,kamu laporkan putri dan saya tidak takut sama sekali."Ancam Damian tersenyum.


"Saya tidak main-main dengan anda."Tegas Xinyi marah,menunjuk Damian dengan penuh amarah.


"Damian di kehidupan dulu dan sekarang jelas berbeda,Damian yang sekarang tidak mudah di tebak isi pikirannya."Benak Xinyi yang memikirkan Damian


Tanpa Xinyi sadari,dia sudah terpojok di ujung kursi.Damian kembali berbicara di hadapan Xinyi,menyadarkan dia dari pikirannya yang tidak masuk akal.


"Kamu milikku,kamu secepatnya akan jadi milikku."Ucap Damian,penuh keyakinan dan semakin mendekati Xinyi.


"Tidak akan,aku tidak mau menjadi milikmu."Balas Xinyi,menantang Damian di depan Damian sendiri.


Namun Damian tersenyum,tertantang dengan ucapan Xinyi.Damian dengan cepat menarik kepala Xinyi,dia mencium Xinyi secara paksa.


Xinyi marah dengan tindakan Damian terhadap dirinya,Xinyi memukul-mukul dada Damian.Xinyi ingin agar Damian melepaskan ciumannya,dia sangat marah dengan tindakan Damian.


Namun itu,tidak mempengaruhi Damian sama sekali.Karena tenaga Damian yang kuat,Damian mengakhiri ciumannya dan dia melihat air mata Xinyi yang turun.


"Maaf."Ucap Damian,menempelkan jidatnya terhadap Xinyi.


Xinyi masih terdiam,rasa sakit semakin menyelimutinya.Pandangannya mulai kabur,dia hampir terjatuh dan pingsan.

__ADS_1


Damian menahannya dengan cepat,tanpa rasa bersalah sama sekali.Damian membopong Xinyi keluar,dia tidak menghiraukan tatapan terluka Xinyi terhadap dirinya.Dia menyuruh Naomi mengantarkan Xinyi ke rumahnya dan memberitahu Naomi bahwa Xinyi pingsan.


Naomi paham apa yang di bicarakan tuannya,Xinyi dan Naomi meninggalkan istana kerajaan.Sesampainya di kediaman Xinjiang,sang ibu melihat putrinya di gendong Naomi.Ibunya langsung mengikuti Naomi dan segera menyusul mereka.Naomi menurunkan Xinyi di ranjang,dia menyelimuti Xinyi.Ibu Xinyi datang,dia langsung menarik Naomi ke luar kamar.


"Apa yang terjadi dengan putriku Naomi?"Tanya sang ibu khawatir,melihat anaknya tidak sadarkan diri.


"Putri tertidur,setelah mengantarkan pesanan ke istana nyonya."Balas Naomi,karena dia juga tidak tau apa yang terjadi dengan Xinyi saat di dalam ruangan bersama tuannya.


Tak lama Xinjiang menghampiri mereka,karena dia melihat Xinyi di bopong oleh Naomi.


"Kenapa dengan Xinyi?"Tanya Xinjiang,Karena anaknya di bopong Naomi.


"Putri tertidur tuan."Balas Naomi,menjelaskan apa adanya terhadap orang tua Xinyi.


"Yasudah,mari kita pergi dari sini.Kita tidak boleh mengganggu Xinyi yang sedang tidur."Ajak Xinjiang,merangkul istrinya.


"Naomi,saya ingin bicara dengan kamu 4 mata.tunggu saya di gajebo."Perintah Xinjiang,karena merasa ada yang tidak beres dengan putrinya.


"Baik tuan."Balas Naomi,mengikuti perkataan Xinjiang.


"Sudah,jangan memikirkan yang berlebihan.Kamu istirahat saja biar tenang."Ucap Xinjiang,membaringkan tubuh istrinya di kasur agar istirahat.


"Iya mas."Balas sang istri pasrah,karena bagaimanapun dia harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.


Setelah menenangkan istrinya,Xinjiang menemui Naomi.Menanyakan kejadian yang sebenarnya pada Naomi,dia melihat gelagat Naomi yang berbohong terhadap mereka.


"Sebenarnya,apa yang terjadi dengan anakku?"Tanya Xinjiang dengan serius,melihat Naomi dengan tajam.


Naomi menceritakan apa yang terjadi terhadap Xinyi,sesuai dengan perkataan tuannya.Dia tidak berani berkata di depan ibu Xinyi,dia takut ibunya Xinyi shock.


"Apakah pangeran menyukai Xinyi?"Selidik Xinjiang,agar mendapat informasi dari Naomi.


"Saya tidak tau,tanyakan saja pada pangeran langsung tuan."Jawab Naomi,tidak tau soal perasaan tuannya.


"Yasudah,kamu balik lagi ke kamar.Lindungi putriku."Perintah Xinjiang,karena memikirkan anaknya.


"Baik tuan."Balas Naomi,pergi meninggalkan Xinjiang.


Setelah kepergian Naomi,Xinjiang curiga pangeran benar-benar menyukai Xinyi.Xinjiang tidak apa-apa,jika putrinya di sukai pangeran.Namun dia khawatir dengan putrinya,apakah putrinya juga menyukai pangeran.


Xinyi terbangun,dia masih shock dengan apa yang di alaminya.Dikehidupan ini,dia hanya ingin membalas perbuatan orang-orang yang menyakitinya.Tapi di kehidupan ini,semuanya benar-benar berbeda tidak sesuai dengan apa yang dia alami di kehidupan lalu.Dia bingung dengan keadaan seperti ini,dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa sekarang.


Naomi memperhatikan gerak gerik Xinyi,seperti orang yang memiliki rasa kebingungan,kebencian,bahkan pasrah dengan keadaan dalam sekejap.Naomi merasa iba terhadap Xinyi,namun dia tidak tau hal apa yang membuat Xinyi seperti ini.Naomi mencoba mendekat ke arah Xinyi,agar Xinyi bercerita terhadap dirinya.


"Putri?"Panggil Naomi pelan-pelan.


Xinyi tersadar,ketika Naomi memanggilnya.Dia mendongak melihat Naomi,dia merasa sekarang dunianya tidak ada tujuan.


Naomi melihat Xinyi yang sedih,dia merasa iba dan tanpa sadar memeluk Xinyi.Dia ingin Xinyi menangis,meluapkan segala sedihnya pada dirinya.


"Jangan sedih putri,keluarkan semua yang ada dalam hati putri."Ucap Naomi,merasa kasihan dengan Xinyi.


Xinyi yang mendengarnya langsung memeluk Naomi,dia menumpahkan semua air mata kebingungannya itu.Naomi kaget dengan perlakuan Xinyi terhadapnya,dia langsung mengusap-usap punggung Xinyi.


"Tenang putri,aku tidak akan menceritakan kesedihanmu ini."Ucap Naomi,agar membuat Xinyi merasa tenang.

__ADS_1


Setelah Xinyi puas menangis,Xinyi berterimakasih terhadap Naomi.Karena Naomi mengerti dengan kesulitan yang dia rasakan,dia mengerti dengan kesedihan yang di alaminya.


__ADS_2