
Tamu undangan dan rakyat sudah berkumpul memenuhi halaman istana yang luas,mereka sedang menantikan pernikahan pangeran negara Wei.Mereka begitu tidak sabar,karena ingin melihat pernikahan seorang pangeran negara Wei.
Damian berjalan ke altar pernikahan,dia melihat semua orang yang hadir dalam pernikahannya.Dia merasa gugup,karena ini adalah pernikahan yang di nantikan olehnya.Damian merasa keringatnya bercucuran,karena di saksikan begitu banyak orang.
Xinyi yang telah selesai di rias,dia menatap dirinya di cermin.Dia merasa tidak begitu bahagia dengan pernikahan ini,apalagi dia harus berpisah dengan keluarganya.Dia tidak ingin mengulang sejarah yang menyakitkan lagi,apalagi dendam di hatinya masih tersimpan dengan rapi.
"Wah,putri ibu cantik sekali."Puji ibu Xinyi,karena melihat anaknya yang begitu cantik.
"Aku cantik,karena kecantikan aku di berikan oleh ibu."Jawabnya tersenyum,karena dia tidak ingin ibunya mengkhawatirkan dirinya.
"Kamu sudah siap sayang?"Tanya sang ibu,menahan sedih di hatinya.
"Aku siap bu."Balas Xinyi,menguatkan hatinya.
Xinyi langsung di papah oleh ibunya,mereka keluar dari mansion.Banyak orang yang sudah tidak sabar,menantikan pernikahan mereka segera di laksanakan.
Xinyi berjalan selangkah demi selangkah,dia akan melihat sampai mana takdir kehidupannya berubah.Apalagi di kehidupan ini,dirinya merasakan begitu asing tidak sesuai dengan kehidupannya yang lalu.Dia sampai di atas altar,dia melihat dari bawah sepasang kaki yang sudah menunggunya.
Mereka langsung melaksanakan pernikahan yang di saksikan begitu banyak orang,semua orang tersenyum bahagia menyaksikan pernikahan mereka.Mereka bersorak gembira,karena pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan.
Xinyi terdiam,karena acaranya berjalan lancar.Dia masih mengkhawatirkan sang kakak,apalagi sang kakak tidak terima dirinya menikah dengan Damian.Dia mencari sosok sang kakak,setelah berhasil melihat sang kakak.Benar saja rasa khawatirnya ini,dia melihat wajah sang kakak yang sedih.
"Kenapa kamu diam saja?"Tanya Damian,karena dia begitu senang menikah dengan Xinyi.
"Bukan urusan kamu."Balas Xinyi begitu ketus.
__ADS_1
"Jangan seperti itu,kita baru saja menikah."Ucap Damian,mengingatkan Xinyi.
"Aku tidak perduli sama sekali."Balasnya.
Xinyi rasanya ingin memeluk kakaknya sekarang,apalagi melihat wajah sang kakak yang begitu sedih.Dia menguatkan hatinya,agar nanti bisa menghibur kakaknya.Bukannya,dia menolak sang kakak untuk kabur dari pernikahan ini.Tapi,dia sangat tidak ingin mempermalukan keluarganya.Apalagi,sang ayah begitu menginginkan acara pernikahannya berjalan dengan lancar.
Xintian melihat adiknya yang menikah dengan Damian,padahal dia mengajak Xinyi untuk kabur.Dia sangat tidak ingin melihat Xinyi masuk istana,apalagi setelah masuk istana adiknya ini pasti susah di temui.Dia begitu sedih,melihat pernikahan adiknya yang berjalan lancar.
"Coba kamu menyukai adikku Wei."Ucap Xintian,begitu sedih melihat adiknya yang sudah menjadi istri orang.
"Cinta tidak bisa di paksakan,apalagi jodoh Xinyi adalah pangeran."Balas Jiwei,karena tidak ingin melihat sahabatnya sedih.
"Takdir bisa di rubah Wei,tapi kebebasan Xinyi saat ini tidak akan pernah sama.Apalagi setelah pernikahan ini,aku pasti sulit untuk bertemu dengan adikku."Keluh Xintian,begitu memperdulikan adiknya.
Jiwei begitu paham dengan pikiran sahabatnya ini,disini dia memberikan dukungan kepada Xintian.Dia berharap Xintiam ikhlas,menerima pernikahan adiknya dengan pangeran.
...****************...
Sedangkan di sisi lain,Jane sedang bersama Juan di ruangan Juan.Mereka tidak menyaksikan pernikahan Damian dan Xinyi,mereka tidak memperdulikannya sama sekali.Mereka hanya ingin mengobati kerinduan dalam hati mereka,apalagi pernikahan Jane dan Damian tinggal sebulan lagi.
"Kamu yakin tidak ingin menyaksikannya sama sekali?"Tanya Juan,membelai rambut Jane.
"Tidak,aku hanya ingin di sini bersama kamu sayang."Balas Jane,begitu manja pada Juan.
"Kamu tidak mengkhawatirkan keluarga kamu.Bisa saja nanti,mereka mencari kamu."Ucap Juan,merasa khawatir dengan keluarga Jane.
__ADS_1
"Jangan mengingat mereka,aku hanya merindukan kamu."Ujar Jane,menatap Juan yang ada di hadapannya.
Juan tersenyum,begitu mendengar Jane yang merindukan dirinya.Dia langsung mencium bibir Jane dengan penuh rasa cinta,dia meluapkan semua kerinduan di dalam hatinya.
Mereka berciuman saling membalas,seperti tidak akan ada waktu lagi untuk bertemu.Mereka merasakan cinta satu sama lain dalam diri mereka,hingga mereka menuangkan isi hati mereka kepada ciuman yang mereka berikan.
Jane merasakan tangan Juan yang melepaskan resleting gaunnya,dia merasakan tangan Juan yang menyentuh dadanya.Jane begitu menikmati tindakan Juan pada dirinya,apalagi sekarang dirinya di penuhi sensasi panas.Persetan dengan pernikahan pangeran dengan Xinyi,dia hanya ingin memuaskan kerinduannya bersama Juan.
Juan memasukkan pedangnya ke dalam mahkota Jane,dia begitu bersemangat menikmati api gairah dalam tubuhnya.Juan melihat wajah Jane yang menikmati tindakannya,apalagi Jane meremas rambutnya sekarang.
"Ah,jangan lama-lama."Racau Jane,karena dia begitu sudah tidak tahan dengan perlakuan Juan terhadapnya.
Juan langsung melepaskan benih cintanya,di dalam tubuh Jane.Persetan dengan pangeran,dia tidak memperdulikannya sama sekali.Jika Jane hamil nanti,sudah di pastikan itu anak dirinya.Apalagi,dirinyalah yang mendobrak mahkota Jane duluan.Bahkan,dia juga yang menyemburkan benih cintanya pertama kali dalam tubuh Jane.
Jane menikmati tindakan Juan,dia begitu puas dengan apa yang di lakukan Juan terhadap dirinya.Dia tidak memperdulikan apapun sekarang,dia merasa Juan adalah pusat energinya.Apalagi,Juan adalah lelaki pertama yang menikmati tubuhnya.
"Cepat pakai gaun kamu,kita harus melihat pernikahan mereka."Ajak Juan,karena tidak ingin di curigai siapapun.
"Iya,ayo."Balas Jane.
Jane langsung memakai gaunnya kembali,dia bersama Juan ke halaman istana.Mereka pergi tidak bersama-sama,tapi mereka berjalan sendiri-sendiri.Karena mereka takut ada yang melihat mereka,apalagi mereka sudah melakukan hal panas.
Mereka langsung berpisah begitu saja,mereka menyaksikan pernikahan pangeran dan Xinyi.Menurut mereka,lebih baik mereka melakukan hal panas lagi di dalam ruangan tadi.Mereka merasa bosan dengan acara pernikahannya,tidak semenarik saat mereka melakukan hal panas.
Acara pernikahan selesai sore hari,mereka langsung pergi ke kamar Damian.Xinyi begitu tidak menghiraukan Damian,Karena dirinya sangat lelah.Setelah sampai di kamar Damian,dia langsung berbaring di ranjang Damian.Dia tidak memperdulikan pakaian pengantinnya,apalagi sekarang Damian entah pergi kemana.Xinyi memejamkan kedua matanya,karena begitu sangat lelah.Dia mencoba tertidur,agar rasa lelahnya hilang begitu saja.Xinyi akhirnya tertidur begitu saja,tanpa memperdulikan Damian sama sekali.
__ADS_1