
Malam harinya,Jane merasa gelisah saat ini.Dia takut Xinyi melaporkan perselingkuhannya terhadap raja dan suaminya,dia merasa frustasi sekarang.Dia tidak tau harus berbuat apa sekarang,semakin lama dia memikirkannya dan semakin kesal juga dia mengingat apa yang di katakan Xinyi.
"Sial,sial.Kenapa Xinyi tau hubunganku dengan Juan,selama ini kami berhubungan diam-diam dan aku yakin tidak ada orang yang tau.Bagaimana dia bisa tau,apa yang harus aku lakukan sekarang."Gumam Jane,dia duduk di ranjangnya dengan perasaan gelisah.
"Kamu kenapa?"Tanya Juan,dia menyelinap ke kamar Jane melalui Jendela.
"Bagaimana ini,Xinyi tau perselingkuhan kita."Balasnya,dia menatap Juan dengan cemas.
"Kamu mengakuinya?"Tanya Juan,dia menatap lekat Jane.
"Aku tidak mengakuinya,namun Xinyi terus mendesak aku.Sehingga dia menebaknya dengan benar,karena melihat reaksi wajahku saat pertama kali dia mengungkapkan perselingkuhan kita."Balas Jane,dia menggetarkan kakinya.Karena dia begitu amat gelisah sekarang,dia ingin menghilangkan rasa gelisah nya saat ini.
"Sudahlah,kamu tenang saja.Aku yakin putri Xinyi tidak akan membocorkannya,aku akan memikirkan caranya.Kamu tenang saja,selagi ada aku kamu akan aman."Ucap Juan,dia duduk di samping Jane.
Jane langsung menatap Juan,dia meyakinkan dirinya sendiri.Dia harus tenang,dia harus percaya dengan ucapan Juan.Jane langsung mengatur deru nafasnya,agar dirinya bisa tenang.
"Sudahlah,lebih baik kamu tidur.Agar perasaan kamu tenang."Ujar Juan,dia membelai rambut Jane.
"Baiklah,terimakasih kamu sudah menenangkan aku.Kamu temani aku tidur ya,agar aku tenang."Pinta Jane,dia langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.Juan mengusap-usap punggung Jane,agar Jane terlelap.Dia tersenyum melihat Jane yang sudah memejamkan matanya,dia mencium kening Jane dan langsung meninggalkan Jane yang sudah tidur.
Sedangkan di sisi lain,Xinyi begitu senang saat ini.Karena dia membongkar perselingkuhan Jane pada orangnya,dia melihat wajah Jane yang langsung pucat.Membuat dia begitu puas,apalagi sudah terlihat dengan jelas kecemasan dalam dirinya.
"Ini baru permulaan Jane,aku akan membuat hidup kamu merasa tidak nyaman."Gumam Xinyi,dia sudah bertekad akan balas dendam.
Xinyi akan mengubur perasaannya dalam-dalam,dia hanya ingin membalas orang-orang di masa lalunya.Dia tidak akan membiarkan hatinya goyah lagi,apalagi setelah bertemu dengan Jansen.Membuat dia merasakan hidupnya menjadi diri sendiri,tidak seperti di istana yang terkekang.
"Bagaimanapun,aku akan menyingkirkan kalian.Aku tidak suka melihat kalian bahagia,apalagi aku terlahir kembali dengan tekad ingin balas dendam terhadap kalian.Teringat dengan jelas rasa sakit di hatiku saat itu,permainan baru saja di mulai."Ucap Xinyi dengan tatapan penuh dendam.
__ADS_1
...****************...
Hari berganti dengan cepat,semua begitu sibuk dengan persiapan acara penobatan sang ratu negara Wei.Bahkan,mereka begitu teliti dengan persiapannya.Karena takut ada kesalahan dan tidak ingin negara Wei menjadi bahan candaan negara lain.
Acara penobatan Xinyi akan di hadiri oleh negara-negara yang sudah bekerja sama dengan negara Wei,karena acara penobatan bukan hal main-main.Bahkan dari setiap negara,akan memberikan hadiah setelah acara penobatan selesai.Bukan hanya penobatan saja,mereka juga mempersiapkan acara perjamuan malam untuk saling menghormati antar negara dalam menjalin kerja sama.
"Kamu sudah siap menjadi sang ratu?"Tanya Jiwei,dia menatap Xinyi yang begitu fokus melihat persiapan acaranya.
"Aku sangat siap kak."Balas Xinyi,menatap lurus ke depan.
"Acara kamu tidak akan di hadiri pangeran,karena pangeran sedang di hukum."Ucap Jiwei,mengingatkan Xinyi.
"Aku tidak perduli sama sekali kak,aku hanya ingin acara penobatan aku selesai.Aku tidak perduli dia hadir atau tidak,dia di hukum juga karena perbuatannya sendiri."Balas Xinyi,menatap arah Jiwei.
"Kakak tau,tapi kamu harus ingat Xin.Bagaiamanapun dia tetap suami kamu,kamu berusahalah membujuk raja."Perintah Jiwei,karena dia merasa penobatan nanti akan ada masalah besar.
Apalagi Xinyi sudah membuat kesepakatan dengan raja,dia hanya ingin hidup bebas.Setelah kesepakatan mereka selesai,dia bisa pergi meninggalkan istana dan bisa hidup bebas di luar istana.
"Apa rencana kamu?"Tanya Jiwei,dia penasaran dengan rencana Xinyi.
"Kakak tidak boleh tau,rencanaku rahasia dan hanya aku yang tau.Kakak bersiaplah untuk besok,siapkan hadiah yang cantik untukku."Balas Xinyi,dia terang-terangan meminta hadiah terhadap Jiwei.
"Baiklah,kakak akan memberikan hadiah sepesial untuk kamu."Ucap Jiwei,karena dia sudah menyiapkan hadiah untuk Xinyi.
"Kakak,aku dengar kakak bisa meramal?"Tanya Xinyi,menatap lekat pada Jiwei.
"Dengar dari siapa?"Tanya Jiwei balik,menatap Xinyi yang sedang menatap dirinya.
__ADS_1
"Dari orang-orang,coba ramalkan aku."Ucap Xinyi,dia mengulurkan tangannya.
"Kakak tidak mau."Tolaknya,karena tidak ingin meramal Xinyi sama sekali.
"Ayolah,sekali saja.Aku begitu penasaran dengan kehidupan aku nanti."Ucap Xinyi,memberikan senyuman tulus pada Jiwei.
"Baiklah,hanya sekali saja."Balasnya,dia langsung menggenggam tangan Xinyi yang ada di hadapannya.
Jiwei melihat gambaran besar dalam kehidupan Xinyi nanti,namun dia terkejut dengan apa yang di lihatnya sekarang.Dia tidak percaya,bahwa Xinyi akan menjadi sosok besar di negara Wei.Dia juga melihat kekejaman Xinyi dalam prosesnya,bahkan banyak pengorbanan yang akan dia hadapi kedepannya.
"Hidup kamu bagus,kamu akan menjadi sosok penting dari negara Wei."Ucap Jiwei,menatap Xinyi yang begitu fokus menatapnya.
"Benarkah? Seberapa penting?"Tanya Xinyi,dia penasaran dengan ramalannya.
"Sangat penting,bahkan kamu akan di takuti dan di segani oleh semua orang."Balas Jiwei,menatap Xinyi dengan lekat.
"Haha,begitukah? Terimakasih,karena kakak sudah meramal kehidupan diriku."Ucap Xinyi,dia tersenyum ke arah Jiwei.
"Sama-sama Xin."Balasnya,meski ada rasa khawatir di hatinya.
Karena dia melihat Xinyi yang menusuk suaminya dengan pedang,bahkan dia melihat tatapan tajam dari Xinyi.Namun dia berharap ramalannya salah,karena tidak mungkin Xinyi akan menusuk suaminya sendiri.
"Yasudah,aku pergi dulu kak.Aku ingin melihat gaun yang akan aku kenakan besok,aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun."Ucap Xinyi,menatap Jiwei yang tiba-tiba termenung.
"Iya Xin."Balasnya singkat dan bahkan tidak menatap Xinyi sama sekali.
Xinyi tidak memperdulikan sikap Jiwei yang seperti itu,dia langsung berjalan meninggalkan Jiwei.Karena dia harus melihat gaun dan accessories yang akan di pakai nantinya,takut pelayan lalai dalam menyiapkannya.
__ADS_1