AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 120


__ADS_3

Seminggu berlalu luka mereka sudah lumayan kering saat ini,bahkan Xinyi tidak berkunjung melihat Damian sama sekali.Mereka seolah-olah orang asing,bahkan Damian memulihkan dirinya dan Xinyi sibuk dengan urusan negaranya.


Xinyi keluar istana saat ini,dia akan mengunjungi Jansen ke negara Xing dengan alasan membahas kerja sama mereka saat ini.Padahal Xinyi begitu merindukan Jansen,karena Jansen menghilang begitu saja di kehidupannya.Xinyi merasa hatinya begitu kosong,karena tidak melihat Jansen yang biasanya selalu datang terhadap dirinya.


Xinyi kini berada di negara Xing,dia berhenti di pusat kota.Xinyi berinisiatif membeli barang untuk Jansen,dia merasa melihat barang yang cocok untuk Jansen saat ini.Xinyi membelinya dan dia kembali melanjutkan perjalanannya ke istana negara Xing untuk bertemu Jansen saat ini.


Sekarang,Xinyi sedang bersama Rose membicarakan kerja sama mereka.Mereka membahas keuntungan untuk negara mereka saat ini,setelah sesuai dengan kesepakatan yang mereka inginkan.Mereka begitu senang dengan hasil yang nanti mereka akan dapatkan,Xinyi tersenyum ke arah Rose saat ini.


"Ratu,aku ingin berbicara dengan ratu."Ucap Rose,dia menatap Xinyi dengan serius.


"Berbicara apa?"Tanya Xinyi dengan tersenyum.


"Bisakah kamu menjauhi kakak."Ucap Rose,secara terang-terangan di hadapan Xinyi.


Xinyi yang mendengarnya kaget,dia menatap Rose tidak percaya.Xinyi merasa dirinya tidak salah dengar bukan,kenapa Rose tiba-tiba meminta dirinya untuk menjauh dari Jansen.


"Memangnya apa yang terjadi?"Tanya Xinyi,dia menatap Rose dengan penasaran.


"Tidak ada,aku hanya merasa kak Jansen begitu bodoh mencintai kamu.Jelas-jelas kamu sudah menikah,aku tidak ingin kak Jansen semakin terobsesi dengan rasa cintanya."Jawab Rose menjelaskan.


Xinyi mengangguk mengerti,dia tersenyum ke arah Rose.Agar Rose tidak usah khawatir,bagaimanapun dia paham dengan perasaan Rose sekarang.Xinyi juga akan melakukan hal yang sama,jika kakaknya bertingkah seperti Jansen saat ini.Namun namanya orang sudah jatuh cinta,mereka tidak akan mendengarkan nasihat dari siapapun.


"Nanti kamu juga akan merasakan,seperti apa yang namanya jatuh cinta.Biarkan kakak kamu lelah dengan rasa cintanya padaku,aku sudah menyuruhnya berhenti dari awal.Kita tidak tau takdir tuhan kedepannya seperti apa,jadi kamu tidak usah ikut campur dengan urusan kakak kamu."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah Rose.

__ADS_1


"Jadi kamu menolak menjauhi kakak aku?"Tanya Rose,dia menatap Xinyi saat ini.


"Tidak bisa,karena bagaimanapun kami pasti akan bertemu dan aku tidak mungkin mengacuhkannya begitu saja bukan."Balas Xinyi,dia ingin Rose mengerti dengan sikapnya saat ini.


Rose terdiam,dia mencoba mencerna ucapan Xinyi.Dia merasa tidak tau harus berbuat apa untuk menyadarkan kakaknya saat ini,dia pasrah tidak akan ikut campur dengan urusan kakaknya saat ini.Benar,biarkan takdir yang memberitahukan kakaknya saat ini.Dia tidak akan ikut campur dengan kebahagiaan yang kakaknya rasakan saat ini,lagi pula cinta tidak bisa di paksakan dan di lupakan begitu saja.


"Bisakah kamu mengantarkan aku bertemu kakak kamu?"Tanya Xinyi,dia tersenyum kepada Rose.


"Baiklah,aku antarkan.Aku harap kamu bisa membuatnya bahagia dan tidak melukai hatinya."Jawab Rose,dia terang-terangan di hadapan Xinyi.


Xinyi hanya diam saja,dia tidak membalas ucapan Rose sama sekali.Xinyi malah mengikuti langkah Rose untuk bertemu Jansen saat ini,tanpa ada pembicaraan sama sekali di antara mereka.Setelah sampai di depan kamar Jansen,Xinyi menghentikan langkahnya dan menatap Rose yang tiba-tiba berhenti di depan pintu.


"Masuklah,aku masih ada urusan penting saat ini."Ucap Rose,dia harus melaporkan kerja samanya terhadap para pejabat.


"Baiklah,terimakasih."Balas Xinyi dengan tersenyum.


Xinyi tersenyum melihat Jansen yang ada di hadapannya saat ini,tanpa sadar dia mengulurkan tangannya menyentuh wajah Jansen yang sedang tidur dengan pulas.Xinyi merasa tenang,karena Jansen baik-baik saja saat ini.


"Maaf,aku mengganggu tidur kamu."Ucap Xinyi,karena dia malah tidak sengaja membangunkan Jansen saat ini.


"Tidak apa,sejak kapan kamu disini?"Tanya Jansen,dia berusaha bersandar pada ranjangnya.


"Baru saja aku kesini,kamu terluka."Ucap Xinyi,karena gerakan Jansen saat bangun begitu pelan.

__ADS_1


"Tidak,aku hanya lemas."Ucap Jansen,dia mengelak ucapan Xinyi.


"Kamu berbohong."Balas Xinyi,dia langsung membuka pakaian Jansen.


Xinyi terkejut dengan luka yang ada pada tubuh Jansen,ini semua karena salahnya.Xinyi merasa bersalah saat ini,dia begitu tidak tega melihat Jansen yang seperti ini.Apalagi,Jansen terluka karena melindungi dirinya.


"Maafkan aku,andai kamu tidak melindungi aku.Kamu tidak akan seperti ini."Ucap Xinyi,menatap Jansen dengan berkaca-kaca.


"Hey,sudahlah.Aku sudah tidak apa-apa,aku senang saat ini bisa melihat kamu."Balas Jansen,dia memegang pipi Xinyi saat ini.


Xinyi memeluk Jansen,dia tidak tega melihat Jansen yang terluka karena dirinya.Xinyi meneteskan air matanya,Rose benar dirinya harus menjauh dari Jansen.Dia tidak ingin Jansen terluka lagi hanya untuk melindunginya,bahkan rencana balas dendamnya saat ini masih belum ada apa-apanya sama sekali.


"Kamu jangan menangis,aku sungguh tidak apa-apa kok.Kamu kesini ada urusan apa?"Tanya Jansen,dia melepaskan pelukan Xinyi terhadap dirinya.


"Aku telah selesai bekerja sama dengan adik kamu,kamu jaga diri baik-baik ya.Aku harus segera kembali ke istana."Ucap Xinyi,menatap Jansen saat ini.


"Kamu baru bertemu aku sebentar,bisakah kamu menginap di sini denganku?"Tanya Jansen,berharap Xinyi mau.


"Maaf,kerjaan aku begitu banyak saat ini.Nih,aku berikan kamu ini."Ucap Xinyi,dia memberikan liontin giok untuk Jansen.


"Terimakasih."Balas Jansen,menerima liontin giok dari Xinyi.


"Kalau begitu,aku pergi ya.Semoga kamu cepat sembuh."Ucap Xinyi,merasa tidak tega meninggalkan Jansen saat ini.

__ADS_1


"Aku pasti sembuh,jika kamu ada di sampingku."Ujar Jansen,dia menginginkan Xinyi bersamanya.


Xinyi mencium bibir Jansen dengan lembut untuk yang terakhir kalinya,dia harus menjauh dari Jansen.Xinyi tidak ingin Jansen terluka lagi,semoga Jansen mengerti dengan sikapnya nanti.Xinyi melepaskan ciuman mereka,dia mencium kening Jansen dengan penuh kelembutan.Setelah itu,Xinyi pergi begitu saja dengan berurai air mata meninggalkan kamar Jansen dan dia harus kembali ke negaranya saat ini.


__ADS_2