
Xinyi dirinya masih tidur saat ini,apalagi Xinyi bergadang semalaman.Dia tidak bisa tidur semalaman,karena memikirkan tindakan Jansen terhadap dirinya.Dia sekarang tidur begitu lelap,seolah dia lupa bahwa hari ini dia harus menyelesaikan tugas kerajaan.
Sedangkan Damian,dia berjalan ke kamar Xinyi.Karena dia menunggu Xinyi di ruang ratu,namun Xinyi tidak kunjung datang sama sekali.Dia melihat Xinyi yang masih tidur lelap dan bejalan mendekat ke arah Xinyi.Damian membelai wajah Xinyi yang sedang tidur,dia merasa dirinya tidak adil dan membiarkan Xinyi terus tidur sendirian.
Damian tidur di sebelah Xinyi,dia membawa istrinya ke dalam pelukannya.Dia merasa merindukan istrinya saat ini,dia menyusupkan tangannya ke balik pakaian Xinyi.
Xinyi yang sedang tidur,dirinya merasakan tangan yang dingin menyentuh dadanya.Dia tiba-tiba melenguh,menikmati tangan dingin yang menyentuhnya.Dia sadar dan membuka kedua matanya,Xinyi langsung melepaskan tangan dingin yang menyentuh dadanya.Dia bangun lalu melirik ke sampingnya,dia melihat Damian yang sedang menatap dirinya.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Xinyi,dia menatap tajam Damian.
"Aku merindukan kamu sayang."Balas Damian,dia langsung memeluk Xinyi dari belakang.
Namun Xinyi melepaskan pelukannya,dia bergegas menjauh dari Damian.Dia tidak ingin mereka bertindak jauh,dia harus segera menyelesaikan tugas sang ratu.Xinyi memilih membersihkan dirinya dan dia benar-benar meninggalkan Damian di ranjangnya.
Damian melihat reaksi Xinyi,dia merasa bersalah terhadap Xinyi.Damian mengira Xinyi marah terhadapnya,karena dia selalu tidur dengan istrinya yang lain dan bahkan tidak pernah tidur lagi dengan Xinyi.
"Biarkan saja dulu,mungkin Xinyi sedang marah terhadapku."Gumam Damian,karena dirinya di abaikan begitu saja oleh Xinyi.
Damian langsung turun dari ranjang Xinyi,dia memilih kembali ke ruangan ibunya.Dia akan menunggu Xinyi di sana,lagipula dirinya di abaikan begitu saja oleh Xinyi.Namun saat dirinya ingin berjalan ke ruang ibunya,dia berpapasan dengan Jane dan Juan yang terlihat begitu akrab.
"Kalian begitu dekat."Ucap Damian,karena melihat istrinya begitu dekat dengan penasihat kerajaan.
"Kami memang dekat,karena berkat pangeran dulu yang menyuruh aku membantu tugas penasihat negara."Balas Jane,dia menatap Damian yang di depannya.
"Kebetulan kita bertemu di sini,kalian ikut bersama aku ke ruang kerja ratu."Perintah Damian,menatap mereka.
"Silahkan pangeran jalan duluan."Ucap Juan,agar dia mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Juan menyuruh Jane berdiri di samping Damian,karena dia tidak ingin di curigai oleh Damian.Dia dari belakang tersenyum kecut,melihat Jane yang berjalan di samping Damian.
"Kamu habis darimana dengan penasihat negara?"Tanya Damian,menengok ke arah Jane.
"Aku tidak sengaja berpapasan dengannya,jadinya aku berjalan sambil mengobrol dengannya."Balas Jane,dia menatap ke arah Damian.
Mereka lanjut berjalan ke ruangan ratu dan tidak ada percakapan lagi di antara mereka.Mereka tidak tau,jika raja sudah menunggu kedatangan mereka di ruang ratu.
...****************...
Xinyi masuk ke dalam ruangan ratu,dia melihat semua orang berkumpul.Dia memberi hormat kepada raja,setelah itu duduk di dekat Aria.
"Karena kalian generasi muda sudah berkumpul,aku begitu tenang sekarang.Aku ingin kalian bekerja sama,membuat negara Wei ini tentram."Ucap raja,dia melihat calon penerusnya.
"Baik raja,kami akan melakukan yang terbaik."Balas mereka,menatap sang raja.
"Aku tidak tau ayah,aku belum bertemu dengan dia sama sekali."Balasnya,menatap sang ayah.
"Bagaimana kalau aku yang menjemputnya?"Tanya Ari,dia mengajukan dirinya untuk menjemput Chelsea.
"Tidak usah,biarkan saja.Sudah terlihat dengan jelas,dia tidak menerima putri Xinyi menjadi seorang ratu.Aku ingin Damian mendisiplinkannya dengan baik."Balas raja,dia ingin Damian menghukum istrinya yang tidak patuh.
"Baik ayah,aku akan mendisiplinkannya.Aku juga tidak suka dengan istriku yang tidak patuh,lantas kenapa ayah mengumpulkan kami di sini?"Tanya Damian,dia menatap sang ayah.
"Perbatasan kita sekarang tidak aman,kita harus memikirkan strategi yang terbaik untuk mengatasi perang ini.Aku ingin perang ini usai,agar pengawal dan rakyat tidak menderita."Balas sang raja,dia memikirkan pengawal dan rakyatnya.
"Bagaimana jika aku datang ke tempat perang,setidaknya aku bisa membantu di sana.Aku tidak bisa menerima,jika kerajaan kita di rugikan."Ujar Xinyi,dia mengajukan dirinya untuk datang ke medan perang.
__ADS_1
"Aku tidak setuju,lebih baik kamu disini.Kita sudah kehilangan ratu,aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan ratu kerajaan ini lagi.Apalagi ini saat-saat penting,karena kamu belum melakukan upacara seorang ratu yang sah.Kita juga harus memikirkan upacara kamu,kamu harus di akui oleh rakyat negara Wei."Ucap sang raja,dia tidak membiarkan Xinyi ikut berperang.
"Baiklah,aku mengikuti ucapan raja.Namun setidaknya,biarkan aku yang membuat strategi perang.Aku tidak bisa diam saja,aku hanya ingin membantu."Balas Xinyi,menatap sang raja dengan serius.
"Aku setuju dengan putri Xinyi,lagi pula kita tidak boleh mendapatkan kerugian dalam perang ini."Ucap Aria,dia juga tidak ingin rakyat negara Wei menderita.
"Baiklah,nanti aku perintahkan pengawal agar dia datang ke medan perang.Aku akan menyuruh pemimpin perang datang ke istana,agar kita tau situasinya seperti apa."Balas sang raja,agar mereka tidak asal-asalan dalam membuat strategi perang.
"Mengenai upacara,apa yang harus kita persiapkan?"Tanya Xinyi,dia menatap sang raja.
"Kamu tidak usah khawatir,kamu persiapkan saja diri kamu.Mengenai sisanya,aku sudah menyuruh para pejabat untuk mempersiapkannya."Balas sang raja,agar Xinyi tidak usah repot-repot mengurus persiapannya nanti.
"Baiklah,aku akan mempersiapkan diriku."Ujar Xinyi,dia harus mempersiapkan dirinya.
"Kalian para putri silahkan pergi,aku ingin berbicara dengan pangeran dan penasihat kerajaan."Perintah sang raja,kepada para putri.
Para putri mengerti dengan ucapan sang raja,mereka langsung pergi meninggalkan ruangan ratu.Setelah keluar dari ruangan ratu,mereka langsung berpencar memilih menyibukkan dirinya sendiri.
Sedangkan Xinyi,dia memilih pergi ke ruangan Jiwei.Dia merasa bosan,jika harus berada di kamarnya sendiri.
"Tumben kamu kesini? Ada apa?"Tanya Jiwei,menatap ke arah Xinyi.
"Aku sungguh bosan,aku ingin mengajak kakak ke taman."Balas Xinyi,berharap Jiwei mau ke taman bersamanya.
"Baiklah,ayo."Ajak Jiwei,dia menyetujui keinginan Xinyi.
Mereka langsung keluar dari ruangan Jiwei,mereka mengikuti keinginan Xinyi untuk pergi ke taman.Mereka berbincang membahas masalah kerajaan,sambil berjalan ke arah taman.
__ADS_1