AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 109


__ADS_3

Xinyi merasakan tubuhnya yang di peluk,bahkan dia merasa nyaman saat ini di dalam pelukannya.Dia merasa aroma tubuhnya tidak asing di indera penciumannya,dia membuka ke dua matanya perlahan.Xinyi terkejut melihat orang yang di hadapannya saat ini,dirinya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.Dia menyentuh wajahnya tampak seperti kenyataan dan Xinyi mencubit pipinya saat ini.


"Aduh sakit,bisakah kamu tidak mencubit pipiku."Protes Jansen,karena Xinyi mencubit pipinya.


"Kenapa kamu ada di ranjangku,cepat kamu pergi dari sini.Aku takut Damian mengetahuinya,nanti yang ada kalian berkelahi lagi."Ucap Xinyi,dia panik melihat Jansen yang ada di hadapannya saat ini.


"Stt,kamu tidak perlu mengkhawatirkannya.Dia sedang asik bercinta dengan wanita yang kemarin menemani dia saat menjemput kamu."Balas Jansen,dia menyimpan jari telunjuknya di bibir Xinyi.


Xinyi terdiam saat ini,dia mengerti Damian sedang dekat dengan Aria.Dia merasa senang mendengarnya,dia akan tetap melaksanakan balas dendamnya tanpa rasa kasihan sama sekali.Dia tersenyum ke arah Jansen saat ini,dia merasa seperti mimpi bisa sedekat ini dengan Jansen.


"Kenapa kamu kesini?"Tanya Xinyi dengan lembut.


"Aku merindukan kamu,jadinya aku ingin bertemu kamu."Jawab Jansen,dia menarik tubuh Xinyi ke dalam pelukannya.


"Aku tidak bisa menemani kamu,aku masih ada pekerjaan penting saat ini."Ucap Xinyi,menatap Jansen dengan sedih.


"Tidak apa-apa,pergilah.Nanti,aku akan menemani kamu bekerja."Balas Jansen,dia mencium kening Xinyi dengan lembut.


Xinyi merasa senang mendengarnya,dia bergegas keluar dari pelukan Jansen.Xinyi bergegas membersihkan tubuhnya,dia langsung keluar dari kamarnya dan menuju ruang kerjanya.Xinyi harus segera menyelesaikan tugasnya,agar dia bisa berduaan dengan Jansen.Baru saja Xinyi duduk di kursinya,dia melihat Jiwei yang masuk begitu saja ke dalam ruangannya.


"Ada apa kak?"Tanya Xinyi,menatap Jiwei.


"Aku memaksa tabib memeriksa keadaan raja kemarin,kamu tau hasil apa yang aku dapatkan."Ujar Jiwei,dia masih tidak percaya dengan hasil tabib kemarin.

__ADS_1


"Apa kak?"Tanya Xinyi,dia penasaran saat ini.


Jiwei ingin mengatakannya,namun dia bingung dengan ekspresi Xinyi nanti.Jiwei takut Xinyi tidak bisa menerima hasilnya,apalagi Jiwei merasa iba terhadap kehidupan Xinyi.Karena Xinyi harus menanggung tanggung jawab pekerjaan raja dan ratu saat ini,dia tidak tau siapa yang sudah membuat raja sakit saat ini.


"Katakan kak,sebenarnya apa yang terjadi dengan raja?"Tanya Xinyi,dia tidak sabaran ingin tau hasilnya.


"Raja sakit parah,dia di racuni saat ini.Racun ini sudah menyerang ke bagian jantungnya,tabib tidak bisa mengobatinya.Karena racun ini sudah menyatu dengan darah,kamu harus siap menanggung dua tugas saat ini."Balas Jiwei,dia menjelaskan kondisi raja terhadap Xinyi.


Xinyi yang mendengarnya kaget,dia menduga ini ulah Juan.Karena hanya dia yang berani meracuni keluarga kerajaan,namun bagaimana dia bisa melakukannya.Bahkan,dia tidak tau posisi Juan saat ini.


"Apa tidak ada cara lain untuk menyembuhkan raja saat ini?"Tanya Xinyi,dia berharap ada cara lain saat ini.


Xinyi menatap Jiwei yang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban terhadap dirinya,membuatnya saat ini pasrah dengan apa yang terjadi.Xinyi merasa begitu berat saat ini,dia tidak ingin hidupnya terus-terusan mengurus negara.Sedangkan,penerus raja saja tidak memikirkannya sama sekali saat ini.


"Aku menyerah kak."Keluh Xinyi,dia merasa bebannya begitu berat.


Xinyi menatap ke arah Jiwei,dia tidak mengerti dengan perkataan Jiwei barusan.Xinyi langsung melihat ke sampingnya,dia kaget Jansen berada di ruangannya saat ini.Dia menatap ke arah Jiwei saat ini,karena sejak kapan Jiwei mengetahui Jansen berada di ruangannya saat ini.


"Kamu sudah mendengarnya bukan?"Tanya Jiwei,menatap Jansen saat ini.


"Aku mendengar semuanya,aku tidak ingin Xinyi menanggung beban seberat ini.Jika Damian tidak bisa di andalkan,lebih baik lenyapkan saja Damian sekalian."Balas Jansen,dia merasa Damian hanya beban untuk Xinyi.


Mereka terkejut dengan ucapan Jansen,karena mereka tidak percaya dengan ucapan Jansen saat ini.Mereka menduga Jansen orang yang begitu anti dalam hal membunuh,namun mereka tercengang dengan ucapan yang terlontar dari mulut Jansen.

__ADS_1


"Jangan sembarangan,kamu mau Xinyi jadi seorang janda."Ucap Jiwei,dia merasa heran dengan pikiran Jansen.


"Itu lebih bagus,agar aku bisa bebas bersama Xinyi."Balas Jansen,dia tersenyum penuh arti terhadap Jiwei.


"Sudahlah,aku pusing memikirkannya."Ujar Xinyi,dia memijat kepalanya yang pusing saat ini.


Jansen yang melihat Xinyi pusing,dia membantu Xinyi memijat kepalanya.Dia khawatir dengan kondisi Xinyi saat ini,dia tidak ingin Xinyi jatuh sakit.


"Kenapa kamu ada di sini?"Tanya Jiwei,menatap Jansen yang sedang memijat kepala Xinyi.


"Aku merindukannya,jadi aku kemari untuk bertemu dengan Xinyi."Jawab Jansen dengan enteng.


Jiwei menggelengkan kepalanya,menurutnya Jansen terlalu nekad datang ke istana.Dia khawatir Jansen tertangkap,pada akhirnya dia di tuduh sebagai penyusup.Jiwei menatap heran terhadap Jansen dan Xinyi,mereka benar-benar memiliki perasaan satu sama lain sekarang.Jika Damian melihat mereka seperti ini,mungkin Damian akan marah dan memukul Jansen saat ini.


"Sudahlah,kalian jangan terlalu sering bersama.Aku takut,kalian nanti terkena masalah.Aku kembali lagi mengerjakan tugasku,ingat jangan macam-macam terhadap adikku."Ucap Jiwei,dia mengingatkan Jansen.


Mereka melihat Jiwei yang pergi dari hadapan mereka,kini mereka saling bertatapan satu sama lain.Mereka saling melempar senyum,seolah mereka mengerti dengan perasaan mereka sekarang.


"Apa kamu pusing?"Tanya Jansen,dia khawatir terhadap Xinyi.


"Iya,aku sangat pusing saat ini.Aku butuh istirahat sekarang."Jawab Xinyi,menatap Jansen yang sedang mengkhawatirkan dirinya.


Jansen mengerti dengan ucapan Xinyi,dia merasa kasihan terhadap Xinyi.Apalagi,Damian tidak bisa diandalkan sama sekali.Damian hanya beban untuk Xinyi,dia tidak pantas bersanding dengan Xinyi.Jansen cepat atau lambat dirinya akan melenyapkan Damian,agar Damian tidak menjadi penghalangnya di antara dirinya dan Xinyi.

__ADS_1


"Yasudah,kamu istirahat saja.Agar pusing kamu hilang,aku tidak akan mengganggu kamu."Ucap Jansen,agar Xinyi bisa istirahat.


Xinyi mengangguk mengerti dengan ucapan Jansen,dia merasa senang di perhatikan Jansen.Dia melihat Jansen yang pergi meninggalkan dirinya sendirian saat ini,Xinyi langsung memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar.Dia merasa kepalanya begitu pusing dan memilih untuk tidur saat ini.


__ADS_2