AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 75


__ADS_3

Acara masih berlanjut,Xinyi permisi duluan.Karena dia merasa lelah dan raja mengizinkan Xinyi untuk istirahat duluan.Tindakan Xinyi di lihat oleh Jansen,dia mengikuti Xinyi dari belakang.Setelah yakin tidak ada orang yang melihat mereka,Jansen langsung membekap Xinyi dan menggendong Xinyi pergi ke arah labirin.


Xinyi yang berjalan santai,karena merasa lelah.Dia kaget dengan seseorang yang membekapnya dan bahkan dia tidak bisa berteriak.Dia saja langsung di gendong oleh orang itu dan di bawa pergi entah kemana.Xinyi merasa was-was sekarang,dia merasakan takut di dalam hatinya.Apalagi dia tidak bisa melihat dengan jelas,karena tidak ada pencahayaan sama sekali.


Jansen langsung menurunkan Xinyi dan melepaskan bekapan Xinyi.Dia tersenyum,karena Xinyi tiba-tiba menjauh darinya.


"Siapa kamu?"Tanya Xinyi dengan panik saat ini.


"Kamu tidak usah panik,aku Jansen Xin."Balasnya,sambil tertawa kecil di hadapan Xinyi.


"Tidak lucu sama sekali,buat apa kamu tertawa seperti itu.Kenapa kamu harus bertindak seperti itu."Sewot Xinyi,karena ada perasaan takut di dalam hatinya.


"Agar tidak ada orang yang melihat kita,maafkan aku Xin."Ucap Jansen,dia mendekat ke arah Xinyi.


"Kamu membuat aku takut."Balas Xinyi,dia masih merasakan debaran jantungnya yang ketakutan.


"Maaf,maaf.Aku tidak tau,kamu akan begitu ketakutan seperti itu."Ucap Jansen,dia langsung menarik tangan Xinyi dan memeluk tubuh Xinyi.


Xinyi yang di tarik seperti itu,dia terdiam saat ini.Apalagi tubuhnya di peluk oleh Jansen,entah kenapa dirinya merasa tenang saat ini.


"Kamu tau Xin,aku begitu tidak ingin kamu di lihat banyak orang saat tadi.Apalagi,kamu begitu cantik malam ini."Ucap Jansen,dia mengelus rambut Xinyi.


Namun Xinyi hanya diam saja,dia tidak tau harus berkata apa sekarang.Dia juga bingung dengan dirinya saat ini,dia merasa harus menjaga jarak dari Jansen.Karena dia sudah bertekad untuk balas dendam dan dia tidak ingin melibatkan Jansen sama sekali.


Xinyi merasakan Jansen melepaskan pelukannya,bahkan tangan Jansen mengangkat dagunya.Agar dia bisa melihat wajah Jansen,namun percuma saja dia tidak bisa melihatnya dengan suasana lingkungan mereka yang begitu gelap saat ini.


"Tidak bisakah,kamu bicara Xin? Aku begitu merindukan kamu,bahkan aku ingin melihat kamu tertawa lagi saat bersama diriku kemarin."Pinta Jansen,menyentuh lembut bibir Xinyi.


"Maaf,aku yang bersama kamu kemarin dan aku yang berada di istana sekarang jelas berbeda Jansen."Balas Xinyi,agar Jansen tidak larut dengan tindakan mereka saat itu.

__ADS_1


Jansen langsung mendekatkan wajahnya,dia mencium bibir Xinyi dengan lembut.Dia menarik tubuh Xinyi ke dalam tubuhnya,biarkan rembulan malam yang menjadi saksi cinta dirinya terhadap Xinyi.


Xinyi terkejut dengan tindakan Jansen yang tiba-tiba,bahkan dia tidak bisa menolaknya sama sekali.Dia membalas ciuman Jansen yang begitu lembut terhadapnya,dia melingkarkan tangannya di leher Jansen.


Mereka sama-sama menikmati ciuman mereka saat ini,Jansen langsung mengangkat tubuh Xinyi.Dia berjalan semakin dalam memasuki labirin istana,hingga mereka berada di ujung labirin dan dimana mereka saat itu melompati dinding untuk keluar dari istana.


Xinyi merasakan tubuhnya menempel pada dinding,apalagi dia merasakan ciuman lembut yang di berikan Jansen terhadapnya.Dia menikmati ciuman lembut yang di berikan Jansen dan dia melepaskan ciumannya merasa butuh menghirup oksigen saat ini.


"Hah,hah."Deru nafas Xinyi,mengatur nafasnya.


"Kamu begitu cantik Xin."Ucap Jansen,sambil mendengar deru nafas Xinyi yang memburu.


"Terimakasih."Balas Xinyi,dia masih melingkarkan tangannya di leher Jansen.Apalagi tubuhnya masih menempel di dinding dan kakinya melingkar di tubuh Jansen.


"Xin,tidak bisakah kita pergi dari istana?"Tanya Jansen,mendekatkan keningnya terhadap Xinyi.


"Tidak bisa,ini sudah malam Jansen."Balasnya,begitu takut terjatuh saat ini.


Xinyi merasa geli dengan tindakan Jansen,dia merasa geli dan tubuhnya merasa panas saat ini.Apalagi merasakan nafas Jansen yang ada di lehernya,membuat tubuhnya benar-benar panas.


"Jansen geli."Ucap Xinyi tertawa kecil,sambil meremas rambut Jansen.


Jansen tersenyum mendengar tawa Xinyi,dia begitu senang mendengar tawa Xinyi saat ini.Jansen begitu bahagia mendengar tawa Xinyi,apalagi tawa Xinyi di sebabkan oleh dirinya sendiri.


"Benarkah geli?"Tanya Jansen,dia menghentikan tindakannya.


"Sangat geli."Balas Xinyi,apalagi tubuhnya begitu panas saat ini.


"Aku senang mendengar kamu tertawa seperti itu."Ucap Jansen,dia langsung menurunkan Xinyi perlahan.

__ADS_1


"Hah."Kaget Xinyi,mendengar ucapan Jansen yang aneh.


"Aku mencintai kamu Xin."Ucap Jansen,dia menarik kepala Xinyi.


Jansen mencium Xinyi kembali,dia memperlakukan Xinyi dengan begitu lembut.Jansen merasa Xinyi pusat kebahagiaannya sekarang,meski dia tau perasaannya salah karena sudah mencintai istri orang lain.


Xinyi menerima ciuman lembut Jansen,dia merasa begitu terbawa suasana saat ini.Dia meremas rambut Jansen,menerima ciuman lembut yang di berikan Jansen untuk dirinya.Dia merasa ingin lebih dari Jansen,apalagi tubuhnya sangat panas saat ini.


Xinyi merasakan debaran jantungnya semakin gila saat ini,apalagi dia begitu rakus membalas ciuman Jansen.Xinyi merasa dia menjadi dirinya sendiri saat bersama Jansen,bahkan pikirannya tenang bersama Jansen.


Jansen melepaskan ciuman mereka,karena merasa gairahnya terpancing saat ini.Dia tidak ingin melakukan hal di luar batas,apalagi dia takut Xinyi tidak menginginkan dirinya sama sekali.Dia langsung membelai rambut Xinyi dengan lembut,merasa harus menahan api panas dalam tubuhnya.


"Aku tidak ingin berada di luar batas,aku tidak ingin kamu menjauh dari aku."Ucap Jansen,dia terus terang di hadapan Xinyi.


"Kamu benar,kita jangan sampai berada di luar batas.Aku tidak ingin kamu berada dalam masalah,karena perbuatan kita yang di luar batas."Balas Xinyi,merasa perkataan Jansen benar.


"Baiklah,rembulan hari ini begitu indah.Apa lagi,semakin indah saat bersama kamu."Ucap Jansen,menggombal di hadapan Xinyi.


"Kamu ada-ada saja,angin malam begitu dingin."Ujar Xinyi,dia merasa tubuhnya kedinginan.


Jansen langsung memeluk tubuh Xinyi,agar Xinyi tidak kedinginan sama sekali.


"Sekarang tidak dingin kan?"Tanya Jansen,sambil tersenyum.Karena memeluk wanita yang di cintainya.


"Lebih baik,aku pergi ke kamar dan mengganti pakaianku.Agar aku tidak masuk angin."Ucap Xinyi,karena takut dirinya sakit.


"Baiklah,pejamkan mata kamu."Perintah Jansen,dia melepaskan pelukannya.


Xinyi mengikuti ucapan Jansen,dia memejamkan matanya saat ini.Xinyi merasa tubuhnya di gendong Jansen dan dia merasakan angin kencang yang menyentuh tubuhnya.

__ADS_1


Mereka langsung meninggalkan labirin istana dan menggunakan jurus peringan tubuh untuk masuk ke dalam istana.Bahkan,mereka menuju kamar Xinyi tanpa di ketahui oleh orang lain.


__ADS_2