AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 111


__ADS_3

Xinyi menatap jendela kamarnya,dia belum bertemu Jansen lagi.Setelah Jansen dan Jiwei bertemu di ruangannya saat ini,dia tidak tau Jansen pergi kemana saat ini.Padahal,selama dirinya dekat Jansen.dia merasa beban di pundaknya hilang begitu saja,seolah Jansen adalah pelengkap hidupnya.Xinyi termenung,dia harus mulai mempersiapkan dirinya menghancurkan Damian saat ini.


"Kenapa kamu melamun?"Tanya Jansen,dia melihat Xinyi yang menatap ke arah luar jendela.


"Kamu kemana saja,aku menunggu kamu."Balas Xinyi,menatap Jansen di luar jendela.


"Kamu mau ikut dengan aku?"Ajak Jansen,dia memberi senyuman kepada Xinyi.


"Boleh,aku merasa bosan di istana."Jawab Xinyi,dia senang mendengar ajakan Jansen.


"Baiklah,aku tunggu di tempat biasa.Jangan lama-lama."Perintah Jansen,menatap Xinyi dengan lembut.


Xinyi mengangguk tersenyum kepada Jansen,dia melihat kepergian Jansen saat ini.Xinyi bergegas merias wajahnya sedikit,dia langsung keluar kamarnya.Xinyi berjalan dengan cepat ke arah labirin,dia menoleh ke kiri dan kanan memastikan tidak ada orang yang melihatnya.Setelah itu,dia langsung masuk ke dalam labirin.Xinyi bergegas menelusuri labirin,bibirnya tersenyum merekah melihat Jansen yang sedang menunggu dirinya saat ini.


"Kamu merias wajah kamu?"Tanya Jansen,dia melihat wajah Xinyi saat ini.


"Iya,hanya sedikit."Jawab Xinyi,merasa malu mendengar ucapan Jansen.


"Yasudah,aku angkat tubuh kamu.Kita melompati dinding ini."Ucap Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


Xinyi mengangguk setuju,kini tubuhnya di angkat Jansen.Mereka melompati dinding dan berhasil keluar dari istana,Xinyi masih menatap wajah Jansen saat ini.Semakin dia menatap Jansen,semakin dirinya terpesona terhadap Jansen.


"Kamu membawa kuda ini?"Tanya Xinyi,menatap kuda putih milik Jansen.


"Iya,agar aku bisa berjalan dengan kamu memakai kudaku."Balas Jansen,dia menurunkan Xinyi saat ini.


"Yasudah,aku ingin naik."Ucap Xinyi,agar mereka bisa menaiki kuda bersama lagi.


Kini mereka berada di atas kuda yang sama,mereka berjalan perlahan saat ini.Mereka menikmati waktu yang ada,perasaan mereka berdegup kencang saat ini.Karena mereka begitu dekat seperti ini,membuat hati mereka sama-sama merasakan kehangatan.

__ADS_1


"Apa kamu tidak di cari orang tua kamu,karena kamu di sini bersamaku."Ucap Xinyi,sambil menatap ke arah depan.


"Tenang saja,mereka setuju dengan aku bersama kamu.Asal kamu saat ini berpisah dengan Damian,mereka lebih senang seperti itu."Balas Jansen,mengungkapkan perkataan orang tuanya.


"Tapi,aku belum berpisah sama sekali dengannya."Ucap Xinyi,merasa bersalah terhadap Jansen.


"Tidak apa-apa,aku akan merebut kamu dari dia."Balas Jansen,dia menghentikan kudanya saat ini.


"Kenapa berhenti?"Tanya Xinyi,karena mereka berhenti saat ini.


Jansen memeluk Xinyi dari belakang,dia begitu merindukan wanita yang ada di depannya saat ini.Jansen menghirup aroma tubuh Xinyi dengan rakus,dia begitu tidak ingin berpisah dengan Xinyi sama sekali.


Xinyi merasakan Jansen yang memeluknya begitu erat saat ini,dia merasa heran dengan tindakan Jansen.Bahkan,dia merasakan nafas Jansen begitu dekat dengan lehernya.Membuatnya,merasa geli saat ini.Xinyi memegang tangan Jansen,dia tau Jansen merindukan dirinya saat ini.Xinyi bersandar di dada Jansen,dia menikmati suasana bersama Jansen saat ini.


"Aku merindukan kamu."Ucap Jansen,dia mencium rambut Xinyi saat ini.


"Kamu tau,kepergian kamu membuat aku terobsesi dengan kamu.Aku merasa begitu rindu terhadap kamu,aku ingin kamu berada di sampingku dan aku setiap hari memeluk kamu."Ucap Jansen,dia mengungkapkan isi hatinya.


"Maafkan aku,karena aku membuat kamu jadi terobsesi dengan diriku."Balas Xinyi,dia merasa semakin bersalah saat ini.


Xinyi merasakan tangan Jansen yang masuk ke dalam pakaiannya,dia menyentuh gundukan kenyalnya saat ini.Xinyi merasa debaran jantungnya semakin tidak karuan,bahkan dia takut terjatuh saat ini.


"Jansen."Panggil Xinyi merasa tidak karuan saat ini.


"Hmmm."Balas Jansen,dia menikmati tindakannya terhadap gundukan kenyal Xinyi.


"Aku merasa tubuh aku panas dan aku juga takut terjatuh."Ucap Xinyi,terus terang di hadapan Jansen.


"Kamu tidak akan jatuh,kamu rileks saja saat ini."Perintah Jansen,agar Xinyi tenang saat ini.

__ADS_1


Xinyi semakin merasa tidak karuan,karena merasakan permainan Jansen di dadanya.Dia merasa tubuhnya benar-benar tidak bisa menahan rasa panas dan ingin Jansen berhenti melakukan tindakannya.


"Heung."Lenguh Xinyi,karena sudah tidak karuan saat ini.


Jansen menghentikan tindakannya,dia mendengar nafas Xinyi yang tersengal-sengal.Jansen tersenyum mendengarnya,karena Xinyi menikmati tindakannya saat ini.Jansen berbicara di telinga Xinyi,bahwa dia senang mendengar lenguhan Xinyi tadi.


Xinyi yang mendengar perkataan Jansen merasa malu,dia benar-benar tidak bisa menahan lenguhan itu.Karena itu secara spontan keluar dari mulutnya begitu saja,itu semua karena tindakan Jansen terhadap tubuhnya.


"Aku menginginkan kamu."Ucap Jansen,dia berbicara di telinga Xinyi.


"Kamu bercanda?"Tanya Xinyi,tidak mungkin mereka melakukannya di atas kuda.


"Aku tidak bercanda sayang,aku benar-benar menginginkan kamu saat ini."Balas Jansen,meniup leher Xinyi yang ada di depannya saat ini.


"Bukan waktu yang tepat,ayo kita kembali.Aku harus menyelesaikan tugasku saat ini,kamu harus bersabar."Ucap Xinyi,dia menyuruh Jansen mengantarkan dirinya kembali.


"Baiklah,aku akan bersabar menunggu kamu."Balas Jansen,dia menuruti keinginan Xinyi.


Xinyi yang mendengar ucapan Jansen begitu senang saat ini,mereka memilih kembali ke istana.Meski sebenarnya,mereka tidak ingin kembali ke sana.Namun Xinyi juga tidak bisa melupakan tugasnya,apalagi Damian benar-benar tidak bisa membantunya sama sekali.Malah Jansen sendiri yang ingin membantu pekerjaannya,membuat dia merasa senang mendengarnya.


Mereka sekarang berada di istana,Xinyi bergegas ke ruangannya saat ini.Setelah itu,dia di susul Jansen yang masuk ke dalam ruangannya.Mereka sama-sama mengurus tugas negara Xinyi,karena Jansen merasa kasihan terhadap Xinyi.


Mereka benar-benar bekerja sama dengan baik,apalagi Jansen benar-benar tidak ingin membuat Xinyi terbebani oleh tugasnya ini.Meski dia seorang pangeran,Jansen mengerti dengan tugas-tugas Xinyi.Karena dia selalu membantu tugas adiknya di negara Xing,membuat dia mengerti dengan tugas Xinyi saat ini.


"Aku tidak bisa lama-lama,aku harus pergi."Ucap Jansen,dia menyerahkan tugas Xinyi yang sudah selesai.


"Kamu hati-hati,terimakasih sudah membantuku."Balas Xinyi,dia merasa senang Jansen membantunya.


Xinyi melihat Jansen yang mengangguk dan tersenyum ke arahnya,dia melihat Jansen yang pergi meninggalkan dirinya di ruang kerjanya.Xinyi langsung kembali menyelesaikan pekerjaannya,agar dia bisa istirahat.

__ADS_1


__ADS_2