AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 32


__ADS_3

Damian sampai di posko,dia langsung menghampiri pelayan menanyakan keberadaan Xinyi.Dia masuk ke dalam tenda dan melihat Xinyi yang tidur,dia menyimpan barangnya dengan hati-hati.Damian langsung berjalan ke arah Xinyi,dia menatap wajah Xinyi yang cantik saat tidur.


Dia meninggalkan Xinyi dan mencari keberadaan orang tuanya,dia masuk ke dalam tenda orang tuanya.Dia melihat ayah dan ibunya yang sedang sibuk,dia duduk memperhatikan mereka.


"Kalian begitu sibuk dan mengacuhkan aku."Ucap Damian,memperhatikan orang tuanya.


"Ayolah,kamu tidak mengerti dengan kesibukan kami."Jawab sang ayah.


"Kenapa kalian tidak memberitahu aku,jika perbatasan di serang."Protes Damian,melihat wajah orang tuanya.


"Kamu baru saja menikah,aku saja setelah menerima kabar langsung pergi.Mana mungkin aku memberitahu kamu,apalagi saat itu kamu masih menyambut para tamu kita."Ucap Raja,begitu heran dengan anaknya.


"Ibu juga,membawa istriku pergi begitu saja.Kenapa tidak memberitahu aku sama sekali."Protes Damian,menatap kecewa pada sang ibu.


"Ibu tidak ingat sama kamu,lagian bukannya kamu seharian tidak keluar kamar."Jawab sang ibu,menatap anaknya lekat.


Damian menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia berpikir memang dirinya tidak keluar kamar seharian.Apalagi,dia begitu bersemangat dengan percintaannya bersama Jane.Sampai dia sendiri juga,tidak ingat terhadap Xinyi istrinya.


"Kamu sebenarnya menyukai siapa?"Tanya sang ibu memastikan.


"Aku menyukai Xinyi bu."Jawab Damian bersungguh-sungguh.


"Tapi saat kamu menikah dengan Xinyi,kamu saja seharian tidak di dalam kamar.Namun sekarang,setelah menikah dengan Jane kamu tidak keluar kamar seharian."Ucap sang ibu,melihat wajah anaknya dengan serius.


"Sudahlah bu,aku pergi dulu beristirahat."Balas Damian.

__ADS_1


Damian tidak mungkin menceritakannya pada sang ibu,dia hanya ingin membuat Xinyi jatuh cinta terhadapnya.Apalagi,dia ingin memastikan perasaannya dulu.Dia akan mencerna ucapan sang ibu kepadanya,dia juga merasa dirinya begitu tidak adil terhadap Xinyi.


...****************...


Sorenya,Xinyi bangun dari tidurnya.Dia merasa tubuhnya sangat lengket,dia turun dari ranjangnya dan mengambil pakaiannya.Xinyi keluar tenda dan berjalan meninggalkan posko,dia berjalan ke arah danau.


Damian melihat Xinyi yang berjalan menjauhi posko,dia mengikuti Xinyi dari belakang.Dia heran,kenapa Xinyi menjauhi posko.Dia melihat Xinyi yang berhenti di tepi danau,Dia melihat Xinyi yang mendekati semak-semak.


Xinyi turun ke danau berhati-hati,karena dia takut terpeleset.Xinyi memasukkan tubuhnya ke air,dia merasa tubuhnya sangat segar sekarang.Xinyi kaget,saat seseorang menarik kakinya dari dalam danau.Membuat tubuh Xinyi refleks hilang keseimbangan dan tubuhnya semakin masuk ke dalam air danau.


Damian memeluk Xinyi dari dalam danau,dia langsung mengangkat Xinyi.Karena tidak ingin Xinyi kehilangan nafas,dia melihat Xinyi yang mengatur deru nafasnya sendiri.


Xinyi menatap Damian di hadapannya,dia kaget dengan keberadaan Damian sekarang.Dia mengatur deru nafasnya,dia kira yang menarik kakinya binatang dan ternyata Damian yang menarik kakinya.Xinyi kaget,Damian menarik tubuhnya mendekat ke arah Damian.


Mereka saling bertatapan satu sama lain,mereka sama-sama terkunci dengan tatapan yang mereka berikan.Mereka seperti tersihir dengan keberadaan mereka sendiri,perlahan mereka berciuman di dalam danau.


Damian menatap lekat pada Xinyi,dia melihat Xinyi yang kehabisan nafas olehnya.Dia membopong Xinyi ke tepi danau,dia mendudukan Xinyi di tepi danau.


Xinyi menatap Damian yang masih di dalam danau,sedangkan dirinya duduk di tepi danau.Xinyi masih merasakan tangan Damian memegang pinggangnya,dia menatap Damian dengan lekat.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku,ketika kamu pergi ke sini?"Tanya Damian,menatap lekat pada Xinyi.


"Aku lupa,lagi pula itu bukan urusan kamu."Jawab Xinyi,memalingkan mukanya di hadapan Damian.


"Cepat kamu berganti pakaian,nanti kamu sakit."Perintah Damian,karena tidak ingin istrinya sakit.

__ADS_1


Xinyi tidak memperdulikan ucapan Damian,dia berdiri dari duduknya.Xinyi langsung menutupi tubuhnya,dia berjalan meninggalkan danau.Dia tidak akan memperdulikan Damian sama sekali,lagi pula masih tersimpan dengan jelas rasa sakit di dalam dirinya.


Setelah rapi dengan pakaiannya,Xinyi langsung pergi ke tenda pengobatan.Dia melihat banyak prajurit yang terluka,dia merasa shock dengan apa yang di lihatnya sekarang.Bahkan bau darah menyengat di hidungnya,dia berjalan ke arah pelayan untuk membantu mereka.


"Ada yang bisa ku bantu?"Tanya Xinyi,menghampiri pelayan yang menyiapkan obat.


"Kenapa putri kesini,jika yang mulia tau bahaya.Kami tidak ingin terkena hukuman putri,silahkan putri keluar dari tenda pengobatan."Usir pelayan,tidak menghiraukan Xinyi.


"Aku yang akan bertanggung jawab,cepat berikan obatnya.Biar aku mengobati prajurit,tanpa prajurit hidup kita takan aman."Ucap Xinyi,tidak perduli dengan peringatan pelayan.


"Tidak bisa,silahkan putri keluar dari sini."Perintah pelayan dengan tegas.


Xinyi kesal dengan pelayan yang selalu mengusirnya,dia memperhatikan sekitar mencari pelayan yang kerepotan.Dia menemukannya dan langsung bergegas kepada pelayan tersebut,dia langsung mengambil alih pekerjaan pelayan dengan paksaan.Xinyi langsung memberikan obat kepada prajurit dengan cekatan,dia tidak memperdulikan tatapan mata pelayan terhadap dirinya.


"Tidak usah melihatku seperti itu,cepat kerjakan tugas yang lain."Perintah Xinyi.


Pelayan terpaksa menuruti perkataan Xinyi,apalagi Xinyi begitu susah di usir.Bahkan Xinyi tetap kekeuh ingin membantu mereka,mereka terpaksa membiarkannya.Karena mereka tidak ingin di hukum,karena begitu secara terang-terangan menolak bantuan dari Xinyi.


Xinyi dengan telaten mengobati para prajurit,menurutnya prajurit pilar negara Wei.Tanpa prajurit,mereka tidak akan hidup dengan nyaman.Sudah seharusnya,jika dia membantu prajurit yang terluka.Dia sebisa mungkin,besok akan ikut berperang membantu para prajurit.Apalagi,dirinya sudah berpengalaman dalam berperang saat di kehidupannya yang dulu.


Setelah selesai membantu di tenda pengobatan,Xinyi keluar dari tenda pengobatan.Dia langsung mencari ketua pasukan,karena dirinya akan ikut bergabung untuk perang besok.


"Ada apa putri mencariku?"Tanya ketua pasukan,menatap Xinyi di hadapannya.


"Aku akan ikut berperang besok,ketua tolong siapkan baju perang untukku."Balas Xinyi,agar ketua menyiapkan baju perang untuknya.

__ADS_1


"Baik putri."Ucap ketua,menyetujui permintaan Xinyi.


Xinyi langsung meninggalkan ketua,dia sudah tidak sabar ingin hari berganti esok pagi.Dia sangat ingin ikut berperang,apalagi dia sangat ingin perang berakhir.Dia tidak ingin melihat prajurit yang terluka lagi,perang ini harus segera di akhiri secepatnya demi keamanan rakyat negara Wei.


__ADS_2