
Dua minggu berlalu,Damian mengumpulkan para putri di ruangannya.Damian menatap para putri yang berada di hadapannya dengan intens,mereka membantu urusan kerajaan dengan baik.
"Aku akan menikahi putri Xinyi."Ucap Damian di depan para putri.
Xinyi yang mendengar ucapan Damian langsung menatapnya,dia tidak habis pikir dengan pikiran Damian.Xinyi sangat tidak ingin masuk istana,tapi kenapa dirinya yang akan di nikahi Damian.
"Lantas,bagaimana dengan kami?"Tanya Chelsea,menatap Damian dengan berani.
"Ada dua pilihan untuk kalian."Jawab Damian,menatap mereka dengan intens.
"Pilihan apa?"Tanya Aria,menatap wajah Damian penuh kebingungan.
"Jadi selir atau kalian bekerja di istana."Balas Damian,membuat mereka semakin bingung.
"Apa kami bisa pulang dulu untuk memikirkannya?"Tanya Chelsea,berharap bisa bertukar pikiran dengan ayahnya.
"Kalian pikirkan baik-baik di sini,aku tidak ingin pikiran kalian di cuci oleh orang tua kalian."Balas Damian,sudah tau orang tua mereka ingin putrinya menikah dengan dirinya.
"Aku ingin bekerja dengan penasihat negara."Ucap Jane yakin dan menatap Damian.
"Aku tidak setuju."Ujar Xinyi,dia takut Jane menghasut Damian seperti kehidupannya yang dulu.
"Kenapa kamu tidak setuju."Balas Jane,dia langsung menatap tajam Xinyi.
"Aku tidak setuju,kamu bekerja sama dengan penasihat negara.Aku tau sifat kamu yang selalu gegabah dalam bertindak,aku tidak ingin negara Wei di celakai oleh kamu."Ucap Xinyi terus terang di hadapan Jane.
"Benar,aku juga tidak setuju."Ujar Putri Aria,mendukung Xinyi terang-terangan.
"Kalian bersekongkol?"Tanya Jane,menatap kesal pada Aria dan Xinyi.
"Tidak."Ucap mereka,begitu kompak menatap Jane.
"Aku ingin jadi selir saja."Ucap Chelsea,membuat mereka menoleh.
"Tidak cocok."Balas Aria,menatap jijik kepada Chelsea.
"Maksud kamu apa?"Tanya Chelsea,tidak terima dengan penghinaan Aria.
"Cukup!"Bentak Damian,merasa pusing dengan perdebatan para putri di hadapannya.
__ADS_1
Mereka langsung terdiam dengan bentakan Damian,Damian menatap para putri dengan heran.Damian tidak habis pikir,mereka asik berdebat dan tidak memperdulikan dirinya.
"Kalian semua menikah denganku."Ucap Damian tegas dan langsung memutuskan begitu saja.
Xinyi menatap Damian dengan tajam,dirinya tidak suka di selingkuhi dengan wanita lain.Xinyi lebih baik mundur dari pernikahannya dan pergi dari negara Wei.
"Maaf aku tidak berminat."Ucap Xinyi,dia memecahkan keheningan.
"Tidak berminat apa?"Tanya Damian,menatap Xinyi dengan lekat.
"Aku tidak ingin menikah dengan pangeran,karena aku tidak suka di selingkuhi."Jawab Xinyi,menatap lurus ke arah Damian.
"Kamu egois."Ujar Chelsea,merasa kesal dengan Xinyi.
"Aku memilih jalan hidupku sendiri dan aku tidak suka di atur oleh siapapun."Balas Xinyi,dia marah mendengar ucapan Chelsea.
"Aku setuju dengan putri Xinyi,aku juga sama tidak ingin di selingkuhi."Ujar Aria,dia mendukung ucapan Xinyi.
"Kalian tidak bisa menolak,keputusan yang sudah aku buat."Ucap Damian marah,mendengar Xinyi yang tidak ingin menikah dengan dirinya.
"Pangeran egois."Balas Xinyi,dia langsung memalingkan wajahnya dari Damian.
"Aku tidak ingin menikah pangeran,aku hanya ingin kerja membantu penasihat negara."Ucap Jane,masih kekeuh memilih kekasih kecilnya.
"Aku tidak apa-apa,aku tetap ingin jadi selir saja."Ucap Chelsea,karena ingin menikah dengan Damian.
"Kalian membuat aku pusing,silahkan kalian pergi dari ruanganku."Ucap Damian,begitu pusing menghadapi sikap para putri di hadapannya.
Para putri pergi meninggalkan ruangan Damian dengan perasaan kesal di hati mereka,apalagi Xinyi yang tidak ingin menikah dengan musuh di kehidupan lamanya.
"Apa yang harus aku lakukan."Pikir Xinyi,tidak rela menikah dengan Damian.
Xinyi gelisah di kamarnya,dia tidak ingin menikah dengan Damian.Xinyi juga tidak suka,jika dirinya di selingkuhi Damian.
Sedangkan Damian yang berada di ruangannya merasa pusing,apalagi penolakan Xinyi yang begitu terang-terangan di hadapannya.Damian hanya ingin Xinyi jadi ratunya dan para putri yang lain Damian jadikan selir,agar bisa memantau pergerakan orang tua mereka.
"Aku harus membujuk Xinyi ke kamarnya."Ucap Damian dengan yakin.
Damian meninggalkan ruangannya,dia menyelinap ke jendela kamar Xinyi.Damian hanya ingin menceritakan rencana yang dia buat kepada Xinyi,agar Xinyi menyetujui ucapannya.
__ADS_1
Xinyi melihat ke arah jendela,dia melihat Damian berada di jendela kamarnya.Xinyi melangkah menghampiri Damian yang menunggu dirinya di jendela,dia kesal kenapa Damian berada di jendelanya.
"Ada apa pangeran kesini?"Tanya Xinyi,menatap Damian di luar jendela.
"Aku butuh bantuan kamu."Balas Damian,berharap Xinyi mau membantunya.
"Bantuan apa?"Tanya Xinyi,begitu heran dengan ucapan Damian.
"Kamu setujui pernikahan ini dan kamu terima mereka jadi selir,aku butuh bantuan kamu untuk memata-matai mereka."Balas Damian,memohon terhadap Xinyi.
"Apa keuntungan buat aku?"Tanya Xinyi,dia menantang Damian.
"Apapun keinginan kamu,akan aku setujui."Balas Damian memelas di hadapan Xinyi.
"Benarkah?"Tanya Xinyi,tidak percaya dengan ucapan laki-laki di hadapannya.
"Iya benar,aku sangat butuh bantuan kamu."Balas Damian,dia menatap Xinyi dengan tulus.
"Baiklah,aku akan membantu kamu."Ujar Xinyi,mau membantu Damian.
"Aku lega mendengarnya,terima kasih."Ucap Damian senang dan langsung pergi meninggalkan Xinyi.
"Tidak sopan sama sekali,begini kah sikap seorang pangeran."Gerutu Xinyi,begitu kesal dengan tindakan Damian.
Xinyi kesal pada dirinya sendiri,kenapa dia mau membantu Damian.Xinyi merasa dirinya di jebak oleh perkataan Damian dan sekarang dirinya sangat marah.
"Sial,aku di tipu oleh ucapannya."Ujar Xinyi,dia langsung menggebrak ranjangnya.
Xinyi menenangkan pikirannya,agar dirinya tidak sekesal ini.Xinyi mengatur nafasnya untuk tetap tenang dan tidak emosi sama sekali.
"Ayo,tenang Xin."Ucap Xinyi,menyemangati dirinya yang sedang kesal.
Xinyi memilih membaringkan tubuhnya dan melupakan segala hal yang membuatnya kesal.Xinyi semakin kesal dengan dirinya sendiri,bahkan merasa melihat bayangan Damian yang sedang mentertawakan dirinya.
"Bisa-bisa aku jadi gila,jika seperti ini terus."Ucap Xinyi,semakin merasa kesal pada dirinya sendiri.
Xinyi memilih dirinya memejamkan matanya,agar tertidur dan tidak mau mengingat ucapan Damian terhadap dirinya.
Sedangan di sisi lain,Damian tersenyum senang dengan Xinyi yang mau menikah dengan dirinya.Damian tersenyum,bisa-bisanya Xinyi percaya dengan ucapannya begitu saja.
__ADS_1
"Kamu akan jadi milikku Xinyi."Ucap Damian yang senang.
Damian langsung mengerjakan catatan di hadapannya dengan bersemangat,apalagi dirinya akan segera menarik Xinyi menjadi istrinya.Damian mengerjakan catatan di hadapannya dengan tersenyum ceria dan tidak memikirkan tolakan Xinyi terhadap dirinya lagi.