
Seminggu berlalu Xinyi masih tidak ingin berbicara dengan Damian,dia hanya ingin tau perasaannya sekarang.Dia sekarang begitu sibuk,mengurus pernikahan Damian dengan Jane.Dia masih memikirkan apa yang di lihatnya saat itu,apalagi Jane menghianati calon suaminya sendiri.
"Putri,kenapa kamu melamun?"Tanya sang ratu,karena melihat Xinyi yang melamun.
"Tidak apa-apa ratu."Balas Xinyi,jadi merasa tidak enak di hadapan sang ratu.
"Jika ada kegundahan di dalam hatimu,kamu ceritakan saja kepadaku.Kamu tidak usah malu,jika ingin bercerita dengan aku."Kata ratu,menatap menantunya dengan tersenyum.
"Baik ratu,aku sungguh tidak sengaja melamun."Ucap Xinyi.
Xinyi mulai fokus kembali untuk menyelesaikan tugasnya,dia tidak ingin berlama-lama disini.Dia merasa tidak bebas,seperti semua orang memata-matai dirinya.Dia begitu merindukan keluarganya,dia berharap bisa bertemu keluarganya secepatnya.
...****************...
"Ini waktu yang tepat untuk berbicara dengan dirinya,aku tidak ingin perang dingin seperti ini."Gumam Damian,merasa dirinya tidak tenang sama sekali.
Damian menatap fokus pada lembaran kertas di hadapannya,dia sama sekali tidak memikirkan pernikahannya bersama Jane.Dia malah memikirkan masalah dirinya bersama Xinyi,dia tidak ingin perang dingin bersama Xinyi.Damian begitu bingung,dia harus memulai percakapan dari mana dulu.Apalagi,dia baru kali ini berurusan dengan seorang wanita.
Damian melihat pintu ruang kerjanya terbuka,dia sontak melihat ke arah pintu dan ternyata ibunya yang masuk.Damian menatap sang ibu yang sedang berjalan ke arahnya,dia menatap wajah sang ibu dengan kebingungan.
"Ada apa ibu kemari?"Tanya Damian,begitu terus terang.
Sang ibu duduk di hadapan anaknya,dia menatap wajah sang anak yang kebingungan.Apalagi,dia merasa anak dan menantunya sedang berselisih.Dia merasa heran dengan mereka berdua.Padahal mereka berdua pengantin baru,tapi kenapa mereka harus berselisih.
"Kamu sedang berselisih dengan Xinyi?"Tanya sang ibu,menatap anaknya.
"Entahlah,aku juga tidak tahu.Kami saat ini,tidak saling tegur sapa."Balas Damian,memikirkan Xinyi.
"Segera selesaikan,Aku tidak ingin kalian berselisih hanya karena hal sepele."Perintah sang ibu,karena tidak ingin melihat anaknya berselisih dengan istrinya.
__ADS_1
"Baik bu."Balas Damian,karena dia juga sudah berencana tidak ingin perang dingin dengan istrinya.
Damian beranjak dari duduknya,dia berjalan keluar ruangan dan meninggalkan sang ibu di dalam ruang kerjanya.Dia harus menyelesaikan semuanya,dia berjalan dengan cepat ke halaman istana.Damian melihat Xinyi yang begitu sibuk,dirinya langsung menghampiri Xinyi.
"Aku ingin berbicara dengan kamu."Ucap Damian,di belakang Xinyi.
Xinyi kaget,karena Damian yang tiba-tiba berbicara.Apalagi,dirinya sedang tidak fokus.Dia tidak tau sedang memikirkan apa,karena dia benar-benar merasakan gelisah di dalam hatinya.
"Mau berbicara di mana?"Tanya Xinyi,mencoba menyibukkan dirinya lagi.
"Ikuti aku."Balas Damian,karena tidak ingin ucapannya di dengar orang lain.
"Iya,aku akan mengikuti kamu dari belakang."Ucap Xinyi.
Xinyi berjalan mengikuti Damian dari belakang,dia mengikuti arah kaki Damian dengan perasaan tidak karuan.Dia sekarang merasa gugup,dia tidak tau apa yang akan di katakan Damian terhadap dirinya.Dia sedang memikirkan segala hal,tentang apa yang akan di bicarakan Damian nanti.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"Tanya Xinyi,menatap Damian dengan lekat.
Damian menghembuskan nafasnya,dia menenangkan emosinya.Dia menatap Xinyi dengan lekat,mencoba mencari tau kesalahan dirinya.
"Aku hanya ingin tau,kenapa kamu tidak menyapa diriku sama sekali.Sebenci itukah kamu terhadap ku?"Tanya Damian,mengeluarkan unek-unek di hatinya.
"Aku tidak tau,apalagi yang ingin kamu tanyakan."Ucap Xinyi,tidak ingin bertele-tele.
"Apakah kamu mencintaiku?"Tanya Damian,berharap ada cinta di hati Xinyi.
"Aku tidak mencintai kamu,aku terpaksa menikah dengan kamu."Balas Xinyi jujur.
"Sedikitpun tidak ada?"Tanya Damian,merasa nyeri di hatinya.
__ADS_1
"Benar-benar tidak ada."Balas Xinyi cuek.
Xinyi melihat kesakitan di mata Damian,tapi apa yang di ucapkannya kebenaran.Apalagi,dirinya begitu tidak ingin kembali ke istana.Bahkan sampai saat ini,dirinya masih terlintas rasa sakit yang di alaminya.Dia sekarang hanya butuh waktu,dia hanya ingin menenangkan dirinya untuk saat ini.
Damian dengan emosi bangkit dari duduknya,dia langsung menghampiri Xinyi.Dia ingin Xinyi tau,jika dirinya sangat mencintai Xinyi.Dia langsung membopong Xinyi dan menurunkan Xinyi di ranjang.
Xinyi merasa was-was menatap Damian saat ini,dia masih kaget dengan tindakan Damian.Sekarang,Damian begitu ganas terhadap dirinya.Dia di cium paksa oleh Damian,bahkan tangannya tidak bisa bergerak.Dia merasa sakit dalam hatinya,karena di perlakukan seperti ini oleh Damian.
Xinyi merasakan tangan Damian yang masuk ke dalam pakaiannya,bahkan dia meremasnya dengan kencang.Dia baru kali ini,merasa tidak berharga sama sekali.Dia menatap Damian dengan tatapan kecewa,apalagi dirinya di perlakukan seperti ini.
Dia merasakan tangan Damian yang memainkan tubuhnya,di relung hatinya sangat sakit dengan tindakan Damian.
Damian ingin Xinyi merasakan kesakitannya saat ini,dia tidak perduli lagi dengan sikap Xinyi terhadap dirinya.Dia dengan kilat amarah,meluapkan segala hal dalam dirinya.
Xinyi merasakan tangan Damian melepaskan segala hal yang di kenakan nya,dia merasakan pedang Damian menerobos paksa mahkotanya.Dia merasakan sakit luar biasa,apalagi Damian begitu kasar terhadap dirinya.Dia mencoba memberontak,tapi tenaganya tidak sebanding dengan Damian.
Damian bergerak cepat meluapkan emosi di dalam hatinya,dia sangat kecewa dengan ucapan Xinyi.Dia sekarang meluapkan kekesalannya pada Xinyi,dia melihat Xinyi yang memberontak.Dia merasa puas,karena tenaga Xinyi begitu kecil saat ini.
Xinyi begitu kecewa saat ini,dia meneteskan air matanya.Dia menatap Damian dengan tatapan kecewa,apalagi dia merasakan sakit yang luar biasa dalam tubuhnya.Dia menatap sorot mata Damian,dia melihat wajah Damian yang puas dengan tindakannya sendiri.Dia memejamkan matanya,melupakan segala hal yang di alaminya saat ini.
Damian melihat Xinyi memejamkan matanya,dia bergerak dengan cepat meluapkan isi hatinya saat ini.Damian melepaskan benih-benih cinta pada tubuh Xinyi,hingga dia ambruk di tubuh Xinyi.
Xinyi merasakan cairan hangat dalam mahkotanya,dia ingin mendorong Damian di atas tubuhnya.Dia masih merasakan pedang Damian yang berada di dalam tubuhnya.
"Menyingkir lah."Ucap Xinyi,penuh rasa kecewa.
Damian mendengarkan ucapan Xinyi,dia pindah ke samping Xinyi.Dia memeluk Xinyi dalam dekapannya,dia memejamkan matanya merasa lelah.
Mereka berdua pada akhirnya tertidur,bahkan dalam diri mereka tersimpan kesakitan yang begitu nyata.
__ADS_1