AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 116


__ADS_3

Jansen membuka kedua matanya,dia begitu merasakan perih di sekujur tubuhnya saat ini.Setelah membantu Xinyi,dia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Xinyi sama sekali.Jansen tidak ingin membuat Xinyi sedih,melihat dirinya yang terluka.Jansen merasa bersyukur saat ini,karena dia kembali ke istana dengan selamat.Jansen menatap adiknya rose yang tertidur di sampingnya,dia membangunkan Rose dengan pelan.


"Akhirnya,kakak sudah sadar."Ucap Rose,dia menatap Jansen saat ini.


"Bagaimana dengan lukaku?"Tanya Jansen,menatap adiknya saat ini.


"Tidak apa-apa kak,kenapa kakak bisa terluka seperti ini."Ucap Rose,dia menatap sang kakak dengan rasa khawatir.


"Aku membantu Xinyi,istana negara Wei tiba-tiba di serang musuh.Aku tidak bisa membiarkannya terluka,jadi aku membantunya untuk melindungi dirinya."Balas Jansen,menceritakan kronologi kejadian yang di alaminya.


Rose yang mendengarnya kaget,karena dia tidak menyangka rasa cinta kakaknya membutakan dirinya sendiri.Rose merasa sang kakak begitu ceroboh,bisa-bisanya dia berada di dalam istana negara Wei.


"Kak,apakah kakak tidak memikirkan perasaan kami? Kami perduli dengan kakak,aku mohon jangan bertindak ceroboh seperti ini.Ratu Xinyi memiliki pangeran Damian,dia bisa di lindungi oleh pangeran Damian.Kenapa harus kakak yang melindunginya,aku harap kakak jangan bertindak ceroboh seperti ini lagi."Ujar Rose,dia merasa iba dengan kakaknya saat ini.


"Kamu jangan melarang kakak,kamu akan tau sendiri rasanya jatuh cinta.Kamu akan melakukan tindakan seperti kakak,jika kamu takut kehilangan dia di dalam hidup kamu."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah adiknya saat ini.


"Sudahlah,aku tidak perduli sama sekali.Menurutku,kakak begitu bodoh saat ini.Melakukan tindakan yang membahayakan,demi melindungi seorang wanita yang jelas-jelas dia memiliki pasangan saat ini."Ucap Rose,dia merasa kesal dengan sikap kakaknya yang seperti ini.


"Sudahlah,kamu bisa pergi ke kamar kamu.Tinggalkan kakak sendirian,kakak ingin beristirahat lagi."Ucap Jansen,agar adiknya tidak bertanya lebih jauh terhadap dirinya.


Jansen menatap kepergian adiknya,dia merasa tenang saat ini.Adiknya belum pernah merasakan jatuh cinta,menurutnya jika dia sudah jatuh cinta pasti melakukan hal yang sama seperti dirinya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Xinyi ya,pasti Xinyi langsung mencari keberadaan diriku.Aku merasa bersalah saat ini,semoga dia tidak kenapa-kenapa."Gumam Jansen,berharap Xinyi baik-baik saja.


Jansen merasa lukanya masih belum pulih,dia memilih untuk istirahat saat ini.Dia berharap lukanya dapat pulih sepenuhnya,agar dirinya bisa bertemu dengan Xinyi secepatnya.


...****************...


Sedangkan Damian,dia berada di sekitar danau bersama Chelsea dan Aria.Dia merasakan perih di tubuhnya saat ini,Damian tiba-tiba demam saat ini.Chelsea dan Aria mereka panik,melihat kondisi Damian yang demam dan bahkan dia terus membalut luka Damian.


"Pangeran demam bagaimana ini?"Tanya Aria,dia menatap Chelsea dengan panik.


"Aku cari kayu yang bisa di bakar dulu,agar bisa menghangatkan kita nanti."Jawab Chelsea,dia langsung pergi dari hadapan Aria saat ini.


Aria menatap kepergian Chelsea,dia tidak tau harus berbuat apa sekarang.Dia bingung dengan kondisi Damian saat ini,karena dirinya tidak mengerti dengan dunia medis sama sekali.Aria mencoba menghangatkan suhu tubuh Damian,dia mencoba memberikan makanan terhadap Damian saat ini.


"Aku akan melihat situasi di istana,kamu disini saja.Sekalian aku ingin mencari tabib untuk pangeran,kamu sebisa mungkin lindungi pangeran jaga kondisi pangeran dengan baik-baik."Perintah Chelsea,dia menatap Aria saat ini.


"Baiklah,kamu hati-hati.Jangan sampai terluka,kami menunggu kamu di sini."Ucap Aria,dia memberikan perhatian kecil terhadap Chelsea.


Chelsea mengangguk mengerti,dia langsung meninggalkan Damian dan Aria.Chelsea bergegas berjalan menuju istana,tidak sia-sia ayahnya mengajarkan bela diri terhadap dirinya saat kecil.Mempermudahkan dirinya bergerak cepat seperti sekarang,Chelsea mencari pohon di sekitar dinding luar istana saat ini.Setelah menemukannya,dia langsung memanjat ke atas pohon dengan hati-hati.


Chelsea mengendap-endap,dia takut perang masih berlangsung saat ini.Setelah melihat pelayan,dia langsung menarik pelayan untuk menanyakan situasi istana saat ini.

__ADS_1


"Apakah perang masih berlanjut?"Tanya Chelsea,menatap pelayan yang di tariknya.


"Baru selesai putri,kami sedang mengobati prajurit yang terluka saat ini."Jawabnya,menatap Chelsea.


"Syukurlah,bisa kalian panggilkan tabib.Saat ini,pangeran sedang terluka dan dirinya demam."Ucap Chelsea,menjelaskan kondisi Damian.


"Baiklah,putri tunggu disini.Hamba akan memanggil tabib,agar bisa memeriksa pangeran saat ini.


Chelsea mengangguk mengerti,dia melihat kepergian pelayan saat ini.Chelsea terpaksa menunggu tabib,setelah melihat tabib yang datang Chelsea bergegas membawa tabib itu ke labirin.


Mereka langsung melompati dinding,sesuai dengan apa yang di katakan Chelsea.Mereka bergegas ke arah danau,agar bisa bertemu dengan Aria dan Damian.Butuh waktu sebentar,agar mereka bisa sampai di hadapan Aria dan Damian.Setelah sampai,tabib bergegas memeriksa kondisi Damian saat ini.


"Putri sebaiknya kita kembali saat ini,karena pangeran harus meminum obat rebusan saat ini.Jika kita tidak kembali,aku takut luka pangeran infeksi dan akan membusuk."Ucap tabib,dia menatap Chelsea dan Aria.


"Baiklah,aku mengerti.Ayo kita kembali,kita harus memikirkan luka pangeran.Bisakah,tabib membantu menggotong pangeran bersama kami?"Tanya Chelsea,karena tubuh pangeran menurutnya sangat berat.


"Baik putri,hamba akan membantu saat ini."Jawab tabib,karena melihat kondisi Damian yang begitu lemah.


Mereka langsung menggotong Damian bersama-sama,apalagi Damian sedang pingsan saat ini.Mereka berusaha agar cepat sampai,karena kondisi Damian yang benar-benar harus di obati saat ini.Setelah sampai,saat ini mereka bingung harus melompati dinding bagaimana dengan kondisi Damian saat ini.


"Putri tunggu saja disini bersama pangeran,aku akan mencari beberapa pengawal untuk membantu kita."Perintah tabib,dia langsung melompati dinding lewat pohon yang di gunakan Chelsea saat melompati dinding.

__ADS_1


Setelah itu,tabib meminta bantuan terhadap para pengawal.Mereka langsung membuat alat yang bisa membawa Damian ke istana,setelah Damian berhasil di bawa ke istana kembali.Mereka bergegas membawa Damian ke kamarnya dan langsung di obati oleh tabib.


Sedangkan Chelsea dan Aria,dia memilih menyerahkan Damian terhadap mereka.Sedangkan Chelsea dan Aria,dia memilih ke kamar untuk beristirahat.Karena mereka merasa tenang saat ini dan semoga perang tidak akan terjadi lagi.


__ADS_2