
"Pagi-pagi sudah melamun,apa yang sedang kamu pikirkan?"Tanya Xintian,menatap adiknya seperti kebingungan.
"Tidak ada kak."Jawab Xinyi,menatap sang kakak yang datang menghampirinya.
"Gimana dengan pernikahan kamu?"Tanya sang kakak,karena dia memikirkan kebahagiaan adiknya.
"Jangan membahasnya,aku tidak ingin membahasnya sama sekali."Balasnya,sambil mengusap kucingnya yang tidur.
"Baiklah,bukankah seharusnya kamu ikut berperang dengan raja dan ratu?"Tanya Xintian,menatap adiknya yang berada di rumah.
"Perang telah berakhir,kita sudah menang.Aku meminta izin untuk pulang kesini,karena aku begitu merindukan kediaman ini."Balas Xinyi,karena dia ingin ketenangan dan menjauh dari suaminya sendiri.
"Mau jalan-jalan bersama kakak?"Tanya Xintian,karena mumpung adiknya berada di kediaman.
"Tidak kak,aku hanya ingin tinggal di kediaman saja."Balas Xinyi yang tidak semangat pergi kemana-mana.
"Baiklah,kakak tinggal dulu."Ucapnya,menatap sang adik seperti banyak pikiran.
"Yasudah sana."Usir Xinyi,agar kakaknya menjauh.
Xintian pergi dari gajebo,dia memilih membiarkan adiknya sendirian.Apalagi adiknya,tidak pernah mau menceritakan masalahnya.Dia merasa heran dengan adiknya,karena lebih memilih menyimpan masalahnya sendiri daripada bercerita dengan dirinya.
Xinyi yang melihat kakaknya pergi tersenyum,dia mana mungkin bercerita terhadapnya.Apalagi dia masih bingung dengan kehidupannya sendiri,dia tidak ingin di anggap gila oleh kakaknya.Xinyi menatap kucing yang tidur di pangkuannya,dia menaruh kucingnya di gajebo secara pelan-pelan.Xinyi langsung memilih pergi dari gajebo dan beristirahat di kamarnya.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan Damian dia di dalam kereta untuk menjemput Xinyi pulang ke istana,dia begitu merindukan Xinyi.Dia menyusul Xinyi,karena tidak ingin berjauhan dengan Xinyi.Biarkan dia egois kali ini,karena dia begitu takut Xinyi pergi dari kehidupannya.Tidak membutuhkan waktu lama,Damian sampai di kediaman Xinjiang.Dia turun dari kereta dan masuk ke dalam Kediaman,dia tidak melihat keluarga Xinjiang di aula istana.
Damian memilih langsung pergi ke kamar istrinya,dia tersenyum senang ingin segera bertemu dengan istrinya.Damian masuk secara perlahan ke kamar Xinyi,dia melihat Xinyi yang tidur dengan pulas.Damian bersyukur masih melihat istrinya saat ini,dia mendekat ke arah Xinyi yang tidur pulas.
Damian tersenyum,karena melihat kecantikan istrinya yang begitu natural di saat tidur.Dia ingin membangunkan istrinya,namun tidak tega melihat istrinya yang begitu pulas.Damian memilih tidur di samping istrinya,dia membawa istrinya ke dalam pelukannya.Dia membalikkan tubuh Xinyi menghadap ke arahnya,dia begitu sangat merindukan Xinyi.
Damian memperhatikan wajah Xinyi begitu lekat,dia begitu sangat ingin Xinyi membuka matanya dan melihat dirinya sekarang.Damian mendekatkan wajahnya,dia mencium bibir Xinyi secara lembut dan memeluk Xinyi.Dia merasa meski ciumannya lembut,namun adiknya sungguh bereaksi terhadap Xinyi.
Dia tidak ingin menahannya sama sekali,dia menghentikan tindakannya.Dia merasa tubuhnya begitu bergairah,meski hanya berciuman dengan Xinyi.Dia bangun dan melepas pakaian depan Xinyi secara perlahan-lahan,karena dia takut Xinyi bangun.
Damian menelan ludahnya sendiri,karena melihat gundukan Xinyi yang putih.Dia merasa tubuhnya semakin panas,dia sudah tidak bisa menahan gejolak gairahnya sekarang.Apalagi melihat istrinya yang begitu sangat menggoda,membuat dirinya bersemangat.
Xinyi yang terlelap tidur,dia merasa terusik dengan pergerakan di mahkotanya.Bahkan dirinya merasa tubuhnya begitu sangat mendambakannya,namun dia semakin terusik merasa ujung dadanya di hisap.Dia melenguh kenikmatan,merasakan tubuhnya yang begitu menikmati pergerakan-pergerakan kecil dalam tubuhnya.
Xinyi melihat suaminya di atasnya,dia melihat suaminya yang bersemangat dalam tubuhnya.Dia kaget dengan kehadiran suaminya saat ini,bahkan dia lebih kaget saat ini.Apalagi mereka sekarang sedang bercinta,tubuhnya sangat menerima pergerakan suaminya begitu saja.
Damian belum sadar,jika Xinyi sudah bangun dari tidurnya.Dia begitu menikmati tindakannya terhadap buah dada Xinyi,apalagi adiknya begitu bersemangat bergerak dalam mahkota Xinyi.Dia merasa puas bermain di dalam tubuh Xinyi,dia begitu sangat mendambakan tubuh istrinya.
"Ah,ah."Racau Xinyi,karena Damian bertindak cepat di dalam mahkotanya.
Xinyi merasa gila sekarang,dia mengangkat kepala suaminya.Dia langsung mencium bibir suaminya,dia merasa tubuhnya bergejolak panas.Dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya,dia menikmati tindakan suaminya.
Damian terkejut saat Xinyi mengangkat kepalanya,bahkan dia semakin terkejut dengan Xinyi yang mencium bibirnya.Dia semakin bersemangat dan bergerak semakin cepat dalam tubuh Xinyi.
Mereka bercinta seolah-seolah tidak ada masalah dalam pikiran mereka,mereka meluapkan segala hal dalam diri mereka.Hingga mereka ambruk dengan rasa lelah,karena percintaan panas mereka yang begitu bersemangat.
__ADS_1
"Sayang,ayo kita pulang ke istana."Ajak Damian,karena merasa tidak bebas di rumah istrinya.
"Hmm."Balas Xinyi,karena dia merasa lelah dengan aktifitas percintaan mereka.
"Kamu bersiap-siap dulu,aku tunggu di aula utama."Ucap Damian,dia mencium kening istrinya dengan lembut.Dia langsung bergegas memakai pakaiannya dengan rapi,setelah itu pergi dari kamar Xinyi.
Setelah kepergian Damian,Xinyi menatap langit-langit kamarnya.Di dalam hatinya,masih tersimpan cinta terhadap Damian.Apalagi dia menerima tindakan suaminya begitu saja,dia bergegas merapihkan dirinya yang berantakan di buat Damian dan setelah selesai menyusul Damian ke aula utama kediamannya.Xinyi melihat Damian yang berbincang dengan ayahnya dan langsung menghampiri mereka.
Sedangkan Damian yang berbincang dengan ayah mertuanya,dia tersenyum dengan kehadiran Xinyi.Dia ingin segera pulang membawa Xinyi,namun dia tidak berniat pulang ke istana.Dia akan pulang dulu ke kediamannya sendiri,dimana dirinya dulu membawa Xinyi ke kediamannya.
"Kalau begitu kami pamit."Ucap Damian,menatap ayah mertuanya.
"Kalian hati-hati di jalan."Balas ayah mertuanya.
Mereka langsung pergi meninggalkan aula utama dan masuk ke dalam kereta.Setelah itu,mereka langsung pergi dari kediaman Xinjiang.
"Sayang,sini tidur di pangkuanku."Perintah Damian,agar Xinyi menuruti kemauannya.
"Tidak usah,aku begini saja."Balas Xinyi,dia tidak ingin duduk di pangkuan Damian.
Xinyi mencoba memejamkan matanya,dia merasa tubuhnya begitu lelah.Apalagi Damian,membuat dirinya begitu lelah dengan melakukan percintaan panas.Xinyi secara perlahan,dirinya tidur dengan sekejap.
Damian yang melihat Xinyi tidur,dia membawa Xinyi ke pangkuannya.Dia tidak mau Xinyi kesakitan saat dirinya terbangun,dia memeluk tubuh Xinyi dengan erat.
Mereka tidak lama sampai di kediaman Damian,sedangkan Damian membopong Xinyi ke arah kamarnya.Dia menidurkan Xinyi dengan pelan-pelan,dia ikut berbaring tidur di samping Xinyi.Mereka akhirnya tidur di kediaman Damian,Karena merasa begitu lelah dengan percintaan dan perjalanan mereka.
__ADS_1