AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 101


__ADS_3

Xinyi membuka kedua matanya,dia merasakan sakit di punggungnya saat ini.Xinyi menatap ke sekelilingnya,dia bingung dirinya sekarang berada di mana.Xinyi teringat akan Jansen,dia sekarang mengkhawatirkan Jansen.Xinyi turun dari ranjang,dia berjalan keluar dari kamarnya.Saat Xinyi membuka pintu kamar,dirinya tertegun melihat seorang wanita cantik di hadapannya.Xinyi diam sesaat,dia menatap wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"Syukurlah,kamu sudah sadar."Ucapnya,melihat Xinyi saat ini.


"Maaf,aku ada dimana?"Tanya Xinyi,dia bertanya pada wanita cantik di depannya.


"Kamu berada di negara Xing,Jansen yang membawa kamu kemari."Jawabnya,menjelaskan apa yang terjadi.


"Lantas,dimana Jansen sekarang.Aku harus bertemu dengan Jansen,aku mengkhawatirkan lukanya."Ucap Xinyi,dia merasa panik sekarang mengingat luka Jansen yang di pukul Damian.


"Sekarang,Jansen sedang tidak sadarkan diri.Setelah membopong kamu sampai di sini,dia langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri sampai saat ini.Tabib sudah memeriksanya,jadi kamu tidak perlu khawatir lagi."Balasnya,sambil menatap ke arah Xinyi.


"Aku ingin bertemu dengannya."Ucap Xinyi,dia harus memastikan kondisi Jansen saat ini.


"Baiklah,ayo ikut dengan aku."Ajaknya,dia berjalan di depan Xinyi.


Xinyi mengikuti perempuan cantik itu,dia berjalan sambil melihat-lihat tempat yang menampungnya saat ini.Xinyi merasa kagum dengan apa yang di lihatnya,dia tidak tau ini istana atau kediaman.Namun menurutnya,bangunannya begitu mewah saat ini.


Mereka sampai di depan kamar Jansen,kini mereka masuk ke dalam kamar.Mereka berjalan ke arah ranjang Jansen,terlihat Jansen yang masih tidak sadarkan diri.


"Aku belum berkenalan dengan nona sampai saat ini."Ucapnya,karena baru kali ini kakaknya membawa seorang perempuan ke istana.


"Iya,aku terlalu ceroboh saat itu.Maafkan aku,perkenalkan namaku Xinyi."Balas Xinyi,dia membungkuk memperkenalkan dirinya.


"Aku Rose,adiknya kak Jansen."Ucapnya,dia memperkenalkan dirinya saat ini.


"Senang berkenalan dengan kamu."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah Rose.

__ADS_1


"Kalau butuh bantuan,kamu tanyakan saja kepada pelayan.Kalau gitu,aku harus kembali mengurus urusan negara."Ucap Rose,dia pamit saat ini.


Xinyi melihat kepergian Rose saat ini,Xinyi duduk di sebelah Jansen.Dia melihat luka Jansen yang lebam,padahal luka bakar saja belum sembuh.Sekarang,Jansen harus terluka karena dirinya.Xinyi menggenggam tangan Jansen,dia berharap Jansen sadar saat ini.


"Hey pangeran Jansen,apakah kamu tidak ingin bangun.Aku begitu merindukan kamu saat ini,apa kamu tidak rindu kepadaku."Ucap Xinyi,dia mengelus wajah Jansen saat ini.


Xinyi merasa sakit sekarang,karena dia melihat Jansen yang tidak sadar saat ini.Dia merasa bersalah terhadap Jansen,Xinyi ingin Jansen segera sadar.Dia merasa tidak tega melihat Jansen yang seperti ini,Xinyi menatap sendu ke arah Jansen dan dia tiba-tiba menangis menelungkupkan wajahnya di tubuh Jansen.Xinyi merasakan sakit,melihat Jansen yang seperti ini dan bahkan terdengar pilu suara tangisannya.


Xinyi yang menangis,dia tiba-tiba merasakan belaian lembut di rambutnya.Dia melihat ke arah Jansen,dia senang Jansen sudah sadar.Xinyi langsung memeluk Jansen dengan begitu senang,dia menghapus air matanya saat ini.


"Aku senang kamu sudah sadar."Ucap Xinyi,dia melepaskan pelukannya dan menatap Jansen saat ini.


"Kenapa kamu menangis?"Tanya Jansen,dia membalas tatapan Xinyi.


"Aku takut kamu kenapa-kenapa."Jawab Xinyi dengan jujur.


"Lebih baik,kamu berbaring saja.Aku takut tubuh kamu masih sakit."Ucap Xinyi,dia merasa tidak tega melihat luka-luka Jansen saat ini.


"Tidak apa-apa,sini mendekat.Aku ingin memeluk kamu sekarang."Ujar Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


Xinyi mengikuti kemauan Jansen,dia memeluk Jansen dengan hati-hati.Xinyi merasa kasihan terhadap Jansen,sekarang dia semakin membenci Damian.


"Apakah punggung kamu masih sakit?"Tanya Jansen,dia mengelus punggung Xinyi.


Xinyi hanya mengangguk,dia memang masih merasakan sakit di punggungnya.Menurutnya,Damian tidak bisa mengontrol emosinya sama sekali.Xinyi merasa lelah saat ini,menghadapi emosi Damian yang semakin tidak tau batas kesabarannya.


"Maaf,ini semua gara-gara aku.Jika kamu tidak menghadangnya,mungkin kamu tidak akan sakit."Ucap Jansen,dia merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak,ini semua gara-gara aku.Coba aku tidak memancing emosinya,mungkin kamu tidak akan seperti ini."Balas Xinyi,dia melepaskan pelukannya dan menatap Jansen dengan sendu.


"Sudah,kamu jangan bersedih.Karena kita sekarang sudah menjauh darinya,maaf aku membawa kamu ke negaraku."Ucap Jansen,karena dia membawa Xinyi kabur dari negara Wei.


"Tidak apa-apa,aku tau kamu panik saat itu."Balas Xinyi,dia tidak keberatan sama sekali.


Xinyi tersenyum ke arah Jansen,dia mengelus luka-luka Jansen dengan pelan.Dia meringis membayangkan kesakitan yang di alami Jansen,apalagi terlihat dengan jelas lebam yang ada di wajah Jansen.Xinyi semakin merasa bersalah,dia menunduk di hadapan Jansen.Xinyi harus memikirkan strategi balas dendamnya,dia tidak ingin orang yang dia perdulikan di lukai oleh Damian.


Jansen melihat wajah sendu Xinyi,dia tidak mau melihat Xinyi yang seperti ini.Jansen menarik Xinyi,dia menatap Xinyi dengan lekat.Dia ingin Xinyi tidak memikirkan apa-apa saat ini,lagi pula ini pengorbanannya untuk mendapatkan Xinyi sepenuhnya.Jansen tidak ingin kehilangan Xinyi sama sekali,dia ingin Xinyi berpisah dengan Damian dan menjadi milik dia seutuhnya.


"Jangan memikirkan yang tidak penting,aku harap kamu bahagia bersamaku."Ucap Jansen,dia mengelus rambut Xinyi saat ini.


"Aku mengerti,terimakasih sudah bersedia mencintaiku seperti ini."Balas Xinyi,dia menatap manik mata Jansen.


Kini mereka berciuman,mereka mengungkapkan isi hati mereka saat ini.Mereka tidak sadar,jika adik Jansen sudah berada di kamar Jansen saat ini.


"Bisakah,kalian menghentikan asmara kalian.Disini masih ada aku."Protes sang adik,menatap kakak dan kekasihnya.


Jansen dan Xinyi terkejut,mereka langsung melepaskan ciuman mereka.Apalagi Xinyi,dia merasakan wajahnya begitu merah saat ini.


"Ngapain kamu kesini?"Tanya Jansen,menatap sang adik.


"Aku hanya ingin memberitahukan kalian,kalian segera membersihkan tubuh kalian dan ikut makan bersama."Jawabnya,menatap sang kakak.


"Baiklah,kami akan bersiap."Ucap Jansen,dia langsung melihat adiknya yang pergi.


Jansen menatap Xinyi saat ini,dia tersenyum melihat wajah Xinyi yang merah.Jansen mengangkat wajah Xinyi,dia mencium Xinyi dengan sekilas.Setelah itu,mereka membersihkan tubuh mereka dan pergi ke meja makan untuk menemui keluarga Jansen yang sudah berada di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2