
Damian masih menunggu Xinyi di kamar Xinyi,dia merasa heran dengan Xinyi yang tidak kembali.Dia memutuskan untuk mencari Xinyi di istana,dia keluar dari kamar Xinyi.
"Apa kamu tau,jika aku masih menunggu kamu.Sehingga,kamu tidak mau datang ke kamar kamu lagi."Gumam Damian,dia mencari Xinyi kemana-mana.
Damian mengunjungi semua ruangan di istana,bahkan dia juga kembali ke taman untuk mencari Xinyi dan tidak menemukannya sama sekali.Damian memutuskan untuk ke ruangan Jiwei,dia berpikir mungkin Xinyi berada di ruangan Jiwei.
Setelah sampai di ruangan Jiwei,Damian masuk begitu saja ke ruangan Jiwei.Namun dia hanya menemukan Jiwei saja dan tidak terlihat Xinyi di ruangan Jiwei.
"Kamu sembunyikan dimana Xinyi?"Tanya Damian,dia menatap tajam ke arah Jiwei.
"Bukannya,dia bersama kamu.Setelah kejadian di taman,aku kembali ke ruangan diriku dan bahkan aku belum bertemu dengan Xinyi lagi."Balas Jiwei,dia bingung melihat tatapan tajam yang di arahkan Damian terhadap dirinya.
"Kamu bantu aku cari Xinyi."Perintah Damian,dia meminta bantuan Jiwei.
"Memangnya,apa yang terjadi?"Tanya Jiwei,dia masih duduk di kursinya.
"Aku menyadari kesalahan aku,aku begitu marah terhadap Xinyi.Hingga aku melukainya,setelah itu Xinyi menampar aku dan pergi dari kamar.Aku menunggu Xinyi begitu lama,namun Xinyi tidak kunjung kembali dan bahkan aku sudah mencari ke semua tempat.Tapi,aku tidak menemukan Xinyi sama sekali."Balas Damian,dia menyesal telah melukai Xinyi.
"Yasudah,ayo kita cari."Ajak Jiwei,dia mencoba menenangkan Damian.
Jiwei pura-pura tidak tau di hadapan Damian,padahal dirinya tau jika Xinyi pergi dari istana.Apalagi dia melihat Xinyi dengan lelaki yang dia saja tidak tau siapa lelaki itu,dia ingin membuat Damian mengerti jika ingin mendapatkan Xinyi harus ada kepercayaan di dalam hati Damian terhadap Xinyi.
Mereka langsung keluar dari ruangan Jiwei,mereka mencari keberadaan Xinyi.Sedangkan Jiwei,dia mengikuti kemanapun Damian mencari.Bukannya ingin berpihak pada Xinyi,tapi setidaknya Damian harus bisa menghargai orang lain dan jangan menuduh orang sembarangan.
...****************...
Xinyi dan Jansen sudah keluar dari negara Wei,mereka pergi mengikuti arus kereta yang di tumpanginya.Mereka belum ada rencana akan pergi kemana,setidaknya untuk saat ini mereka sudah keluar dari negara Wei.
__ADS_1
"Akhirnya kita sudah keluar dari negara Wei."Ucap Xinyi senang,karena dia sudah meninggalkan negara Wei.
"Kamu yakin tidak akan kembali?"Tanya Jansen,dia menatap ke arah Xinyi.
"Aku yakin Jansen,aku begitu senang saat ini."Balas Xinyi,dia menatap Jansen dengan senang.
"Baiklah,semoga keputusanku benar untuk membawa kamu pergi dari negara Wei."Ucap Jansen,menatap Xinyi dengan intens.
"Oh iya,aku punya rencana kita harus pergi kemana."Ujar Xinyi,dia begitu antusias sekarang.
"Mau pergi kemana memangnya?"Tanya Jansen,dia merasa mood Xinyi sedang baik.
"Aku ingi pergi ke negara yang indah dan membuat diriku tenang."Balasnya,namun dia tidak tau negara apa yang akan menjadi tujuannya itu.
"Baiklah,aku akan membawa kamu ke negara yang akan membuat diri kamu senang."Ucap Jansen,dia akan mengabulkan keinginan Xinyi.
"Iya benar,sekarang kamu istirahatlah.Aku takut kamu lelah."Balas Jansen,dia senang melihat Xinyi begitu bahagia saat ini.
"Tidaklah,aku akan menemani kamu.Maaf ya,Karena aku begitu merepotkan kamu."Ucap Xinyi,menatap Jansen yang ada di sampingnya.
"Kamu tidak merepotkan sama sekali,berhentilah berpikir yang tidak-tidak.Karena aku senang,bisa membawa kamu pergi dari negara Wei.Apalagi,aku begitu ingin kamu mengerti dengan perasaan aku terhadap kamu."Ujar Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.
"Aku tidak pantas kamu sukai,lagi pula aku sudah menikah dengan Damian."Balas Xinyi,agar Jansen berhenti menyukainya.
"Ayolah Xin,jangan berkata seperti itu.Aku tidak perduli sama sekali dengan pangeran Damian,karena aku akan tetap mencintai kamu dan tidak perduli apapun tentang status kamu."Ucap Jansen,dia mengambil tangan Xinyi dan mencium tangan Xinyi.
Xinyi merasa tersentuh dengan ucapan Jansen,dia merasakan perasaan hangat di hatinya.Dia merasa begitu bingung dengan hatinya sekarang,apalagi Dia sudah menjadi istri Damian.
__ADS_1
"Jangan bingung menghadapi aku,karena kita tidak tau cinta akan datang kapan dan kepada siapa kita akan jatuh cinta.Kamu hanya cukup tau,jika aku mencintai kamu.Bahkan,aku akan melindungi kamu Xin."Ucap Jansen,agar Xinyi tidak menjauh dari dirinya.
"Maafkan aku,karena aku tidak tau jika kamu mencintai aku."Balas Xinyi,dia merasa bersalah terhadap Jansen.
Jansen tersenyum,dia tau sekarang Xinyi bingung dengan dirinya yang mengungkapkan perasaannya secara tiba-tiba seperti ini.Jansen membawa Xinyi ke dalam pelukannya,dia hanya ingin memberi tau Xinyi jantungnya berdegup kencang saat ini.
Xinyi terkejut dengan tindakan Jansen terhadap dirinya,karena Jansen begitu tiba-tiba membawa dirinya ke dalam pelukannya.
"Dengarkan debaran jantungku terhadap kamu."Ucap Jansen,agar Xinyi mendengarkan degup jantungnya.
Xinyi malah mengikuti perkataan Jansen,dia mendengar degup jantung Jansen yang begitu cepat.Bahkan,bukan hanya Jansen yang berdegup kencang seperti ini.Xinyi juga merasakan degup kencang yang sama,namun dirinya tidak tau debaran jantungnya kenapa sama persis dengan Jansen.
"Jansen."Panggil Xinyi,dia mengangkat kepalanya menatap wajah Jansen.
Jansen langsung menatap Xinyi,karena Xinyi memanggilnya.Dia tersenyum ke arah Xinyi,karena dia tidak perlu jawaban apapun dari Xinyi.Dia sengaja melakukannya,agar Xinyi tau perasaannya sendiri.
Xinyi membalas senyuman Jansen tanpa sadar,dia merasa dengan menatap wajah Jansen dirinya begitu tenang.Dia merasa nyaman saat ini berada di pelukan Jansen,entah siapa yang memulainya duluan.
Mereka berciuman saat ini,mereka seolah terbawa oleh suasana di sekitarnya.Mereka tidak tau harus berkata apa,namun diri mereka seperti sama-sama saling merasakan kenyamanan saat ini.
Xinyi merasakan Jansen yang mengangkat tubuhnya,dia sekarang berada di pangkuan Jansen.Dia merasa tubuhnya tidak menolak perlakuan Jansen,bahkan dirinya menerima tindakan Jansen yang seperti ini.Xinyi melepaskan ciumannya,dia mengatur deru nafasnya.
"Tidurlah."Perintah Jansen,dia membawa kepala Xinyi untuk bersandar di dadanya.Jansen mengelus kepala Xinyi,agar Xinyi tidur.
Jansen begitu senang,karena ciumannya di balas Xinyi.Dia senang dengan Xinyi yang tidak menolaknya sama sekali,dia bertekad akan merebut Xinyi dari Damian.
Xinyi yang merasakan elusan Jansen di kepalanya,dia merasakan kantuk sekarang.Dia memejamkan matanya perlahan,hingga akhirnya dirinya tidur dalam pangkuan Jansen.
__ADS_1