AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 65


__ADS_3

Xintian berbicara dengan Jansen secara empat mata,dia ingin tau semua hal tentang Jansen.Dia tidak ingin adiknya bergaul sembarangan dengan lelaki asing,apalagi dengan lelaki yang tidak tau asal usulnya seperti apa.


"Kamu menyukai adikku?"Tanya Xintian,dia menatap tajam Jansen.


"Iya,aku sangat menyukai dan bahkan aku begitu mencintainya."Balas Jansen,tidak memperdulikan tatapan tajam yang di berikan Xintian untuknya.


"Dia sudah bersuami,lupakan perasaan kamu terhadap adikku.Jangan mencoba bermain-main dengan adikku,aku tidak ingin kehidupan adikku berantakan."Ucap Xintian,meski dia kemarin sempat terpesona dengan adiknya yang begitu ceria bersama Jansen.Namun Xintian sadar,dia tidak ingin kehidupannya berantakan gara-gara laki-laki.


"Kamu tenang saja,lagipula aku hanya mencintainya.Aku akan menunggu Xinyi,kalau-kalau dia berpisah dengan pangeran Damian.Kapanpun itu,aku tetap akan menunggunya."Balas Jansen,dia begitu yakin akan menunggu Xinyi.


Xintian menatap ketulusan dari sorot mata Jansen,dia merasa bersalah sekarang.Dia juga tidak ingin menyakiti ke duanya,jika saja dulu Xintian membawa pergi Xinyi dan tidak menikah dengan Damian.Dia akan mendukung Jansen bersama adiknya,tapi sekarang semua jelas berbeda.


"Sudahlah,lupakan adikku.Lagipula,masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari adikku."Ucap Xintian,dia merasa bersalah.


"Cinta tidak bisa di paksakan,aku akan tetap mencintai Xinyi.Meski aku tidak bisa memilikinya sama sekali,itu sudah cukup untukku."Balas Jansen tersenyum.


"Baiklah,aku tidak bisa menghentikan cinta kamu terhadap adikku.Tapi aku berharap,kamu jangan menghancurkan kehidupan adikku."Ujar Xintian,dia pasrah dengan Jansen.Karena dia tidak bisa mengubah pola pikir Jansen,biarkan waktu yang akan menyelesaikan semuanya.


"Apakah kamu akan membawa Xinyi pergi?"Tanya Jansen,dia menatap Xintian dengan intens.


"Aku menghargai keputusan adikku,jika dia ingin pulang bersama aku.Aku jelas akan membawa dia pulang,namun jika dia membutuhkan waktu.Aku serahkan semuanya terhadap kamu,tolong jaga dan lindungi dia dengan baik."Balas Xintian,karena dia tidak suka memaksa adiknya.


"Baiklah,terimakasih.Karena kamu sudah percaya dengan aku,aku pasti akan melindungi Xinyi dengan baik."Ucap Jansen,karena dia tidak mungkin menyakiti Xinyi.


"Aku tidak bisa berlama-lama disini,aku tidak ingin mengganggu Xinyi sama sekali.Tapi aku sekarang merasa lega,karena adikku baik-baik saja.Maafkan adikku,jika dia merepotkan selama ini."Ujar Xintian,karena merasa tidak enak dengan Jansen.


"Tidak apa-apa,bahkan Xinyi tidak merepotkan sama sekali."Balas Jansen,dia justru senang dengan adanya Xinyi di dekatnya.


"Kalau gitu,ayo kita bertemu Xinyi.Aku harus segera pamitan,karena aku tidak mau ibuku khawatir lagi."Ucap Xintian,apalagi ibunya begitu mengkhawatirkan adiknya.


Mereka langsung pergi untuk bertemu Xinyi,Xintian berpamitan dengan adiknya.Dia memberikan nasihat terhadap adiknya dengan baik,setelah itu dia pergi meninggalkan adiknya bersama Jansen.Xintian kembali bersama kakek Jansen,karena kakek Jansen mengkhawatirkan nenek Jansen yang sendirian di kediamannya.

__ADS_1


"Sepi lagi."Ucap Xinyi,dia melihat kepergian kakak dan kakeknya Jansen.


"Yasudah,kamu ikut pulang saja bersama kakak kamu."Balas Jansen,melihat wajah Xinyi yang cemberut.


"Tidak mau,aku masih ingin disini.Kamu keberatan aku disini,sehingga kamu mengusir aku."Ucap Xinyi,dia menatap Jansen dengan kesal.


"Aku tidak mengusir kamu."Elak Jansen,dia tidak merasa mengusir Xinyi.


"Sudahlah,aku malas meladeni kamu."Ujar Xinyi,dia masuk ke dalam.


Jansen menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia merasa tidak mengusir Xinyi sama sekali.Tapi Xinyi malah berbicara seperti itu kepadanya,dia langsung mengejar Xinyi ke dalam.


"Xin memangnya aku mengusir kamu apa?"Tanya Jansen,dia masih tidak mengerti dengan ucapan Xinyi.


"Iya,kamu mengusir aku.Jelas-jelas,aku masih ingin tinggal di sini."Balas Xinyi,dia berjalan ke arah ayunan.


"Aku tidak mengusir kamu Xin,aku cuma melihat wajah kamu yang cemberut.Karena kepergian kakak kamu,jadinya aku menawarkan kamu untuk ikut kakak kamu.Lagian kan,kamu sendiri yang bilang sepi lagi."Ucap Jansen,dia menjelaskan apa yang di pikirannya terhadap Xinyi.


"Itu sama saja,kamu mengusir aku."Balas Xinyi,menatap ke arah Jansen.


"Tapi aku,tidak ada niatan mengusir kamu Xin."Ucap Jansen,dia sama sekali tidak mengusir Xinyi.


"Sudahlah,aku tidak ingin berdebat dengan kamu."Balas Xinyi,dia tidak ingin berdebat sama sekali.


Xinyi kembali berjalan,karena tujuannya sekarang hanya ingin bermain ayunan.Xinyi duduk di ayunan,dia masih menatap Jansen yang seperti kebingungan.


"Daripada kamu disitu,mending kamu dorong ayunan aku."Perintah Xinyi,agar Jansen tidak menghalanginya.


Jansen mendengar ucapan Xinyi,dia langsung berlari kecil ke arah belakang ayunan Xinyi.Dia langsung mendorong dengan pelan,sehingga ayunannya bergerak.


"Kurang kencang."Ucap Xinyi,dia merasa terbang di udara.

__ADS_1


"Nanti kamu terjatuh."Balas Jansen,dia takut Xinyi terjatuh.


"Tidak akan,ayo dorong lagi dengan kuat."Perintah Xinyi,dia merasakan angin menerpa wajahnya.


Jansen mendengarkan ucapan Xinyi,dia mendorong ayunan dengan kencang.Membuat ayunan bergerak dengan kencang,dia melihat Xinyi yang begitu senang bermain ayunan.


"Terimakasih."Ucap Xinyi,dia tertawa bahagia bermain ayunan.


"Aku mencintai kamu Xin."Balas Jansen,dia begitu senang melihat Xinyi yang tertawa bahagia.


"Aku juga mencintai kamu."Ucap Xinyi tanpa sadar,karena dia bahagia bermain ayunan.


Jansen yang mendengarnya senang,apalagi Xinyi membalas ucapannya.Dia tidak tau Xinyi berkata jujur atau hanya refleks,karena dia begitu senang bermain ayunan.Ayunan berhenti,karena Jansen tidak mendorongnya lagi.


"Kenapa berhenti."Protes Xinyi,dia menatap Jansen yang sedang menatap dirinya.


"Kamu mencintai aku Xin?"Tanya Jansen,dia berjalan ke arah Xinyi.Agar dia bisa berhadapan dengan Xinyi,dia ingin memastikannya sekali lagi.


"Maksud kamu?"Tanya Xinyi,dia bingung dengan pertanyaan Jansen terhadapnya.


"Kamu membalas ungkapan aku,bahwa kamu juga mencintai aku."Balas Jansen,dia senang saat ini.


Jansen langsung membopong Xinyi di depannya,dia begitu senang saat ini.Jansen tidak mendengar ucapan Xinyi,dia malah berputar sambil membopong Xinyi.


Xinyi masih heran dengan Jansen,dia mengalungkan tangannya di leher Jansen.Dia begitu pusing saat ini,karena Jansen berputar sambil membopong tubuhnya.


"Hentikan,kepala aku pusing."Protes Xinyi,kepalanya benar-benar pusing dan dia memejamkan matanya saat ini.


Jansen berhenti berputar,dia duduk di ayunan.Dia langsung menatap Xinyi,dia melihat Xinyi yang memejamkan matanya.


Xinyi membuka matanya,dia melihat Jansen yang sedang menatapnya.Bahkan Jansen,dia mengangkat dagunya dan mencium bibirnya.

__ADS_1


Mereka berciuman di saksikan oleh matahari terbenam.Matahari sebagai saksi,dimana Jansen mencium Xinyi dengan penuh rasa cinta.


__ADS_2