
Anak buah Juan kembali ke istana,mereka semakin brutal saat ini.Bahkan,Damian merasa dirinya begitu lemah saat ini.Karena sudah lelah menahan serangan bertubi-tubi,Damian mundur saat ini.Dia harus menyuruh istrinya pergi,karena mereka saat ini begitu kelelahan dan bahkan prajurit bantuan belum datang sama sekali ke istana.
Damian kini masuk ke kamar Chelsea begitu saja,dia terluka saat ini.Banyak goresan pedang di tubuhnya,dia terengah-engah menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.Damian menutup pintu kamar Chelsea,melihat ketiga istrinya yang sedang tidur saat ini.
"Kalian cepat bangun,kita harus pergi dari sini.Sebelum mereka mengetahui keberadaan kita."Ucap Damian,dia membangunkan mereka dengan tergesa-gera.
Semua orang terbangun,mereka menatap Damian yang penuh luka saat ini.Chelsea bergegas mengambil selendang,dia langsung menutup luka Damian.Karena melihat darah Damian yang mengalir di tubuhnya,apalagi melihat wajah Damian yang kesakitan.
"Apa yang terjadi?"Tanya Xinyi,menatap Damian saat ini.
"Ayo kita pergi dari sini,mereka kembali.Bahkan,mereka semakin brutal menyerang kita."Ajak Damian,karena sudah tidak sanggup melawan mereka.
"Cepat kalian bawa barang disini yang bisa menyelamatkan kita,ayo kita pergi dari sini."Ucap Xinyi,dia langsung memegang Damian.
Chelsea dan Aria langsung mengikuti ucapan Xinyi,mereka bergegas membungkus semua yang mereka perlukan saat ini.Setelah itu,mereka keluar dari kamar Chelsea.Mereka mengikuti langkah Xinyi,mereka heran dengan langkah Xinyi yang membawa mereka ke labirin saat ini.
Mereka masuk ke dalam labirin,setelah sampai di ujung labirin.Xinyi menyerahkan Damian pada Aria,karena mereka tidak mungkin memanjat saat ini.Mereka butuh alat untuk melewati dinding istana saat ini,Xinyi mengajak Chelsea untuk mengambil kursi taman dan mereka menggotongnya memasuki labirin.
"Apa pangeran bisa melewati dinding ini?"Tanya Xinyi,menatap Damian dengan cemas.
"Aku akan berusaha."Jawab Damian dengan yakin.
Mereka mengangguk,Damian yang pertama kali melewati dinding di bantu mereka.Setelah Damian melompat,mereka bergantian melompati dinding agar bisa keluar istana.
__ADS_1
"Sekarang giliran kamu,aku tidak bisa ikut kalian saat ini.Kalian berjalanlah terus,obati pangeran terlebih dahulu.Setelah kalian berjalan,kalian akan menemukan danau.Kalian beristirahatlah di sana,aku tidak bisa menemani kalian.Aku harus membantu prajurit mengusir musuh."Ucap Xinyi,dia menyuruh Chelsea untuk pergi saat ini.
"Jangan sampai terluka."Balas Chelsea,agar Xinyi baik-baik saja.
Xinyi mengangguk mengerti,dia langsung membantu Chelsea melompati dinding.Setelah Chelsea melompat,dia kembali ke dalam istana.Xinyi harus membantu mereka,dia tidak akan lari sedikitpun.Xinyi kembali untuk memakai pakaian perangnya,dia bertekad mengusir musuh dari istananya.
...****************...
Sedangkan di ruang bawah istana,tabib,Xintian dan Jiwei mereka berusaha mengobati raja yang tubuhnya semakin memburuk.Mereka merasa situasinya begitu menegangkan saat ini,mereka berharap Xinyi bisa menangani masalah situasi saat ini.
Xintian yang menatap sang raja yang terbaring lemah,dia tiba-tiba merasa cemas saat ini.Dia mengkhawatirkan adiknya,takut adiknya kenapa-kenapa.Xintian menatap raja dengan tatapan kosong,dia begitu ingin membantu adiknya saat ini.
"Apa yang kamu pikirkan?"Tanya Jiwei,dia menepuk pundak Xintian saat ini.
"Aku percaya dengan adik kamu,dia bisa menangani situasi ini."Ujar Jiwei,dia mencoba menenangkan Xintian saat ini.
Xintian menghela nafasnya dengan kasar,pilihannya begitu sulit saat ini.Xintian menatap Jiwei,berharap Jiwei mengizinkan dia membantu adiknya saat ini.Sebagai seorang kakak,dia harus melindungi adiknya dengan baik.
"Aku izinkan kamu pergi,aku harap kalian bisa saling melindungi dan menjaga diri kalian dengan baik."Ucap Jiwei,dia menyuruh Xintian pergi saat ini.
Xintian yang mendengarnya senyum,dia langsung bergegas pergi meninggalkan raja dan sahabatnya.Xintian berlari dengan cepat,dia akan pergi ke ruang pakaian untuk memakai pakaian perang.
Sedangkan di sisi lain,Xinyi merasa beruntung ada pasukan yang membantunya saat ini.Mereka bertarung habis-habisan,agar bisa mengalahkan musuh dengan cepat.Xinyi mundur,dia mengambil busur dan anak panah saat ini.Xinyi langsung mencari tempat aman,agar dia bisa tenang membidik musuh dengan tepat.
__ADS_1
Xinyi mulai membidik musuhnya satu persatu,hingga mereka tepat sasaran mengenai musuh.Xinyi tersenyum senang dengan hasil kerja kerasnya saat ini,dia kembali fokus dan membidik musuh-musuhnya dengan begitu sangat akurat.Xinyi mulai kehabisan anak panahnya,dia mulai bergabung kembali menggunakan pedang untuk melawan musuh.
Musuh belum ada yang bisa masuk ke dalam istana,mereka begitu kewalahan saat ini.Bahkan,orang-orang mereka berkurang saat ini.Kini mereka berusaha melawan sekuatnya untuk menguasai istana,karena harus membalaskan dendam tuan mereka.
Xintian sudah bergabung membantu adiknya,dia kini di samping adiknya membantu sang adik.Dia harus melindungi adiknya,Xintian tidak ingin adiknya terluka sedikitpun.
"Kenapa kakak kesini?"Tanya Xinyi,karena melihat kakaknya yang membantu dirinya.
"Kita harus secepatnya menumbangkan musuh,kakak harus membantu kamu.Kakak tidak tenang,jika harus membiarkan kamu melawan mereka saat ini."Balas Xintian,dia langsung menumbangkan musuhnya di hadapan Xinyi.
Xinyi senang dengan ucapan sang kakak,dia langsung bersemangat saat ini.Xinyi bergegas menumbangkan musuh-musuhnya,agar perang secepatnya selesai.
"Ayo,kita serang dengan semangat demi negara Wei."Teriak Xinyi,dia langsung menggebu-gebu menumbangkan musuhnya.
Mereka yang mendengar ucapan Xinyi,mereka dengan kompak langsung merasa semakin bersemangat.Mereka langsung menumbangkan musuh dengan rasa semangat di dalam diri mereka,mereka merasa terpacu dengan ucapan Xinyi yang membuat diri mereka menumbuhkan rasa semangatnya untuk negara mereka sendiri.
Xinyi yang melihat prajurit yang semangat,dia begitu senang saat ini.Xinyi di bantu Xintian,mereka berdua bekerja sama menumbangkan musuh dengan cepat.Kini mereka melihat sisa musuh yang kabur,namun Xinyi tidak menyuruh mereka menyusulnya.
Setelah perang usai dan musuh mundur,mereka bernafas dengan lega.Karena perang telah usai,Xintian dan Xinyi kembali menaruh pakaian perang mereka.Mereka merasa lelah saat ini,apalagi ini semua menguras tenaga mereka saat ini.
"Kamu pergilah beristirahat,karena kamu begitu hebat bisa menumbangkan musuh dengan cepat."Puji Xintian,dia mengagumi bakat adiknya.
"Terimakasih kak,aku kembali ke kamar.Aku serahkan sisanya terhadap kakak."Balas Xinyi,dia langsung meninggalkan Xintian begitu saja.
__ADS_1
Sedangkan Xintian,setelah melepaskan pakaian perangnya.Dia bergegas kembali ke luar istana,dia harus membantu prajurit yang terluka saat ini.Agar mereka bisa pulih secepatnya,apalagi prajurit banyak yang terluka saat ini.