AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 12


__ADS_3

Keesokan paginya,para putri bangsawan di kumpulkan di halaman belakang istana.Mereka akan memulai kompetisi yang akan di adakan oleh kerajaan.


"Silahkan,kalian duduk di meja yang sudah ada tanda pengenal kediaman masing-masing."Perintah sang ratu,melihat para putri bangsawan masih berdiri.


Para putri bangsawan,mereka langsung mencari nama kediaman keluarganya.Mereka duduk di meja yang telah disediakan dan menunggu ratu berbicara lagi.


"Untuk kompetisi pertama,silahkan kalian isi pertanyaan yang ada di meja kalian."Perintah sang ratu,menyuruh para putri mengisi pertanyaan yang ada di kertas meja masing-masing.


"Kompetisi pertama dimulai."Ucap Damian.


Para putri langsung mengerjakan semua pertanyaan yang ada di meja mereka dengan serius,Damian tersenyum melihat wajah Xinyi yang serius saat menjawab soal-soal yang ada di meja.Dia percaya Xinyi pasti bisa lolos dari setiap kompetisi,karena dia wanita berbakat.


Ratu melihat anaknya yang tersenyum,dia langsung melihat orang yang disukai anaknya.Dia bersyukur,karena Damian begitu senang sesudah bertemu dengan Xinyi.


"Waktu selesai."Ucap Damian,agar para putri mengangkat tangannya untuk tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh Ratu.


Para pelayan langsung mengambil kertas yang ada di meja para putri,mereka mengumpulkan kertas di meja dan di serahkan kepada majikannya.


Damian melihat para pelayan yang sudah mengambil kertas di meja para putri,dia juga melihat pelayan yang menyerahkan kertas pada ratu.


"Setelah hasilnya keluar,para putri yang tidak lolos akan diantarkan ke kediaman masing-masing."Ucap Damian,membuat mereka menjadi gugup.


Para putri menjadi gugup,Mereka takut dirinya tidak lolos.Apalagi mereka sangat takut dimarahi ayahnya,karena tidak bisa menjadi istri seorang pangeran.Ayah mereka sangat menekan mereka,agar mereka jadi istri seorang pangeran.


"Silahkan,para putri untuk kembali ke mansion."Perintah Ratu,agar mereka bisa menilai jawaban para putri.


Para putri yang mendengar perintah sang ratu,mereka segera bergegas meninggalkan halaman belakang.Mereka pergi dengan perasaan yang tidak karuan,karena Mereka takut tidak lolos.


"Damian,ayo kita periksa jawaban mereka dengan cepat.Bantu ibumu,agar hasilnya cepat keluar."Ucap sang ratu,agar sang anak membantunya.


"Baik bu."Balas Damian,dia langsung mengambil beberapa lembar kertas para putri.


Damian dan ratu fokus menilai lembar jawaban para putri,raja datang menghampiri mereka yang sedang fokus menilai lembar jawaban para putri.


"Ratu Bagaimana hasilnya?"Tanya sang raja,penasaran dengan hasil jawaban para putri.

__ADS_1


"Kami sedang memeriksanya."Balas sang Ratu,menjawab pertanyaan suaminya.


"Mau aku bantu?"Tanya sang raja,ingin membantu mereka agar cepat selesai.


"Yasudah,ayo periksa bersama-sama."Jawab sang Ratu senang,karena suaminya ingin membantu mereka.


Raja ikut membantu anak dan istrinya menilai jawaban yang dikerjakan oleh para putri,mereka menyelesaikannya hingga sore hari.Setelah itu,hasilnya diberikan kepada kepala pelayan untuk mengumumkan hasilnya kepada para putri.


Setelah menyerahkan hasilnya kepada kepala pelayan,mereka memilih untuk beristirahat.Karena kompetisi belum berakhir,mereka harus melanjutkan kompetisi lagi besok.


Sedangkan di dalam kamar,Jane merasa bosan.Karena dia tidak melakukan apapun,Jane memilih beranjak dari ranjangnya dan berkunjung ke kamar Xinyi.


Xinyi yang hanya duduk di ranjangnya,dia bergegas beranjak dari tidurnya.Karena Xinyi mendengar suara ketukan dari pintu,dia membuka pintunya dan melihat Jane yang berada di hadapannya.


"Ada apa?"Tanya Xinyi,melihat Jane di depannya.


"Bolehkah,aku masuk."Balas Jane dengan ragu-ragu,takut Xinyi tidak membiarkannya masuk.


"Masuk saja."Balas Xinyi,mempersilahkan Jane masuk.


Xinyi menutup pintu kamarnya,dia sebenarnya tidak enak menolak kedatangan Jane di kamarnya.Apalagi,saat ini ada rasa lelah di tubuhnya.


"Bagus sekali sih kamar kamu."Ujar Jane,merasa iri dengan kamar milik Xinyi.


"Benarkah?"Tanya Xinyi,sudah merasakan lelah di tubuhnya.


"Ayo kita tukar kamar."Ajak Jane,merasa ingin di kamar Xinyi.


"Silahkan,jika kamu mau.Tapi tanyakan saja dulu kepada kepala pelayan di istana,takutnya mereka tidak memperbolehkannya."Jawab Xinyi,tidak mau direpotkan Jane sama sekali.


"Baiklah,kalau begitu nanti aku mencari kepala pelayan saja."Balas Jane,begitu antusias ingin bertukar kamar dengan Xinyi.


Xinyi membiarkan Jane berbicara sendiri,dia merasa setiap kata yang keluar dari mulut Jane membuat dia semakin mengantuk.Xinyi tertidur begitu saja,karena mendengar Jane berbicara.


Jane melihat Xinyi yang tertidur,dia kesal melihat Xinyi yang tertidur.Dia segera bergegas keluar dari kamar Xinyi dan memilih mencari kepala pelayan.

__ADS_1


"Ada apa putri?"Tanya kepala pelayan,melihat Jane di hadapannya.


"Aku ingin bertukar kamar dengan putri Xinyi."Balas Jane,memberikan senyuman di hadapan kepala pelayan.


"Hamba tidak bisa mengizinkannya putri,ini semua sudah di atur oleh ratu."Ujar kepala pelayan,membuat senyum Jane pudar saat mendengarnya.


"Beneran tidak bisa bertukar sama sekali?"Tanya Jane memastikan,karena dia ingin bertukar kamar dengan Xinyi.


"Jika ingin bertukar kamar,silahkan putri Jane cari saja ratu dan bicarakan keinginan putri terhadap ratu."Balas kepala pelayan,karena menurutnya Jane menyebalkan.


"Benarkah?"Tanya Jane,memastikan dengan tersenyum senang.


"Benar putri."Jawab kepala pelayan,membenarkan ucapannya.


Jane yang senang,dia langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih sama sekali terhadap kepala pelayan.Jane langsung mencari ratu untuk mengutarakan keinginannya,dia bertanya pada semua orang tentang keberadaan ratu.Setelah mendapatkan jawaban dari salah satu pelayan,Jane bergegas berlari ke taman.


Ratu yang sedang menikmati minum teh,terganggu dengan melihat Jane berlari ke arahnya.Ratu merasa kesal,melihat seorang putri yang tidak tau kesopanan saat berada di istananya.


"Hormat ratu."Ucap Jane masih mengatur deru nafasnya,karena senang telah menemukan ratu.


"Ada apa?"Tanya ratu cuek,ketika melihat Jane di hadapannya.


"Ratu,bisakah aku bertukar kamar dengan putri Xinyi."Balas Jane,menundukkan kepalanya dari sang ratu.


"Siapa nama kamu?"Tanya ratu,menatap tajam ke arah Jane.


"Saya Jane ratu."Jawab Jane tersenyum melihat ke arah sang ratu.


"Bilang saja kepada kepala pelayan,kamu sebagai seorang putri harusnya bisa menjaga kesopanan dan martabat saat menjadi putri bangsawan."Ujar sang ratu geram dengan tindakan Jane,karena hanya ingin bertukar kamar saja menghilangkan kesopanannya.


"Maaf ratu,hamba tidak akan mengulanginya."Jawab Jane sadar,ratu menegurnya akibat kecerobohan yang di lakukan oleh dirinya.


"Yasudah sana,kamu pergi saja."Usir sang ratu merasa kesal,istirahatnya di ganggu Jane.


"Terima kasih ratu,kalau begitu hamba undur diri dulu."Pamit Jane langsung pergi meninggalkan ratu begitu saja.

__ADS_1


Jane pergi meninggalkan sang ratu,dia senang bisa bertukar kamar dengan Xinyi.


Sedangkan ratu dia menyuruh pelayan untuk mengawasi Jane,agar tidak menghancurkan kompetisi yang di selenggarakannya.


__ADS_2