AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 112


__ADS_3

Xinyi yang baru saja ingin melanjutkan tidurnya,dia mendengar teriakan di luar sana.Bahwa,istana di serang saat ini.Xinyi terkejut mendengarnya,dia bergegas bangun dan ingin melihat situasinya saat ini.Namun dia mendengar ketukan di jendela,dia bergegas membukanya dan melihat Jansen saat ini.


"Istana kamu di serang,cepat kamu lewat sini.Aku akan membawa kamu pergi."Ucap Jansen,agar Xinyi mengikuti dirinya.


"Bagaimana dengan yang lain? Aku mengkhawatirkan kondisi raja saat ini."Jawab Xinyi,dia tidak bisa pergi begitu saja.


"Kamu ikut saja dengan aku,kita lihat situasinya bersama-sama."Ajak Jansen,agar Xinyi tidak kenapa-kenapa.


Xinyi mengangguk mengerti,dia langsung meloncat keluar jendela di bantu Jansen.Xinyi merasa perasaannya tidak tenang,dia memikirkan kakaknya dan Jiwei saat ini.Dia takut mereka tidak bisa menangani perusuh ini,Xinyi merasa dia harus membantu melawan musuh.


Mereka menyelinap ke kamar raja,namun tidak menemukan keberadaan raja sama sekali.Mereka saling pandang,sekarang mereka keluar dari kamar raja.Mereka langsung berjalan ke ruangan tabib,tapi di sana juga tidak ada raja sama sekali.Mereka melihat Xie Cheng berjalan ke arah mereka dengan tergesa-gesa,mereka menatap Xie Cheng saat ini.


"Ratu mencari raja bukan?"Tanya Xie Cheng,menatap Xinyi dengan panik.


"Iya,Dimana sekarang raja?"Tanya Xinyi balik,dia tidak mungkin membiarkan raja di tangkap oleh musuh.


"Raja di bawa pergi oleh tuan Jiwei dan tuan Xintian,mereka juga di dampingi tabib senior.Karena takut raja kenapa-kenapa,aku sedang membawa obat-obatan untuk menyusul mereka."Balas Xie Cheng,dia menjelaskan situasinya terhadap Xinyi.


"Baguslah,kamu hati-hati."Ucap Xinyi,merasa tenang saat ini.


Mereka kini kembali melihat situasi istana,apalagi mereka menyelinap dari belakang.Mereka tidak mungkin terang-terangan saat ini,mereka melihat situasi perang saat ini.


Xinyi kaget,dia melihat Juan saat ini.Ternyata Juan memberontak,dia melihat tawa Juan yang begitu puas berperang dengan pasukan istana.Xinyi khawatir,istana akan di kuasai Juan.Xinyi langsung berjalan ke ruang peralatan perang,dia di ikuti Jansen saat ini.

__ADS_1


"Kamu gila,kenapa kamu memakai pakaian ini.Cepat lepaskan,aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa."Ucap Jansen,karena Xinyi memakai pakaian perang saat ini.


"Aku tidak bisa berdiam saja,aku sebagai ratu negara ini harus melawannya."Balas Xinyi,dia tidak ingin melihat pasukan istana terluka.


"Baiklah,aku akan membantu kamu.Aku akan melindungi kamu."Ucap Jansen,dia memakai pakaian perang yang ada.


Xinyi tersenyum,karena Jansen perduli terhadapnya.Xinyi merasa Jansen orang yang tepat,karena dia begitu memikirkan dirinya saat situasi genting seperti ini.


Setelah mereka memakai pakaian perang,mereka bergegas membantu pasukan istana.Mereka langsung terjun begitu saja,apalagi Xinyi dia langsung bergegas mengincar Juan.Karena dia tidak ingin Juan hidup,sebab Juan merugikan negara saat ini.Menurutnya,Juan egois sama seperti Damian yang egois.Mementingkan dirinya sendiri,dari pada kepentingan orang lain.


"Wah,kamu berani juga."Ucap Juan,dia melihat Xinyi yang ada di hadapannya.


"Kenapa aku tidak berani,kamu pengkhianat.Aku tidak menyukai kamu sama sekali,aku harus membuat kamu merasakan bagaimana mati di dalam ambisi kamu sendiri."Balas Xinyi,dia langsung menyerang Juan begitu saja.


Mereka melakukan pertempuran yang sengit,apalagi Juan tidak percaya dengan kemampuan Xinyi saat ini.Dia terkejut,karena kemampuan Xinyi dalam bertarung begitu hebat.Dia kira Xinyi tidak bisa berperang sama sekali,dia saja tergores pedang Xinyi saat ini.


Damian yang baru turun ikut berperang,dia terkejut dengan Xinyi dan Juan yang sedang bertarung.Bahkan,dia juga terkejut melihat Jansen yang ikut berperang membantu negaranya.Damian tidak tau,sejak kapan Jansen berada di istana ini.Damian bergegas membantu Xinyi yang melawan Juan,dia tidak ingin Xinyi kenapa-kenapa.


"Kamu lemah,bisanya melawan wanita."Ucap Damian,membuat emosi Juan terpancing.


"Kamu laki-laki tidak berguna,setiap hari hanya bisa bersenang-senang."Balas Juan,tidak terima ucapan Damian.


Suasana semakin panas,mereka langsung beradu satu sama lain.Mereka tidak terima dengan ucapan masing-masing,Xinyi tidak perduli dengan mereka saat ini.Xinyi mengamati pergerakan mereka bersama Jansen,apalagi Damian dan Juan sama-sama di penuhi amarah saat ini.Juan tersungkur,ketika Damian ingin menusuk Juan.Entah dari mana,Jane langsung menghalangi Damian yang akan menusuk Juan.

__ADS_1


"Jangan kau tusuk Juan pangeran."Ucap Jane,dia memohon terhadap Damian agar tidak menusuk Jane.


"Lancang,minggir kamu."Balas Damian,dia langsung menyingkirkan Jane.


Damian merasa kesal di halangi Jane,dia langsung menusuk perut Juan begitu saja.Membuat Juan tidak berdaya,Dia merasa puas dengan musuhnya yang sudah dia tusuk saat ini.


Jane langsung berlari ke arah Juan,dia panik melihat darah yang keluar dari perut Juan.Jane merasa histeris,karena Juan di tusuk seperti ini.


"Kamu harus bertahan,aku tidak bisa hidup tanpa kamu."Ucap Jane,dia menangisi Juan di hadapan mereka saat ini.


Damian yang mendengarnya sangat marah saat ini,karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jane.Damian menatap tajam ke arah Jane,dia tidak habis pikir dengan Jane saat ini.


Xinyi dan Jansen hanya menatap mereka,bahkan tidak ingin ikut campur sama sekali.Mereka lebih melanjutkan perang mereka saat ini,agar musuh kalah.


"Kamu lancang,untuk apa kamu menangisi musuh."Amarah Damian memuncak.


"Kamu tidak mengerti pangeran,kami saling mencintai."Ucap Jane,dia terang-terangan di hadapan Damian.


Jane sedih di hadapan Juan,air matanya di hapus oleh Juan.Jane tidak ingin Juan mati,karena bagaimanapun Jane sedang mengandung anak Juan saat ini.


"Kamu harus bertahan,demi anak kita.Aku sedang hamil anak kamu,aku mohon bertahanlah."Tangis Jane,dia mengungkapkan kehamilannya pada Juan.


"Lancang,kamu sudah hamil anak laki-laki lain.Kamu tidak pantas untuk hidup,beraninya kamu mengkhianati aku."Ucap Damian,dia merasa marah saat ini.

__ADS_1


Damian langsung mengambil pedang yang tergeletak,dia langsung menusukkan pedang ke arah Jane.Karena dia di khianati oleh Jane,Damian menatap pasangan di hadapannya dengan sinis.Menurut Damian,mereka sangat pantas di perlakukan seperti itu.Apalagi membuatnya marah saat ini,Damian langsung melampiaskan kekesalannya pada semua pasukan Juan.


Sedangkan Juan,dia langsung di bawa pergi oleh anak buahnya dan meninggalkan Jane yang sudah tidak bernyawa saat ini.Juan akan membalas dendam terhadap Damian,karena dia telah merenggut nyawa orang yang di cintainya dan calon anaknya.


__ADS_2