
Sedangkan di taman,Xinyi merasa dirinya begitu tenang.Dia langsung menyenderkan kepalanya di bahu Jiwei,dia sudah menganggap Jiwei seperti kakaknya sendiri.
"Aku sebenarnya tidak mau menjadi ratu kak."Ucap Xinyi,dia memandang lurus ke depan.
"Kenapa?"Tanya Jiwei,karena Xinyi tidak ingin menjadi ratu.
"Aku merasa tidak bebas,aku ingin hidup bebas dan tanpa ada beban di pundakku."Balas Xinyi,dia memejamkan matanya.
Jiwei merangkul Xinyi,sekelebat bayangan masa depan Xinyi terlintas begitu saja pada dirinya.Dia kaget dengan masa depan Xinyi yang menurutnya lebih kasar,dia merasa Xinyi yang terlintas jelas berbeda dengan Xinyi yang sekarang mengeluh.
"Kamu pasti bisa melewati ini semua,karena takdir sudah memilih kamu menjadi seorang ratu."Ucap Jiwei,dia mengusap rambut Xinyi.
"Rasanya,aku ingin kabur saja."Keluh Xinyi,dia belum apa-apa saja sudah menyerah.
"Jika kamu kabur,bagaimana dengan keluarga kamu? Sedangkan Xintian saja begitu senang,saat kamu terpilih menjadi seorang ratu."Ucap Jiwei,agar Xinyi mengurungkan niatnya.
"Kakak memang seperti itu,dia terlalu labil.Awalnya kakak begitu menentang pernikahan aku,sekarang dia malah senang aku menjadi ratu negara ini.Aku tidak akan mengakuinya,kakak aku harus bersikap tegas bukan labil seperti ini."Balas Xinyi,dia merasa heran dengan sikap kakaknya yang begitu labil.
"Haha,kamu benar Xin.Xintian memang labil,aku saja heran dengan sikap dia yang selalu berubah-ubah."Tawa Jiwei,dia menertawakan sikap sahabatnya itu.
"Tuhkan,kakak saja setuju dengan ucapan aku.Aku juga heran,padahal kak Xintian lebih tua dariku.Namun sikap labilnya,malah lebih-lebih dari aku."Ucap Xinyi,sambil tersenyum mengingat kakaknya.
"Kak,kapan kakak ada waktu luang?"Tanya Xinyi,dia menatap Jiwei.
"Memangnya kenapa,akhir-akhir ini kakak sangat sibuk."Balas Jiwei,dia merasa benar-benar sibuk saat ini.
__ADS_1
"Aku begitu ingin pulang,namun aku ingin pulang bersama kakak.Jika sendirian membuat aku bosan."Ucap Xinyi,dia begitu manja terhadap Jiwei.
"Kenapa kamu tidak ajak pangeran?"Tanya Jiwei,dia menatap heran kepada Xinyi.
"Ayolah kak,biarkan dia di istana.Lagi pula,apakah kakak tidak rindu dengan orang tua aku?"Tanya Xinyi balik,sambil menyipitkan matanya di hadapan Jiwei.
"Yasudah,kakak akan ikut bersama kamu."Balas Jiwei,dia mengusap lembut rambut Xinyi.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?"Tanya Damian,dia melihat Jiwei yang mengelus rambut Xinyi.
"Kami sedang berbincang,memangnya kenapa?"Tanya Xinyi,dia langsung menengok ke arah Damian.
"Berbincang kamu bilang? Tapi kenapa harus sambil mengusap-usap rambut kamu segala."Marah Damian,dia tidak suka dengan kedekatan Jiwei dan Xinyi.
"Memangnya salah,lagi pula kak Jiwei kakakku."Balas Xinyi,dia tidak suka dengan sikap Damian yang tiba-tiba marah terhadapnya.
"Kamu berani membentak aku? Atas dasar apa kamu membentak aku? Datang-datang kamu malah marah tidak jelas seperti ini."Ucap Xinyi,dia begitu kesal saat ini.
"Jelas aku marah,bagaimana aku tidak marah.Istriku rambutnya di belai oleh lelaki lain,siapa yang tidak marah hah!"Emosi Damian semakin tersulut.
"Sudah cukup pangeran,redakan emosi kamu.Bagaimana Xinyi tidak kesal,pangeran saja malah marah-marah tidak jelas seperti ini.Harusnya pangeran introspeksi diri sendiri,jangan menyalahkan Xinyi yang jelas-jelas kami hanya berbincang biasa."Ucap Jiwei,dia menengahi pertengkaran mereka.
"Sudahlah kak,ayo kita pergi.Lagi pula,aku sangat lelah."Ajak Xinyi,dia menarik Jiwei untuk pergi dari hadapan Damian.
Damian tidak suka dengan sikap Xinyi yang seperti ini,dia langsung berjalan ke arah Xinyi dan melepaskan tangan Xinyi yang menarik, Jiwei.Damian langsung menyeret Xinyi ke dalam istana,dia tidak perduli dengan Xinyi yang terus memberontak terhadapnya.
__ADS_1
...****************...
Xinyi di dorong Damian ke ranjang,dia begitu marah dengan istrinya ini.Dia melihat wajah Xinyi yang kesal dengannya,membuat dirinya semakin marah.
"Kamu keterlaluan."Ucap Xinyi,dia memegang pergelangan tangannya yang merah.Karena perbuatan Damian yang menarik tangannya begitu erat dan Xinyi merasakan sakit di tangannya.
"Aku keterlaluan? Kamu yang keterlaluan,bisa-bisanya kamu mengabaikan aku."Balas Damian,dia menatap Xinyi dengan emosi.
"Aku mengabaikan kamu? Kamu yang harusnya berpikir,jika kamu tidak marah-marah seperti ini.Mana mungkin aku menarik kak Wei untuk pergi,bahkan kamu berpikir negatif tentang kami."Ujar Xinyi,dia melepaskan emosinya saat ini.
Damian kesal dengan ucapan Xinyi,dia langsung memegang pipi Xinyi dengan erat.Dia begitu emosi saat ini,apalagi menurutnya Xinyi begitu membela Jiwei.
"Kami harus ingat,kamu itu milikku.Bahkan,kamu tidak boleh dekat dengan lelaki manapun.Aku cemburu melihat kamu begitu dekat dengan lelaki lain,sedangkan kamu dengan aku seperti orang asing."Ujar Damian,dia meluapkan isi hatinya.
Xinyi yang begitu kesakitan,dia refleks menampar pipi Damian.Menurutnya Damian egois,dia tidak pantas bersikap ini terhadapnya.Dia bahkan mengerti,jika dirinya istri Damian.Tapi seolah-olah,dirinya berselingkuh dari Damian.
Damian kaget,karena dirinya di tampar oleh Xinyi.Dia menatap mata Xinyi yang berkaca-kaca,perasaannya begitu sakit saat ini.Apalagi melihat Xinyi yang berkaca-kaca seperti ini,dia melepaskan tangannya di pipi Xinyi dan berlutut di kaki Xinyi.
Xinyi meneteskan air matanya,dia tidak percaya Damian menyakitinya.Apalagi,jelas-jelas dirinya tidak berselingkuh dengan Jiwei.Dia menatap nanar terhadap Damian yang berlutut di kakinya,dia tidak memperdulikannya sama sekali.
Xinyi langsung berlari meninggalkan Damian,dia keluar dari kamarnya.Rasa sakit masuk ke dalam hatinya,karena baru kali ini dia di perlakukan seperti ini oleh Damian.Dia berlari dengan kencang ke arah taman,dia masuk ke dalam labirin.Agar Damian tidak mengejarnya,dia ingin menjauh dari Damian saat ini.
Sedangkan Damian dia tidak mengejar Xinyi sama sekali,dia merasa bersalah saat ini.Dia benar-benar menyakiti Xinyi,dirinya merasa bersalah terhadap Xinyi.Apalagi dia sadar,dirinya termakan api cemburu dengan melihat Xinyi dan Jiwei yang begitu dekat.
Xinyi di dalam labirin,dia menabrak Jansen yang akan bertemu dengan dirinya.Dia melihat ke arah Jansen dan memeluknya tanpa sadar,dia menumpahkan air matanya terhadap Jansen.
__ADS_1
Jansen yang di tabrak Xinyi,dia justru bingung dengan Xinyi yang memeluknya dengan erat.Bahkan,Xinyi menangis dengan kencang terhadap dirinya.Jansen bingung harus berbuat apa,sehingga dia hanya mengelus punggung Xinyi.Dia sengaja melakukannya,agar Xinyi menumpahkan isi hatinya terhadap dirinya.