AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 30


__ADS_3

Paginya Jane bangun,dia benar-benar lelah dengan pertempuran mereka semalam.Apalagi,menurutnya Damian begitu buas terhadap dirinya.Bahkan tubuhnya sekarang penuh dengan tanda merah yang di berikan Damian,dia menatap Damian yang masih tertidur pulas.


"Aku tidak percaya,jika pangeran begitu buas dalam bercinta."Gumam Jane,dia menatap seluruh tubuh Damian di sampingnya.


Jane tersenyum,dia kemudian bangun dari tidurannya.Dia melihat pedang Damian yang bangun,dia rasanya ingin menikmati pedang Damian lagi.Dia naik ke atas tubuh Damian,memasukkan pedang Damian pada mahkotanya.Dia begitu senang memulai permainannya,apalagi dia menikmati pedang Damian yang cukup besar dari pada milik Juan.


Damian yang tertidur,dia merasa ada gerakan pada tubuhnya.Apalagi,dia merasa pedangnya seperti sesak.Dia membuka kedua matanya,dia melihat Jane yang sedang menikmati permainannya sendiri.


"Apa yang sedang kamu lakukan?"Tanya Damian,menatap Jane yang asik menikmati permainannya sendiri.


Jane menatap Damian yang sudah bangun,dia bergerak cepat untuk mencapai puncak kepuasannya sendiri.Jane benar-benar sangat menikmati pedang Damian pada tubuhnya,dia langsung berbaring di samping Damian penuh dengan peluh keringat.


"Pedang kamu sangat luar biasa pangeran."Balas Jane,dia mengatur deru nafasnya.


"Kamu tidak puas dengan permainan kita semalam?"Tanya Damian,menatap Jane dengan lekat.


"Aku sangat puas dengan permainan kamu semalam,tapi aku masih menginginkannya lagi."Balas Jane,dia menatap ke arah Damian.


Damian yang mendengarnya begitu senang,dia merasa bisa membuat permainan yang lebih panas dengan Xinyi.Dia sekarang,merasa sangat ingin bercinta lagi.


Damian dan Jane melakukan percintaan panas lagi,karena Damian menginginkannya lagi.Mereka melakukan percintaan panas untuk melengkapi hasrat pada tubuh mereka sendiri.


...****************...


Xinyi membuka ke dua matanya,dia bergegas membersihkan tubuhnya.Setelah selesai dengan ritual tubuhnya,dia langsung memakai pakaian yang sangat sopan.Apalagi,dia harus membantu ratu di ruang kerjanya.Karena sang ratu meminta bantuan terhadapnya,dia langsung bergegas berjalan ke ruang kerja ratu.


Di ruang kerja,ratu sedang sibuk mengurus urusan negara.Apalagi,dia mendapat kabar yang tidak menyenangkan.Dia begitu pusing,jika perbatasan negara di serang.Dia mengkhawatirkan kondisi rakyat dan prajuritnya sekarang,dia langsung menengok ke arah pintu saat Xinyi masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Sini sayang."Panggil ratu,melihat menantunya yang begitu sopan saat bertemu dengannya.


Xinyi menghampiri ratu yang begitu sibuk dengan lembaran kertas di mejanya,dia berdiri di hadapan sang ratu.Dia tidak berani duduk di hadapan sang ratu,apalagi ratu belum menyuruhnya untuk duduk.


"Kamu duduk saja,jangan terlalu sungkan."Perintah sang ratu,menapa sekilas kepada menantunya.


"Apa yang harus saya bantu ratu?"Tanya Xinyi,menatap sang ratu.


"Tidak usah memanggil ratu,panggil saja aku ibu di saat orang lain tidak ada."Balas ratu,karena merasa ada jarak di antara mereka.


"Baik bu."Ucap Xinyi,menuruti kemauan sang ratu.


Xinyi menatap ratu dengan intens,dia melihat wajah ratu yang sangat cantik dan berwibawa.Dia tersenyum tipis,betapa tidak percaya dirinya masih bisa melihat sang ratu saat ini.Apalagi sang ratu begitu melindunginya dulu,bahkan dia masih ingat dengan jelas tatapan kesedihan sang ratu saat meninggalkan dirinya.


(Flashback on)


"Xinyi awas!"Teriak sang ratu,melihat menantunya yang akan di serang.


Xinyi yang kaget mendengar ratu yang berteriak,dia langsung menoleh pada sang ratu.Dia melihat sang ratu berlari ke arahnya,namun dia heran melihat laki-laki berjubah hitam yang berjalan cepat menuju ke arahnya.Dia semakin kaget,saat sang ratu menarik laki-laki berjubah hitam untuk menjauh darinya.


"Tolong,tolong."Teriak Xinyi,karena melihat ratu yang begitu cekatan melawan laki-laki berjubah hitam itu.


Dia shock,saat melihat sang ratu tertusuk belati.Lelaki berjubah hitam itu langsung meninggalkan mereka begitu saja,Xinyi langsung berlari ke arah sang ratu.


"Ibu,kamu harus sadar."Ucap Xinyi panik,sambil menatap sang ratu.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa,kamu tidak usah menangis."Balas sang ratu,melihat air mata yang keluar dari Xinyi.

__ADS_1


"Tolong,pengawal kalian semua di mana."Teriak Xinyi,begitu frustasi.


Dia melihat belati yang masih menancap di perut sang ratu,apalagi dia melihat belati itu berubah menjadi hitam.Dia tau,jika belati yang berwarna hitam berarti belati itu beracun.


Ratu menatap arah tatapan Xinyi,dia sudah menduganya dari awal belatinya beracun.Dia menatap Xinyi dengan sedih,karena tidak tau siapa yang tega ingin mencelakai menantunya ini.


Xinyi melihat ratu yang mengeluarkan darah dari mulutnya,dia kaget melihat ratu yang muntah darah begitu banyak.Setelah itu,ratu tiba-tiba menghembuskan nafas terakhirnya.Xinyi berteriak dengan kencang,karena ratu meninggal untuk menyelamatkan dirinya.


(Flashback off)


Ratu melihat wajah menantunya yang melamun,dia heran kenapa menantunya melamun.Dia melambaikan tangannya di hadapan menantunya,agar menantunya sadar.


"Xinyi."Panggil sang ratu,melambaikan tangannya.


Xinyi kaget,karena dirinya begitu lancang di hadapan sang ratu.Dia langsung sadar dan meminta maaf atas kelancangannya,karena dia begitu fokus dengan dunianya sendiri.


"Sudah tidak apa,maukah kamu pergi berperang ke perbatasan?"Tanya sang ratu,menatap menantunya.


"Aku bersedia ratu."Balas Xinyi,karena dia ingin membantu sang ratu.


"Syukurlah,jika kamu bersedia."Ucap sang ratu senang,karena menantunya mau membantu dia.


"Kalau begitu,kamu bersiaplah mengemas barang kamu.Kita nanti malam pergi ke perbatasan."Perintah sang ratu,menatap menantunya.


"Baik bu."Balasnya mengangguk,dia langsung pergi meninggalkan sang ratu.


Xinyi langsung pergi ke kamarnya,dia menyiapkan keperluan yang akan dia bawa untuk di bawa ke perbatasan.Dia di bantu pelayan untuk menyiapkan keperluannya selama di sana,dia begitu bersemangat akan meninggalkan istana.Lagi pula,dia tidak akan bertemu Damian untuk sementara waktu.

__ADS_1


Waktu berjalan dengan cepat,Xinyi dan ratu berada di dalam kereta.Mereka akan pergi meninggalkan istana,karena mereka akan menyusul raja yang sudah berada di perbatasan.Mereka akan pergi tanpa mengingat Damian sama sekali,apalagi sang ratu lupa memberitahu kepergian mereka terhadap anaknya.


Mereka langsung pergi untuk meninggalkan istana,karena mereka ingin segera melihat keadaan di perbatasan.Mereka selama di perjalanan tertidur,karena merasa perjalanannya sangat lama untuk sampai ke tempat tujuan mereka.


__ADS_2