AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 94


__ADS_3

Jane yang berada di kamar merasa cemas saat ini,dia merasa telah di bohongi oleh Juan.Dia tidak habis pikir dengan Juan,bisa-bisanya dia menyuruh orang meracuni ratu dan pangeran.Meski dia tau,jika pangeran saat ini benar-benar masih hidup.


Jane gelisah memikirkan Juan,meski tindakan Juan berbahaya.Namun dia tidak ingin,orang yang di cintainya saat ini masuk penjara.Jane tidak ingin tinggal diam,dia akan berusaha membuat Juan kabur.Lagi pula,hanya Juan yang benar-benar mengerti dirinya.


"Aku harus bagaimana sekarang."Ucap Jane,dia menggigit kukunya saat ini.


Jane sedang berpikir,bagaimana cara membebaskan Juan.Jane harus berani membebaskan Juan,dia harus membuat Juan pergi dari penjara.Sekarang,dia membutuhkan Juan dalam hidupnya.Jane akan berusaha menyelinap ke penjara,dia akan berbicara dengan Juan.


Jane mendengar suara ketukan di pintunya,dia langsung menoleh ke arah pintu.Jane berjalan membuka pintu,dia kaget melihat Chelsea yang ada di hadapannya saat ini.


"Kamu kenapa pucat seperti ini?"Tanya Chelsea,melihat wajah Jane yang begitu pucat.


"Aku tidak apa-apa,mungkin hanya kelelahan saja."Jawab Jane,dia tidak tau wajahnya pucat sekarang.


"Boleh aku masuk?"Tanya Chelsea,dia menatap Jane dengan perasaan ragu.


"Masuklah."Balas Jane,dia mempersilahkan Chelsea masuk ke dalam kamarnya.


Mereka duduk di kursi saat ini,mereka saling menatap satu sama lain.Apalagi Jane,dia merasa heran dengan kedatangan Chelsea ke kamarnya saat ini.


"Aku baru kembali dengan pangeran,baru saja kita kembali.Ratu Xinyi,dia malah terbaring sakit saat ini."Ucap Chelsea,bercerita tentang Xinyi.


"Sakit? Dia baik-baik saja,selama di pertemuan tadi pagi."Balas Jane,dia merasa heran dengan ucapan Chelsea.


"Jika kamu tidak percaya,besok kita kunjungi dia bersama-sama.Aku juga belum memberitahu putri Aria,aku pergi dulu."Ucap Chelsea,dia juga harus memberitahu Aria.


"Baiklah,besok kita pergi bersama."Balas Jane,dia sepakat akan menjenguk Xinyi.


Jane menatap kepergian Chelsea,dia tersenyum saat ini.Jika Xinyi sedang sakit,dia bisa bertemu dengan Juan.Jane yakin,semua orang akan sibuk menjenguk Xinyi.Menurut Jane,ini kesempatan untuk dirinya bertemu dengan Juan.Jane akan menyelinap nanti,kalau perlu dia akan menyuap penjaga untuk bisa melihat Juan.


...****************...


Xinyi membuka ke dua matanya,dia melihat Damian yang tidur bersama dengan dirinya.Xinyi tiba-tiba merasa bersalah saat ini terhadap Damian,namun pikirannya justru menepisnya.Xinyi akan membuang rasa bersalahnya,lagi pula di kehidupan yang dulu Damian malah melukai dirinya.Xinyi akan tetap menjalankan balas dendamnya,dia akan acuh terhadap Damian.


Xinyi melepaskan pelukan Damian,dia berjalan dengan hati-hati untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.Setelah selesai,dia kembali ke ranjang untuk beristirahat.Xinyi masih merasakan kepalanya yang pusing,baru saja memejamkan matanya.Xinyi sudah mendengar suara ketukan di pintu,namun Xinyi merasakan Damian yang tiba-tiba meeloncat.Xinyi membuka kedua matanya,dia melihat ke arah pintu.


Semua selir-selir Damian masuk,mereka berjalan ke arah Xinyi.Xinyi merasa heran dengan kedatangan mereka,tidak seperti biasanya mereka begitu kompak seperti ini.Xinyi bangun,dia bersandar pada ranjangnya.


"Ada apa kalian kemari?"Tanya Xinyi,menatap ke arah mereka.

__ADS_1


"Kami ingin menjenguk ratu."Jawab mereka kompak.


"Aku sudah tidak apa-apa,nanti juga sembuh.Terimakasih,kalian sudah menjenguk diriku."Ucap Xinyi,dia berterimakasih terhadap mereka.


"Sama-sama ratu."Balas mereka,karena sudah melihat Xinyi yang sakit.


Mereka kompak melihat ke arah pintu,karena begitu berisik di luar.Mereka masuk ke dalam kamar Xinyi,kini mereka saling tatap dan saling melempar senyum.


"Kamu sudah tidak apa-apa?"Tanya Xintian,menatap ke arah adiknya.


"Aku tidak apa-apa kak,mungkin aku kurang istirahat."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah kakaknya.


"Syukurlah,jika kamu sudah tidak apa-apa."Ucap Xintian,dia merasa lega sekarang.


"Tumben sih,kalian datang begitu kompak.Biasanya,kalian tidak akur loh."Ucap Xinyi,dia tersenyum ke arah mereka.


Mereka saling pandang saat ini,mereka juga menyadari ucapan Xinyi.Mereka sama-sama tertawa,karena Xinyi mengucapkan hal seperti itu.


"Kami tidak ingin membebani kamu,jadi kami datang dengan kompak."Ucap Jiwei,dia mendekat ke arah Xinyi.


"Hei,jangan dekat-dekat.Dia istriku."Protes Damian,dia tidak suka Jiwei dekat dengan istrinya.


"Biarkan saja,lagi pula dia adikku."Ucap Jiwei,dia tidak mau kalah dengan Damian.


"Kamu jangan protes,diam saja."Perintah Xintian,agar Damian diam.


"Sayang,kenapa kakak kamu membela orang luar."Adu Damian,dia tidak terima di perlakukan seperti ini.


"Kamu berisik,biarkan saja.Lagi pula,aku tidak keberatan sama sekali.Mereka kakak aku kok,kenapa kamu melarangnya."Balas Xinyi,dia tidak memperdulikan aduan Damian.


"Sudahlah pangeran,pangeran tidak usah berisik.Gara-gara pangeran juga kak,ratu jadi sakit.Jadi,biarkan ratu bermanja-manjaan dengan kakaknya."Ucap Aria,dia merasa heran dengan sikap Damian yang seperti anak kecil.


Damian yang mendengarnya diam,dia merasa tertampar dengan ucapan Aria.Damian membiarkan Xinyi bermanja-manjaan dengan kakaknya,meski Damian tidak senang melihatnya.


"Sudahlah,kalian jangan berargumen seperti itu.Kalian tidak kasihan apa dengan ratu,yang sedang sakit saat ini."Ucap Jansen,merasa sifat mereka begitu kekanak-kanakan.


Mereka terdiam saat ini,mereka menatap wajah Xinyi yang masih pucat.Mereka berharap Xinyi cepat sembuh,mereka melihat Xinyi yang tersenyum ke arah mereka.


"Kamu sudah minum obat?"Tanya Jiwei,dia perhatian terhadap Xinyi.

__ADS_1


"Belum kak,aku baru selesai mandi dan kepalaku pusing.Jadi,aku berniat untuk beristirahat lagi."Jawab Xinyi.


"Yasudah,kamu makan dulu sekarang.Setelah itu,kamu minum obatnya.Kami pergi saja,agar kamu bisa beristirahat."Ucap Xintian,agar adiknya bisa beristirahat.


"Iya kak,pelayan saja belum mengantarkan makanannya."Balas Xinyi,dia tersenyum ke arah sang kakak.


"Yasudah,ayo kita pergi.Biarkan Xinyi beristirahat dulu."Ajak Jiwei,agar mereka keluar dari kamar Xinyi.


Mereka setuju dengan ucapan Jiwei,mereka langsung pergi meninggalkan Xinyi.Mereka membiarkan Xinyi untuk beristirahat,karena mereka kasihan dengan Xinyi yang terbaring sakit.Karena mereka belum bisa membantu Xinyi,mengerjakan tugas negara.Mereka masih butuh bimbingan Xinyi,agar bisa membantu Xinyi ke depannya.


Gambaran Damian :



Gambaran Jansen :



Gambaran Xintian :



Gambaran Jiwei :



Gambaran Xinyi :



Gambaran Jane :



Gambaran Chelsea :



Gambaran Aria :

__ADS_1



__ADS_2