AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 58


__ADS_3

Tiga hari berlalu,Xinyi sudah pergi dari istana.Dia merasa senang,tinggal bersama dengan kakek dan neneknya Jansen.Namun dia tidak tau,selama tiga hari ini Jansen kemana.Bahkan Jansen,dia tidak kembali lagi.


Xinyi duduk di ayunan yang di buat oleh kakek Jansen,dia merasa kesepian saat ini.Dia melamun dan menatap kosong taman yang ada di hadapannya,dia tiba-tiba merindukan keluarganya saat ini.


Nenek Jansen menghampiri Xinyi yang melamun di ayunan,dia ingin tau kenapa Xinyi melamun.Dia mendekat ke arah Xinyi,agar Xinyi mau bercerita dengannya.


"Kenapa putri melamun?"Tanya nenek Jansen,merasa Xinyi sudah dia anggap sebagai cucunya.


"Aku hanya rindu keluargaku."Balasnya,menatap ke arah nenek Jansen.


"Jika putri ingin pulang,pulanglah.Karena kami tidak akan melarang kamu pergi,kamu berhak hidup bahagia."Ucap nenek Jansen,menatap ke arah Xinyi.


"Nek,memangnya Jansen selalu seperti ini.Dia pergi begitu saja dan sudah tiga hari dia tidak kembali ke sini."Ujar Xinyi,dia menatap nenek Jansen dengan cemberut.


"Aku juga heran dengan anak itu,tidak seperti biasanya dia seperti ini.Mungkin,dia benar-benar sangat sibuk.Kamu merindukannya?"Tanya nenek Jansen tersenyum,dia langsung melihat wajah Xinyi.


Xinyi yang di tanya seperti itu,dia tiba-tiba gelagapan.Dia tidak tau kenapa dirinya bertanya mengenai Jansen,karena mulutnya tiba-tiba berbicara seperti itu.


"Aku tidak merindukannya."Elak Xinyi,tidak mau salah paham.


Nenek Jansen tersenyum,dia melihat reaksi tubuh dan mulut Xinyi yang jelas-jelas berbeda.Dia tau di hati Xinyi sudah ada sedikit perasaan untuk cucunya,dia tidak akan ikut campur sama sekali dengan hubungan mereka.


"Sudahlah,nenek mau ke kebun sayur dulu melihat kakek Jansen."Ucap sang nenek,dia berjalan meninggalkan Xinyi.


Xinyi merasa terjebak dengan situasi yang membuat dirinya bingung,dia tidak tau sekarang dengan hatinya.Apa dirinya merindukan Jansen atau tidak,namun entah kenapa dirinya tiba-tiba menanyakan Jansen terhadap neneknya Jansen.


Sedangkan Jansen di telah sampai di kediaman neneknya,dia membawa pakaian untuk Xinyi.Semua urusannya telah selesai,dia tidak melihat Xinyi di kamarnya.Jansen berpikir mungkin Xinyi ikut dengan kakek dan neneknya,Jansen memilih menyusul mereka.


Jansen tersenyum melihat Xinyi yang begitu cantik duduk di ayunan,dia menghampiri Xinyi berjalan perlahan.Agar Xinyi terkejut dengan kedatangannya,dia melihat Xinyi yang hanya diam duduk dan menatap taman bunga di hadapannya.


"Apa kamu tidak merindukan aku?"Tanya Jansen,dia memeluk Xinyi dari belakang.

__ADS_1


Xinyi kaget dengan tindakan Jansen,dia takut kakek dan neneknya Jansen melihatnya.Dia merasakan senang di dalam hatinya,apalagi melihat Jansen sekarang.


"Lepaskan aku Jansen,aku takut kakek dan nenek kamu melihat kita."Balas Xinyi,dia merasa gugup sekarang.


Jansen mendengarkan ucapan Xinyi,dia melepaskan pelukannya.Jansen berjalan ke hadapan Xinyi,dia berjongkok di hadapan Xinyi.


"Kamu kemana saja selama ini?"Tanya Xinyi,dia menatap Jansen di hadapannya.


"Ada masalah penting yang harus aku tangani,kamu tidak perlu tau."Balasnya,menatap wajah Xinyi yang menurutnya begitu cantik.


Xinyi menutupi sinar matahari yang mengenai wajah Jansen,dia takut Jansen silau dengan pantulan sinar matahari.Dia tersenyum ke arah Jansen,menurutnya Jansen saat ini begitu tampan.


Jansen senang dengan Xinyi yang bertindak seperti ini,dia bangun dari jongkoknya.Jansen mengulurkan tangannya,agar Xinyi bangun dari duduknya.


Xinyi menerima uluran tangan Jansen,dia berdiri di hadapan Jansen.Xinyi sekarang,dia mengikuti langkah kaki Jansen.


"Kita mau kemana?"Tanya Xinyi,dia menatap Jansen.


Mereka berjalan beriringan seperti sepasang kekasih,hingga mereka sampai di lokasi yang di tuju Jansen.Mereka duduk di kayu dan melihat pemandangan di hadapannya.


"Beneran ini tempat persembunyian kamu?"Tanya Xinyi,dia tidak percaya dengan ucapan Jansen.


"Benar,kamu tidak sadar dengan semak-semak di sekeliling kita."Balas Jansen,agar Xinyi percaya dengan ucapannya.


Xinyi melihat sekitarnya,benar apa yang di ucapkan Jansen.Dia melihat Semak-semak di sekeliling mereka,namun dia tidak percaya di balik semak-semak malah melihat hamparan danau di bawah mereka.


"Disini sangat indah."Ucap Xinyi,dia takjub dengan tempatnya.


Jansen melihat wajah Xinyi yang senang,dia bahagia jika Xinyi bahagia.Dia menggenggam tangan Xinyi,merasa tidak ingin kehilangan Xinyi di sampingnya.


"Kamu menyukainya?"Tanya Jansen,menatap Xinyi penuh cinta.

__ADS_1


"Iya,aku begitu menyukainya."Balas Xinyi,menatap balik Jansen.


"Syukurlah,jika kamu menyukainya."Ucap Jansen,dia senang dengan apa yang di katakan Xinyi.


"Terimakasih,kamu sudah membawa aku pergi ke tempat seindah ini."Ungkap Xinyi,begitu senang.


"Sama-sama."Balas Jansen,menatap wajah cantik Xinyi.


Mereka saling melempar senyum dan bertatapan satu sama lain,mereka begitu senang saat ini.Perasaan mereka mengalir begitu saja dengan rasa senang di dalam hati mereka.


"Xinyi."Panggil Jansen.


"Kenapa?"Tanya Xinyi,menatap Jansen dengan intens sambil menutup pantulan sinar matahari di wajah Jansen.


"Kamu begitu cantik."Puji Jansen,menatap wajah Xinyi.


"Terima kasih atas pujian kamu,kamu juga begitu tampan."Balasnya,menatap setiap inci ketampanan yang di miliki Jansen.


"Terima kasih."Ucap Jansen,memegang tangan Xinyi yang menghalau sinar matahari terhadap wajahnya.


Jansen mendekat dan mencium bibir Xinyi,seakan terbawa suasana dengan situasi mereka saat ini.Jansen begitu sangat senang bisa berduaan dengan Xinyi,dia membawa tubuh Xinyi duduk di pangkuannya.


Xinyi juga seakan terhipnotis oleh ketampanan Jansen,dia membalas ciuman Jansen terhadapnya.Xinyi merasakan perasaan Jansen yang tulus terhadapnya dan ada rasa hangat yang mengalir pada hatinya.Dia melingkarkan tangannya terhadap leher Jansen,menerima ciuman lembut yang di berikan Jansen.


Jansen senang Xinyi membalas ciumannya,dia menyelipkan anak rambut Xinyi ke telinga Xinyi.Jansen melepaskan ciuman mereka,dia menatap wajah Xinyi yang kehabisan nafas.


"Aku mencintai kamu."Ucap Jansen,menempelkan keningnya di wajah Xinyi.


Xinyi hanya diam saja,dia tidak membalas ucapan Jansen.Karena dirinya begitu bingung harus menjawab apa,dia saja tidak mengerti dengan perasaannya saat ini.Xinyi mencium bibir Jansen,dia ingin tau dengan hatinya saat ini.Dia merasakan perasaan hangat di hatinya,dia merasa begitu senang dengan apa yang ada di hatinya saat ini dan dia melepaskan ciumannya.


Jansen menatap Xinyi yang tiba-tiba menciumnya dan langsung menyudahinya begitu saja,namun dia tidak keberatan sama sekali.Karena apapun yang di lakukan Xinyi terhadapnya,dia akan selalu menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2