AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 124


__ADS_3

Xinyi begitu kesal dan ingin musim dingin cepat berlalu,dia terus-terusan bersin dan bahkan dirinya terkena flu saat ini.Xinyi merasa tubuhnya begitu lemah di saat musim dingin seperti ini,dia merasakan kepalanya yang begitu pusing.


"Sungguh menjengkelkan saat ini."Protes Xinyi,karena tubuhnya benar-benar tidak enak.


"Sayang,minumlah obatnya."Perintah Damian,dia khawatir dengan Xinyi.


Xinyi menerima obat dari Damian tanpa protes sama sekali,dia meminumnya begitu saja.Xinyi tidak ingin sakitnya berkelanjutan,dia bersandar pada ranjang dan menyerahkan mangkuk yang kosong terhadap Damian.


"Terimakasih."Ucap Xinyi,dia bersin terus menerus.


"Istirahatlah,agar tubuh kamu enakkan."Perintah Damian,dia tidak tega melihat istrinya yang sakit.


"Tidak,aku tidak mau istirahat.Bisa ambilkan apel untukku,aku menginginkannya saat ini."Pinta Xinyi,menatap ke arah Damian.


"Baiklah,kamu tunggu sebentar."Ucap Damian,dia langsung pergi dari hadapan Xinyi.


Xinyi menatap kepergian Damian,dia merasa hatinya menghangat saat ini.Karena Damian merawat dirinya yang sedang sakit,namun Xinyi menggelengkan kepalanya.


"Jangan,aku tidak boleh membiarkan hatiku luluh oleh tindakannya saat ini."Gumam Xinyi,dia menepis perasaan hangat di hatinya begitu saja.


Xinyi menatap ke arah pintu,dia melihat Damian yang membawa sekeranjang buah-buahan di tangannya.Xinyi langsung mengambil apel di keranjang,dia memakannya di hadapan Damian.


"Makanlah yang banyak,kamu habiskan buah-buahan ini.Aku tidak bisa menemani kamu,pekerjaan sudah menumpuk di ruanganku."Ucap Damian,dia senang melihat Xinyi yang lahap.


Xinyi menatapnya dan mengangguk,dia melihat Damian yang pergi meninggalkan kamarnya.Xinyi menghabiskan apelnya saat ini,dia turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah jendela.Xinyi menatap tamannya yang penuh dengan tumpukan salju,dia merasa sedih tanamannya tertimbun salju dan dia tidak bisa melihat pemandangan cantik di halamannya saat ini.


Xinyi yang asik menatap halaman di jendelanya,dia terkejut melihat Jansen yang kini berjalan menuju ke arahnya.Xinyi tidak habis pikir dengan Jansen,padahal jalanan tertimbun salju saat ini.Namun Jansen malah menemuinya,dia saja malas beraktifitas di luar.Apalagi dia sedang sakit saat ini,membuatnya semakin malas.

__ADS_1


"Kenapa kamu kesini?"Tanya Xinyi,menatap Jansen saat ini.


"Aku merindukan kamu."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.


"Kamu tidak wajar,bisa-bisanya di saat musim dingin seperti ini kamu malah kemari."Protes Xinyi,karena Jansen tidak sayang dengan tubuhnya saat ini.


"Kenapa wajah kamu merah seperti ini,bahkan hidung kamu sangat merah."Ucap Jansen,dia memperhatikan wajah Xinyi.


"Jangan dekat-dekat,aku sedang sakit."Protes Xinyi,agar Jansen menjauh darinya saat ini.


"Sakit,cepat kamu berbaring di ranjang kamu.Lagi sakit,tapi malah membiarkan udara dingin masuk ke kamar kamu.Nanti kamu semakin sakit."Ucap Jansen,dia begitu perhatian terhadap Xinyi.


"Aku bosan,makannya aku menatap halaman saat ini."Keluh Xinyi,menceritakan rasa bosannya.


Jansen mengerti dengan ucapan Xinyi,Jansen langsung masuk ke kamar Xinyi melalui jendela.Jansen menyentuh wajah Xinyi,dia merasakan wajah Xinyi yang hangat saat ini.


"Kamu lagi sakit,ayo kembali ke ranjang."Ajak Jansen,agar Xinyi berbaring di ranjang.


"Tidak mau,aku hanya ingin di sini."Tolak Xinyi,karena semakin dia terus-terusan berbaring kepalanya semakin sakit.


Jansen mengangguk mengerti,dia menarik Xinyi saat ini.Jansen memeluk tubuh Xinyi yang hangat,dia begitu merindukan wanita yang dia cintai saat ini.Meski dia sadar,Xinyi tidak menjalin hubungan apa-apa dengannya.Namun dirinya benar-benar jatuh cinta dan merindukan Xinyi setiap detik di hidupnya.


"Kamu tau,aku begitu ingin lukaku sembuh dan aku bisa bebas bergerak dan menemui kamu seperti ini.Aku merindukan kamu Xinyi."Ucap Jansen,dia memeluk erat Xinyi.


"Lepaskan aku,aku kira kita tidak pantas seperti ini.Kita tidak punya hubungan apa-apa Jansen."Ujar Xinyi,dia mengingatkan Jansen saat ini.


"Aku tidak perduli dengan status hubungan kita,karena cukup aku mencintai kamu dan kamu mencintai aku.Aku dari awal sudah meminta kamu berpisah dengan Damian,agar aku bisa menikah dengan kamu."Ucap Jansen,dia mencium kening Xinyi saat ini.

__ADS_1


Xinyi terdiam dan tidak membalas ucapan Jansen sama sekali,dia tidak tau harus berbuat apa saat ini.Xinyi menatap manik mata Jansen yang begitu teduh,dia merasakan ciuman kerinduan yang di berikan Jansen untuknya.Xinyi merasakan perasaan hangat yang menjalar ke hatinya,namun dia takut Jansen semakin terluka olehnya.


Xinyi merasakan ciuman Jansen semakin dalam saat ini,tengkuknya di tarik Jansen agar ciuman mereka tidak lepas.Xinyi merasakan wajahnya memerah,apalagi ciuman mereka begitu intens.Xinyi perlahan membalas ciuman Jansen terhadapnya,dia menikmati ciuman Jansen yang begitu lembut.


"Hah,hah."Xinyi menghirup oksigen kuat-kuat,dia kehabisan nafas saat ini.


"Kamu begitu cantik."Puji Jansen,dia begitu gemas saat ini.


Xinyi yang di puji Jansen,wajahnya memerah saat ini.Xinyi seperti wanita remaja umumnya,dia senang mendengar pujian dari Jansen.Padahal,dia sudah hidup dua kali.Namun Xinyi tetap saja luluh,mendengar pujian yang seperti itu.Apalagi,kini dia mendapatkan pujian dari laki-laki yang mencintai dirinya.


"Kamu pergilah,aku ingin istirahat sekarang."Usir Xinyi,agar Jansen pergi.Karena dia takut Damian masuk ke kamarnya begitu saja.


"Baiklah,aku akan pergi.Namun aku ingin menemani kamu tidur lalu aku pergi."Ucap Jansen,dia tersenyum penuh arti terhadap Xinyi.


"Tidak usah,cepat kamu pergi.Aku sudah minum obat,rasanya obatnya sudah bereaksi saat ini."Ungkap Xinyi,dia jujur telah minum obat saat ini.


"Baiklah-baiklah,aku tidak akan memaksa kamu.Semoga kamu cepat sembuh sayang."Ucap Jansen,dia mencium bibir Xinyi sekilas.


"Kamu malah mengambil kesempatan dariku."Protes Xinyi,karena Jansen tiba-tiba mencium bibirnya sekilas.


"Agar kamu tidak merindukan aku."Ucap Jansen,dia mencium kening Xinyi dengan lembut.


"Aish,sana pergi sana."Usir Xinyi,menatap Jansen saat ini.


Xinyi melihat Jansen yang melompati jendela,dia langsung bergegas menutup jendela.Setelah itu,Xinyi berjalan ke ranjang.Dia langsung berbaring di ranjangnya,Xinyi tidak habis pikir dengan Jansen.Karena Jansen bisa-bisanya mencium dia dan dia dengan bodohnya membalas ciuman Jansen.


"Sudahlah,lebih baik aku tidur.Aku begitu merasa ngantuk saat ini."Gumam Xinyi,memejamkan matanya.

__ADS_1


Xinyi langsung tidur begitu saja,karena efek obat sudah bereaksi pada tubuhnya.Xinyi langsung tidur terlelap dan masuk ke dalam mimpinya saat ini.


__ADS_2