
Damian begitu terpuruk saat ini,dia begitu gelisah mengkhawatirkan Xinyi yang tidak kunjung datang ke istana.Bahkan di kediaman Xinjiang saja,Xinyi benar-benar tidak ada.Dia takut Xinyi kenapa-kenapa,bahkan dia begitu takut dengan Xinyi di bawa pergi oleh orang yang menyakiti ibunya.Pergerakan Damian saat ini selalu di awasi oleh ayahnya,jadi dia tidak bisa bergerak dengan bebas di dalam istananya.
"Sial,aku harus mencari Xinyi.Aku tidak bisa membiarkan Xinyi kenapa-kenapa,apalagi gara-gara aku Xinyi pergi.Aku harus segera menemukan Xinyi dan membawanya kembali ke istana,hidupku sungguh berantakan sekarang tanpa kehadiran Xinyi di sisiku."Gumam Damian,dia menatap lurus pada setumpuk tugas di hadapannya.
Damian melihat orang yang membuka pintu ruangannya,dia melihat Chelsea masuk ke dalam ruangannya.Damian melihat Chelsea membawa teh di tangannya,dia tidak tau apa yang akan Chelsea minta dari dirinya saat ini.
"Pangeran,aku bawakan teh penenang untuk kamu.Agar kamu bisa rileks,aku tidak mau melihat kamu begitu berantakan saat ini."Ucap Chelsea,dia memberikan teh terhadap Damian.
"Terima kasih."Balas Damian,dia menerima teh yang di berikan Chelsea.
"Apa ada yang bisa aku bantu pangeran?"Tanya Chelsea,agar bisa membantu tugas Damian.
"Tidak ada,aku tidak ingin merepotkan kamu sama sekali.Kamu boleh pergi meninggalkan ruangan aku."Balas Damian,agar dirinya bisa tenang di dalam ruangan.
"Kamu yakin pangeran,kamu tidak ingin aku bantu sama sekali?"Tanya Chelsea,dia memastikan sekali lagi terhadap Damian.
"Iya,aku tidak membutuhkan bantuan kamu.Kamu pergilah,biarkan aku di dalam ruangan sendiri."Balas Damian dengan tegas,dia tidak ingin di ganggu sama sekali.
"Baiklah pangeran,aku akan pergi meninggalkan kamu."Ucap Chelsea,dia langsung pergi dari ruangan Damian.
"Baguslah,jika dia pergi dari ruanganku.Saat ini,aku harus berhati-hati dengan orang yang ada di istana.Kemungkinan besar,penghianat sebenarnya ada di dalam istana."Gumam Damian,dia tidak akan gegabah membiarkan orang lain menyentuh tugasnya.
Karena Damian tidak bisa fokus dalam mengerjakan tugasnya,dia memilih kembali ke kamarnya.Dia berencana akan pergi dari istana,dia berpikir untuk mencari Xinyi saat ini.Setelah sampai kamar,dia langsung mempersiapkan barang yang akan di bawa olehnya.Dia langsung pergi begitu saja,dia menyelinap pergi agar tidak ketahuan oleh orang lain.Dia tidak akan mencari istrinya di negara Wei,dia akan memilih mencari istrinya ke negara lain.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain,Xintian mencari keberadaan Xinyi di negara Jing.Namun dia tidak menemukan Xinyi sama sekali,dia begitu kebingungan saat ini.
"Aku harus mencari Xinyi kemana lagi."Gumam Xintian,karena dia begitu lelah mencari adiknya.
Xintian memilih beristirahat di negara Jing,dia berharap bisa menemukan petunjuk adiknya saat ini.Dia begitu mengkhawatirkan adiknya,dia takut adiknya kenapa-kenapa saat ini.Dia menanyakan ke semua orang,namun mereka tidak pernah melihat sama sekali keberadaan Xinyi.Xintian merasa pasrah saat ini,dia terduduk dengan lemas di depan kedai.
"Aku harus mencari kamu kemana lagi Xin."Gumam Xintian terduduk,dia tidak tau harus kemana lagi mencari adiknya.
"Maaf mengganggu tuan."Ucap seseorang,karena melihat Xintian begitu kelelahan.
"Iya,bagaimana tuan?"Tanya Xintian,dia menatap laki-laki paruh baya di hadapannya.
"Kamu sedang mencari seorang perempuan? Memangnya siapa yang kamu cari?"Tanya laki-laki paruh baya itu,menatap Xintian yang begitu berantakan.
"Aku mencari adikku tuan."Balas Xintian,dia begitu lemas saat ini.
"Tidak usah tuan,aku takut merepotkan kamu."Balasnya,karena merasa tidak enak sama sekali.
"Tidak apa-apa,ayo ikut dengan aku."Ajaknya,begitu ramah terhadap Xintian.
"Baiklah,maaf merepotkan tuan."Ucap Xintian,dia juga merasa begitu berantakan saat ini.
Xintian mengikuti laki-laki paruh baya di hadapannya,dia memperhatikan laki-laki paruh baya itu dengan seksama.Dia tidak tau laki-laki di depannya ini membawa apa,dia merasa ragu-ragu untuk bertanya.Karena dia takut di nilai tidak sopan,jika banyak bertanya terhadap laki-laki di hadapannya.
Mereka sampai di kediaman laki-laki paruh baya tersebut,membuat Xintian begitu takjub dengan apa yang di lihatnya sekarang.Menurutnya,dia pasti akan betah tinggal di suasana seperti ini.
__ADS_1
"Masuklah."Perintah laki-laki paruh baya tersebut.
Xintian masuk,dia melihat nenek paruh baya yang menyambut kedatangan suaminya.Xintian melihat keharmonisan di depannya,dia merasa terharu dengan apa yang di lihatnya sekarang.
"Siapa dia?"Tanya sang istri,melihat ke arah Xintian.
"Perkenalkan nama saya Xintian nyonya."Balas Xintian,memperkenalkan dirinya dengan ramah.
"Dia sedang mencari adik perempuannya."Ucap sang suami,agar istrinya tidak bertanya lagi.
"Siapa nama adik perempuan kamu?"Tanya sang istri,dia begitu penasaran.
"Namanya Xinyi nyonya,dia hilang dari istana.Namun saya begitu khawatir dengan adik saya,saya tidak ingin membawa dia kembali ke istana.Apalagi,suaminya tidak bertanggung jawab seperti itu.Bahkan,mereka menghentikan pencarian adik saya."Kesal Xintian,merasa terpancing dan tiba-tiba bercerita terhadap wanita paruh baya di hadapannya.
"Xinyi?"Tanya dia bingung,seperti pernah mendengarnya.Dia mencoba mengingat nama yang di sebutkan pemuda di hadapannya,rasanya seperti tidak asing.
"Sudah sayang,nanti kita bahas lagi.Kamu antar Xintian membersihkan dirinya dulu."Perintah sang suami,agar Xintian terlihat rapi.
Xintian langsung di antarkan ke sungai,agar bisa membersihkan dirinya.Dia berterima kasih terhadap keluarga paruh baya yang begitu baik terhadapnya,dia di tinggal seorang diri di sungai dan wanita paruh baya itu kembali ke dalam kediamannya.
"Bukankah Xinyi yang di maksud pemuda itu,wanita yang kemarin kesini bersama Jansen?"Tanya sang istri,sekarang dirinya sudah ingat dengan Xinyi yang di bawa cucunya.
"Sepertinya begitu,aku sudah mengirim pesan lewat merpati.Semoga saja pemuda itu benar kakaknya,bukan suaminya Xinyi."Balas sang suami,karena dia baru melihat sang cucu begitu bahagia bersama Xinyi.
"Aku berharap juga seperti itu."Ucap sang istri,dia tidak ingin cucunya sedih.
__ADS_1
Mereka langsung mempersiapkan makan malam,sambil menunggu kabar dari cucunya.Apalagi,mereka tidak ingin bertindak gegabah.Karena tidak ingin merugikan cucu tersayang mereka,bahkan cucu mereka terlihat bahagia saat bersama Xinyi.Membuat mereka senang,karena akhirnya cucu mereka bisa tersenyum bahagia lagi.