AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 67


__ADS_3

Xinyi merasakan pelukan Jansen yang begitu erat di tubuhnya,dia merasa tidak nyaman saat ini.Apalagi,dia harus tidur seranjang bersama Jansen.Dia membuka ke dua matanya,dia melepaskan pelukan Jansen secara perlahan.


"Aku merasa bersalah sekarang,merasa bersalah terhadap suamiku dan bahkan bersalah terhadap kamu.Aku mengkhianati suamiku dengan tidur bersama kamu,meski kita tidak melakukan apa-apa dan hanya tidur saja.Namun,aku merasa telah mengkhianatinya dan aku merasa bersalah tidak bisa membalas cinta kamu.Andai kita di pertemukan lebih awal,mungkin aku bisa menerima kamu."Ucap Xinyi,dia melihat Jansen yang tidur pulas.


Tanpa Xinyi ketahui,Jansen sudah terbangun.Dia mendengar semua apa yang di ucapkan Xinyi,dia juga tidak tau harus berkata apa.Lagipula,dia begitu senang dengan kehadiran Xinyi di hidupnya.Jansen langsung menarik Xinyi ke dalam pelukannya,biarkan saja mereka menikmati masa-masa saat ini.


"Kamu sudah bangun?"Tanya Xinyi,karena Jansen menarik dirinya.


"Hmm."Balas Jansen,tanpa membuka matanya.


"Jangan seperti ini,aku sungguh tidak nyaman."Ucap Xinyi,dia merasa begitu dekat dengan Jansen.


Jansen membuka matanya,dia langsung menarik kepala Xinyi.Jansen mencium bibir Xinyi dengan lembut,dia melihat mata Xinyi yang sedang menatap dirinya.Biarkan dia egois untuk saat ini,dia hanya begitu tidak ingin Xinyi menjauh darinya.


Xinyi menatap mata Jansen,dia seakan terhipnotis dengan tatapan Jansen.Perasaannya berdegup dengan kencang,merasa tidak karuan saat ini.Dia membalas ciuman Jansen yang begitu lembut terhadapnya,dia tidak tau kenapa tubuhnya begitu bereaksi terhadap tindakan Jansen.


Xinyi merasa hidupnya akan berubah,seolah kehidupannya di masa lalu akan menghilang dan dia pasti akan kehilangan dendam di masa lalu.Tapi Xinyi akan tetap menjalankan dendamnya,apalagi Xinyi sudah bertekad akan membalas perbuatan semua musuhnya di kehidupan yang dulu.


Xinyi merasakan sentuhan Jansen di punggungnya,seolah-olah dia merasakan perlindungan dari Jansen.Xinyi langsung melepaskan ciumannya,dia mengatur deru nafasnya.


"Aku merasa diriku berdosa."Ucap Xinyi,dia langsung duduk.


"Justru aku yang berdosa,karena aku mencintai seorang istri pangeran."Balas Jansen,dia bangun dan duduk mengikuti Xinyi.


Xinyi menatap Jansen,dia merasa mereka berdosa.Karena perbuatan mereka salah,apalagi dirinya sudah menjadi istri seorang pangeran.


"Bisakah,kamu berpisah dengan pangeran?"Tanya Jansen,dia membawa Xinyi untuk duduk di pangkuannya.

__ADS_1


Xinyi tercengang dengan ucapan Jansen,dia tidak tau harus berkata apa sekarang.Apalagi,dia akan di nobatkan menjadi seorang ratu negara Wei.Tapi disini,Jansen malah menyuruhnya berpisah dengan suaminya sendiri.


"Maaf,aku tidak bisa."Balas Xinyi menunduk,dia merasa bersalah sekarang terhadap Jansen.


"Hey,aku tidak apa-apa.Kamu jangan bersedih,lagipula aku tidak akan memaksa kamu."Ucap Jansen,dia mengangkat wajah Xinyi untuk melihatnya.


"Terimakasih,karena kamu sudah mengerti aku.Aku rasa,kamu sudah bisa mengantar aku ke istana.Aku merasa tidak enak,sudah lama meninggalkan istana."Ujar Xinyi,karena tanggung jawabnya sangat besar.


"Baiklah,aku akan mengantar kamu dengan selamat."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.Apapun keputusan Xinyi,dia akan selalu menghargainya.


Xinyi tersenyum,karena Jansen mau menuruti permintaannya.Dia merasa Jansen laki-laki yang bisa menghargai dirinya,dia tanpa sadar mengelus wajah Jansen.


"Kapan kamu mau mengantar aku?"Tanya Xinyi,menatap manik mata Jansen yang menurutnya sangat indah.


"Terserah kamu,aku mengikuti semua yang kamu inginkan."Balas Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan tulus.


"Apapun itu,akan mengikuti ucapan kamu."Balas Jansen,dia tersenyum untuk menutupi rasa kecewanya.


"Terimakasih,karena kamu mau mengikuti keinginan aku."Ucap Xinyi,dia mencium bibir Jansen untuk perpisahan mereka.


Jansen membalas ciuman Xinyi,apalagi dia senang.Karena Xinyi yang menciumnya duluan,dia membalas ciuman Xinyi dengan lembut.


Xinyi merasakan debaran jantungnya semakin cepat,bahkan dia juga merasakan tangan Jansen yang masuk ke dalam pakaiannya.Xinyi merasa semakin berdegup kencang,dia juga merasakan sensasi panas terhadap tubuhnya.


"Ah."Racau Xinyi di sela-sela ciuman mereka,karena Jansen memainkan ujung dadanya di dalam pakaiannya.


Xinyi semakin tidak karuan,karena perbuatan Jansen.Dia malah begitu rakus berciuman dengan Jansen,mengungkapkan rasa bersalahnya terhadap Jansen.

__ADS_1


Jansen yang mendengar lenguhan Xinyi,dia merasa suara Xinyi begitu merdu di telinganya.Dia menghentikan tindakannya dan Jansen melepas resleting gaun Xinyi.


Xinyi merasakan tangan Jansen yang menurunkan setengah gaun atasnya,dia melihat tatapan Jansen yang begitu intens terhadapnya.Xinyi menyudahi ciuman mereka,karena dia begitu kekurangan oksigen saat ini.


Jansen melihat gundukan kenyal milik Xinyi yang begitu mulus,dia juga melihat Xinyi yang mengatur deru nafasnya.Jansen menelan ludahnya sendiri,dia langsung mengantarkan mulutnya ke arah dada Xinyi.


Xinyi kaget dengan tindakan Jansen yang tiba-tiba,dia meremas rambut Jansen dengan kuat.Apalagi Jansen bermain di dadanya,membuat dia tidak karuan saat ini.


"Jansen hentikan."Perintah Xinyi,karena dia tidak ingin bertindak jauh bersama Jansen.


Jansen mendengarkan ucapan Xinyi,dia menghentikan tindaknnya.Dia langsung menatap Xinyi,dia tidak tau kenapa Xinyi menghentikan tindakannya.


"Aku tidak ingin bertindak jauh."Ucap Xinyi,dia merasa frustasi dengan tindakan Jansen.


"Baiklah,aku mengerti dengan pikiran kamu."Balas Jansen,dia merapikan gaun Xinyi seperti semula.


"Terima kasih,karena kamu sudah mengerti aku."Ucap Xinyi,dia mencium bibir Jansen sekilas.


"Sama-sama,ayo kita bersiap.Aku akan mengantar kamu kembali ke istana "Balas Jansen,dia sudah tidak memperdulikan apa-apa sekarang.


Xinyi langsung bangun dari pangkuan Jansen,bahkan dia merasa tidak enak dengan sikapnya terhadap Jansen.Namun mau bagaimana lagi,dia tidak bisa mengikuti kemauan Jansen.Akal sehatnya menolak semuanya,apalagi dia seorang istri pangeran.


Mereka telah bersiap,mereka langsung meninggalkan kediaman Jansen dan turun dari gunung.Mereka sama-sama terdiam,memikirkan yang akan mereka hadapi nanti.Bahkan mereka sadar,meski selama ini mereka pergi.Mereka tidak pernah bercinta sama sekali,justru mereka sama-sama menikmati rasa kehangatan di hati masing-masing.


"Aku harap,setelah aku sampai di istana nanti.Kamu hiduplah dengan baik."Ucap Xinyi,dia melihat ke arah Jansen.


"Aku akan berusaha hidup lebih baik,kamu jangan lupakan aku di hidup kamu.Terimakasih,karena kamu sudah membuat aku bahagia."Balas Jansen,melihat ke arah Xinyi yang sedang menatapnya.

__ADS_1


Xinyi hanya mengangguk sebagai jawaban,dia saat kembali ke istana akan melanjutkan balas dendamnya.Xinyi yakin,dia pasti akan melupakan Jansen dan fokus pada dendam di hatinya.Biarlah dia mengiyakan terhadap Jansen,namun yang tau kehidupannya sendiri hanya dirinya sendiri.


__ADS_2