
Jiwei sengaja menyuruh Jansen dan Xinyi pergi,dia hanya menambahkan bumbu dalam perjalanan kehidupan mereka.Apalagi,saat bersentuhan dengan Jansen.Jiwei melihat perjuangan Jansen terhadap Xinyi,dia hanya ingin melihat apakah ramalannya meleset atau akan terjadi begitu saja sesuai dengan apa yang di lihatnya.
Bahkan Jiwei melihat Jansen yang terus berjuang mendapatkan Xinyi,meski Xinyi cuek terhadap Jansen.Namun cuek Xinyi itu di sengaja,karena dia hanya ingin melancarkan aksi dendamnya.Jiwei tau,Xinyi tidak ingin melukai Jansen sama sekali.Apalagi,Xinyi tau sendiri dengan perasaannya terhadap Jansen.
Jiwei tersenyum saat ini,karena semuanya berubah.Damian akan terluka di kehidupan ini,tapi salahkan saja diri Damian sendiri.Karena dia mudah terlena dengan cinta,hingga dia pada akhirnya tersiksa sendiri oleh perbuatannya.Jiwei tidak menyalahkan Xinyi sama sekali,karena Xinyi hanya membalas perbuatan Damian di masa lalu.
Jiwei tau Xinyi kecewa dengan sikap Damian di masa lalunya,namun Jiwei tidak akan mencegahnya dan dia akan pura-pura tidak tau.Namun,dia hanya bisa mengingatkan Xinyi untuk berhati-hati.Apalagi,pergerakan Xinyi sangat mencolok.Membuat dia merasa khawatir dengan keselamatan Xinyi,dia hanya ingin menolong phoenix negara Wei dan tidak perduli dengan raja ataupun Damian yang bodoh dalam mengurus negara Wei.
"Aku hanya membantu kalian,aku harap kalian bisa saling mengerti satu sama lain.Aku hanya ingin kalian saling mencintai dan Xinyi bisa terlepas dari dendamnya saat ini."Gumam Jiwei,dia memejamkan matanya sesaat.
Jiwei langsung berjalan ke arah aula,dia tau jika Jansen dan Xinyi baru sampai gerbang istana depan.Jiwei beruntung bisa melihat masa depannya,dia akan memihak terhadap Xinyi dan membantunya sebisa mungkin.
"Lapor tuan,sepertinya ratu dan pangeran Jansen kelelahan hingga mereka tertidur."Ucap pengawal,dia melapor terhadap Jiwei.
"Sudah,jangan ganggu mereka.Keluarkan saja barang-barangnya,setelah barang selesai di keluarkan.Kereta kembali saja ke tempat biasa dan tidak usah membangunkan mereka dulu.Biarkan mereka beristirahat sejenak,jangan sampai orang lain tau.Bagi orang yang mengetahuinya,suruh mereka tutup mulut."Perintah Jiwei,terhadap pengawal.
"Baik tuan,hamba mengerti."Balas pengawal,dia takut dengan Jiwei.
Setelah mereka selesai mengeluarkan barang,mereka mengikuti perkataan Jiwei.Bahkan,pengawal benar-benar tutup mulut mengikuti perintah Jiwei.Karena mereka takut berhadapan dengan Jiwei,apalagi Jiwei bisa menebak apa yang ada dalam pikiran mereka.
...****************...
Mereka sekarang berada di tempat kereta,mereka masih terlelap tidur.Namun,Jansen tiba-tiba membuka matanya.Karena dia tidak merasakan pergerakan kereta sama sekali,dia mengintip keluar jendela kereta.Jansen tidak mengerti,kenapa pengawal tidak membangunkan mereka.
__ADS_1
Jansen melihat ke arah Xinyi yang masih tidur,dia menutup kembali jendela.Jansen membawa Xinyi ke dalam pangkuannya dengan hati-hati saat ini,dia begitu mencintai wanita yang ada di hadapannya saat ini.Jansen merasa benar-benar sudah jatuh cinta terhadap Xinyi,bahkan dia tidak rela harus berpisah dengan Xinyi.
Xinyi yang tidur lelap,dia merasakan sentuhan lembut di kepalanya.Xinyi membuka matanya,dia terkejut melihat Jansen yang begitu dengan dirinya saat ini.
"Apa yang kamu lakukan?"Tanya Xinyi,menatap Jansen yang berada di depan matanya.
"Aku hanya sedang menatap wajah cantik kamu."Jawab Jansen,dia menyentuh hidung Xinyi yang mancung.
Xinyi mengangguk mengerti dengan ucapan Jansen,namun dia merasa tidak nyaman saat ini.Karena mereka begitu dekat,bahkan tubuhnya saja berada di pangkuan Jansen.
"Aku merasa tidak nyaman."Ucap Xinyi,dia berkata jujur terhadap Jansen.
"Biarkan seperti ini,aku hanya ingin begitu dekat dengan kamu."Kata Jansen,dia menatap Xinyi dengan intens.
"Apakah kita sudah sampai?"Tanya Xinyi,menatap Jansen yang sedang menatap dirinya.
Xinyi melihat ke dua mata Jansen,dia terkejut dengan ucapan Jansen.Xinyi bangun dari pangkuan Jansen,dia mengecek sendiri ke luar Jendela.Benar saja dengan apa yang di katakan Jansen,mereka meninggalkan Jansen dan Xinyi berduaan di kereta.
Xinyi bergegas menutup jendela kereta,mereka harus segera turun.Mereka harus segera selesai melakukan pekerjaan mereka saat ini,bahkan harus membantu yang lain agar cepat selesai.Ketika Xinyi ingin turun dari kereta,Jansen menarik tubuhnya dan memeluknya dari belakang.
"Apa yang kamu lakukan? Kita harus turun dari kereta."Protes Xinyi,karena tiba-tiba Jansen memeluknya dari belakang.
Xinyi merasakan tangan Jansen yang masuk ke dalam pakaiannya,Xinyi merasa tegang sekarang dengan tindakan Jansen.Xinyi merasakan tangan Jansen yang menyentuh dadanya,membuat dia mengerang tiba-tiba.
__ADS_1
"Ah."Racau Xinyi,karena merasa ujung dadanya di mainkan Jansen.
Xinyi merasa ujung dadanya mengeras saat ini,bahkan jemari Jansen mempermainkannya.Membuat tubuhnya semakin tak karuan,Xinyi memegang tangan Jansen untuk menghentikannya.
"Jansen hentikan,jika pengawal mengetahuinya bagaimana?"Tanya Xinyi,dia merasa tidak tenang sekarang.
Jansen menghentikan tindakannya,dia tersenyum mendengar ucapan Xinyi.Jansen tau Xinyi ketakutan,Xinyi takut perbuatan mereka di ketahui orang lain.
"Kamu tenang saja,disini tidak ada siapapun."Ucap Jansen,dia menyentuh paha Xinyi saat ini.
"Ayo kita turun."Ajak Xinyi,merasakan perasaan yang tidak karuan.
Xinyi merasa tidak tentu perasaannya,karena dia melihat tangan Jansen yang ada di pahanya saat ini.Xinyi menepis tangan Jansen yang ada di pahanya,dia ingin turun sekarang.Namun,saat dia sudah beranjak bangun dan ingin turun.Jansen malah membuat dirinya jadi duduk di pangkuan Jansen kembali dan sekarang mereka malah berhadapan satu sama lain.
Xinyi menatap Jansen yang ada di hadapannya saat ini,dia merasakan tangan Jansen yang membuat tubuhnya begitu dekat dengan Jansen.
Mereka berciuman saat ini,Xinyi merasakan ciuman Jansen yang lembut di bibirnya.Jansen yang tiba-tiba menarik kepalanya,hingga mereka berciuman saat ini.
Xinyi memegang pundak Jansen,karena dia takut terjatuh.Xinyi merasakan tangan Jansen yang masuk ke dalam pakaiannya,dia menyentuh dadanya saat ini.Xinyi merasa tubuhnya sangat panas,dia merasa tidak karuan saat ini.
"Aku tidak akan melakukannya di sini."Ucap Jansen,menatap manik mata Xinyi.
"Maksud kamu?"Tanya Xinyi,dia tidak mengerti sama sekali dengan ucapan Jansen.
__ADS_1
"Ayo,kita turun."Balas Jansen,dia merapikan pakaian Xinyi.
Mereka langsung turun dari kereta,Jansen langsung menggendong tubuh Xinyi saat ini.Jansen langsung bergegas meninggalkan kereta,dia berjalan menjauh dari kereta dan memutuskan membawa Xinyi ke kamar mansion.