
Dua minggu telah berlalu,Ibu Xinyi sudah sadar.Di tubuhnya ada luka yang masih belum pulih,ibunya di temani putra sulungnya.Ibunya merasa bersyukur,karena putra sulungnya begitu perduli terhadap dirinya.
Sedangkan Xinyi,dia bernafas dengan lega saat ibunya sadar.Xinyi senang,karena sang ibu sudah sadar.Xinyi sekarang di sibukkan dengan mempersiapkan kebutuhan dirinya,karena dirinya akan ikut berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh kerajaan.
Sebenarnya Xinyi tidak ingin ikut dalam acara ini,namun sang ayah memaksa dirinya untuk mengikuti acara ini.Xinyi sebenarnya masih mengkhawatirkan kondisi sang ibu untuk tidak meninggalkan kediaman,karena ingin menemani sang ibu bersama kakaknya.
Sedangkan sang kakak,dia merasa kasihan terhadap adiknya.Karena adiknya harus mengikuti kemauan sang ayah,Xintian tidak ingin sang adik masuk ke istana.Dia lebih baik menjodohkan adiknya kepada sahabatnya,apalagi dia mengenal baik dengan sahabatnya.Tapi sang ayah hanya memikirkan pandangan orang terhadap dirinya,dia hanya ingin dihormati dan disegani oleh orang lain.sang ayah mengorbankan putrinya untuk membantu dia mencapai kehormatan ini.
Sedangkan di sisi lain,Damian sedang berbincang dengan ibunya di istana kerajaan.Ibunya sedang mencari kriteria wanita yang ingin anaknya pilih.Dia ingin anaknya memiliki pasangan secepatnya,agar dia bisa memiliki penerus kerajaan.
"Ibu ingin tahu,kriteria wanita yang ingin kamu pilih sebagai pendampingmu."Ucap sang ibu,agar tidak salah memilih wanita untuk anaknya.
"Aku sudah memiliki orang yang aku sukai Bu."Balas Damian,terus terang terhadap ibunya.
"Benarkah?"Tanya sang ibu,karena anaknya sudah mempunyai wanita yang dia sukai.
"Benar bu,sebenarnya Aku tidak ingin mengadakan acara pemilihan ini."Balas Damian,Karena dia sudah memiliki orang yang dia sukai.
"Undangan sudah terlanjur disebar,anak dari Putri siapa yang kamu sukai?"Tanya sang ibu,karena penasaran dengan wanita yang di sukai anaknya.
"Dia Putri dari adipati Xinjiang."Balas Damian,melihat reaksi wajah ibunya.
"Siapa namanya?"Tanya sang ibu,begitu penasaran terhadap wanita yang disukai anaknya.
"Namanya Xinyi bu,tapi Ibu jangan terlalu memperhatikannya saat pemilihan nanti.Aku takut dia dicelakai oleh orang lagi."Balas Damian,mengkhawatirkan Xinyi.
"Baiklah,Ibu tidak akan terlalu memperhatikannya.Tapi bagaimana bisa dia dicelakai orang?"Tanya sang ibu,ingin tau apa yang terjadi.
Damian menceritakan keseluruhan ceritanya dari awal,hingga akhir terhadap ibunya.Dia bercerita tanpa ada yang dia tutupi,dia berharap ibunya bisa menjaga Xinyi di acara pemilihan nanti.
__ADS_1
"Malang sekali,anak itu."Ucap sang ibu,merasa iba dengan apa yang terjadi terhadap Xinyi.
"Aku harap,Ibu bisa melindungi Xinyi di acara nanti.Aku tidak ingin,ada putri lain yang mencoba mencelakainya."Ujar Damian,mencoba melindungi Xinyi.
"Iya sayang,ibu akan mencoba melindunginya dengan cara ibu sendiri."Balas sang ibu,agar anaknya tidak terlalu mengkhawatirkan Xinyi.
...****************...
Waktu cepat berlalu,sekarang para putri sudah berada di halaman istana bersama para pelayan dari kediamannya masing-masing.Ratu bergegas menyambut mereka dengan senang hati,karena merasa senang di istana sangat ramai.
"Terima kasih,kepada semua para putri yang sudah mau mengikuti acara yang diselenggarakan kerajaan."Ucap sang ratu,di hadapan para putri.
Para putri mendengarkan,apa yang diucapkan oleh sang ratu kerajaan.Mereka menyambutnya dengan perasaan senang,karena berharap mereka terpilih menjadi istri pangeran.
"Karena acara akan diselenggarakan besok,para putri silahkan beristirahat di mansion yang sudah disiapkan oleh kerajaan.Bagi para pelayan yang datang dari kediaman bersama sang putri,silahkan untuk kembali ke kediaman masing-masing.Kalian tidak usah khawatir dengan nona kalian,mereka akan diurus oleh pelayan kerajaan."Perintah sang ratu,tidak ingin ada kecurangan dalam acaranya.
Para putri yang mendengar pengumuman dari ratu kaget,karena mereka tidak bisa membawa pelayan mereka bersamanya.
"Baik Putri."Jawab Naomi,mengikuti perintah dari Xinyi.
Di saat para putri mengeluh,karena tidak bisa membawa pelayan mereka.Xinyi bertanya kepada pelayan kerajaan untuk tempat istirahat mereka di mana,karena Xinyi merasa lelah dan hanya ingin beristirahat.
Damian melihat Xinyi yang acuh,dia semakin menyukai Xinyi.Karena dia tidak begitu perduli dengan apa yang di katakan ibunya,dia malah menyuruh Naomi pergi begitu saja.
Jane melihat Xinyi mengikuti pelayan,dia langsung bergegas mengikuti Xinyi.Dia menyerobot masuk ke dalam Mansion,dia langsung kagum saat masuk mansion kerajaan.
"Wah,indah sekali mansion nya."Ucap Jane,karena takjub melihat mansion yang indah.
"Silahkan putri masuk ke kamar masing-masing,di depan pintu sudah ada tanda pengenal kediaman masing-masing."Ucap pelayan sambil tersenyum.
__ADS_1
Xinyi bergegas mencari tanda pengenal kediamannya,karena dia sudah ingin beristirahat.Setelah menemukannya,dia langsung masuk ke dalam kamar tersebut.
Jane senang mendapatkan kamar dekat dengan pintu masuk,sedangkan dia tertawa Xinyi mendapatkan kamar di pojokan yang menurutnya sangat jauh.
Xinyi merasa senang karena mendapatkan kamar di pojokan,dia membuka jendela kamarnya.Xinyi senang bisa melihat pemandangan taman yang sangat indah,dia bergegas menyimpan barangnya,agar bisa istirahat.
"Kamarnya sangat nyaman,lebih baik aku sekarang istirahat."Ucap Xinyi,berbaring di ranjangnya.
Sedangkan di ruang kerja Damian,ibunya berbicara tentang salah satu putri yang disukai oleh anaknya.
"Ibu sudah melihatnya."Ucap sang ibu,memperhatikan Xinyi saat di halaman tadi.
Demian hanya mengangguk dengan ucapan sang ibu yang membahas Xinyi.
"Dia sangat cantik dan tidak perduli dengan orang disekitarnya."Ucap sang ratu,memuji putri yang disukai anaknya.
"Ibu benar,dia memang cantik."Balas Damian,dia langsung memikirkan Xinyi.
"Namun ibu perhatikan,dia seperti menyimpan beban dalam pikirannya."Cerita sang ibu,menilai Xinyi sekejap.
Damian kaget,saat sang ibu berkomentar tentang Xinyi.Bahkan,ibunya berani berkomentar saat pertama kali dia melihat Xinyi.
"Tapi Ibu tetap menyukainya,karena kamu juga menyukainya."Ucap ibunya tersenyum,melihat ke arah anaknya.
Mendengar jawaban dari ibunya,Damian merasa senang dan bernafas lega.Karena ibunya juga menyukai Xinyi,dia tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Xinyi.
"Yasudah,ibu mau beristirahat untuk acara besok.Kamu besok harus hadir juga,karena ini acara untuk pemilihan istri kamu."Perintah sang ibu,dia langsung berjalan meninggalkan Damian seorang diri.
Damian tersenyum saat Ibunya pergi,dia pasti menghadiri acara itu.Apalagi,dia sangat ingin melihat orang yang disukai dirinya.
__ADS_1
"Aku merindukannya,lebih baik aku melihat Xinyi di mansion."Ucap Damian,dia langsung beranjak dari duduknya.
Damian bergegas untuk menyelinap ke kamar Xinyi,Damian sudah mengatur kamar Xinyi berada di pojokan.Agar dia mudah menyelinap untuk melihat Xinyi,jika dia merindukan Xinyi.