
Ratu datang untuk mengetes para putri yang di hukum,dia ingin para putri lebih menghormati tata krama kerajaan.Karena mereka sudah termasuk keluarga kerjaan,jadi ratu ingin mereka lebih paham mengenai aturan kerajaan.
"Hormat ratu,para putri belum selesai mengerjakan hukumannya."Ucap Xinyi,dia memberi hormat kepada sang ratu.
"Sudah jangan di lanjutkan,aku ingin tau sampai mana kalian menghapal poin penting tata krama kerajaan ini."Ujar sang ratu,dia ingin para putri menghentikan hukumannya.
"Kami siap ratu,jika ratu ingin menguji kami."Balas mereka serempak.
"Baiklah,jika itu mau kalian.Aku berharap di antara kalian tidak ada dendam pribadi,putri Xinyi dan aku ingin menguji batas kesadaran kalian terhadap kerajaan ini.Kami melakukan ini demi kebaikan kalian dan demi kerajaan ini."Ucap sang ratu,agar para putri tidak membenci Xinyi.
"Tapi ratu,jika kami para putri di hukum.Seharusnya,putri Xinyi juga sama ikut di hukum dengan kami dan bukan hanya mengawasi kami di sini."Ujar Jane,dia begitu tidak suka dengan Xinyi yang seolah-olah merasa menjadi kepercayaan sang ratu.
"Lancang kamu,setidaknya putri Xinyi sudah membantu aku dengan masalah kerajaan ini."Balas sang ratu,dia tidak suka dengan ucapan Jane.
"Itu kemauannya sendiri,lagian siapa suruh dia tidak mengajak kami."Balas Jane,dia begitu kesal dengan ratu yang membela Xinyi.
"Cukup,aku tidak ingin mendengar ucapan protes dari kamu.Kamu di hukum bukannya merenungi kesalahan kamu,malah membuat masalah lagi."Kesal sang ratu,karena sikap Jane yang begitu tidak sopan.
"Ratu tenanglah,aku tidak apa-apa.Ratu tidak usah marah seperti ini,lagi pula ini hanya masalah sepele."Ucap Xinyi,dia menenangkan sang ratu.
"Aku tidak suka,jika seorang putri bangsawan begitu lancang seperti ini.Jika kalian tidak ingin di hukum,maka berinisiatif sendiri untuk membantu aku mengerjakan tugas kerajaan.Kalian sudah termasuk keluarga kerajaan,sehingga kalian juga harus membantu mengatasi masalah di kerajaan."Ujar sang ratu,dia mengingatkan putri dengan tegas.
"Baik ratu,kami akan mengubah sifat kami dan akan berusaha membantu mengatasi masalah kerajaan."Balas mereka menunduk,karena tidak berani melihat wajah sang ratu yang sedang marah.
"Sudahlah,aku sudah malas menguji kalian.Aku ingin kalian tidak mengulanginya lagi,silahkan kalian pergi ke kediaman masing-masing."Ucap sang ratu,dia merasa begitu kesal saat ini.
Para putri langsung pergi meninggalkan ratu,apalagi mereka takut di hukum tidak berani membantah lagi.Mereka bergegas menjauh,agar tidak kena amarah sang ratu.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara kamu."Ucap Jane,dia menyalahkan Xinyi.
"Sudah cukup,jangan menyalahkan putri Xinyi.Kamu introspeksi diri,jangan menyalahkan orang lain.Jelas-jelas kesalahan ada pada diri kita sendiri,setelah mendapat hukuman seharusnya kita mulai memperbaiki diri dan jangan menyalahkan orang lain."Balas Aria,dia sudah muak dengan ucapan Jane yang selalu menyalahkan Xinyi.
"Jika dia tidak mencari perhatian sang ratu,mana mungkin kita di hukum."Ucap Chelsea,merasa perkataan Jane benar.
"Aku tidak mencari perhatian sang ratu,harusnya kalian sadar sendiri.Kita sudah menjadi anggota keluarga kerajaan dan sudah seharusnya kita membantu urusan kerajaan.Aku heran kenapa kalian berdua begitu tidak tau diri,malah menyalahkan aku.Kalian ingin hukuman dariku lagi?"Balas Xinyi,mengancam Jane dan Chelsea.
"Aku tidak sudi di hukum oleh kamu,lihat saja aku akan mengadu ke pangeran."Ucap Chelsea,dia langsung meninggalkan mereka begitu saja.
"Ingat Xin,aku akan membalas semua perbuatan kamu hari ini."Ujar Jane,dia mengancam Xinyi dan pergi meninggalkan Xinyi bersama Aria.
"Kamu tidak apa-apa putri Xinyi?"Tanya Aria,menatap Xinyi.
"Tidak apa-apa,kamu pergilah beristirahat."Balas Xinyi,dia tidak terlalu ingin dekat dengan para istri Damian.
Damian yang berada di ruangannya dia fokus mengerjakan tugasnya,dia tidak perduli dengan istrinya yang di hukum.Karena dia tau ini keputusan ibunya untuk mengajari mereka,dia tidak ingin ikut campur sama sekali.Damian melihat ke arah pintu,dia melihat Chelsea yang datang masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa?"Tanya Damian,dia melihat wajah Chelsea yang kusut.
"Aku begitu kesal dengan putri Xinyi."Balasnya,membuat Damian mengerutkan alisnya.
"Kenapa memangnya?"Tanya Damian,sambil melihat Chelsea yang begitu manja terhadapnya dan bahkan Chelsea duduk di pangkuannya.
"Dia begitu menyalahkan kami,padahal dia sendiri yang pergi ke ratu dan tidak mengajak kami."Balas Chelsea,dia menatap Damian yang melihat wajahnya.
"Sudahlah,jangan kamu hiraukan lagi.Mau gimana lagi,kamu sudah menerima hukumannya juga.Sekarang,lebih baik kamu merubah kebiasaan kamu dan bantulah ibuku mengerjakan tugas kerajaan yang begitu banyak."Ucap Damian,mencoba menghilangkan kekesalan Chelsea.
__ADS_1
"Tapi kamu harus menghukum putri Xinyi,agar dia tidak mencari perhatian ratu.Setidaknya kalau ingin pergi ke ruangan ratu,ajak juga kami."Adu Chelsea,dia ingin Damian menghukum Xinyi.
"Nanti aku akan menghukumnya,agar dia tidak bertindak sendirian."Balas Damian,dia sebenarnya tidak ingin ikut campur dalam urusan harem.
"Terima kasih."Ucap Chelsea begitu senang,dia langsung mencium bibir Damian dengan sekilas.
"Hanya begitu saja?"Tanya Damian,menatap Chelsea dengan tersenyum.
"Kamu ingin lebih?"Balas Chelsea,karena senang dengan Damian yang protes.
"Iya,aku menginginkan lebih dari kamu."Ucapnya,dia menatap Chelsea dengan senyumannya.
Chelsea begitu senang saat ini,dia langsung mencium bibir Damian.Meski tidak mendapatkan hati sang ratu,setidaknya dia harus mendapatkan hati suaminya.Chelsea merasakan tangan suaminya yang menaikan gaunnya,dia merasakan tangan suaminya yang mengelus pahanya.
Damian tidak perduli sama sekali dengan ucapan Chelsea,dia pasti akan membela Xinyi.Lagipula,dia mencintai Xinyi.Bahkan untuk istrinya yang lain,dia tidak memperdulikannya sama sekali.Dia hanya ingin bercinta dengan mereka,agar mereka cepat memberikan keturunan untuk kerajaan.
"Ah,pangeran."Racau Chelsea,dia menerima sentuhan Damian yang begitu lembut di tubuhnya.
"Kamu menyukainya?"Tanya Damian,dia menatap Chelsea yang menikmati sentuhannya.
"Aku begitu menikmatinya."Balas Chelsea,karena Damian memuaskan gairah di tubuhnya.
Damian tidak bercinta dengan Chelsea,dia hanya memberikan kepuasan untuk Chelsea.Dia benar-benar tidak menginginkannya saat ini,dia hanya ingin Chelsea tenang dan tidak memikirkan Xinyi.
"Sudahlah,cepat kamu rapikan pakaian kamu.Pekerjaan aku sangat banyak."Ucap Damian,agar Chelsea menyingkir dari hadapannya.
"Baiklah,aku tunggu nanti malam di kamarku."Balas Chelsea,mencium bibir Damian sekilas.
__ADS_1
Dia langsung merapikan pakaiannya,dia tidak ingin penampilannya berantakan.Setelah itu,dia langsung keluar dari ruangan Damian dan membiarkan Damian melanjutkan tugasnya.