AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 73


__ADS_3

Hari penobatan tiba,Xinyi sudah siap menggunakan gaun dan accessories yang di pakainya.Dia berjalan dengan anggun di hadapan semua orang,dia langsung duduk di sebelah sang raja.


Semua orang tertuju menatap kecantikan Xinyi,bahkan mereka begitu menyukai sikap Xinyi yang anggun.Di antara mereka,ada satu pasang mata yang begitu lekat menatap Xinyi.Menurutnya Xinyi begitu sangat cantik dan dia sudah lama tidak bertemu dengan Xinyi.


"Pangeran jangan mencintainya,dia sudah menjadi istri pangeran Damian."Ucap sang ayah,karena melihat tatapan cinta dari anaknya.


"Aku tau ayah,tapi rasa cintaku sudah lama untuknya.Tanpa ayah tau,bahkan kami sudah pernah tinggal bersama."Balas Jansen,menatap ke arah Xinyi.


Sang ayah kaget mendengar ucapan anaknya,dia begitu gelisah saat ini.Karena takut orang lain mendengar ucapan anaknya dan membuat orang lain salah paham terhadap anaknya.


"Kamu jangan bercanda,ingat disini banyak orang yang mengawasi kita."Bisik sang ayah di telinga anaknya.


"Aku mengerti ayah,jika ayah penasaran.Ayah bisa menanyakannya langsung terhadap kakek dan nenek."Balasnya,menatap sang ayah dengan tegas.


"Terimakasih,karena kalian sudah bersedia datang ke istanaku.Aku akan menobatkan putri Xinyi menjadi ratu negara Wei untuk menggantikan istriku yang tiba-tiba meninggal,aku tidak bisa membiarkan kursi ratu kosong.Sehingga aku menobatkan menantu aku,putri Xinyi yang akan di jadikan ratu negara Wei."Ucap Raja,menjelaskan Xinyi yang akan menjadi ratu negara Wei.


Raja mempersilahkan Xinyi untuk berbicara,agar mereka mengenal Xinyi sebagai ratu negara Wei.


"Perkenalkan nama aku Xinyi,terimakasih terhadap raja yang sudah menobatkan diriku menjadi ratu negara Wei.Bahkan,aku sangat berterimakasih dengan para tamu undangan yang berkenan hadir di acara penobatan aku ini.Aku harap,kita bisa bekerja sama dengan baik kedepannya."Ucap Xinyi,dia langsung membungkuk di hadapan semua orang.


Semua orang semakin di buat kagum oleh Xinyi,apalagi Xinyi begitu tegas saat berbicara.Membuat mereka percaya,jika raja negara Wei tidak salah pilih.


"Karena acara penobatan diriku telah selesai,para tamu bisa istirahat di mansion yang sudah kami siapkan.Kami harap para tamu bisa memaklumi kekurangan kami,karena acaranya begitu mendadak dan tidak ada persiapan sama sekali.Kami menunggu para tamu undangan untuk hadir di perjamuan nanti malam,kami harap perjamuan nanti malam berjalan lancar."Ucap Xinyi,menatap semua orang dengan tersenyum.


Acara penobatan selesai,mereka langsung beristirahat di mansion.Sedangkan Xinyi,dia memilih ke kamarnya untuk beristirahat.Bahkan,dia tidak memperdulikan Damian sama sekali.Dia tidak memohon kepada sang raja,karena dia sendiri tidak butuh kehadiran Damian di acaranya.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan Jansen,dia menyelinap ke kamar Xinyi.Dia begitu merindukan Xinyi,meski hanya beberapa hari tidak melihatnya.Dia menyelinap masuk ke kamar Xinyi,dia melihat Xinyi yang tidur di ranjangnya.Sebelum dia menyelinap,dia memastikan suami Xinyi berada dimana.Apalagi,dia senang mendengar Damian yang di hukum dan tidak hadir dalam acara penobatan istrinya sendiri.


"Kamu begitu sangat cantik hari ini."Ucap Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan lembut.


Xinyi yang tidur,dia terusik dengan belaian di rambutnya.Dia membuka ke dua matanya perlahan,dia kaget melihat Jansen yang ada di hadapannya.


"Kenapa kamu ada di sini?"Tanya Xinyi,dia langsung duduk dari tidurnya.


"Aku merindukan kamu."Balas Jansen,menatap sendu terhadap Xinyi.


"Kamu masuk lewat mana?"Tanya Xinyi,dia menatap wajah Jansen dengan intens.


"Cepat kamu pergi dari kamarku,aku takut suamiku datang kesini."Perintah Xinyi,dia takut Damian tiba-tiba masuk.


"Dia tidak akan datang,dia kan sedang di hukum."Balas Jansen,membelai pipi Xinyi.


"Kamu jangan seperti ini,kamu cari mati ya."Ucap Xinyi,dia menghindarkan tangan Jansen dari pipinya.


"Bagaimana,jika kita pergi ke danau sebentar? Aku begitu merindukan kamu Xin."Ujar Jansen,memegang tangan Xinyi.


"Ayolah,aku begitu lelah.Aku ingin beristirahat,silahkan kamu pergi dari kamarku."Usir Xinyi,dia tidak ingin kemana-mana saat ini.


"Kamu tidak mengerti perasaan diriku Xin,padahal aku begitu merindukan kamu.Susah-susah aku menyelinap,kamu malah mengusirku."Protes Jansen,tidak terima di usir Xinyi.

__ADS_1


Xinyi menghela nafasnya pelan,dia begitu heran dengan sikap Jansen yang seperti ini.Apalagi di antara mereka tidak ada hubungan apa-apa,kenapa dia merasa Jansen seperti merajuk terhadap dirinya.


"Jansen,nanti malam aku harus hadir di perjamuan.Saat ini,aku benar-benar lelah.Aku butuh istirahat,agar tubuhku tidak lelah dan mengantuk saat perjamuan nanti malam.Kamu masih bisa bertemu aku di perjamuan nanti malam,aku mohon biarkan aku beristirahat sebentar."Mohon Xinyi,karena matanya benar-benar sudah mengantuk.


"Baiklah,aku tidak akan memaksa kamu.Kamu bisa istirahat,tapi aku ingin menemani kamu."Balas Jansen,dia membelai rambut Xinyi dengan tulus.


"Tidak baik Jansen,aku takut ada orang yang tiba-tiba masuk."Ucap Xinyi,karena Jansen begitu keras kepala.


"Baiklah-baiklah,aku tidak akan menemani kamu istirahat."Balas Jansen,dia pasrah dengan ucapan Xinyi.


Jansen dengan sigap langsung menarik kepala Xinyi,karena Xinyi tidak mau di temani olehnya.Jansen langsung mencium bibir Xinyi,suruh siapa Xinyi menolaknya secara terang-terangan.


Xinyi kaget dengan tindakan Jansen yang tiba-tiba,dia langsung mendorong Jansen dengan kuat dan Jansen langsung terdorong menjauh dari Xinyi.


"Kenapa kamu mendorongku."Protes Jansen,karena Xinyi mendorongnya.


"Kamu apa-apaan,kenapa tiba-tiba menciumku.Apa kamu tidak mendengar ucapan aku,saat ini aku butuh istirahat dan aku tidak ingin di ganggu sama sekali."Ucap Xinyi,dia menatap tajam ke arah Jansen.


"Yasudah,aku pergi sekarang.Aku tidak akan mengganggu kamu yang ingin istirahat dan ingat dengan perjamuan nanti malam,kamu harus berpenampilan cantik seperti tadi."Ujar Jansen,dia langsung mencium kening Xinyi dan pergi meninggalkan Xinyi.


Xinyi yang di cium Jansen,dia begitu kesal sekarang.Karena Jansen begitu terang-terangan terhadapnya,padahal Xinyi sudah bertekad tidak ingin memiliki perasaan untuk siapapun.Dia hanya ingin membalaskan dendamnya dan tidak ingin jatuh cinta pada siapapun.


"Aku bisa gila,jika Jansen bersikap seperti ini.Aku takut,Jansen terobsesi dengan aku.Setelah dia menyatakan cintanya,dia semakin berani terhadapku."Gumam Xinyi,dia merasa takut dengan tindakan Jansen yang seperti ini.


Namun Xinyi tidak ingin mengingatnya sama sekali,dia memilih berisitirahat sekarang.Dia mulai memejamkan matanya dan akhirnya tidur dengan rasa lelah di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2