AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 102


__ADS_3

Damian yang sama-sama terluka,kini dia di temani istri-istrinya.Mereka merawat Damian saat ini,karena saat itu pelayan berteriak melihat Damian yang tidak sadarkan diri di dekat gajebo.Mereka bergegas membawa Damian ke kamar,bahkan mereka langsung mengobati luka-luka Damian.


"Menurut kamu ratu kemana?"Tanya Aria,karena tidak menemukan Xinyi di kamarnya.


"Aku pikir ini ada hubungannya dengan wajah pangeran yang seperti ini."Ucap Chelsea,dia meringis melihat luka di wajah Damian.


"Bisa jadi,apalagi aku tidak melihat ratu dan pangeran Jansen di aula pertemuan."Ujar Jane,menatap ke arah Aria dan Chelsea.


"Mungkin mereka berselisih memperebutkan ratu,apa kalian tidak sadar saat malam itu.Ratu begitu khawatir saat melihat pangeran Jansen terluka,aku pikir ratu memiliki perasaan untuk pangeran Jansen.Apalagi,mereka begitu dekat saat ini."Ucap Aria,mengingat kejadian malam kebakaran.


"Iya kamu benar,aku juga baru melihat rasa khawatirnya saat itu.Apa mungkin,ratu dan pangeran Jansen memiliki hubungan di belakang pangeran?"Tanya Chelsea,menatap mereka.


"Hus,jangan bicara sembarangan.Aku rasa tidak mungkin ratu seperti itu,dia begitu sibuk mengurus urusan negara.Kecuali,dia berpikir untuk kepentingan negara.Bahkan,kalian tau sendiri.Ratu begitu sensitif terhadap urusan negara,dia tidak suka kerja kerasnya di kacau kan begitu saja."Ucap Jane,dia berpikir positif saat ini.


"Benar sih,apa yang di katakan putri Jane.Apalagi,pangeran kemarin merusak rencana ratu.Aku pikir saat ini juga seperti itu,sekarang ratu pasti menebus kesalahan yang di lakukan pangeran."Ujar Aria,menyalahkan Damian.


"Kamu benar,sudahlah.Nanti tidak enak,jika pangeran mendengarnya.Kita sekarang,cukup rawat pangeran saja.Bahkan,raja saja tidak mencari keberadaan ratu dan pangeran Jansen."Ucap Chelsea,berpikir istana tenang-tenang saja dan tidak ada kerusuhan sama sekali.


Mereka langsung terdiam sesaat,setelah itu mereka melihat Damian yang masih belum sadar.Mereka memilih bergantian menjaga Damian,agar mereka bisa sama-sama memiliki waktu istirahat.

__ADS_1


...****************...


Di ruang kerja raja,kini raja sedang berdiskusi dengan Jiwei dan Xintian.Mereka sedang memikirkan Jansen membawa Xinyi pergi kemana,apalagi penjaga memberitahukan Jansen membawa Xinyi dengan kondisi pingsan berada di kereta Jansen.Mereka mencoba bersikap tenang,karena di kediaman Xinjiang saja Xinyi tidak ada.


"Aku tidak habis pikir,sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka."Ucap raja,merasa heran saat ini.


Apalagi,raja melihat anaknya yang masih tidak sadarkan diri.Raja juga melihat,luka yang ada di wajah Damian.Jelas sekali,itu luka yang di pukul dan menyebabkan lebam-lebam di wajah Damian.


"Aku rasa,pangeran tidak bisa mengontrol emosinya raja.Apalagi,Xinyi selalu berusaha menyelesaikan permasalahan yang di buat pangeran.Aku tidak menyalahkan pangeran,namun kenyataannya seperti itu.Raja juga tau sendiri,sikap pangeran seperti apa."Ucap Jiwei,dia bicara terang-terangan di hadapan raja.


"Bisa saja pangeran cemburu dengan kedekatan adikku dengan pangeran Jansen."Ujar Xintian,dia berpikir seperti itu.


"Aku menduganya juga seperti itu,Damian mungkin tidak suka dengan kedekatan pangeran Jansen dan ratu.Namun,mereka selama ini profesional di hadapanku.Aku tidak melihat gelagat-gelagat aneh di antara mereka,mungkin anakku terlalu berlebihan mengekang pergerakan istrinya saat ini."Ucap raja,dia mengutarakan apa yang di lihatnya selama ini.


"Raja lebih baik,biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.Mereka sudah dewasa,kita tidak perlu ikut campur dengan urusan mereka.Kita lebih baik fokus dalam masalah negara saja,apalagi musim dingin akan segera datang.Kita harus memikirkan cara,agar persediaan pangan kita tercukupi."Ucap Jiwei,dia membahas masalah yang ada.


"Baiklah,mari kita bahas sekarang.Aku juga tidak ingin ikut campur urusan mereka,ada hal yang lebih penting sekarang dari pada mengurus urusan mereka."Balas sang raja,dia memikirkan kondisi nanti.


"Kita harus punya banyak persediaan makanan dan minuman untuk rakyat,kita tidak boleh membiarkan rakyat kelaparan saat musim dingin nanti."Ucap Xintian,apalagi di musim dingin begitu sulit menghasilkan makanan.

__ADS_1


"Kamu benar,kita harus melakukan persediaan mulai dari sekarang."Ujar sang raja,dia tidak ingin rakyatnya menderita.


"Biar aku saja yang urus,nanti aku melihat stok di gudang istana.Agar kita mengetahui berapa banyak persediaan yang ada."Ucap Xintian,menatap sang raja.


"Kamu benar,aku serahkan saja tugas ini terhadap kalian berdua.Aku harap,kalian bisa bekerja sama dengan baik."Ujar sang raja,dia menyerahkan tugas terhadap Jiwei dan Xintian.


"Kami siap menerima tugas yang di berikan raja,kami akan mengerjakannya dengan baik."Balas Jiwei dan Xintian secara kompak.


"Aku senang dengan kalian yang begitu kompak,aku merasa tenang saat ini.Karena memiliki pejabat muda yang perduli dengan rakyatnya,semoga tidak ada penghianat lagi di pejabat sekarang."Harapan raja di hadapan Jiwei dan Xintian.


"Raja tidak usah khawatir,jika ada pejabat yang berkhianat.Kami akan segera melapor terhadap raja,kepentingan rakyat lebih penting sekarang."Ucap Jiwei menenangkan raja.


"Baguslah,aku suka dengan pikiran positif kalian yang seperti itu.Aku berharap kalian sehat dan bekerja sama secara kompak.Maafkan anakku,karena dia belum dewasa saat ini.Memikirkan tugas negara saja,dia masih malas mengerjakannya.Dia malah mencari kesenangan dengan istri-istrinya saat ini."Ucap raja,dia mengkhawatirkan anaknya yang tidak bisa mengurus negara.


"Raja harus tegas dengan pangeran,karena hanya pangeran penerus raja.Jika pangeran gagal,lantas siapa yang akan menjadi raja selanjutnya."Ujar Jiwei,menasehati raja.


"Kamu benar,aku harus bersikap tegas.Jika pangeran tidak mau,aku akan mengusirnya dari istana.Lebih baik,aku mencari kandidat baru untuk menjadi penerusku nanti."Ucap raja,dia berterus terang di hadapan Jiwei dan Xintian.


"Baiklah,kalau gitu kami undur diri dulu."Ujar Xintian,agar mereka bisa mengerjakan tugas yang di berikan raja.

__ADS_1


"Baiklah,bekerjalah dengan baik."Ucap raja,dia melihat Jiwei dan Xintian yang berdiri.


Mereka langsung keluar dari ruangan raja,mereka bergegas ke gudang istana.Mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka,karena musim dingin hampir dekat.


__ADS_2