AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 76


__ADS_3

Sedangkan di kamar Damian,dia pagi-pagi sudah bangun dan bercinta dengan Chelsea.Apalagi,semalam Chelsea berusaha untuk tidur bersama dirinya.


"Ah,ah pangeran."Racau Chelsea,karena dia menikmati tindakan Damian terhadap dirinya.


"Apa kamu sangat menikmatinya?"Tanya Damian,melihat wajah Chelsea.


Chelsea hanya mengangguk,apalagi dia merasakan sensasi kenikmatan yang di berikan suaminya.Chelsea merasa Damian,begitu bersemangat bercinta dengannya.


"Pangeran."Panggil Chelsea.


"Hmm."Balas Damian,dia turun ke leher Chelsea.


"Ada orang yang ingin meracuni kamu."Ucapnya,sambil menikmati permainan Damian.


"Siapa?"Tanya Damian,dia menatap Chelsea.


"Aku tidak tau,aku tidak sengaja semalam mendengar percakapan mereka.Mereka ingin meracuni kamu,bahkan dia memerintahkan seseorang untuk meracuni pangeran dan di beri waktu seminggu untuk menjalankan rencananya."Balas Chelsea,meremas rambut Damian.


"Baiklah,aku akan berhati-hati.Terimakasih,kamu sudah menyampaikan apa yang kamu dengar terhadap ku."Ucap Damian,dia mencium bibir Chelsea.


Chelsea menerima ciuman yang di berikan Damian,dia merasakan kenikmatan yang di berikan suaminya.Chelsea merasa lega saat ini,karena dia sudah memberitahu Damian.


"Ah,ah."Racau Chelsea,karena Damian bertindak cepat terhadap tubuhnya.


Mereka menyelesaikan percintaan mereka saat ini,mereka sama-sama lelah dengan percintaan mereka.Mereka ambruk di atas ranjang Damian,merasa butuh tenaga saat ini.


...****************...

__ADS_1


Xinyi sedang bersama para pangeran negara lain,mereka begitu sibuk membahas tentang negara masing-masing.Bahkan mereka saling bertukar ilmu,agar menutupi kekurangan negara mereka sendiri.


"Putri,selama penobatan putri.Kami tidak pernah melihat pangeran Damian,apakah pangeran Damian sedang bertugas?"Tanya pangeran negara Song.


"Pangeran ada di istana,namun dia sedang di hukum oleh raja.Jadi,dia tidak melihat acara penobatan diriku sama sekali."Balas Xinyi tersenyum,membuat para pangeran semakin terpesona dengan Xinyi.


"Putri,bukankah istri pangeran Damian ada empat.Kenapa semua tugas harus putri yang kerjakan,aku merasa itu sangat tidak adil.Putri sangat sibuk,tapi mereka malah tidak memiliki tugas sama sekali dan bisa santai seenaknya."Ujar pangeran negara Shu.


"Tidak apa-apa,aku merasa tidak keberatan sama sekali.Nanti juga,aku berpikir untuk berbagi tugas dengan mereka.Lagi pula,aku belum begitu sibuk saat ini."Balas Xinyi,menatap mereka dengan yakin.


"Aku begitu takjub dengan putri Xinyi,karena sudah begitu berbakat dan bahkan begitu murah hati seperti ini."Ucap Jansen,memuji Xinyi di depan semua orang.


"Benar,aku juga mengagumi kecerdasan putri Xinyi.Namun sayang,putri Xinyi sudah menikah.Jika belum menikah,mungkin aku akan meminta putri Xinyi ikut ke negara Shu untuk aku jadikan istri."Ujar pangeran negara Shu.


"Haha,jangan bermimpi terlalu tinggi kamu.Memangnya,putri Xinyi mau ikut bersama kamu."Balas Jansen,menertawakan pangeran negara Shu.


"Sudah-sudah,tidak bisakah kita berlanjut saling bertukar pikiran?"Tanya Xinyi,sambil menatap ke arah mereka.


"Kalau gitu,ayo aku tunjukkan negara Wei seperti apa.Agar kamu tidak begitu penasaran,lagi pula negara Wei sama seperti negara lain mungkin."Balas Xinyi,menatap ke arah pangeran negara Shu.


Mereka langsung berjalan keluar dari istana,mereka menunggu kreta di depan istana.Setelah kereta di hadapan mereka,Mereka masuk masing-masing ke dalam kereta.Xinyi satu kereta dengan Jansen,mereka duduk bersebelahan.Satu kereta hanya muat untuk dua orang,mereka tidak masalah sama sekali satu kereta dengan siapapun.


"Tidur kamu nyenyak?"Tanya Jansen,menatap wajah Xinyi yang ada di sampingnya.


"Seperti biasanya,tidurku sangat nyenyak."Balas Xinyi,menatap ke arah Jansen.


Xinyi terkejut saat menatap ke arah Jansen,karena wajah mereka begitu dekat saat ini.Xinyi mencoba bersikap normal dan menghilangkan rasa terkejutnya.

__ADS_1


"Bisakah,kamu tidak terlalu dekat dengan diriku."Ucapnya,karena merasa begitu sangat dekat.


"Justru,aku begitu sangat ingin dekat dengan kamu."Kata Jansen,dia langsung menarik tubuh Xinyi untuk duduk di pangkuannya.


"Hey,aku takut terjatuh."Protes Xinyi,dia menatap manik mata Jansen saat ini.


"Kamu begitu sangat cantik,saat protes seperti ini.Kamu tidak usah khawatir,lagi pula kamu tidak akan terjatuh."Ucap Jansen,menatap Xinyi dengan intens.


"Tindakan kamu begitu spontan,bahkan aku tidak jamin dengan tubuhku yang akan terjatuh."Balas Xinyi,memegang pundak Jansen.


"Tidurlah dan bersandar pada dadaku,agar kamu bisa istirahat."Perintah Jansen,sambil membelai rambut Xinyi.


"Tidak mau,aku tidak ingin merepotkan kamu."Ucap Xinyi,masih menatap Jansen.


"Jika kamu tidak ingin tidur,biarkan aku tidur saat ini."Ujar Jansen,dia langsung memejamkan matanya di hadapan Xinyi.


Xinyi menatap mata Jansen yang tertutup,dia mengelus wajah Jansen saat ini.Ada rasa bersalah dalam hatinya,entah kenapa hatinya begitu ingin dekat dengan Jansen.Sedangkan dia sudah menjadi istri pangeran,dia menghela nafas dengan berat saat ini.


Perjalanan mereka sampai,Xinyi dengan senang menjelaskan semua hal yang di lihatnya terhadap para pangeran.Bahkan para pangeran membeli barang untuk di bawa ke negaranya,setelah itu mereka memilih untuk makan.Xinyi langsung mengajak mereka ke kedai milik kakaknya,hidangan sudah berada di meja makan.


"Wah,enak sekali ini.Bisakah,aku membawanya ke istana."Ucapnya,karena merasa makanan yang di makannya benar-benar enak.


"Nanti aku bungkuskan,para pangeran tidak usah membayarnya.Biarkan saja,aku yang membayar semua tagihannya."Ujar Xinyi,karena para pangeran menyukai masakan di kedai milik kakaknya.


"Dari mana putri tau tempat ini?"Tanya pangeran negara lain.


"Kedai ini milik keluargaku,tepatnya sih milik kakak aku sendiri.Bahkan,dia yang mengelola semua ini."Jawan Xinyi,sambil tersenyum.

__ADS_1


"Biar,aku saja yang bayar putri.Lagi pula,aku begitu menyukai makanan ini.Pelayan,tolong siapkan makanan seperti ini lagi ya.Tapi akan aku bawa pulang dan tidak akan makan di sini,sekalian berikan bill tagihannya terhadap diriku."Ucap pangeran negara Shu.


Mereka makan begitu lahapnya,karena masakan di kedainya begitu enak.Sedangkan Jansen,dia selalu mengambil kesempatan untuk curi-curi pandang terhadap Xinyi.Setelah mereka selesai makan,mereka memilih untuk kembali ke istana.Karena hari sudah hampir gelap,bahkan mereka takut di perjalanan terjadi apa-apa.Apa lagi mereka membawa barang-barang mahal di keretanya,berharap tidak bertemu bandit sama sekali.


__ADS_2