AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 70


__ADS_3

Damian yang mendapat kabar dari bawahannya,dia bergegas kembali ke istana.Apalagi dia begitu senang saat mendengar Xinyi sudah kembali ke istana,dia menunggang kuda dengan cepat.Karena dia sudah tidak sabar untuk melihat istrinya dan memastikan dengan benar istrinya sudah ada di istana.


Setelah sampai di istana,dia langsung turun dari kuda yang di tungganginya.Dia langsung menuju kamar istrinya,namun Damian tidak melihat keberadaan istrinya sama sekali.Dia langsung bertanya kepada para pelayan,menanyakan keberadaan istrinya saat ini.


Damian bergegas ke ruang kerja ayahnya,karena menurut pelayan istrinya berada di ruang ayahnya.Dia langsung masuk begitu saja dan dia tersenyum bahagia melihat istrinya sedang bersama ayahnya.


"Kamu pergi kemana saja?"Tanya Damian,dia bergegas melangkah ke arah Xinyi.


Xinyi melihat penampilan Damian yang berantakan,dia menatap tajam terhadap Damian.Dia saat ini,tidak menyukai kehadiran Damian sama sekali.


"Raja anda harus ingat kesepakatan kita."Ucap Xinyi,dia tidak memperdulikan pertanyaan Damian sama sekali.


"Baiklah,aku akan selalu mengingatnya."Balas sang raja,dia tidak akan ikut campur urusan anak dan menantunya.


"Kesepakatan apa?"Tanya Damian,dia menatap ayah dan istrinya.


"Kamu tidak perlu tau,lagi pula kamu tidak berhak tau dengan kesepakatan ini."Balas Xinyi,dia menatap Damian dengan sinis.


"Siapa kamu? Kenapa pakaian kamu begitu lusuh dan bahkan berani sekali kamu masuk ke dalam ruangan aku."Ucap raja,dia melihat ke arah Damian.


"Aku putra kamu ayah,aku Damian."Balas Damian,dia menatap ayahnya dengan terkejut.


"Anakku? Aku tidak salah dengar dengan ucapan kamu? Anakku tidak akan pernah pergi kemanapun,bahkan dia tidak akan membiarkan tugas kerajaan berantakan."Ucap ayahnya,karena menurutnya anaknya harus di beri hukuman.

__ADS_1


Raja tau Damian yang selama di istana bukan anaknya,dia tau anaknya pergi dan melepaskan tanggung jawabnya.Namun selama ini dia diam,karena dia tidak ingin para pejabat semakin bergejolak.Apalagi,menurutnya para pejabat selalu mendesak dirinya ke jalan buntu sekarang ini.


"Aku undur diri raja,aku harus berbicara dengan penasihat negara tentang penobatan nanti."Ucap Xinyi,menatap ke arah sang raja.


"Baiklah putri,silahkan putri urus dengan sebaik-baiknya."Perintah raja,dia menatap Xinyi.


"Baik raja."Balas Xinyi,dia langsung berdiri dari duduknya.


Damian melihat Xinyi yang berjalan melewatinya,dia mencengkram tangan Xinyi dengan kuat.Dia tidak suka di abaikan seperti ini,apalagi dia keluar istana hanya untuk mencari dirinya.


"Aku tidak suka kamu abaikan seperti ini."Ucap Damian,membuat suasana menjadi tegang.


"Lepaskan putri Xinyi,aku harus membuat perhitungan dengan kamu."Ujar sang raja,dia tidak suka dengan sikap anaknya yang seperti ini.


"Kamu berani menatap aku seperti ini?"Tanya Damian,dia tidak percaya Xinyi begitu berani terhadapnya.


"Kenapa aku tidak berani,lagipula kamu seorang pangeran.Namun sikap kamu begitu lancang,bahkan kamu tidak memperdulikan kondisi negara Wei dan kamu hanya mementingkan perasaan kamu.Kamu pangeran yang begitu egois,mengorbankan rakyat dan memilih perasaan kamu yang tidak logis."Balas Xinyi,dia melepaskan tangannya dari cengkraman Damian.


"Aku egois? Kamu benar aku egois,tapi aku seperti ini hanya untuk mencari keberadaan kamu.Sebenarnya,siapa disini yang egois."Ucap Damian sarkas,menatap Xinyi tidak suka.


"Jelas kamu,kamu seorang pangeran.Tanggung jawab kamu besar,tapi dengan bodohnya kamu melepas tanggung jawab kamu dan malah mencari diriku yang jelas-jelas aku pergi karena perbuatan kamu sendiri."Balas Xinyi,dia langsung meninggalkan Damian begitu saja.


Damian berteriak memanggil Xinyi,namun dia begitu marah saat ini.Karena Xinyi tidak memperdulikannya sama sekali,dia langsung menatap ayahnya dengan nanar.

__ADS_1


"Aku tidak suka dengan sikap kamu sekarang,aku mendukung ucapan putri Xinyi.Apa yang di katakan putri Xinyi benar,kamu terlalu egois dan mementingkan diri kamu sendiri."Ucap raja,dia tidak perduli dengan tatapan kecewa anaknya.


"Tapi ayah,aku pergi hanya untuk mencari istriku.Bahkan,aku membutuhkan dia dalam mengurus kerajaan ini."Balas Damian,dia menatap ayahnya.


"Putri Xinyi belum aku nobatkan sebagai ratu,sudah jelas disini kamu yang sebagai pangeran begitu egois.Kamu lebih mementingkan diri kamu sendiri,daripada melihat rakyat yang sudah menderita oleh pemberontak."Ucap sang raja,dia begitu marah dengan sikap anaknya saat ini.


"Maafkan aku ayah."Balas Damian,dia menyesali perbuatannya yang begitu ceroboh.Dia akui,jika dirinya benar-benar di butakan oleh cintanya.


"Sudahlah,sebagai hukuman kamu.Kamu tidak boleh keluar kamar kamu selama satu bulan,kamu hanya boleh mengerjakan tugas kerajaan di dalam kamar kamu.Ini pelajaran untuk kamu,karena sudah berani membiarkan orang menyamar jadi diri kamu.Hukuman ini ringan,aku masih membutuhkan kamu sebagai penerusku nanti."Ucap raja,dia menatap anaknya dengan tatapan kecewa.


"Terimakasih ayah,aku akan menerima hukuman dari kamu."Balas Damian,dia pasrah dengan hukuman yang telah di berikan ayahnya.


"Jangan ganggu putri Xinyi,dia baru saja tenang.Biarkan dia mengalihkan kekesalan di hatinya dengan mengurus tugas kerajaan,aku tidak ingin kamu mengacaukan segalanya.Bahkan,aku tidak ingin putri Xinyi pergi lagi meninggalkan istana!"Peringat raja,dia menatapnya dengan tajam.


"Tapi ayah? Aku masih ingin meminta penjelasan dari istriku."Ucap Damian,dia ingin masalahnya cepat selesai.


"Kamu tidak mendengarkan ucapan ayah,jika kamu egois lagi seperti ini.Lebih baik,aku mengusir kamu dari kerajaan.Aku tidak menginginkan seorang anak yang tidak tau di untung,aku sudah memperingati kamu.Jika kamu membuat putri Xinyi pergi lagi,gelar kamu akan aku cabut.Aku tidak suka dengan seorang anak yang pemberontak seperti kamu,tidak mau mendengarkan nasihat dari ayahnya sendiri."Ujar sang raja,begitu kesal dengan anaknya saat ini.


"Baiklah,aku akan mengikuti ucapan ayah.Aku akan menunggu waktu yang pas untuk berbicara dengan istriku,kalau begitu aku undur diri dulu ayah.Aku akan membersihkan diriku yang begitu lusuh,aku akan mengikuti perintah ayah saat ini."Balas Damian,dia akan mendengarkan ucapan sang ayah.


"Baiklah,kamu pergi saja dari ruanganku.Kamu renungkan dengan baik,kenapa ayah menghukum kamu saat ini."Ucap sang ayah,dia memalingkan mukanya dari sang anak.


"Baik ayah,aku mengerti."Balas Damian,menatap sendu sang ayah.

__ADS_1


Damian langsung keluar dari ruangan ayahnya,dia bergegas pergi ke kamarnya.Untuk saat ini,dia harus bersabar.Dia akan menuruti ucapan sang ayah dan menerima hukuman sang ayah dengan baik.


__ADS_2