AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 86


__ADS_3

Damian membuka ke dua matanya,dia terkejut saat ini.Karena dirinya berada di kediamannya,dia mengerti dengan dekorasi kediamannya saat ini.Damian melihat penjaga bayangan dan pemuda di hadapannya.


"Siapa dia?"Tunjuk Damian,dia mengarah ke tabib saat ini.


"Dia Xie Cheng pangeran,dia tabib muda di istana."Balas penjaga bayangan.


"Kenapa aku ada di sini?"Tanya Damian,karena dia tiba-tiba berada di kediamannya.


"Ratu yang menyuruh kami membawa pangeran ke sini,karena ratu mendengar pangeran akan di racuni.Sehingga ratu menyuruhku membuat obat yang bisa membuat pangeran mati suri,agar ratu bisa menangkap dalang yang ingin membunuh pangeran."Ucap Xie Cheng,menatap Damian saat ini.


Damian terkejut dengan ucapan Xie Cheng,Xinyi benar-benar berani mengambil langkahnya.Bahkan,dia tidak berkompromi terhadap dirinya.


"Jadi,aku sudah meninggal di hadapan semua orang?"Tanya Damian,tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Benar pangeran,bahkan raja juga mengetahuinya.Raja setuju dengan rencana ratu,rencana ini semua demi keselamatan pangeran."Balas penjaga bayangan.


"Aku tidak perlu di lindungi,aku bisa melindungi diri aku sendiri.Kenapa dia begitu ceroboh,bisa-bisanya dia tidak memberitahu rencananya terhadapku."Ucap Damian,merasa kesal dengan rencana Xinyi.


"Bukan hanya pangeran yang ada di sini,putri Chelsea juga berada di sini.Dia akan menemani pangeran di sini,sekarang ratu sudah mengetahui siapa dalang di balik semua ini."Ujar penjaga bayangan,dia sempat bertemu dengan penjaga bayangan yang lain.


"Apa dia mengetahui lokasi kediaman ini?"Tanya Damian,dia tidak ingin Chelsea tau lokasi kediamannya.


"Pangeran tenang saja,putri Chelsea saat sampai sini dia dalam keadaan pingsan."Balas penjaga bayangan.


"Baguslah,aku merasa tenang saat ini.Aku akan tinggal di sini,aku tidak boleh mengacaukan rencana istriku."Ucap Damian,dia akan menghargai keputusan Xinyi terhadap dirinya.


Damian langsung beranjak dari tidurnya,dia akan menemui Chelsea saat ini.Damian menyuruh tabib dan penjaganya untuk beristirahat saja,lagi pula dia tidak akan keluar dari kediaman saat ini.

__ADS_1


Damian masuk ke dalam kamar,dia melihat Chelsea yang masih belum sadar.Damian berjalan ke arah ranjang Chelsea,dia bersyukur masih ada selir yang menemaninya di sini.Damian berbaring di samping Chelsea,dia memeluk Chelsea yang pingsan.Damian memilih memejamkan matanya,dia akan menemani Chelsea yang masih belum sadar sama sekali.


...****************...


Xinyi sekarang berada di ruangan Jiwei,dia menatap Jiwei dengan intens.Dia sudah memberitahu Jiwei tentang siapa pelaku di balik semua ini,Xinyi ingin mendengar masukan dari Jiwei saat ini.Xinyi melihat Jiwei yang menghembuskan nafasnya dengan kasar,dia memijat pelipisnya saat ini.


"Kenapa serumit ini sih."Keluhnya,begitu pusing dengan masalah kerajaan.


"Aku juga pusing kak,aku benar-benar sudah tidak sabar membongkar kedoknya."Ucap Xinyi,dia terang-terangan terhadap Jiwei.


"Jangan bertindak gegabah,dia seorang penasihat negara.Namun sangat di sayangkan,bisa-bisanya dia melakukan semua ini.Sebenarnya,tujuan dia apa melakukan hal seperti ini."Ujar Jiwei,benar-benar tidak habis pikir dengan Juan.


"Aku tidak akan membiarkan ayahku di jebak kak."Ucap Xinyi,dia tidak ingin ayahnya di jebak sama sekali.


"Aku harus memikirkannya,setelah aku menemui solusinya.Nanti,aku akan menyuruh pelayan memanggil kamu.Sekarang,kamu pergi dulu dari ruangan aku."Ucap Jiwei,agar dia bisa berpikir dengan tenang.


Xinyi langsung melangkah ke arah pertemuan,dia masuk begitu saja saat ini.Xinyi melihat raja yang di desak oleh raja negara lain,dia tidak suka negaranya di injak-injak seperti ini.


"Apakah kalian tidak memiliki aturan kerajaan sama sekali,ingat disini bukan kerajaan kalian.Kalian tidak pantas memojokkan raja negara Wei seperti ini,kalian harusnya mengerti dengan aturan kerajaan."Ucap Xinyi dengan sarkas,dia duduk di samping raja.


Xinyi menatap tajam ke arah mereka,mereka semua hanya diam saja.Bahkan,mereka tidak berani berbicara sama sekali.Mereka begitu takut dengan ucapan tegas yang keluar dari Xinyi,mereka merasa tertekan dengan ucapan Xinyi saat ini.


"Apa yang kalian ributkan,cepat katakan padaku.Aku tidak akan membiarkan raja mengurusnya,kalau ada masalah bicara saja terhadapku."Ucap Xinyi,dia menatap tajam ke arah mereka.


"Maafkan kami ratu,kami tidak bermaksud apa-apa."Ucap raja negara Song,merasa tidak enak hati terhadap Xinyi.


"Sudahlah,aku di sini hanya menanyakan terhadap kalian.Kapan kalian kembali ke kerajaan kalian?"Tanya Xinyi,agar dia mudah menjalankan rencananya.

__ADS_1


"Aku besok akan pergi,lagi pula anakku sudah baik-baik saja."Jawab raja negara Song,karena dia sudah melihat anaknya yang membaik.


Xinyi hanya mengangguk mendengarkan ucapan raja negara Song,setelah pertemuan selesai.Xinyi berjalan-jalan ke taman istana,sambil menenangkan pikirannya,dia sudah ingin membongkar wajah palsu penasihat negara saat ini.


"Kamu kenapa seperti orang yang bingung?"Tanya Jansen,dia tiba-tiba berjalan beriringan bersama Xinyi.


"Tidak apa."Jawab Xinyi,dia enggan bercerita terhadap Jansen.


"Kamu yakin tidak kenapa-kenapa?"Tanya Jansen,merangkul pundak Xinyi.


Xinyi menghentikan langkahnya,dia menepis tangan Jansen yang berada di pundaknya.Xinyi tidak ingin mendengar gosip aneh-aneh tentang dirinya saat ini,dia hanya ingin fokus pada masalah yang ada di hadapannya.


"Jangan merangkul aku sembarangan,aku tidak ingin penghuni istana menggosipkan diriku."Protes Xinyi,menatap Jansen saat ini.


"Disini tidak akan ada orang yang melihat kita,aku yakin tidak akan ada gosip apapun tentang kita."Ucap Jansen,dia memegang ke dua pundak Xinyi.


"Lepaskan aku,aku sekarang hanya ingin sendirian."Ujar Xinyi,dia menatap manik mata Jansen.


"Tidak,kamu tau aku begitu rindu terhadap kamu.Kenapa kamu seperti menghindar dariku?"Tanya Jansen,dia mendorong Xinyi ke dinding.


"Aku tidak menghindar dari kamu,aku benar-benar sedang sibuk."Jawab Xinyi,dia mengelak dari tuduhan Jansen.


"Kamu bohong,aku tau kamu menghindar dariku saat ini."Ucap Jansen,kekeuh menuduh Xinyi yang menghindar darinya.


"Sudahlah,aku tidak ada waktu meladeni kamu."Tukas Xinyi,dia tidak ingin berdebat dengan Jansen sama sekali.


Jansen yang mendengarnya,dia tersenyum kecil saat ini.Jansen mendekatkan kepalanya,dia mencium bibir Xinyi dengan lembut.Apalagi,dia begitu merindukan Xinyi.

__ADS_1


Xinyi yang tiba-tiba di cium Jansen,dia melotot ke arah Jansen.Xinyi mendorong Jansen,dia tidak habis pikir dengan Jansen saat ini.Setelah mendorong Jansen,Xinyi langsung meninggalkan Jansen begitu saja.Dia tidak ingin berdebat dengan Jansen,Xinyi memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


__ADS_2