
"Kemana saja kamu selama ini?"Tanya Jane,melihat Xinyi yang ada di depannya.
"Bukan urusan kamu,bukannya kamu sangat senang dengan kepergianku."Balas Xinyi,menatap tidak suka terhadap Jane.
Setelah mendengar kabar Xinyi kembali,Jane dengan terburu-buru masuk ke kamar Xinyi tanpa permisi dulu.Jane memastikan dengan benar orang yang ada di hadapannya,dia merasa heran dengan Xinyi yang pergi dan kembali begitu saja.
"Kamu mengacaukan hidup pangeran,bahkan semua tugas kerjaan kacau balau oleh pangeran."Ketus Jane,dia langsung duduk di kursi kamar milik Xinyi.
"Aku tidak memperdulikannya sama sekali,lagipula dia saja yang tidak becus.Mengapa aku yang harus di salahkan?"Tatap Xinyi,dia protes di hadapan Jane.
"Gara-gara kamu pergi begitu saja,pangeran jadi tidak fokus dalam tugasnya."Balas Jane,dia menatap sombong terhadap Xinyi.
"Hahaha,gara-gara aku??? Jelas-jelas ini semua gara-gara dirinya sendiri,jangan menyalahkan orang lain.Aku pergi saja sengaja,karena aku ingin menghukum dia."Tawa Xinyi,dia duduk di ranjangnya dengan angkuh.
"Atas dasar apa kamu menghukum pangeran? Kamu tidak berhak menghukum pangeran,lagipula ini semua karena kesalahan kami."Ujar Jane,dia terus menyalahkan Xinyi.
Xinyi bangkit dari duduknya,dia langsung menghampiri Jane.Dia menampar Jane dengan keras,agar Jane diam dan tidak banyak bicara.
"Aw,kenapa kamu menampar aku."Protes Jane,tidak terima dirinya di tampar begitu saja.
"Kamu jangan seenaknya berbicara sembarangan,jika kamu tidak tau akar masalahnya lebih baik kamu diam.Kamu tau kamu membuat aku begitu muak mendengar ocehan kamu yang membuat telinga aku sakit."Ucap Xinyi,dia memegang dagu Jane dengan kuat.
Jane benar-benar kaget dengan sikap Xinyi terhadap dirinya,bahkan dia merasa Xinyi orang yang berbeda.Dia tidak melihat Xinyi yang polos dan mudah di hasut olehnya.
"Pergi dari kamarku,jangan membuat kesabaranku habis.Aku tidak perduli dengan kalian yang berlomba ingin menjadi ratu di sini,bahkan aku tidak menginginkannya sama sekali.Aku tidak suka dengan harem yang begitu berisik,membuat diriku ingin menghukum kalian dengan sepuasnya."Ujar Xinyi,dia langsung melepaskan cengkraman tangannya dari dagu Jane.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan kamu,kenapa kamu begitu kasar seperti ini.Kamu dulu tidak seperti ini Xin,aku merasa kamu bukan Xinyi yang dulu."Ucap Jane,dia menatap Xinyi dengan intens.
"Pergi dari kamar aku,aku tidak butuh diriku di nilai oleh orang seperti kamu.Cepat pergi!!"Usir Xinyi,dia begitu muak terhadap Jane saat ini.
Jane mengikuti ucapan Xinyi,dia langsung pergi begitu saja.Menurutnya,Xinyi begitu kejam saat ini.Bahkan,dirinya di tampar begitu saja.Namun,entah kenapa dirinya tidak membalas.Seolah di dalam dirinya,ada rasa takut saat melihat tatapan tajam dari sorot mata Xinyi.
"Menggangguku saja,aku begitu lelah setelah berpergian kemarin.Seharian ini,aku hanya ingin beristirahat tanpa di ganggu sama sekali.Aku tidak perduli,jika nanti raja menungguku.Aku benar-benar begitu lelah dan tubuhku merasa pegal-pegal."Ucap Xinyi,dia langsung berjalan ke arah ranjangnya.
Xinyi lebih memilih ingin tidur seharian,namun semuanya hanya keinginan saja.Baru saja,dia memejamkan matanya.Pelayan memanggil dirinya,bahwa Jiwei ingin bertemu dengannya.Terpaksa dia bangun dan menghampiri Jiwei,karena pelayan menyuruh Xinyi untuk datang ke gajebo di taman.
"Ada apa kak Wei mencariku?"Tanya Xinyi,dia langsung masuk ke dalam gajebo.
"Kamu habis dari mana?"Tanya Jiwei balik,dia pura-pura tidak tau kepergian Xinyi bersama Jansen.
"Sendirian?"Tanya Jiwei,menatap balik Xinyi.
"Aku bersama Jansen."Balasnya,terus terang di hadapan Jiwei.
"Siapa Jansen? Aku baru tau,jika kamu dekat dengan laki-laki."Ucap Jiwei,pura-pura merasa heran dengan Xinyi.
"Dia seorang pangeran,aku juga baru kenal dengan dia.Namun,dia begitu baik terhadap aku."Balas Xinyi,sambil memandang lurus ke arah taman.
"Jangan memercikan api terhadap suami kamu."Peringat Jiwei,menatap Xinyi yang begitu rileks saat ini.
"Aku tidak perduli dengan dia,lagipula aku tidak suka dengan sikap dia terhadapku.Seharusnya dia percaya terhadap aku,bukan menuduhku yang tidak-tidak."Protes Xinyi,tidak perduli sama sekali dengan Damian.
__ADS_1
"Aish,kakak hanya mengingatkan kamu.Kakak hanya ingin kamu bahagia."Balas Jiwei,mengungkapkan isi hatinya.
"Apakah aku bisa pergi dari pangeran? Rasanya,aku ingin hidup bebas di luar istana dan tidak memperdulikan urusan kerajaan."Ucapnya,menatap Jiwei dengan pasrah.
"Kamu ingin berpisah dengan pangeran? Tapi kamu tidak akan pernah berpisah dengan pangeran,sudah terlihat dengan jelas pangeran tidak akan melepaskan kamu begitu saja."Balas Jiwei,dia memberikan senyuman terhadap Xinyi.
"Jika dia kekeuh tidak mau melepaskan aku,aku bisa pergi lagi dari istana."Ucap Xinyi,dia cekikikan terhadap Jiwei.
"Jangan berbicara seperti itu,aku takut ada orang lain yang mendengar ucapan kamu dan melaporkannya terhadap pangeran."Balas Jiwei,dia tidak ingin melihat Xinyi menderita.
"Kakak tenang saja,aku bukan wanita lemah.Aku bisa membalas semua orang yang menyakitiku,aku tidak ingin hidupku terkekang."Ucap Xinyi,dia berkata jujur dengan Jiwei.
"Kamu tau? Setelah kepergian kamu yang tiba-tiba,pangeran begitu berantakan.Bahkan,raja begitu marah melihat kondisi pangeran.Dia begitu tulus mencintai kamu,bahkan dia rela mendapat hukuman hanya untuk menyuruh bawahannya mencari keberadaan kamu."Balas Jiwei,menceritakan pengorbanan Damian terhadap Xinyi.
"Aku tidak perduli sama sekali,bahakan aku tidak memperdulikan seberapa besar cinta dia untukku.Aku hanya ingin dia merasakan hukuman dan membuatnya sadar dengan tindakannya yang menurutku terlalu berlebihan kepada aku."Ucap Xinyi,dia begitu dingin menyikapi perasaan Damian terhadapnya.
"Kakak tidak akan memaksa kamu,biarkan kamu memilih jalan kehidupan kamu sendiri."Balas Jiwei,dia tidak ingin memaksakan perasaan Xinyi sama sekali.
"Kakak tau sendiri,aku harus masuk istana demi keluargaku dan bahkan tidak ada cinta sama sekali di hatiku.Sudahlah,aku tidak ingin membahasnya sama sekali.Justru seharian ini,aku hanya ingin beristirahat kak.Karena tubuhku begitu pegal-pegal dan aku butuh istirahat yang cukup saat ini."Ucap Xinyi,menceritakan kelelahannya pada Jiwei.
"Baiklah,kakak tidak akan mengganggu kamu.Istirhatlah dengan baik,semoga kamu mendapatkan pencerahan tentang perasaan pangeran terhadap kamu."Balasnya,sambil bercanda terhadap Xinyi.
"Semoga tidak,yasudah aku duluan kak."Ujar Xinyi,dia beranjak dari duduknya.
Xinyi langsung meninggalkan Jiwei seorang diri di gajebo,bahkan dia tidak perduli dengan ucapan Jiwei sama sekali.Dia hanya ingin hidupnya bebas dan jauh dari aturan yang mengekang kebebasan hidupnya.
__ADS_1