
Kini mereka berada di gajebo,Damian menatap ke arah Xinyi dan Jansen.Damian ingin Xinyi jujur dengan perasaanya,Damian akan menerima kejujuran Xinyi meski itu menyakitkan untuknya.Damian menghela nafasnya dengan kasar,dia mencoba menenangkan dirinya saat ini.
"Kenapa pangeran memanggilku?"Tanya Jansen,menatap ke arah Damian.
"Maaf,jika aku mengganggu kamu."Ucap Damian,dia meminta maaf terhadap Jansen.
"Tidak apa-apa,apa yang ingin pangeran bicarakan."Ujar Jansen,dia menatap ke arah Damian dan Xinyi.
"Apa kalian memiliki hubungan di belakangku?"Tanya Damian,dia menatap Jansen dan Xinyi.
"Hubungan seperti apa maksud pangeran."Ucap Xinyi,dia menatap Damian saat ini.
"Seperti sepasang kekasih,aku begitu melihat rasa khawatir dari diri kamu untuk pangeran Jansen.Aku merasa,diriku tiba-tiba iri semalam.Karena ratu,tidak pernah bersikap seperti itu terhadapku."Ungkap Damian,dia menjelaskan rasa cemburunya di hadapan Jansen dan Xinyi.
"Kami tidak menjalin hubungan apapun di belakang pangeran,pangeran tenang saja.Lagi pula,kami tau dengan jelas batasan kami.Bahkan,aku sadar dengan jelas.Jika pangeran suami dari ratu,tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan ratu."Balas Jansen,dia tersenyum ke arah Xinyi.
Xinyi merasa ucapan Jansen benar,selama ini dia selalu menolak berhubungan dengan Jansen.Namun saat Jansen mengungkapkannya dengan jujur,Xinyi merasa hatinya tiba-tiba sakit saat ini.Xinyi seperti berharap terhadap Jansen,Xinyi ingin Jansen memperjuangkan dirinya saat ini.Xinyi menunduk di hadapan mereka,dia mencoba menenangkan dirinya saat ini.
"Tapi aku rasa,kalian tidak bisa menyembunyikan perasaan kalian di hadapanku.Aku tau di dalam hati kalian,kalian menyimpan rasa cinta pada diri kalian saat ini.Kalian saling mencintai dan kalian saling menyukai bukan?"Tanya Damian,menatap ke arah mereka.
"Iya kamu benar,aku memang mencintai dia.Karena dia tidak seperti kamu,dia selalu mengerti perasaanku.Bahkan,dia tidak pernah memaksa aku.Dia selalu mengalah terhadapku,dia selalu membuat aku tersenyum.Aku nyaman bersamanya,namun aku sadar kita tidak mungkin bersama.Aku sedang berusaha mengubur perasaanku untuknya,kamu sudah puas dengan jawabanku."Ucap Xinyi,dia berkaca-kaca di hadapan Damian.
Damian yang melihat Xinyi seperti itu,dia merasakan sakit di hatinya.Dia menghela nafasnya dengan kasar,Damian tidak tega melihat Xinyi yang sedih saat ini.Damian mencoba bersikap tenang,selagi Xinyi masih memilihnya dia akan menerimanya dengan senang.
__ADS_1
"Lantas,apakah kamu mau mempertahankan aku sebagai suami kamu atau meninggalkan aku dan memilih pangeran Jansen untuk berada di sisi kamu."Ucap Damian,dia menatap Xinyi saat ini.
"Jangan menyulitkan ratu,aku tidak suka pangeran menyulitkan ratu seperti ini.Lagi pula,ratu baru sembuh.Menurutku,pangeran kurang pantas bertanya hal seperti itu terhadap ratu."Ujar Jansen,dia merasa tidak tega melihat Xinyi di perlakukan seperti ini oleh Damian.
"Sudah cukup,kalian tidak usah berargumen lagi.Pangeran kamu sudah tau aku istri kamu,jelas aku akan memilih kamu sebagai suamiku.Aku tidak mungkin memilih pangeran Jansen,karena pangeran Jansen bukan suamiku."Ucap Xinyi,dia menatap Damian dan Jansen saat ini.
"Kamu dengar sendiri bukan pangeran,ratu Xinyi tetap memilih kamu.Aku berharap,kamu bisa mengerti isi hatinya dan jangan terlalu cemburu dengan hal sepele yang jelas-jelas ratu tidak akan memilih diriku."Ujar Jansen,dia memandang remeh terhadap Damian.
"Sudah cukup bukan?Aku ingin beristirahat kembali,jangan ganggu aku lagi.Aku benar-benar pusing,aku tidak ingin mendengar apapun yang membuat aku pusing saat ini."Ungkap Xinyi,dia langsung pergi meninggalkan Damian dan Jansen.
Mereka menatap kepergian Xinyi,kini mereka saling menatap satu sama lain.Berhubung Xinyi sudah tidak ada,kini mereka secara terang-terangan menyatakan perang satu sama lain.
"Kamu jauhi istriku."Ucap Damian,dia menunjuk Jansen dengan aura permusuhan.
"Tutup mulut kamu,kamu tidak tau tentang kami."Ucap Damian,dia tidak suka dengan ucapan Jansen.
"Benarkah? Tapi,aku mengetahui segalanya.Karena Xinyi lebih nyaman bercerita dengan diriku dari pada dengan kamu."Balas Jansen,dia menyeringai di hadapan Damian.
"Wah,wah.Ramai sekali ya,aku boleh ikut meramaikan tidak?"Tanya Jiwei,dia masuk ke dalam gajebo.
Jiwei langsung duduk,dia langsung di tatap sinis oleh mereka.Jiwei tertawa,melihat tatapan mereka terhadapnya yang begitu garang.Namun Jiwei tidak memperdulikannya sama sekali,dia melipatkan kedua tangannya di hadapan mereka.
"Aku begitu senang melihat kalian yang tidak akur,kalian sama-sama ingin memiliki Xinyi.Namun,ada penghalang yang jelas di antara kalian saat ini."Ucap Jiwei,dia menatap mereka saat ini.
__ADS_1
"Maksud kamu? Penghalang apa?"Tanya mereka tidak mengerti dengan ucapan Jiwei.
"Kamu saling mencintai dengan Xinyi,namun penghalang kamu adalah pangeran Damian yang berstatus sebagai suami Xinyi."Tunjuk Jiwei,dia menatap Jansen saat ini.
"Bahkan pangeran,dia suami Xinyi saat ini.Namun penghalangnya,tidak ada cinta di hati Xinyi terhadap pangeran.Justru,Xinyi malah mencintai pangeran Jansen dari pada mencintai suaminya.Sekarang penghalang terbesar dalam hubungan pangeran dengan Xinyi,tidak ada cinta di hati Xinyi untuk pangeran."Ucap Jiwei,dia tersenyum ke arah Damian
Jansen dan Damian mencerna ucapan Jiwei,mereka setuju dengan ucapan Jiwei saat ini.Mereka akan merebut Xinyi untuk diri mereka sendiri,apapun caranya akan mereka lakukan demi bisa mendapatkan Xinyi.
"Aku akan merebut Xinyi dari kamu."Ucap Jansen,dia menatap tajam ke arah Damian.
"Aku tidak akan melepaskannya,aku akan membuat Xinyi jatuh cinta terhadap diriku."Balas Damian,dia tidak akan melepaskan Xinyi sampai kapanpun.
"Kita lihat saja nanti,aku harap kamu tidak menyesal melihat kami yang bersama nanti."Ucap Jansen,dia tersenyum kecut ke arah Damian.
"Baik,lihat saja nanti."Balas Damian,dia merasa tertantang dengan ucapan Jansen.
Jiwei yang melihat mereka seperti ini senang,karena mereka akan perang secara terang-terangan.Jiwei langsung meninggalkan mereka,membiarkan mereka adu mulut saat ini.
"Jangan menyesal."Ucap Jansen,dia langsung pergi meninggalkan Damian di gajebo.
"Baik,lihat saja nanti.Justru kamu yang akan menyesal."Ujar Damian,menatap Jansen yang pergi.
Damian akan membuat Xinyi mencintainya,dia tidak akan membiarkan Xinyi bersama Jansen.Lagi pula,sekarang Xinyi istrinya.Damian langsung pergi meninggalkan gajebo,dia berjalan ke ruang kerjanya saat ini.
__ADS_1