AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 21


__ADS_3

Xinjiang menantikan kabar baik dari putrinya,dia menunggu di aula kediaman.Dia mondar-mandir,membuat sang istri yang melihatnya pusing.Dia benar-benar menunggu kedatangan putrinya,dia tau putrinya pulang hari ini.Dia merasa gugup,dia hanya bisa berharap agar putrinya menikah dengan pangeran.


"Kamu bisa diam tidak!"Sewot sang istri,karena pusing melihat suaminya mondar-mandir.


"Aku gelisah sayang."Balas suami,karena memikirkan hasil anaknya.


"Duduk saja yang benar."Perintah istrinya,merasa geram dengan tindakan suaminya.


"Aku berharap,jika Xinyi tidak masuk istana."Ucap Xintian,di hadapan orang tuanya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu."Kesal sang ayah,mendengar ucapan putranya.


"Ayah lebih mementingkan harga diri ayah,dari pada kebahagiaan anak-anak ayah."Sewot Xintian,merasa kasihan pada adiknya.


"Ini demi kebaikannya,bahkan ini demi masa depannya."Balas sang ayah,tidak terima ucapan anaknya.


"Masa depan Xinyi adalah kebahagiaan dirinya,apa ayah pernah bertanya terhadap Xinyi tentang kemauannya?"Geram Xintian,agar ayahnya sadar.


"Xintian cukup!"Perintah sang ibu,karena dia tidak ingin anaknya kelewatan.


"Ibu mau membela ayah? Jelas-jelas ayah hanya mengorbankan anaknya sendiri,di pikiran ayah hanya ingin di hormati orang dan tidak perduli dengan kebahagiaan anaknya."Emosi Xintian,langsung meninggalkan aula.


Xintian kesal,karena ayahnya begitu egois.Dia tidak bisa,membiarkan anaknya memilih jalan kehidupannya sendiri.Cukup dirinya saja yang menjadi korban ayahnya,dia tidak ingin adik satu-satunya yang dia miliki harus jadi korban keegoisan ayahnya.Dia sangat mengkhawatirkan Xinyi,dia tidak ingin Xinyi kenapa-kenapa.


Sedangkan di aula kediaman Xinjiang,ibunya masih shock dengan apa yang terjadi.Bahkan,putra satu-satunya berani mengutarakan isi pikirannya pada suaminya.Dia melihat suaminya yang masih terdiam dengan posisinya,dia tidak tau dengan pikiran suaminya sendiri.


"Itu cara kamu merawat anakmu?"Tuduh Xinjiang,tidak terima dengan anaknya yang memperlakukan dirinya seperti tadi.


"Aku merawat anak-anakku sepenuh hati,lantas bagaimana dengan kamu? Kamu,hanya sibuk dengan kehormatan yang ingin kamu capai.Selama ini,apa pernah kamu menanyakan keinginan anak kamu sendiri hah?"Bentak sang istri,karena tidak terima dirinya di salahkan dalam mengurus anak.


"Jaga mulut kamu,aku ini suami kamu!"Kesal Xinjiang,karena istrinya membentak dirinya.

__ADS_1


"Kamu,satu-satunya lelaki egois yang pernah aku kenal.Aku bersyukur,jika anak-anakku di rawat olehku.Setelah apa yang di bicarakan Xintian terhadap kamu,harusnya kamu berfikir dengan baik-baik bukan malah menyalahkan orang lain."Ucap sang istri emosi dan meninggalkan suaminya sendirian.


"Lantas ini semua salahku?"Tanya Xinjiang,pada dirinya sendiri.


Xinjiang duduk,dia merutuki kebodohannya.Dia sadar,jika selama ini dirinya egois.Bahkan dia mengorbankan anaknya,agar dirinya bisa lebih tinggi lagi dalam mecapai kehormatan.Xintian benar,jika dirinya seorang ayah yang tidak memperdulikan kebahagiaan anaknya.Dia benar-benar menyesal,telah mendorong anaknya untuk memenuhi keegoisan dirinya.


Di saat Xinjiang sedang termenung,di aula kediaman Xinjiang.Kereta Xinyi baru sampai di halaman kediaman Xinjiang,Damian membangunkan Xinyi di dalam kereta.


"Putri bangun."Panggil Damian,menepuk pipi Xinyi.


Xinyi yang mendengar seseorang membangunkannya,dia membuka ke dua matanya.Dia melihat Damian menepuk pipinya,dia bergegas bangun dari tidurnya.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa aku bisa tidur di paha kamu?"Tanya Xinyi,tidak terima dengan apa yang terjadi.


"Aku hanya menidurkan kamu di pahaku,agar kepala kamu tidak sakit."Balas Damian,menatap Xinyi.


"Kamu sudah lancang terhadapku."Ujar Xinyi tidak suka,dia langsung turun dari kereta.


Xinyi yang sudah masuk ke kediamannya,melihat sang ayah yang termenung.Dia tidak menghiraukannya sama sekali,dia sedang kesal dengan tindakan Damian yang begitu lancang.Xinyi berjalan ke arah kamar kakaknya,dia melihat kakaknya yang seperti marah.


"Kakak."Panggil Xinyi,memeluk kakaknya dengan erat.


Xinyi begitu merindukan kakaknya,dia tidak ingin kehilangan sang kakak yang begitu melindungi adiknya.Dia satu-satunya kakak yang sangat Xinyi rindukan,dia bersyukur sampai saat ini bisa bertemu dengan kakaknya.


"Gimana hasilnya?"Tanya Xintian,penasaran dengan hasil Xinyi.


"Aku,Jane,Aria dan Chelsea,kami semua lolos.Kami semua harus menikah dengan pangeran."Balas Xinyi sedih,karena dia tidak bisa bersama kakaknya.


"Apakah kamu bahagia?"Tanya Xintian memastikan,dia ingin kebahagiaan untuk adiknya.


"Aku tidak bahagia kak,aku masih ingin bersama kalian."Jawab Jujur Juli,memeluk erat kakaknya.

__ADS_1


"Jika kamu tidak bahagia,ayo ikut kakak kabur.Kakak tidak ingin,jika adik kakak tidak bahagia.Kebahagiaanmu adalah yang terpenting."Ujar Xintian,membalas pelukan Xinyi.


"Kakak jangan bercanda,lantas jika aku kabur.Bagaimana dengan ibu? Apa kakak mau,meninggalkan ibu sendirian disini."Ucap Xinyi,karena tidak menyangka kakaknya bisa berpikiran seperti itu.


"Yasudah,kamu pergi ke kamar kamu untuk istirahat."Usir Xintian,dia butuh waktu sendiri.


"Baiklah."Jawab Xinyi,meninggalkan kamar kakaknya.


Dia menuruti kemauan kakaknya,karena dia tidak tau apa yang ada di pikiran kakaknya.Tapi Xinyi merasa,kakaknya sedang benar-benar merah.


"Naomi."Teriak Xinyi,karena melihat Naomi.


"Ada apa putri."Jawab Naomi,menghampiri Xinyi.


"Apa yang terjadi dengan kakakku?"Tanya Xinyi,ingin tau apa yang terjadi dengan kakaknya.


"Tadi keluarga putri saling adu mulut,mengenai tuan besar yang egois.Tuan muda,mengungkapkan semua isi hatinya kepada tuan besar."Jawab Naomi menjelaskan.


"Baiklah,terima kasih Naomi."Ucap Xinyi meninggalkan Naomi.


Sedangkan di aula utama,Xinjiang sedang berbicara dengan Damian.Dia tidak menyangka,jika anaknya lolos begitu saja.Bahkan Damian,akan menikahi putrinya.Dia senang,mendengar Xinyi akan di jadikan istri utama Damian.Dia saat membaca dekrit begitu senang,karena anaknya akan menjadi penerus ratu sekarang.


"Terima kasih pangeran,sudah mengantar putriku dengan selamat."Ucap Xinjiang berterimakasih,karena Damian mengantar Xinyi.


"Sama-sama,ini belum seberapa.Aku hanya takut,jika Xinyi di celakai oleh orang lagi."Ujar Damian,tidak ingin Xinyi kenapa-kenapa.


"Pangeran mau beristirahat atau kembali ke istana?"Tanya Xinjiang,hati-hati.


"Aku ingin istirahat sebentar,karena merasa lelah."Jawab Damian,merasa butuh istirahat.


"Baiklah,mari ikuti saya."Ujar Xinjiang,berjalan di depan Damian.

__ADS_1


Damian mengikuti Xinjiang,dia ingin istirahat sebentar.Dia juga ingin memastikan dengan baik,jika Xinyi sudah beristirahat Juga.Dia tau,jika Xinyi marah dengannya.Tapi,dia tidak akan menghiraukannya sama sekali.


__ADS_2