AKU SANG RATU

AKU SANG RATU
episode 108


__ADS_3

Jansen kini berada di ruangan ayahnya,dia di marahi ayahnya secara habis-habisan.Ayahnya menyuruh dia melupakan Xinyi,dia ingin putranya sadar saat ini.Jansen menatap ayahnya dengan kecewa,lagi pula cinta tidak bisa di paksakan.


"Hentikan,kamu jangan marahi putraku.Aku baru kali ini,melihat putraku begitu bahagia bersama seorang wanita.Aku tidak perduli jika dia istri pangeran,kamu harusnya mendukung putra kamu saat ini."Ucap sang ibu,dia membela anaknya.


"Kamu jangan gila,aku tidak menyetujuinya.Dia istri seorang pangeran,jika dia berpisah dengan pangeran aku akan menyetujui hubungan mereka.Namun saat ini,jelas-jelas wanita itu masih belum berpisah dengan suaminya."Balas sang suami,menatap heran terhadap ucapan istrinya.


"Kamu dengar,jika kalian benar-benar saling mencintai.Kalian harus berusaha mempertahankan cinta kalian dan kalian berjuang bersama-sama untuk saling memiliki."Ujar sang ibu,dia menatap Jansen saat ini.


"Baik bu,kami sedang berusaha memperjuangkan cinta kami saat ini."Balas Jansen,dia menatap ibunya dengan sungguh-sungguh.


"Bagus jika seperti itu,ibu akan mendukung kalian sepenuhnya."Ucap sang ibu,dia tersenyum ke arah putranya.


Setelah percakapan mereka selesai,Jansen meninggalkan mereka.Jansen kembali ke kamarnya,dia begitu merindukan Xinyi saat ini.Jansen menekan tombol ke arah lorong,dia berjalan ke kamar dimana dirinya bercinta dengan Xinyi.Jansen tidur di ranjang itu,dia menghirup aroma kamarnya.


Jansen mengingat kejadian dimana dia bercinta dengan Xinyi,dia begitu ingin memeluk Xinyi kembali.Bahkan,Jansen merasa dengan mengingatnya saja.Membuat dirinya begitu mendambakan Xinyi saat ini,padahal mereka baru berpisah kemarin.Namun,kerinduannya begitu memuncak terhadap Xinyi.


Jansen akan pergi menemui Xinyi secara diam-diam,dia begitu merindukan tubuh Xinyi.Jansen begitu menginginkan Xinyi berada di sampingnya saat ini,dia bergegas bangun dari ranjangnya.Jansen kembali ke kamarnya,dia bersiap untuk pergi menemui Xinyi.Jansen berpikir akan menunggang kuda,agar dirinya tidak terlalu mencolok saat menemui Xinyi nanti.


...****************...


Xinyi kembali di sibukkan dengan urusan negara,dia bergegas cepat menyelesaikan tugasnya.Agar dia bisa membantu kakaknya,dia seharian mengacuhkan Damian.Xinyi tidak ingin berhadapan dengan Damian sama sekali,dia hanya ingin fokus menyelesaikan pekerjaannya.Xinyi menatap kakaknya saat ini,dia membahas semua kebutuhan rakyat untuk musim dingin nanti.

__ADS_1


"Kita tambahkan saja yang banyak,jangan mengkhawatirkan kondisi keuangannya.Jika keuangannya kurang,kakak beritahu saja padaku nanti."Ucap Xinyi,dia ikhlas memberikan uangnya untuk rakyat negara Wei.


"Baiklah,kakak mengerti.Kakak hanya melaporkan ini saja,Jiwei sedang mengurus sisanya.Nanti,juga dia akan melapor terhadap kamu."Balas Xintian,menatap sang adik.


"Baik,aku mengerti.Kak,bisa tolong panggilkan Menteri ekonomi dan keuangan kesini."Ucap Xinyi,dia meminta tolong kakaknya.


"Baiklah,akan aku panggilkan mereka."Balas Xintian,dia langsung pergi dari hadapan adiknya.


Xinyi kembali fokus pada masalahnya,sambil menunggu Jiwei dan menteri yang dia panggil.Apalagi,menterinya ini baru menjabat saat ini.Karena menteri yang lama,mereka berkhianat terhadap negara.Xinyi menatap menteri yang sudah datang ke ruangannya,mereka di suruh Xinyi untuk duduk di hadapannya saat ini.


"Tolong laporkan keuangan saat ini."Perintah Xinyi,dia ingin mengetahui jumlah yang di miliki negaranya.


"Uang negara saat ini memilik lima puluh juta koin emas,namun belum di kurangi kebutuhan rakyat untuk musim dingin nanti."Jawab pejabat keuangan.


"Baik,aku mengerti."Jawabnya,sambil menatap Xinyi saat ini.


"Bagaimana dengan sisa stok di gudang?"Tanya Xinyi,dia menatap menteri ekonomi.


"Kini di gudang hanya tersisa sedikit,namun jika di tambah stok yang akan di persiapkan untuk musim dingin.Menurut saya,semuanya lebih dari cukup.Kita bisa bertahan melewati musim dingin tenang,tanpa memikirkan stok makanan kita yang kurang."Jawabnya menjelaskan.


Xinyi mengangguk mengerti,dia merasa tenang mendengarnya.Xinyi melihat ke arah pintu,dia melihat Jiwei yang datang.Xinyi menyuruhnya bergabung,dia membiarkan Jiwei dan para menteri berbincang mengenai persediaan mereka untuk musim dingin.Xinyi hanya melihat mereka saat ini,dia merasa tidak bersemangat saat ini.Xinyi merasa dirinya begitu merindukan Jansen,apalagi Xinyi merindukan sikap konyol Jansen di hadapannya.

__ADS_1


Setelah mereka selesai berdiskusi,mereka langsung pergi meninggalkan Xinyi.Kini tersisa Jiwei dan Xinyi yang berada di ruangan Xinyi,Jiwei tersenyum ke arah Xinyi saat ini.


"Kamu merindukan bocah tengik itu?"Tanya Jiwei,dia menatap Xinyi saat ini.


"Tidak,buat apa aku merindukannya."Elak Xinyi,dia merasa kaget dengan ucapan Jiwei.


"Kamu tidak bisa membohongi kakak,lagi pula sebentar lagi kamu akan bertemu dengannya."Ucap Jiwei,dia tersenyum penuh arti terhadap Xinyi.


"Jangan bercanda,dia mana mungkin datang ke sini."Balas Xinyi,dia tidak ingin mendengarkan perkataan Jiwei.


"Lihat saja nanti,kalian memang sama-sama saling merindukan dan sama-sama saling mencintai.Tapi,penghalang kalian terlalu tinggi untuk saat ini."Ucap Jiwei,dia tersenyum ke arah Xinyi.


"Sudahlah,jangan membahas dia saat ini.Aku takut ada yang mendengarnya,kak hari ini aku bertemu dengan raja.Namun,aku melihat wajah raja begitu tidak bersemangat dan bahkan wajahnya begitu pucat."Ujar Xinyi,menjelaskan kondisi raja saat ini.


"Benarkah? Kakak belum bertemu raja saat ini,coba nanti kakak menemui raja."Balas Jiwei,dia merasa penasaran dengan kondisi raja saat ini.


"Baguslah,mungkin raja akan terus terang di hadapan kakak.Aku takut raja sakit,apalagi bebannya begitu banyak.Dia punya pangeran,tapi tidak bisa di andalkan sama sekali."Keluh Xinyi,merasa kasihan terhadap raja.


"Sudahlah,ada kamu ini yang membantu.Kalau gitu,kakak pergi dulu menemui raja."Ucap Jiwei,dia langsung pergi dari hadapan Xinyi.


Xinyi hanya melihat kepergian Jiwei,dia memikirkan kondisi raja yang seperti orang sakit.Xinyi berharap raja baik-baik saja,dia langsung kembali menyelesaikan tugasnya.Xinyi merasa ingin segera selesai saat ini,dia ingin istirahat dan merilekskan tubuhnya.Apalagi,dia tidak ingin membiarkan pekerjaan begitu menumpuk saat ini.

__ADS_1


Setelah selesai dengan pekerjaannya sampai malam hari,Xinyi dengan semangat keluar dari ruang kerjanya.Dia bersenandung kecil,sambil tersenyum senang saat ini.Karena dirinya sekarang sudah keluar dari ruang kerjanya,dia merasa benar-benar lelah saat ini.Xinyi sudah ingin mengistirahatkan tubuhnya,dia langsung berjalan ke arah kamarnya.Supaya besok,tenaganya pulih kembali dan dia bersemangat lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


__ADS_2