Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 9 : Hukuman di Hari Pertama


__ADS_3

Aku kembali duduk dan menaruh sebuah tas kecil di samping kiri ku. Tak lama setelahnya seseorang wanita paruh baya datang dengan senyuman yang sangat unik. Senyuman itu tidak membuat nya menjadi lebih cantik, malah sebaliknya. Terlihat menyeramkan. Dia menggenakan gaun sederhana berwarna senada dengan kami dan tidak memakai pita tentunya. Ia hanya memakai dasi berwarna biru tua.


"Perkenalan saya Miss Adelle...dan saya akan mengajarkan kalian selama beberapa beberapa tahun kedepan nya"


"Anak anakku sekalian, Kalian adalah bangsawan yang terpilih untuk bersekolah di sini, seharusnya kalian yang berhasil terpilih masuk ke akademi kerajaan Frost yang terkenal ini adalah suatu kehormatan yang membanggakan.. setelah ini status Kalian akan sama rata di mata saya, peraturan kelas ini adalah tidak boleh menggunakan status untuk mengancam atau mengintimidasi seseorang jika ada orang yang seperti itu maka ia harus menerima surat peringatan, Dan jika ia melakukan hal seperti itu lagi maka ia akan dikeluarkan oleh pihak kami dengan senang hati" jelas wanita itu.


'Biarkan saja dia berapa menit berbicara blablabalaa.. aku males mendengar ocehannya itu' Batinku.


Miss Adelle mulai berjalan kesisi beberapa anak laki-laki sembari memegang tongkat berwarna perak yang entah darimana asalnya, ya tentu karena sedari tadi aku tidak memperhatikan nya. Beberapa orang yang melihat wanita itu langsung tegang. Kesan pertama nya saja sudah sangat buruk. Tidak mirip sama sekali dengan namanya yang berarti seseorang yang mulia dan baik hati.


" Apakah kita akan di tes pada hari pertama?" Tanya Kecha padaku. Aku hanya membalasnya dengan mengangkat bahu dan menggeleng.


"Kalian bisa memulai dengan memperkenalkan diri kalian dan asal keluarga kalian, ingat untuk jangan berbicara melebih-lebihkan, gunakan tata Krama kalian" ucapnya tiba-tiba.


Wanita itu menunjukkan tongkatnya kearah ku. Itu membuat ku yang tertunduk menjadi kelimpungan karena kaget. Namun aku segera berdiri dan mencoba bersikap tenang.


"Nama saya Alexa kethzie, umur saya 10 tahun, saya lahir pada tanggal 30 juli, saya putri kedua di keluarga Ketzhie,saya memiliki seorang kakak yang baik, cantik dan pintar bernama lavender Kethzie dan seorang ayah yang tampan bernama umm anu, siapa yaa..Ahh mungkin Duke Kethzie dan_" aku berucap sambil menggaruk tengkukku yang tidak gatal. Sembari tersenyum bingung. Ucapan ku terhenti karena guru itu. Terlihat beberapa orang mentertawakan ku dengan tawa mengejek.


"Cukup ananda, anda bukannya sudah diajarkan sopan santun kepada orang banyak saat berbicara? Anda bukannya sudah mendengar ucapan saya bahwa tidak boleh melebihkan? Dan perkenalan tadi itu terlalu panjang, cukup ucapkan nama dan keluarga mana kalian berasal" Tuturnya. Aku hanya mengangguk sambil menundukkan kepalaku. Aku benar-benar tidak mengerti...


Bukannya perkenalan anak usia 10 tahun seperti itu?.


Wanita itu pun menyuruh yang lainnya untuk perkenalan. Aku hanya bisa dibuat dongkol olehnya. Menyebalkan!. Dia seperti sengaja menyudutkanku. Dia pasti punya rencana jahat!


Lalu Wanita itu menunjuk lelaki yang ada di hadapanku. Dan yang ditunjuk pun langsung bicara lancar tanpa gagap.


"Namaku Zio Gilbert, aku putra ke 4 dari keluarga Gilbertfrost, mohon kerjasama untuk kedepannya" Ucap seseorang sukses membuat ku membulat kan kedua bola mata.

__ADS_1


'Orang pemaksa' itu merupakan PA PANGERAAAAAAAAAAAN KE 4?!!! Sama seperti Pangeran Shun! Omg dimana sopan santun ku waktu itu?? Ahh ya mungkin otakku kutaruh di kaki yah. Tamatlah riwayat ku, baru masuk sudah dapet musuh seorang Pangeran lagi!


Aku mencoba menatap anak laki-laki itu namun ternyata dia sedang menatap kearah ku juga. Dan tatapan itu terasa sangat mengerikan bagiku. Seperti mengisyaratkan "aku akan menghukum mu kali ini! Kau tidak bisa kabur hahahahahaha!"


Waduh gimana nih! Hari-hari ku gak bakalan tenang kalau seperti ini tiap hari!. Aku pengen sembunyi ke dalam tanah saja...


Miss Adelle segera memberikan selembar kertas dan pena tinta pada kami. Namun kugunakan selembar kertas yang diberikan oleh guru itu padaku untuk menutup wajahku dari monster dihadapan ku yang siap melahap diriku kapan saja.


"Tidak kenal pliss, dia tidak kenal aku pliss" gumamku pada diri sendiri.


"Bodoh sedang apa kamu_" ucap Natte terhenti karena tiba-tiba guru itu sudah berdiri di hadapan ku sambil tersenyum hingga terasa sangat menusuk jantung orang-orang yang melihatnya. Dan aku terkejut ketika dia memegang pundakku.


"AYAM LOMPAT-LOMPAT!" Latahku saat terkejut. Semua yang mendengarnya jadi tertawa karena ku. Mereka pasti berpikiran bahwa aku orang aneh... hiks. Kemudian aku mendongakkan pandangan ku keatas.


Bagaimana orang yang sebesar ini tidak bisa ku lihat?! Batinku


"Leca.., Anda sering bertingkah aneh selama saya menjelaskan tadi, dan anda bahkan tidak menulis sedikitpun yang saya perintahkan untuk dicatat.. serta menggunakan lembaran itu untuk menutupi wajah mu, saya sudah cukup sabar dengan itu" jelasnya.


Ehhhh nulis?? Aku bahkan belum bisa nulis karena tulisannya beda walaupun bahasanya sama. Aku hanya menatap bergantian lembaran itu dan sebuah pena dengan bulu burung di ujungnya dan lagi terdapat tinta aneh dihadapan ku.


Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku tidak dapat menulis, bagaimana jika aku akan dikeluarkan dari sekolah nanti?


Akhirnya aku memutuskan untuk tersenyum sambil menggigit bibir bawahku. Tampak olehku raut wajah yang tidak lagi bersahabat di wajah wanita paruh baya itu. Dia mulai menghela nafas dan mengarahkan tongkat nya padaku.


"Sebagai hukuman karena tidak memperhatikan ucapan saya, maka dari itu kamu bisa keluar dan tidak ikut pembelajaran kali ini, silahkan tulis permintaan maaf 500 kali dibuku lalu kamu bisa mengumpulkannya besok, harus sudah selesai!"


Wah bukannya itu adalah hukuman yang berat bagi anak usia 10 tahun? Terlebih lagi aku masih tidak bisa menulis mungkin butuh setidaknya 1 bulan bagiku untuk menyelesaikan dan mempelajarinya. Aku menghembuskan nafas berat dan kemudian berjalan keluar ruangan itu sambil membawa tas kecilku.

__ADS_1


"Maaf Bu, saya tidak akan mengulanginya lagi" lirihku. Wanita itu sama sekali tidak menunjukkan rasa simpati nya sedikitpun kepadaku.


"Apa yang harus aku katakan kalau aku pulang sekarang?"


Bagaimana jika aku ke taman kerajaan saja, disana kan luas dan terdapat banyak pohon dan bunga... beberapa bagian taman dipisahkan dengan pagar rumput saja, aku bisa sembunyi disana untuk beberapa waktu sampai sekolah nya benar-benar selesai.


Aku pun berjalalan melewati jembatan penghubung antara kelas dan taman, melewati ruang kelas Pangeran Shun dan beberapa ruangan lain nya. Dan aku berjalan agak jauh lagi dari sana hingga pandangan ku terkunci pada sebuah bangku yang tersedia di taman tersebut tepatnya di bawah pohon sakura yang berjatuhan kelopaknya.


Aku langsung duduk di kursi yang tepat berada di bawah pohon sakura. Hembusan angin menerpa wajahku dan ku lihat beberapa mahkota bunga sakura berjatuhan di rambut hitamku. Ini adalah pemandangan yang indah namun tidak bagi suasana hatiku.


'Benar-benar sial kalau saja bukan karena Pangeran Zio aku tidak akan menerima hukuman seperti ini!' Gerutuku dalam hati.


Yah kalau dipikir-pikir lagi sih walaupun bukan karena Pangeran Zio aku akan tetap mendapatkan hukuman karena tidak bisa menulis kan? Huft..


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2