Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 16 : Tamu Istimewa


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA...


.


.


.


"Nona bagaimana jika kau memakai gaun berwarna peach ini, anda akan terlihat sangat imut" Elissa memberikan saran gaun-gaun aneh yang dia beli kepada ku sejak tadi pagi namun aku terus terusan menolak dan berdalih dengan berbagai macam alasan.


"Tidak mau, aku tidak peduli"


"Lalu bagaimana jika Anda memakai gaun berwarna merah muda? Itu akan membuat anda terlihat mani_"


"Sudah kubilang, aku tidak peduli!" tukasku. Dia terus memaksaku sampai tak kenal lelah.


Aku kini tengah berdiri di hadapan cermin dengan ukuran kurang lebih sebesar ukuran orang dewasa sambil menatap diriku sendiri. Elissa sedari tadi memilah-milah gaun yang cocok untuk ku kenakan dari lemari besar yang ada di samping ku. Setelah dirasanya cocok untuk ku dia memanggilku dan berkata ini itu untuk membujukku namun aku hanya melirik kearahnya sebentar lalu menolaknya.


Apa yang harus aku lakukan agar pertunangan nya dibatalkan, jika aku bersamanya itu sama saja aku melukai nya karena aku tidak bisa hidup tanpa Pangeran Shun..aku hanya akan memberikan hatiku untuk Pangeran Shun... Ayolah berpikir Alexa... Apa yang harus aku lakukan..


Aku menepuk tangan kiriku dengan tangan kananku yang membentuk kepalan dengan pelan saat terlintas dibenakku sebuah ide yang menurut ku cemerlang.


'Bagaimana jika aku kabur saja, ayah pasti akan merasa dipermalukan dan segera membatalkan pertunangan kami' batinku.


"Elissa aku ingin keluar sebentar cari angin segar, kamu boleh memilih yang menurut mu paling cocok untukku"


"Baiklah nona"


Setelah itu aku membuka pintu kamar ku dengan santai lalu berlari menuju ke luar dan saat telah sampai di luar ternyata gerbang mansion ku terbuka lebar... Seperti nya aku beruntung,tapi aku melihat ada 2 orang pengawal yang berjaga disitu. Namun aku tetap membulatkan tekad untuk menggerakkan kakiku dan saat beberapa langkah sudah sampai di luar gerbang mereka sama sekali tidak menegurku tetapi rasa takut menyelimuti hati ku.


Bagaimana jika aku akan bertemu penculik lagi, dan aku harus kemana nanti? terlebih lagi aku hanyalah seorang anak kecil.


Ku tepuk cepat pipiku dengan kedua tangan untuk menyadarkan ku pada kelakuan bodoh yang kujalani ini, sebaiknya aku kembali ke dalam dan mencari cara lain...pikirku. Dan kemudian aku berlari lagi ke dalam.


"Yaahhh rencana kuu, gagaaal totaal" lirihku sambil kembali ke kamar.


"Eh nona... Seperti nya anda sudah selesai mencari anginnya yaa, saya juga sudah memilih gaun yang terbaik untuk anda pakai hari ini" Ucapnya sambil menunjukan gaun yang ia pegang dilengannya. Itu adalah gaun yang kami beli kemarin. Tapi tentu saja dia yang memilah dan memilihnya kemarin.


Aku menatap gaun itu dengan tatapan penuh takjub, meski aku tidak menyukai warna merah tidak terkecuali dengan gaun yang ada dihadapan ku kini.


"Wahh kamu hebat sekali Elissa"


"Saya merasa tersanjung Nona, kalau begitu sebaiknya anda bergegas memakai nya"


"Yeps.." kemudian setelah itu aku mulai melepaskan gaun yang ku kenakan dan mulai memakai gaun itu dibantu oleh Elissa. Elisa juga menata rambutku sedemikian rupa dan menambah sedikit kepang di rambut hitam kecoklatanku sehingga terlihat rapih dan indah. Saat sentuhan akhir dia memberikan sebuah pita berwarna senada di rambutku.


Kini terlihatlah seorang bidadari cilik yang tengah berdiri sambil menatap takjub pada dirinya sendiri. Yaa seseorang itu adalah aku. Aku bahkan tidak mengerjapkan mataku sedetikpun saat melihat wujud diriku yang seperti ini.


"E Elissa... Siapakah dia itu?" Tanyaku tak percaya sambil menunjuk bayangan diriku yang terpantul di hadapan cermin.

__ADS_1


Elissa tersenyum singkat kemudian berkata "Dia merupakan tuan saya, namanya adalah nona Alexa Kethzie"


"Ti tidakkk mungkin..."


"Alexa, apakah kau sudah selesai dengan urusan mu" Tanya kakaku yang baru saja masuk lewat pintu kamarku yang terbuka lebar. Ia hanya menatap ku seperti biasanya dan menyuruhku untuk segera menuju ke ruang keluarga.


"Ehh tunggu kak, aku tidak bermaksud untuk bertunangan dengan orang itu hari ini"


"Sudahlah kau jangan cari masalah dengan mereka atau ayah akan marah, sebaiknya kau menurut saja"


Ahh iya... Aku saat ini tersadar bahwa kami melakukan pertunangan bodoh ini adalah karena ayah merupakan seorang bangsawan. Ia menjadikan kami sebagai pion untuk melancarkan rencananya.


"Kenapa.. kenapa kita harus mengikuti kehendak orang tua itu. Kenapa kita tidak bebas menentukan siapa yang akan pasangan hidup kita kelak!"


Ucapan ku itu berhasil membuat Kakakku Lavender Kethzie menoleh sambil menatap tajam kearah ku. Matanya yang berwarna merah itu seperti hendak membunuh ku saat itu juga. Rasanya aku ingin menarik kata-kata yang kulontarkan tadi dan melakukan apa yang sebaiknya aku lakukan.


Segera kualihkan pandangan mataku kebawah sambil menatap tanganku yang tertaut dengan tangannya.


"Kau tidak akan pernah mengerti" ucapnya berhasil membuatku tertegun.


Apa maksudnya.. apa maksud dari perkataan nya itu.


Kemudian dia sedang melangkahkan kakinya dan membawaku bersama nya. Saat kami menuruni tangga dari kamarku ternyata sudah ada ayahku dan beberapa orang lainnya. Mereka tampak berbincang seakan-akan mereka adalah keluarga.


Ku genggam erat jari-jari tangan kakakku yang ku pegang saat ini sementara ia tidak menghentikan langkahnya dan terus melanjutkannya hingga sampai ke tempat dimana mereka berada.


Akupun segera duduk di samping kakakku sambil terus menundukkan kepalaku sedangkan mereka terus melanjutkan perbincangan tentang hal-hal yang tidak ku mengerti. Mungkinkah dengan menuruti mereka adalah jalan yang terbaik? Lalu bagaimana dengan tujuanku berada disini...


'Pa Pangeran Kenn?!! Ke kenapa disini ada Pangeran ken'batinku.


Sadar akan tatapan ku Pangeran Kenn tersenyum sambil melambaikan tangannya kearah ku. Aku hanya mematung dan tidak membalas perlakuannya.


Kalau disini ada Pangeran Kenn berarti yang dihadapan ku adalah raja kerajaan Frost ke sepuluh, dan yang bertunangan dengan ku kemungkinan besar adalah Pangeran ZIO GILBERTFROST?!


Sesuai dugaan ku, Pangeran Zio kini tengah duduk di samping ayahnya dan dia tengah menatap ku lekat hingga tak berkedip.


Aggggggghhhhhhhhhhhh.... Maksudnya apa ini kenapa harus orang itu.. kenapaaaaaaa????! Teriakku dalam hati.


"Dia adalah Pangeran keempat Zio GilbertFrost orang yang akan menjadi tunangan setelah ini.. cepat sapa dia" perintah kepadaku kemudian aku segera berdiri sambil mengangkat sedikit gaun di kedua sisi dengan jari tangan ku.


"Pe perkenalkan aku Alexa Kethzie..salam kenal"


Sejenak dapat kulihat wajah nya yang tertegun lalu menatapku tidak percaya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berbicara sambil menaruh lengan kanannya di dada sebagai bentuk penghormatan.


"Aku Zio Gilbert senang bertemu dengan mu, anda tidak perlu terlalu sungkan dengan ku Nona, bukankah kita sudah saling kenal?"


Haaa pertanyaan macam apa itu.. Gerutuku dalam hati.


"I iyaa" jawabku kemudian.

__ADS_1


"Nah sekarang giliran waktu kalian berdua bermain atau jalan-jalan agar lebih dekat lagi satu sama lain" ucap raja pada kami sambil tersenyum. Aku tidak bisa menolak permintaan nya dan akhirnya kami berdua keluar menuju taman di halaman mansion keluarga ku.


Kami berdua pun duduk berhadap-hadapan di meja yang terletak di tengah taman. Elissa pun segera menyajikan teko dan cangkir teh kepada kami. Setelah itu aku menyuruhnya pergi.


"Apa maksudmu Pangeran?? kenapa malah kau yang bertunangan dengan ku haah?!" Tanyaku dengan nada tinggi sambil menunjuk kearahnya.


Dia sekilas menatap ku sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan kegiatannya menyeruput secangkir teh. karena merasa diabaikan kemudian aku memukul meja dengan tanganku untuk mengalihkan perhatian nya padaku.


"Aku juga tidak tahu" jawabnya santai.


"Haaa jawaban macam apa itu, asal kau tahu yaa aku ini tidak menyukaimu dan tidak akan sudi bertunangan dengan mu"


"Meskipun begitu tapi pada akhirnya kau adalah tunangan ku kan"


"Cih.." aku memalingkan wajahku darinya lantaran kesal.


"Tenang saja nona, masalah pertunangan tidak serumit pernikahan, pertunangan itu bisa saja dibatalkan dengan mudah oleh pihakku jika kita tidak memiliki kecocokan"


"Kalau begitu batalkan saja sekarang"


"Nona ini bagimana sih, yang memutuskan adalah kedua orang tua kita kan... Bukan saya"


"Pangeran, kau hanya perlu bilang kalau kau tidak merasa cocok dan tidak tertarik dengan ku"


"Tidak semudah itu, kedua orang tua kita pasti tidak akan bisa menerima dengan mudah begitu saja pembatalan pertunangan yang saling menguntungkan ini, terlebih lagi kita masih anak kecil, masih banyak jarak antara kita untuk saling mengenal satu sama lain"


"Aduhhh aku gak ngerti Pangeran bicara apa, yang penting sekarang adalah aku mau kalian membatalkannyaaaaa... Pangeran kan sudah tahu kalau aku cuma suka sama Pangeran Shun" ucapku sambil memelas.


Pangeran Zio menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Kemudian dia menatap ku dengan tatapan yang tidak bisa ku mengerti.


"Masalahnnya...."


"Apa ?"


"Masalahnya.... Aku mulai sedikit tertarik dengan mu Nona Alexa Kethzie" jelasnya yang sukses membuat ku tersentak. Pikiranku kini terasa sangat kalut... dia juga terus bertingkah seperti bukan anak kecil seusianya.. Ck! aku tidak bisa berbuat apa-apa jika terus seperti ini.


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2