Alexa Kethzie

Alexa Kethzie
Chapter 27 : Keanehan


__ADS_3

Di taman yang luas nan indah terlihat seorang pria berambut pirang yang sedang melukis pemandangan yang berada tepat di depan pandangan matanya.


Angin terkadang menyapu lembut rambut pirangnya yang sesekali mengkilap dibawah terpaan sinar matahari. Sesaat dia memejamkan matanya untuk mencari sebuah ide sembari menuangkan imajinasi dalam lukisannya itu.


Namun tiba-tiba saja ketenangan nya terganggu, karena beberapa orang kini menghampirinya sambil tergesa-gesa.


Ia berfikir bahwa pengawal tersebut mendatanginya karna akan mengingatkan dirinya untuk kembali dan melaksanakan tugas nya sebagai Pangeran, yaitu belajar dan belajar untuk menggali semakin dalam ilmu pengetahuannya,ia sedikit muak akan semua hal seperti itu yang menurutnya monoton. Ia menginginkan hidupnya bebas seperti burung, bebas terbang di langit luas seperti yang ia tatap saat ini tanpa terkekang sedikitpun.


Pangeran menghembuskan nafas panjang kemudian mulai berdiri."Huh padahal aku tidak akan menjadi seorang raja, tetapi aku malah dikekang seperti ini."


"Pangeran kenn, itu merupakan kewajiban anda, dan jika putra mahkota memiliki masalah yang menyebabkan ia tidak lagi berada diatas singgasananya, maka anda sebagai Pangeran kedua wajib menggantikannya untuk menjadi raja"


"Hentikan omong kosong mu,aku tidak suka mendengar nya, tidak akan ada masalah apapun yang akan menimpanya, apapun yang terjadi aku akan melindungi kakaku" Pangeran Kenn melirik tajam kearah salah seorang dari mereka, sementara kedua pengawal itu dengan segera menundukkan kepalanya lalu memohon maaf kepada Pangeran.


"Maafkan kami Pangeran.."


Pangeran kenn hanya acuh melihat mereka kemudian segera membersihkan peralatan melukis nya tersebut. Lalu beranjak pergi diikuti kedua pengawal tadi.


Langkah kakinya tiba-tiba terhenti sejenak karena melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, kemudian dia mencoba memperhatikan dengan lekat lukisannya tersebut.


Alisnya tiba-tiba menyatu dan dahinya mulai berkerut. Ia merasa heran karena dalam lukisannya itu terdapat seorang gadis yang berada di tengah bunga dan dikelilingi oleh beberapa mahluk fantasi yang ia tuangkan ke dalam lukisannya tadi.


Sejak kapan? Perasaan aku tidak menambahkan seseorang pun pada lukisanku. Yasudah lah aku tidak peduli.


Ia sama sekali tidak ingin berdebat panjang dengan pikirannya sendiri. Dia berfikir mungkin saja saat ia memejamkan mata sambil melukis, tangannya dengan sendirinya itu mengukir sebuah lukisan yang berada di luar pikirannya.


Dengan adanya gadis dalam lukisannya itu malah membuat pemandangan senja yang ia buat menjadi lebih bernilai dan lebih estetis baginya.


"Tidak buruk" gumamnya sambil menyunggingkan senyum kecil dibibirnya.


"Ada apa Pangeran?" Tanya seorang pengawal yang berada disisinya saat itu. Pengawal itu adalah seorang wanita yang sekilas tampak seperti seorang pria karena rambutnya yang pendek dan penampilan tomboynya.


Pangeran Kenn menggeleng singkat. "Tidak ada apa-apa, Ren".


Ren melihat lukisan itu sekilas kemudian ia tampak berfikir sejenak."woahh.. Seperti nya aku pernah melihat gadis itu tetapi dimana yaa..."


"Ehh..aku juga merasa seperti itu" Pangeran Kenn sedikit terkejut saat memperhatikan lukisannya lebih detail, ia pun tampak mencoba menggali kembali ingatannya.

__ADS_1


"Pangeran, sebaiknya kita segera menuju kediaman raja, sepertinya ada sesuatu yang penting ingin dia sampaikan kepada anda" Ucap salah satu pengawal nya yang lain.


"Baiklah" jawab Pangeran Kenn kemudian bergegas ke kediamannya.


Sesampainya di sana, terlihat raja yang merupakan kakaknya itu membawa setumpuk kertas yang rupanya akan diberikan kepadanya. Dylan tersenyum kecil kemudian menaruh tumpukan kertas itu diatas meja.


"Kenn, aku minta bantuan mu untuk memeriksa data para murid akademi dan memisahkan beberapa golongan yang termasuk dalam murid berbakat ya"


"Kakak pertama akan kemana?" Tanya Pangeran kenn yang tampak heran dengan penampilan kakaknya yang seperti hendak berpergian jauh keluar wilayah kerajaan.


"Ohhh..aku hanya akan pergi beberapa hari saja, kami sedang mengadakan pertemuan penting dengan kerajaan tetangga"


Pangeran Kenn hanya membulatkan mulutnya sebagai tanggapan dari ucapan kakaknya. Kemudian ia mulai fokus terhadap objek-objek kertas yang ada dihadapannya dan bergelut untuk menyelesaikan urusannya dengan mereka.


Setelah itu raja Dylan pun pergi dari hadapannya dan menghilang dari pandangan Pangeran Kenn karena terhalang daun pintu.


Beberapa detik setelah itu, Ren dengan tergesa datang kepadanya. "Pangeran! Ada masalah di akademi kerajaan!" Ucap Ren saat menghadap Pangeran kenn.


Ada apa lagi?! Batinnya sedikit merasa kesal. Namun ia mencoba menghadapi nya dengan kepala dingin.


Pangeran Kenn memejamkan matanya untuk menetralkan pikiran kemudian menghembuskan nafas kasar.


________________________


Pangeran Kenn kini sedang dihadapkan oleh beberapa gadis kecil yang baru saja berseteru. Menurutnya hal itu hanyalah perkelahian antara dua orang anak kecil saja. Namun ia berusaha untuk tetap mendengarkan cerita mereka berdua, tetapi semuanya menjadi tidak jelas karena keduanya saling mengelak tentang apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa orang yang menjadi saksi pun juga tidak berani sedikitpun angkat bicara.


Ia paham akan hal itu, karena Angela adalah seorang putri kerajaan Avanxenia yang merupakan kerabat dekat kerajaan GilbertFrost. Meskipun kebanyakan mereka yang menyaksikan adalah bangsawan, namun mereka tidak ada apa-apanga jika berhadapan dengan keluarga kerajaan.


Sedikit saja mencari masalah dengan anggota keluarga kerajaan, mereka takut akan kehilangan kepalanya yang berharga. Terutama jika berurusan dengan kerajaan Avanxenia yang merupakan kerajaan mistik dan dikenal dengan kerajaan yang tegas dan berwibawa.


Namun yang membuatnya pusing ialah yang bermasalah dengannya adalah seorang tunangan adiknya. Ia tidak habis fikir, kenapa gadis kecil dihadapan nya kini sangatlah aneh baginya.


Pertama karena rumor keluarga nya yang sangat disegani terkecuali dia, dan dia dapat dengan mudah membaca huruf latin yang belum pernah bisa dibaca oleh peneliti di dalam kerajaan sekalipun, lalu yang terakhir dia sama sekali tidak bisa menggunakan sihir? Hal seperti itu tidak mungkin terjadi, kecuali Alexa memang bukanlah anak dari Duke Kethzie, namun ia yakin pasti ada alasan tersendiri mengapa sihir dalam tubuhnya tidak dapat keluar.


Pangeran Kenn menyeritkan dahinya kemudian memutuskan untuk bertanya."Siapa yang melakukannya terlebih dahulu?"


"Dia! Dia duluan menampar wajahku Pangeran" Angela menunjuk wajahnya yang tampak merah lebam.

__ADS_1


"Tapi anda juga melakukan itu kepada saya sebelum saya melakukannya" Leca memberi penekanan pada kata 'melakukan'


Ohh ayolah perkara kecil ini tidak akan ada akhirnya kalau keduanya tidak saling mengaku dan terlebih lagi tidak ada saksi mata yang bisa diandalkan.


"Sudahlah, kali ini aku mengampuni kalian, tapi jika hal seperti ini terjadi lagi, maka aku tidak akan segan menghukum kalian berdua" ucapnya seraya menepuk pelan pundak kedua gadis kecil itu.


"Pangeran apakah kau mengampuni kami tanpa memberi hukuman kepadanya?" Tanya Angela sambil merasa jengkel.


"Ya"


"Ta tapi bagaimana jika dia melakukan sesuatu padaku nanti" Angela tampak memasang raut wajah takut saat melihat Leca. Sedangkan Leca membuang muka kesal karena acting murahan yang dibuat anak kecil itu.


"Aku akan mengurung kalian berdua bersama di ruang bawah tanah hingga kalian akur"


Mata Alexa dan Angela seketika membulat membayangkan betapa buruk nya hal itu jika menimpa diri mereka, terlebih lagi jika keduanya di tempatkan dalam satu ruangan, itu tidak ada bedanya dengan tinggal bersama macan betina."Baiklah..." Jawab mereka berdua bersamaan.


Pangeran Kenn akhirnya bisa bernafas lega, meskipun yang dilakukan oleh nya tadi hanyalah sebuah kecaman, setidaknya dapat meredakan pertengkaran antara mereka untuk saat ini.


Jika mereka berdua benar-benar bertengkar lagi, Pangeran Kenn tidak benar-benar akan menjerumuskan kedua gadis kecil itu ke dalam penjara gelap tersebut. Ia malah sepertinya akan memikirkan cara supaya keduanya bisa saling akur.


Pangeran Kenn melirik kearah Alexa yang tampak memprihatinkan, karena gaunnya yang tampak lusuh dan kotor.Alexa yang merasa di tatap langsung membuang muka begitu saja ketika mengetahui Pangeran menatapnya.


Ia tahu bahwa Alexa kesal karena dirinya tidak menghukum Angela. Mungkin saja dia disitu adalah korban, namun dia juga tidak dapat berbuat apa-apa jika ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri memikirkan betapa mengerikannya perkelahian yang terjadi antar wanita.


.


.


.


*****


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2